Thursday, August 9, 2018

Punya Adik, Mesti Bersyukur atau Elus-Elus Dada?

Adik (n) 1 saudara kandung yang lebih muda (laki-laki atau perempuan); --kandung; 2 kerabat yang lebih muda (dari pertalian kekeluargaan);
Sumber: KBBI

Bicara soal adik sebenarnya ga melulu terkait dengan pertalian darah. Selama seperempat abad hidupku ini, bisa dibilang aku punya banyak adik beda ibu dan bapak. Kalau adik yang berhubungan darah sih cuma satu-satunya, sebut saja O. Bukan karena dia bergolongan darah O. Tapi kerap kali aku memanggilnya dengan inisial O. Jadi kalian terima saja ya dia disebut O. Wong adikku sendiri saja ga protes toh?

Sebagai informasi tambahan, si O ini berjenis kelamin perempuan, sama sepertiku. Sampai saat ini sih dia masih fine-fine saja dengan jenis kelaminnya. Tidak ada pikiran dalam benaknya untuk mengubah jenis kelamin. Hmm. Ini sih yang ada di pikiranku saat ini. Tapi aku berharap dia bersyukur dengan jenis kelaminnya dan tetap terus mempertahankan jenis kelaminnya tersebut hingga maut memisahkan kita. #eh.

Sebut Saja O
Info lainnya lagi adalah umurnya beda satu tahun PERSIS di bawahku, cuma beda beberapa jam saja. Persis di sini mengartikan tanggal lahir aku dan si O sama, yaitu 19 Juli, hari baik dan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh ibu kami untuk akhirnya bisa lega mengeluarkan beban beberapa kilogram dalam tubuhnya. Lumayan kan bisa turun beberapa kilogram dalam sekejam. Meski memang semasa hamil pasti massa tubuhnya sudah jauh bertambah lebih banyak dari massa tubuhnya sebelum hamil.

Karena tanggal lahir kami sama, orang bilang kami ini anak kembar beda tahun. Kerap kali saat masih kecil, orang-orang menyatakan muka kami memang mirip seperti anak kembar. Padahal dalam hatiku yang terdalam, mukaku ga ada sama-samanya dengan muka O. Semakin bertambahnya usia, orang mulai bilang muka kami ga ada sama-samanya. Kalau aku tak mengenalkan O sebagai adikku, orang pasti mengiranya dia adalah temanku. Tapi kalau aku kenalkan, orang-orang kerap menyebutnya dia adalah kakakku. Maklum muka dia lebih terlihat tua dibandingkan dengan mukaku. Untuk hal ini somehow aku merasa senang karena dianggap punya muka yang lebih muda. Hehe. (๑˃̵ᴗ˂̵)ﻭ

Ada hal lucu terkait samanya tanggal lahir kami. Holycow kan punya promo menggratiskan makanan bagi konsumen yang datang ke sana di hari ulang tahunnya. Tentunya ada syarat dan ketentuan berlaku ya. Tahun 2016 kemarin, aku dan si O sudah berencana untuk mampir ke Holycow Kebon Jeruk setelah pulang kerja. Berhubung tanggal lahir kami sama, tentu saja kami makan gratis dong.  Sebelum mendapatkan makanan gratis kami, kami wajib menunjukkan KTP kami sebagai bukti kami lahir di tanggal tersebut. Karyawan yang melayani kami pun sampai senyum-senyum sendiri karena mendapatkan pelanggan yang makan gratis bersama. Memang agak malu-maluin sih menurutku, tapi kan memang promonya bilang begitu. Kalau makan ke sana saat tanggal ulang tahun, bisa mendapatkan satu menu gratis. Ya kami pun melakukannya dong! Emang dasar ga mau rugi aja sih. Hehehe.

Orang bilang punya adik perempuan itu mengasikkan karena bisa punya teman bermain dan curhat. Menurutku pernyataan ini benar. Apalagi perbedaan umur kami memang terpaut dekat. Jadi kalau lagi sendirian, aku suka minta ditemani si O. Apalagi saat masih kecil, ke mana-mana kami pasti akan selalu bersama. Istilahnya ke mana aku pergi, si O pasti ngintilin di belakangku. Sejujurnya aku senang sih saat si O melakukan hal itu. Lucu saja melihat tingkahnya yang begitu....Rumah kami kan panjang. Jadi saat itu aku memang sengaja jalan-jalan dari belakang rumah ke depan balik lagi ke belakang. Terus si O dengan lugunya ngintilin di belakangku. Bahkan sampai apa yang aku lakukan pun ia tirukan.... Ya kalau sekarang sih tentu sudah ga begitu lagi. Dia sudah punya prinsip sendiri dong dalam hidupnya. Ga akan niru plek sama dengan prinsip hidupku.

Saat masih kecil, sepertinya dia ini subjek pertama yang mendapatkan bully dariku. Namanya juga anak kecil ya...pasti tak jauh-jauh dari kata berantem. Semasa kecil sepertinya mama dan papa sudah lelah deh misahin kami dan ngajarin kami supaya ga berantem. Berhubung aku lebih tua, tentu saja saat ajang berantem itu aku yang menang dan membuatnya menangis. Entah menangis karena aku bikin benjol di kepalanya atau karena saking kesalnya aku colok matanya pakai kedua jariku. Duuh kok kayanya aku sadis bener ya... Tapi insiden bejol di kepala itu karena pure lingkungan kok. Bukan karena aku jedotin kepalanya sampai benjol segede telor rebus.

Ceritanya tuh begini....aku sedang bermain lompat-lompat di kamar..Lompat-lompatnya agak ekstrim sih karena aku lompat dari kepala ranjang ke kasur/matras di bawah. Pendaratan pertama tentu aku duluan dong dan sukses karena kasur menyelamatkanku dari benturan ke lantai. Naasnya si O ini ikut lompat setelah aku lompat. Padahal matrasnya tuh belum siap untuk menopang tubuhnya. Jadilah pendaratan dia tak mulus karena harus kepalanya duluan yang menyentuh lantai bukan kasur. Sontak ia menangis kencang sekali dong karena kepalanya benjol. Aku panik dan bingung harus berbuat apa. Mendengar tangisan si O, mama dengan sigap langsung masuk ke kamar untuk melihat perbuatan macam apa lagi yang sudah aku lakukan terhadap si O. Aku diomelin deh sama si mama karena sudah bikin si O benjol. Saat itu sih aku tak merasa bersalah sepenuhnya. Habis kan kasurnya belum rapi, dia malah main lompat, ga lihat-lihat tempat pendaratannya mulus atau tidak. Setelah kejadian itu, aku sudah tidak pernah bermain lompat-lompat ekstrim lagi.

Meski dari cerita di atas kesannya aku itu sadis sama si O, tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sayang sama dia. Makanya kami tuh kalau bertengkar, tak lama pasti sudah baikkan lagi. Seperti sudah melupakan apa yang tadi kami ributkan. Oleh sebab itu aku heran waktu mendengar cerita kalau ada kakak adik yang tidak ngomong sama sekali karena berantem. Bahkan mogok ngomongnya tuh sampai satu tahun!!! Ga habis pikir aku...

Ah kalau ngomongin si O, bisa-bisa pos ini ga ada habisnya!!!! Mungkin cerita-cerita lainnya tentang O atau saat bersama O akan aku ceritakan di pos lain...See yaa

Wednesday, August 8, 2018

Cerita Kopi

Kemarin ini aku post di Instastory tentang ide pos apa yang mau dibaca sama netijen (Re: Follower Instagram-ku). Nah salah satu topik usulan netijen adalah tentang kopi. Bicara tentang kopi, jujur aku sendiri bukanlah pecinta kopi, lebih tepatnya aku ini tidak menyukai kopi. Bisa sih kuminum, tapi kalau disuruh pilih minuman, pasti aku tidak akan pilih kopi. Kecuali memang mampir ke warung kopi dan kopi di sana wajib dicoba, baru deh aku pesan kopi hanya untuk sekedar mencicipi kekhasan kopi dari warung tersebut. Atau kalau memang aku sedang butuh asupan cafein...aku baru bertemu dengan kopi.

Sumber: http://coffeetoffee.co.id
Nah kemarin ini saat aku sedang main ke IFRA di JCC, aku mampir ke booth Coffee Toffee untuk mencicipi kopi signature dari Coffee Toffee, yaitu Avocado Cream Joe. BTW IFRA itu adalah pameran franchise internasional yang besar gitu deh. Di sana banyak sekali bisnis-bisnis yang siap untuk diajak franchise. Kapan-kapan nanti aku ceritakan soal IFRA ini deh.

Balik lagi ke kopi khas dari Coffee Toffee...Berhubung nyobainnya tester, tentu yang disuguhkan hanya di cup kecil dan tanpa cream. Tapi rasanyaaa...beuuhhh!!! Kopi terenak yang pernah aku minum. Ini beneran bukan aku endorse loh. Tapi pas cobain Avocado Cream Joe-nya Coffee Toffee, cup kecil yang aku dapatkan itu jadi terasa kurang karena aku ketagihan!

Sejujurnya aku mengenal warung kopi Coffee Toffee ini sudah sejak di bangku kuliah. Buat anak ITB pasti tahu dong warung kopi satu ini yang terletak di labtek biru. Yak satu-satunya cafe di ITB ya si Coffee Toffee ini. Terus aku juga pernah loh menjadikan Coffee Toffee sebagai objek penelitian dari tugas perancangan sistem informasi. Jadi berasa punya hubungan khusus gitu sama Coffee Toffee. Apalagi saat aku ikut projek bersama Kementerian Perdagangan, aku bisa ketemu langsung sama Direktur Ekspansi dari Coffee Toffee. Semakin bikin aku punya hubungan khusus sama si Coffee Toffee ini deh. Kalau kalian penasaran sama menu Coffee Toffee, bisa langsung klik ke situs miliknya di sini. Selain Avocado Cream Joe, signature lain milik Coffee Toffee yang harus dicoba adalah Java Jimmie Joe. Kalau kalian berkesempatan untuk mencicipi kopi khas Coffee Toffee, jangan lupa ya pesan dua varian itu!

Pengalaman terkait kopi lainnya adalah saat aku pergi ke Pontianak. Di sana aku dibawa untuk mencicipi kopi khas Pontianak di Warung Kopi Asiang, warung kopi yang wajib dijambangi kalau pergi ke Pontianak. Aku pesan kopi susu, namun reaksinya tak bagus buat perutku. Langsung mulas ingin ke toilet. Untuk rasa sih aku kurang begitu suka karena cafeinnya begitu kuat. Dan tentu rasanya pahit, padahal sudah pakai susu ==" Itulah yang membuatku tak menyukai kopi. Rasa pahit yang tak enak buatku.

Bentukan Kopi Susu di Warung Kopi Asiang

Baca juga: Achievement Unlock: Berada di Dua Belahan Dunia dalam Satu Waktu

Selain di Pontianak, aku juga pernah ke warung kopi Kongdjie di Belitung. Ini juga salah satu warung kopi yang wajib didatangi kalau sedang liburan ke Belitung. Di sana aku memesan kopi susu juga. Maklum sebagai orang yang tidak suka kopi, aku tak akan berani minum kopi hitam. Bisa-bisa ga habis kuminum kali.



Baca juga: Jalan-Jalan ke Belitung : City Tour Belitung Timur

Untuk rasa sih menurutku masih lebih enak kopi susu di Warung Kopi Kongdjie. Cenderung tidak begitu pahit. Perutku pun aman setelah menghabiskan satu gelas kopi susu di sini. Berbeda sekali saat aku selesai menghabiskan secangkir kopi susu di Warung Kopi Asiang. Perutku langsung mulaas!!!

Kalau kopi yang kucoba di cafe mall selain Starbucks adalah kopi dari Caribou Coffee. Di sana aku memesan Honey Vanilla Budino seharga Rp 60.000 untuk ukuran Regular. Cukup besar sih menurutku. Aku sampai kembung meminumnya. Tapi kopi di sini cukup aman buat perutku karena perutku tidak mulas seusai menyelesaikan segelas besar kopi vanilla itu. Untuk rasa sih menurutku mirip seperti kopi Good Day dalam kemasan botol. Agak ga rela juga sih mengeluarkan kocek Rp 60.000 untuk kopi yang rasanya mirip kopi instant. Hmmm.


Selain kopi di warung kopi, aku juga pernah mengkonsumsi kopi instant seperti Torabika Cappuccino, Top Coffee rasa Kopi Susu, Luwak White Coffee, dan Good Day baik yang dalam sachet maupun dalam kemasan botol (semua rasa sudah kucoba dan aku paling suka rasa Funtastic Mocacinno).  Untuk Good Day sachet aku suka varian Coffee Freeze dan bikinnya di-shake dalam botol khusus yang dikeluarkan oleh Good Day. Hal ini kulakukan saat aku kelas 4 SD. Tapi semenjak tren minum kopi shake sudah hilang, kebiasaan minum kopi ini pun sudah tidak kulakukan lagi. Apalagi botol shake-nya sudah pecah jadi tak dapat kugunakan lagi. Hmmm.

Selain merk kopi instant di atas, aku juga suka kopi Nescafe French Vanilla. Kopi jenis ini kukonsumsi saat aku di bangku kuliah. Sempat beberapa kali aku membeli Nescafe French Vanilla dikala aku butuh asupan cafein untuk menjagaku tetap terjaga saat mengerjakan tugas kuliah. Selain itu aku juga pernah coba Kopiko 78゜saat sedang booming baru diluncurkan dan aku sempat beberapa kali mengkonsumsi kopi tersebut saat aku masih di bangku kuliah juga. Selepas lulus kuliah, rasa-rasanya aku sudah jaraaaaangg sekali minum kopi. Beberapa kalinya ya saat kejadian yang kuceritakan di atas.

Itu saja sih pengalamanku bersama kopi selama seperempat abad hidupku di Bumi ini. Kalau kalian gimana? Ada yang sampai addict dan ga bisa lepas dari kopi??

Tuesday, August 7, 2018

Akhirnya Pasang Kawat Gigi dengan drg. Linus Boekitwetan

Sebelumnya aku sudah pernah cerita tentang awal mula aku pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Nah sekarang aku mau ceritain kelanjutannya. Jadi keesokan harinya, drg. Linus langsung WA aku untuk berdiskusi menentukan jadwal selanjutnya ke sana. Hasilnya, hari Senin  tanggal 30 Juli 2018 jam 19.00 aku akan ke sana lagi untuk melakukan pemasangan kawat gigi.


Sejujurnya aku agak galau untuk pasang kawat gigi lagi atau tidak. Apalagi Q kurang setuju apabila  saat dilakukan foto prewedding, aku masih menggunakan kawat gigi. Jadi saat aku datang kembali ke Linus Boekitwetan Dental Care Center, aku berdiskusi dengan drg. Linus apakah pemasangan kawat gigi ini bisa selesai sebelum Februari 2019. Menurut drg. Linus sih gigiku bisa sudah rapi saat Februari 2019. Apalagi dulu aku sudah pernah dikawat kan. Jadi ini seperti menerusi yang dulu gitu. Ya kita lihat saja ya saudara-saudara. Tapi kalau memang tidak bisa secepat itu, pelepasan kawat dan pemasangan kembali bisa dilakukan. Namun akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 1.000.000.

Yasudah deh hari Senin malam itu akhirnya gigiku dikawat lagi. Untuk pemasangan kawat gigi dengan metal braces itu butuh waktu sekitar 1,5 jam. Seusai dipasang, ternyata gigi taring kanan atas itu nubruk metal brace yang bawah. Kalau dibiarkan nanti akan membuat metal brace tersebut copot. Jadi drg. Linus menyarankan untuk dipasang ganjelan di geraham kiri dan kanan supaya taring atas tidak nubruk. Tentu saja rasanya akan jadi tidak nyaman karena dipasang ganjelan di geraham. Huft. Karena ganjelan itu, sekarang kalau aku mengunyah makanan, cuma bisa dikunyah seadanya. Tak bisa dikunyah dengan sempurna. Ganjelannya sebenarnya berupa tambelan sinar itu loh. Warnanya putih menyerupai warna gigi.

Setelah selesai, drg. Linus memberikanku seperangkat alat untuk merawat gigi berkawat. Alatnya antara lain: sikat gigi khusus gigi dikawat, wax semacam pelindung apabila ada metal brace yang tajam dan membuat sariawan di bibir, pickster semacam tusuk gigi dengan bulu untuk membersihkan sisa makanan yang nyelip di kawat, cetakan gigiku sebelumnya, dan terakhir aku diberi coklat! Wuaaaa
Coklat dari drg. Linus
Kemudian kami pun menentukan jadwal untuk kontrol gigi. Ditentukanlah hari Senin, 13 Agustus 2018 untuk jadwal selanjutnya. Oh ya, untuk pemasangan kawat ini aku sudah tidak keluar uang lagi. Soalnya kemarin kan sudah DP Rp 5jt. Nah nanti untuk pertemuan selanjutnya, aku mulai bayar cicilan dan biaya kontrol deh. Sekian dulu cerita tentang pemasangan kawat gigi dengan drg. Linus Boekitweta. Nanti aku akan cerita lagi saat aku sudah kontrol gigi pertama kali.

Thursday, August 2, 2018

Hari Pertama Ke Jakarta Wedding Festival (JWF)

Tanggal 13-15 Juli 2018, Jakarta Wedding Festival (JWF) mengadakan kembali pameran pernikahan terbesar dengan menggaet Vera Kebaya untuk menampilkan kebaya-kebaya keren bikinannya di panggung busana tanggal 15 Juli 2018 jam 20.00. Aku sendiri hadir di pameran pernikahan tersebut tanggal 14 dan 15 Juli-nya. Apa saja yang dilakukan di pameran pernikahan??? Nih aku bagiin ceritaku.



Tuesday, July 31, 2018

Pasang Kawat Gigi di Linus Boekitwetan Dental Care Center

Hai hai...kali ini aku mau ceritain pengalamanku perawatan gigi dengan menggunakan ortho metal braces alias kawat gigi dengan tipe metal di Linus Boekitwetan Dental Care Center. Kenapa aku pilih metal braces? Soalnya perawatan ini yang paling murah di antara semua perawatan kawat gigi guys. Daripada kantongku bolong, mending aku pilih yang bisa bikin kantong lebih adem aja deh.

Hmm sebenarnya perawatan kawat gigi atau behel sendiri ada banyak tipenya. Buat yang penasaran perbedaan-perbedaannya bisa dicek di sini. Di situs itu dijelaskan deh perbedaan dari masing-masing treatment kawat gigi beserta pro dan kontranya. Namun sayangnya situs tersebut menggunakan Bahasa Inggris. Aku harap kalian tetap bisa mengerti deh ya. Soalnya aku ga mau bahas tipe-tipe kawat gigi di sini. Nanti ceritanya jadi kepanjangan.

Friday, July 27, 2018

Tips Tetap Sehat di Tengah Padatnya Aktivitas

Punya segudang aktivitas tentu mengharuskan kita memiliki tubuh yang sehat untuk dapat melakukan seluruh aktivitas tersebut. Sebagai seorang pekerja di kota Jakarta yang aduhai polusinya, tentu aku pun harus menjaga kesehatanku. Kalau sampai terserang sakit, wah yang ada aktivitasku jadi terganggu. Nah biar tubuhku ini tetap sehat, aku punya cara tersendiri nih. Mau tau? Yuk disimak.
1. Berolahraga

Doc. Pribadi

Jujur berat badanku naik semenjak aku lulus kuliah. Ya gimana tidak, olahraga saja sudah jarang. Tidak seperti saat aku masih kuliah yang sehari-harinya berjalan kaki ke sana ke mari. Nah biar perutku tak tambah buncit, aku pun mulai membiasakan diri untuk tetap berolahraga. Ga perlu pergi ke tempat gym kok. Cukup olahraga selama 7 menit di rumah setiap harinya. Olahraga apaan tuh cuma 7 menit?
Eiittss, biarpun cuma 7 menit tapi efeknya luar biasa loh. Aku tetap berkeringat dan membuat daya tahan tubuhku bagus. Kalau aku mulai malas berolahraga, wah penyakit mulai melirik dan singgah di tubuhku. Makanya guys harus rajin olahraga! Selain biar tetap sehat, minimal berat badan ga bertambah. Hihihi.
Untuk berolahraga, aku menggunakan aplikasi yang bisa kalian unduh di play store maupun app store. Aplikasinya ada banyak macamnya. Kalau aku sendiri pakai aplikasi Seven. Dengan aplikasi itu, aku terbantu untuk tetap berolahraga dengan hanya 7 menit sehari dan aku tak perlu capai-capai pergi ke luar rumah. Hihihi. Praktis kan?

2. Makan Makanan Bergizi

Nasi Hainam Campur, Doc. Pribadi
Selain berolahraga, penting banget nih untuk menjaga pola makan. Kalau setiap hari makan gorengan, yang ada kolesterol kita tinggi guys! Maka dari itu, kita juga harus menjaga pola makan kita guys! Emang sudah hukumnya makanan yang enak banget itu biasanya tidak sehat. Jadi mau tak mau kita harus membatasinya. Aku sendiri membiasakan diri untuk banyak makan sayuran dan mengurangi makan gorengan. Sesekali makan gorengan atau mie instant tak apa deh. Asal tidak setiap hari. Hihihi. Bahkan kalau mau lebih sehat lagi, kita masak makanan kita sendiri. Selain lebih higienis, juga lebih hemat di kantong. Namun sayangnya aku tak bisa masak guys. Apalagi sebagai anak kosan aku tak punya cukup waktu untuk pergi belanja bahan makanan dan memasaknya. Jadi mau tak mau aku makan di luar setiap harinya. Buat kalian yang bernasib sama sepertiku, tipsku sih pilih tempat makan yang higienis dan sehat. Misalnya saja tempat makan vegetarian atau tempat makan yang memberi label tak menggunakan msg.

3. Makan Buah-Buahan

Selain menjaga pola makan, kita juga harus rajin makan buah. Tentu kalian sudah tahu dong manfaat buah-buahan itu apa saja. Kalau aku sendiri suka makan apel, jeruk, dan minum air lemon dicampur madu. Dengan buah-buahan itu, dijamin deh aku tidak sakit. Kalau aku mulai terserang flu, biasanya aku akan langsung minum air perasan lemon dicampur dengan madu. Tentu kalian tahu dong lemon itu kaya akan Vitamin C. Nah vitamin C ini penting buat menjaga daya tahan tubuh, sebagai antioksidan, dan membantu tubuh memproduksi kolagen (protein untuk membantu mencegah keriput, proses penyembuhan luka, memperlambat proses penuaan, mampu menjaga keremajaan, dan mencerahkan kulit). Wah mantap banget kan tuh?! Selain tubuh sehat, kulit pun jadi tidak cepat tua! Namun terkadang aku suka malas nih meras lemon dan mencampurnya dengan madu. Untung saja ada NATSBEE Honey Lemon, minuman madu lemon yang kaya akan Vitamin C. Tinggal mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.900, aku sudah bisa minum madu lemon dengan mudah. Jadi tidak sulit lagi nih untuk bersihkan hari aktifmu! Minumnya selagi dingin saat lagi stress dan panas, dijamin bikin hati dan pikiran adem lagi.


4. Tidur Cukup

Sumber: Pickit Free Images
Kalau nomor satu hingga tiga sudah dilakukan, nomor empat juga tak boleh lupa dilakukan. Tidur cukup itu menurutku adalah 7 hingga 8 jam sehari. Ini sangat berdampak banget buatku loh. Kalau aku sampai kurang tidur, pasti esok harinya aku pilek. Mau aku sudah rajin olahraga juga tetap saja tidur cukup itu penting buatku. Apalagi katanya kalau tidur cukup itu bisa membantu kita menurunkan berat badan. Buat cewe-cewe pasti mau dong turun berat badan dengan tidur doang? Aku sih mau. Tapi emangnya beneran? Ya sadar tidak sadar kalau kita begadang, pasti mulut juga ingin ikutan kerja. Hayo ngaku siapa yang kalau begadang pasti makan mie instant atau ngemil camilan bermicin??? Nah ini nih yang bikin kita makin gemuk. Makanya aku tuh selalu berusaha agar tidur cukup delapa jam sehari. Selain menjauhiku dari kebiasaan ngemil tengah malam, juga membantu aku tidak mudah kena pilek. Hihihi.

Nah itu deh keempat tips dariku untuk menjaga tubuh tetap sehat di tengah padatnya aktivitas. Ingat ya guys untuk menjauhi gaya hidup tidak sehat. Kalau sudah jatuh sakit, pasti aktivitas kita jadi terganggu dong!

Monday, July 23, 2018

Jakarta Wedding Festival (JWF) 2018 - Satu Tempat, Banyak Vendor, Urus Pernikahan Jadi Mudah! Iya gitu?

Astaga sudah lama banget nih aku tak update blog ini.... Sebenernya bukan karena ga punya bahan buat dipos sih. Tapi virus males lagi menyerang!! Huhuhuhu... Sebagai permintaan maaf, kali ini aku mau cerita pengalamanku datang ke pameran wedding di JCC tanggal 13-15 Juli lalu. Buat yang datang juga, tentu tau dong itu pameran siapa yang ngadain??? Nah buat yang belum tahu, tanggal 13-15 Juli 2018 kemarin Jakarta Wedding Festival (JWF) kembali mengadakan pameran pernikahan yang bertempat di JCC, Senayan. Apa sih JWF itu?? Seperti singkatannya, JWF adalah pameran pernikahan terbesar di Indonesia dengan 15 tahun pengalaman yang telah membantu jutaan pasang calon pengantin untuk menemukan vendor pernikahan terbaik mereka, seperti gaun pernikahan, dekorasi, tempat pernikahan, catering, souvenir, dan kategori lainnya. Asik pol ga sih??? Para calon pengantin jadi tak perlu repot-repot datang ke vendor pernikahan satu-satu. Cukup datang ke JWF, para calon pengantin bisa dapetin semua vendor pernikahan yang mereka mau. Tiket masuk ke JWF ini juga ga mahal kok. Cukup meraih kocek Rp 25.000 saja sudah bisa masuk ke pameran pernikahan ini dari hari Jumat hingga hari Minggu. Menarik kan?? Apalagi kalau beli tiket online di situsnya JWF, bisa dapat harga tiket sebesar Rp 17.500 saja. Uenak toh?


Eiiitsss, jangan mikir kejauhan dulu ya. Pasti kalian mikirnya aku bakal nikah dalam waktu dekat ya?? Engga kok engga. Aku sengaja datang ke pameran pernikahan ini ya supaya kebayang saja sih harga-harga untuk melangsungkan pernikahan tuh seberapa besar...dan ternyata...glek..mahal guys!!! Oh ya, selain JWF ini, tanggal 20-22 Juli kemarin, bridestory juga mengadakan pameran pernikahan juga yang bertempat di ICE, BSD. Sebenarnya aku mau datang ke sana juga. Namun hari itu aku banyak acara, jadi aku tak sempat deh mampir ke sana. Tapi tenang saja guys, nanti di akhir tahun dan tahun depan akan masih ada pameran seperti ini lagi kok. Jadi buat kalian calon pengantin baru, masih sempat nih untuk datang ke pameran pernikahan di beberapa bulan ke depan. Asal jangan ketinggalan informasi ya! Hehehe.

Nah selama datang ke pameran pernikahan ini, aku mau bagi tips-tips untuk kalian yang mau coba datang ke pameran pernikahan juga nih. Jujur aku sendiri pun baru pertama kalinya datang ke pameran pernikahan. Jadi agak bingung juga sih mau ngapain di sana karena banyak banyaaakkk banget vendor pernikahan di sana. Tentu kalian pasti akan pusing nih mau dateng ke vendor mana dulu. Daripada nanti jadi pusing, ini nih tips saat datang ke pameran pernikahan! Check it out!

Thursday, July 12, 2018

Movie Review: Coco (2017)


♪ Remember Me 

Remember me
Though I have to say goodbye
Remember me
Don't let it make you cry
For ever if I'm far away
I hold you in my heart
I sing a secret song to you
Each night we are apart

Remember me
Though I have to travel far
Remember me
Each time you hear a sad guitar
Know that I’m with you
The only way that I can be
Until you’re in my arms again
Remember me

♪♫*•♪
Artist: Miguel

Di saat orang-orang sudah ga menyanyikan lagu Remember Me - nya Coco, aku masih tetap asik bersenandung lagu tersebut. Hihihi. Maklum hari Sabtu kemarin aku baru saja nonton film kartun hits satu ini. Sesuai dengan kata orang-orang, film kartu ini memang film kartun yang bagus. Pixar memang selalu bisa menggarap film kartun yang daebak!!!

Sumber: IMDb
Coco
Sutradara : Lee UnkrichAdrian Molina
Produksi : Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios
Jenis Film : Animation, Adventure, Comedy
Censor Rating : Semua Umur (SU)
Durasi : 1 jam 16 menit
Sinopsis :
Meskipun keluarga Miguel (Anthony Gonzalez) dengan herannya melarang musik dari generasi ke generasi, Miguel tetap bermimpi untuk menjadi seorang musisi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt). Putus asa untuk membuktikan talentanya, Miguel menemukan dirinya berada di Land of the Dead dengan diikuti rentetan even misterius. Dalam perjalanannya, Miguel bertemu dengan Hector (Gael Garcia Bernal), seorang penipu ulung, dan bersama-sama mereka berpetualang untuk membuka cerita sesungguhnya dari sejarah keluarga Miguel.

Despite his family's baffling generations-old ban on music, Miguel dreams of becoming an accomplished musician like his idol, Ernesto de la Cruz. Desperate to prove his talent, Miguel finds himself in the stunning and colorful Land of the Dead following a mysterious chain of events. Along the way, he meets charming trickster Hector, and together, they set off on an extraordinary journey to unlock the real story behind Miguel's family history.

Saturday, July 7, 2018

Book Review: DILAN Bagian Kedua dia adalah Dilanku Tahun 1991

Judul                         : Dilan dia adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis                     : Pidi Baiq
Jumlah Halaman    : 343 halaman
Tahun Terbit           : 2015
Penerbit                   : Pastel Books
Kategori                   : Remaja
Sinopsis:

"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap."
―Milea

"Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama."
―Dilan






Wednesday, July 4, 2018

Series Review: Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo (2016)

Sebenernya udah dari lama aku pengen nonton ini karena temen-temen banyak ngerekomendasiin drama ini. Sempet nonton episode satunya tapi kepotong sama K-Drama yang lain. Tapi akhirnya aku kelar juga nonton drama yang satu ini.
Sumber: dramafever.com
Sutradara : Oh Hyun-Jong
Penulis : Yang Hee-Seung
TV : MBC
Genre : School Life, Drama, Slice of Life
Episode : 16
Tanggal Rilis : 16 November 2016 - 11 Januari 2017
Cast :
Sumber: asianwiki.com

Tuesday, July 3, 2018

Hariku

11 Februari 1989

Dear Diary, hari ini adalah hari pernikahanku. Lokasi pemberkatan dan resepsi berada di kota laki-laki yang sekarang bisa kupanggil suami. Yah, kini aku akan tinggal di kota ini. Kota kecil yang jauh berbeda dari kota kelahiranku. Aku ini dilahirkan dan besar di ibukota. Tentu kehidupanku sekarang akan jauh berbeda dari kehidupanku di kota besar. Apalagi kini aku akan menjadi istri orang. Aku akan tunduk pada suamiku dan memulai kehidupan yang jauh berbeda.

Aaah rasanya waktu begitu cepat berlalu. Akan seperti apakah kehidupanku bersama keluarga kecilku? Jauh sebelum aku menerima lamaran dia, ibuku sudah mengingatkan aku untuk siap tinggal bersama dia dan calon ipar. Ya aku akan tinggal serumah dengan ipar-ipar. Mertuaku sudah tiada dan suamiku ini adalah anak laki-laki terakhir dari 10 bersaudara. Buat jaman sekarang tentu keturunan banyak adalah hal yang luar biasa. Tapi jaman dulu memang kebanyakan keluarga lebih suka punya banyak keturunan. "Banyak anak, banyak rejeki". Berkat pepatah itulah banyak orang tua jaman dulu senang punya banyak keturunan. Salah satu dari orang tua itu adalah mertuaku. Ayah dan ibu mertuaku melahirkan 10 anak. Suamiku ini anak kedelapan. Tentu saja umurnya terpaut jauh dari anak pertama. Jadi ketika aku menikah dengannya, dia sudah punya banyak keponakan yang umurnya bukan balita lagi. Bahkan bisa dibilang umurnya lebih tua daripada umurku.

Diary, pasti kamu bingung kenapa bisa begitu. Tentu bisa, karena jarak umur suamiku dari kakak sulungnya terpaut sangat jauh. Dan umur suamiku dan diriku pun berbeda jauh. Sebelas tahun perbedaannya. Dia jauuh jauuh lebih tua dariku. Tapi itulah daya tariknya. Menjalin hubungan dengan laki-laki yang jauh lebih tua pasti akan sangat berbeda dengan yang sebaya. Dia tentu lebih dewasa dan mampan. Ya itulah mengapa aku mau menjadi istrinya. Sesederhana itu Diary.

Hmmm..Kalau kamu bertanya apakah aku masih memegang prinsip "banyak anak, banyak rejeki", jawabanku saat ini sih tidak. Tapi aku akan tetap bersyukur dan berterima kasih apabila ternyata Tuhan mempercayakan padaku banyak nyawa yang akan aku lahirkan. Ah sepertinya aku mimpi kejauhan. Habis menikah kan belum tentu bisa langsung punya anak. Apalagi aku masih belum menyelesaikan kuliahku. Jadi aku masih harus fokus pada kuliah agar aku bisa cepat lulus dan mendapatkan gelar sarjana.

Thursday, June 28, 2018

Self Makeup Class

Entah aku kesambet apa, tiba-tiba aku jadi daftar ke kelas makeup gitu buat makeup pribadi. Nah saat explore Instagram, aku nemu beberapa "kandidat" yang bakal ngajarin aku makeup. Sampe akhirnya aku jatuhkan pilihan hati ke @angeline.makeup.

Monday, June 25, 2018

Jalan-Jalan ke Singapura: Menjelajah Changi Airport

Rabu, 30 Mei 2018

Hari ini adalah hari terakhir kami di Singapura. Pesawat kami sebenarnya berangkat pukul 18.00 waktu setempat. Tapi kami berangkat ke bandara sekitar jam 8 pagi dong. Kenapa? Karena Changi Airport ini merupakan bandara yang asik buat dijelajahi!!!

Friday, June 22, 2018

Jalan-Jalan ke Singapura: Bugis - ArtScience Museum - Garden by the Bay - Suntec City

Selasa, 29 Mei 2018

Happy Waisak Day to all my Buddhist Friends ^^

Yup hari ini hari Waisak dan itu juga berarti tanggal merah di Singapura. Pagi-pagi kami berangkat dari hotel pukul 8 naik bus menuju Bugis+. Rencananya kami mau beli oleh-oleh di pasar Bugis, setelah itu cus deh ke ArtScience Museum. Buat kalian yang mau beli oleh-oleh berupa tas bergambar Merlion atau I Love SG dan kaus dengan sablonan tentang Singapura, pasar Bugis ini adalah tempat yang tepat untuk membelinya. Selain di Bugis, kalian juga bisa belanja di Chinatown sih. Berhubung saat ke Chinatown kami tidak membeli apapun untuk dibawa ke Indonesia, jadi kami memutuskan untuk membelinya di Bugis.

Thursday, June 21, 2018

Jalan-Jalan ke Singapura: Main di Universal Studio

Senin, 28 Mei 2018

Hari ini kami pergi ke Sentosa Island. Tentu kalian sudah tahu dong Sentosa Island tuh tempat untuk apa??? Yup!!! Tempat buat bermaiiiiinnnn. Yuuuhuuuu.
Kami jalan pagi-pagi, sekitar jam 9, berjalan kaki ke stasiun MRT Jalan Besar. Dari situ tujuan akhir stasiun kami adalah Stasiun HarbourFront. Nah sesampainya di HarbourFront, kami masuk ke dalam Vivo City, semacam pusat perbelanjaan gitu. Tapi di dalam sini ada akses monorail menuju pulau Sentosa.

Wednesday, June 20, 2018

Movie Review: Ocean's 8 (2018)

Sebenarnya film ini bisa dibilang sekuel dari film Ocean's sebelum-sebelumnya (Ocean's Eleven, Ocean's Twelve, dan Ocean's Thirteen).  Kalau tak salah ingat sih aku sudah nonton yang Ocean's Eleven. Dan karena sudah nonton film ini, aku jadi pengen nonton semua film Ocean's sebelumnya. Hahaha.
Berhubung sedang libur Lebaran, aku nonton Ocean's 8 di bioskop dekat rumahku di Karawang, yaitu di XXI Resinda Park Mall. Sepertinya film ini bukan film favorit di bioskop Karawang. Habis jadwal tanyangnya cuma ada dua, yaitu jam 13.00 WIB dan 21.00 WIB. Belum lagi studionya juga studio kecil. Beda banget ya sama bioskop Jakarta yang jam tayangnya banyak. Nah sisi bagusnya dari ini, aku ga perlu booking tiket online, hanya walk in saja. Untuk mendapatkan tiket dengan tempat duduk strategis pun tidak pakai ngantri mengular loh. Enak kan??
FYI, aku nonton film ini berlima, dengan mamaku yang kubujuk-bujuk buat nonton, mamanya Grace yang ikut karena mamaku ikut, Grace, sahabat masa kecilku, dan Brian, adik Grace. Mamaku sebenarnya bukan orang yang suka nonton. Berhubung lagi liburan dan mamanya Grace ini juga suntuk dan butuh hiburan bersama teman, jadi kubujuk deh si mama buat ikut juga biar mama Grace juga ga suntuk. Terus si mama juga jadi bisa gosipan sama mamanya Grace. Hehehe.

Sumber: IMDb
Ocean's 8
Sutradara : Gary Ross
Produksi : Warner Bros, Village Roadshow Pictures, Rahway Road Productions, Smokehouse Pictures
Jenis Film : Action, Komedi, Crime
Censor Rating : PG-13
Durasi : 1 jam 50 menit
Sinopsis :
Debbie Ocean (Sandra Bullock) adik dari Danny Ocean merencanakan sebuah perampokan akbar setelah keluar dari penjara dengan dibantu oleh sekelompok geng pimpinannya. Mereka merencanakan pencurian perhiasan senilai $150 juta yang dikenakan oleh artis terkenal (Anne Hathaway) di sebuah acara Met Gala di kota New York.

Friday, June 8, 2018

Jalan-Jalan ke Singapura: Chinatown - Merlion Park - Bugis+

Kali ini aku mau share pengalamanku jalan-jalan ke negeri tetangga, Singapura. Jalan-jalan kali ini bersama papa mama, Olen, Kibo, dan Ray. Kami berenam memang sudah merencanakan pergi ke sini dari beberapa bulan yang lalu dan puji Tuhan kami dapat tiket murah. So happy.
Cerita ini akan aku bagi menjadi empat bagian sesuai dengan jumlah hari liburanku di Singapura. Untuk yang ini aku cerita hari pertama kuberangkat ya. Tujuannya sih biar bisa aku ceritakan dengan detil aktivitasku selama di Singapura. Hehehe. So jangan bosan-bosan mampir di blogku ya! (/◕ヮ◕)/

Minggu, 27 Mei 2018

Kami naik pesawat Scoot dengan fasilitas ekonomi. Scoot ini merupakan anak perusahaan dari Singapore Airline. Dia memberikan tiga pilihan pelayanan, yaitu tiket saja dengan bagasi kabin 7 kg, tiket beserta bagasi 20 kg, dan tiket dengan bagasi 20 kg plus makan. Nah kami memesan tiket dengan bagasi kabin 7 kg saja karena memang itu harga yang paling murah. Tentunya dengan pilihan tersebut, barang-barang terutama yang cream dan cairan memiliki ketentuan sendiri supaya bisa dibawa masuk dalam pesawat. Ketentuannya adalah tempat dari barang cair atau cream tersebut maksimal berukuran 100 ml dan apabila semua barang-barang cair tersebut digabung, tidak melebihi 1 lt kapasitasnya. Berhubung ini penerbangan internasional, tentunya kami harus lebih memperhatikan aturan tersebut. Kalau penerbangan domestik sih bawa air mineral dalam pesawat masih bisa-bisa saja. Hihihi. Perlu diingat, apabila membawa barang cair dengan tempat berukuran lebih dari 100 ml namun isinya memang sudah tinggal sedikit, tetap saja ini dilarang loh guys! Karena ketentuannya memang maksimal tempatnya berukuran 100 ml. Jadi ingat ya ga boleh bawa barang yang lebih dari 100 ml untuk cairan dan cream. Lalu ga boleh juga loh bawa barang berbentuk aerosol atau yang mudah meledak (hair spray). Bahaya! Selain itu, ukuran dari koper yang kita bawa juga tidak boleh melebihi dimensi 54 cm x 38 cm x 23 cm (total dimensi linear tidak boleh melampaui 115 cm). Tujuannya tentu agar koper yang kita bawa bisa masuk ke dalam kabin di dalam pesawat. ^^

Pesawat kami berangkat sekitar pukul 9.45 WIB. Kami (aku, Olen, Papa, Mama) berangkat dari kos Olen (dan kosku sekarang) pagi-pagi sekitar pukul 6 WIB supaya tidak terkena macet. Kami ke bandara Soekarno-Hatta menggunakan jasa taksi online yang bernama Grab Hitch. Lumayan loh guys kalau pakai fitur Grab yang satu itu. Lebih hemat jauh ketimbang memesan Grab Car. Tapi perlu diingat butuh waktu memesan yang lebih lama ketimbang Grab Car. Jadi kalau memang tidak buru-buru, opsi Grab Hitch merupakan pilihan yang bagus!

Kami sampai cukup cepat di bandara terminal 3. Ini kedua kalinya aku menginjakkan kaki di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Suasananya begitu berbeda dari terminal yang lama karena desainnya lebih modern. Tidak seperti terminal 1 dan 2 yang menggunakan kayu-kayu jadi terkesan vintage gitu. Di sana kami bertemu dengan Ray dan Kibo yang sudah sampai duluan.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya kami bisa terbang juga ke Singapura. Perjalanan dari Jakarta ke Singapura memakan waktu sekitar satu setengah jam. Waktu di Singapura sendiri lebih cepat satu jam ketimbang waktu di Jakarta. Jadi kami sampai di sana sekitar pukul 13.00 waktu Singapura. Setibanya di sana, yang kami lakukan pertama kali adalah membeli Sim Card agar bisa internetan di Singapura. Ya mau ga mau kami harus beli supaya kami bisa lihat peta dan berkomunikasi. Harga sim card di sana mahal guys! Beda banget sama harga sim card di Indonesia. Untuk membeli satu sim card dengan kuota 12 GB (kalau tak salah) dengan jangka waktu pemakaian hanya 12 hari saja dikenakan biaya $36 yang setara dengan Rp 380.700. Mahal kan?! Jadi kami memutuskan untuk membeli dua sim card saja. Satu untuk papa dan satunya lagi untuk aku. Tapi kalau dipikir-pikir mustinya beli satu saja sih karena dengan satu sim card pun sudah lebih dari cukup. Huhuhu.

Setelah beli sim card, kami pun pergi ke loket tiket MRT untuk membeli tiket MRT. Kami membeli tiket yang satu trip gitu dari Changi ke Stasiun Jalan Besar. Harga perjalanannya sih tidak terlalu mahal. Tidak seperti kereta bandara dari Sudirman ke Soekarno-Hatta. Kalau tak salah hanya $4 saja. Nah setibanya di Stasiun Jalan Besar yang merupakan stasiun terdekat dengan hotel tempat kami menginap, kami pergi ke jalan Berseh untuk menikmati Sungei Road Laksa. Maklum perut kami super keroncongan, jadi check in hotelnya nanti saja setelah kami selesai makan. Hihi. Habis kami harus menentukan pilihan antara makan atau check in dulu karena kalau mau check in kami ke arah kanan, sedangkan kalau mau makan, kami harus ke arah kiri.

Nah Sungei Road Laksa ini berada di kawasan food court gitu guys. Sudah terlihat antrian panjang untuk membeli laksa di sana. Wah wah laksa di situ sepertinya memang terkenal deh. Aku tahu tempat ini dari hasil browsing sebelum pergi ke Singapura. Katanya sih Sungei Road Laksa ini merupakan salah satu tempat makan terkenal di Singapura yang tak boleh terlewatkan. Jadilah aku bela-belain ke sana.

Ternyata laksanya ini memang beda dari laksa-laksa Singapura yang pernah aku coba. Enak! Laksanya pakai kerang rebus gitu dan kaldunya muantap! Harganya semangkok $3 saja. Ini harga yang cukup murah loh untuk makanan di Singapura. Lalu selain laksa, kami juga memesan carrot cake, semacam kue beras gitu berwarna coklat dan dicampur pakai scramble egg. Mirip kwetiau goreng bentukannya, tapi rasanya lebih manis. Hihi. Kibo sendiri memesan chicken rice dengan porsi yang aduhai banyaknya. Olen dan Ray juga makan chicken rice sepiring berdua, sedangkan papa mama memesan dumpling soup gitu. Untuk minumnya kami memesan hot tea dan kalian tau apa yang diberikan kepada kami?? Semacam teh tarik gitu! Teh yang pakai susu. Salah pesan nih kami...sebenarnya kalau mau pesan teh tawar hangat, kita harus bilangnya "hot tea kosong" alias teh tawar hangat kalau di Indonesia. Begitu juga kalau pesan kopi. Harus sebut "kopi kosong" kalau tidak nanti akan dikasi kopi susu. Hihihi.
Sungei Road Laksa
Setelah perut kenyang, kami pun pergi ke Hotel Dickson 81 di Little India untuk check in. Hotel ini cukup nyaman dengan harga yang cukup bersahabat juga. Kami memesan hotel ini lewat aplikasi Traveloka. Pesannya tiga bulan sebelum berangkat kali biar dapat hotel yang murah. Kamar hotelnya kecil tapi masih nyaman untuk ditinggali berdua dan tidak ada jendela. Hahaha. Jadi ruangannya terasa lembab gitu guys kalau AC-nya dingin. Tapi masih oke kok.

Beres check in kami pergi kembali untuk berpetualang ke Chinatown. Nah kali ini kami beli EZ Link, semacam e-money untuk menggunakan MRT dan bus di Singapura. Harganya $12, dengan $5 harga kartunya dan $7 isi dari kartunya. Sebenarnya ada juga tourist card gitu yang tidak dikenakan biaya kartu. Jatuhnya sih lebih murah, namun hanya bisa dibeli di stasiun tertentu saja. Yah sudahlah terpaksa kami harus beli EZ Link.

Sri Mariamman Temple
Sesampainya di Chinatown, kami keliling untuk melihat-lihat. Di Chinatown banyak sekali kios-kios yang menjajakan souvenir seperti kaos I  SG, tas dengan gambar Merlion, pulpen, dan masih banyak lagi. Di sana kami mengunjungi Sri Mariamman Temple, meski hanya lihat dari luar saja, dan Buddha Tooth Relic Temple. Nah kalau Buddha Tooth Relic Temple ini kami masuki. Isinya seribu patung Buddha gitu. Berhubung esok adalah hari raya Waisak, temple ini cukup ramai dikunjungi saat itu. Kalau masuk sini dan pakai baju yang terbuka, kita diwajibkan untuk mengenaikan selendang untuk menutupi bagian terbuka. Berhubung aku pakai baju tanpa lengan dan topi, sebelum masuk aku langsung dipanggil-panggil petugas "No cap and please use this" dengan mempraktekkan tangan menyilang di dada maksudnya harus ditutupi badanku dengan selendang. Oke pak oke saya langsung ke tempat selendang untuk mengambil satu selendang guna menutupi bagian lenganku.

Di dalam banyak sekali patung Buddha guys dan ada Deity untuk masing-masing Shio gitu loh. Terus ruangannya ber-AC jadi enak banget deh bisa ngadem di sini. #plak 


Buddha Tooth Relic Temple
Bentuk ruangannya persegi panjang gitu. Luas dan pengunjung bisa berkeliling memutari satu ruangan ini. Saat memutari temple ini, kita bisa melihat patung-patung Buddha untuk masing-masing Shio diurutkan gitu. Nah ini nih Deity untuk shioku, shio Ayam.
Deity untuk Shio Ayam
Setelah selesai berkeliling temple, kami beristirahat di Chinatown Food Market. Berhubung cuaca panas dan rasanya hauuusss sekali. Aku dan Kibo memesan semacam es campur nangka.
Chinatown Food Street
Es Campur Nangka
Nah anehnya, nangka di es campur itu kaya bukan nangka! Kaya artificial gitu loh. Tapi tetap saja kami nikmati bersama-sama. Untuk rasa masih enakan es campur di Indonesia guys!

Perjalanan balik menuju stasiun MRT Chinatown, kami melihat ada penjual Chestnut panggang. Tertarik, kami pun membelinya setengah kg seharga $8. Lumayan mahal ya guys. Tapi rasanya enak!
Roasted Chestnut
Oh ya, sebelum berangkat, kami juga mampir ke tempat beli dendeng babi, Fragrance. Di sana kami membeli dendeng untuk dibawa pulang. Sebenarnya untuk oleh-oleh sebaiknya beli di bandara guys karena harganya jauh lebih murah. Kenapa? Harga di sana itu tidak terkena pajak 8% guys! Aku agak menyesal sih beli dendengnya di Chinatown. Huhuhu.

Dari Chinatown kami berangkat menuju stasiun Raffles Place untuk pergi ke Merlion Park. Jarak dari stasiun Raffles Place cukup jauh loh. Selama perjalanan menuju ke sana, kami melewati tempat-tempat yang oke juga loh buat foto. Ada patung anak-anak yang hendak nyebur ke sungai. Ada juga patung bapak-bapak dari berbagai ras sedang asik mengobrol. Kemudian ada juga patung kerbau yang sedang narik gerobak. Semuanya spot-spot foto yang unik gitu deh.

Sesampainya di Merlion Park, lokasi tersebut sudah ramai dikunjungi orang. Suasana saat malam hari bagus loh. Penuh lampu-lampu kota gitu. Padahal Kibo awalnya ragu untuk pergi ke sana malam hari. Tapi ternyata memang ramai pengunjung juga loh malam-malam.

Tan Family

Berhubung kami cukup lama berada di sana, panggilan alam untuk buang air kecil pun mampir. Aku mencari toilet terdekat dari Merlion Park ini. Puji Tuhan ada!! Agak tersembunyi sih, tapi ada papan petunjuknya kok. Lokasinya dekat dengan 7 Eleven gitu. Daaaan di toilet ini ber-AC dan bersih guys!! Malah di WC gw jadi ngadem bentar sembari cuci muka biar segar. Kasian cowo-cowo yang nunggu di luar kepanasan. Hihihi.

Di perjalan pulang menuju hotel, kami mampir dulu di Bugis +. Kebetulan kalau mau balik ke hotel, bisa mampir dulu di stasiun Bugis yang berarti dekat dengan Bugis +. Di sini kami beli makan malam di area semacam food court gitu. Kata Kibo, dulu doi biasa makan malem di situ sehabis pulang les. Cieee yang nostalgia jaman kecil dulu. Kibo bilang area itu tidak berubah. Masih begitu-begitu saja. Tempat makannya juga itu-itu juga.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke hotel dengan berjalan kaki. Iya jalan kaki. Jaraknya 900 meter loh guys. Kaki rasanya mau patah ketika sampai di hotel. Huuaaah sungguh perjalanan yang panjang. Satu hari itu aku bisa berjalan sebanyak 16.000 langkah loh guys. Padahal biasanya aku jalan kaki sebanyak 3000-5000 langkah saja. Ini tiga kali lipatnya! Ga heran kalau kakiku sampai sakit-sakit. Hihihi.

Yak begitulah hari pertama liburanku di Singapura. Nanti dilanjut lagi ya dengan hari-hari berikutnya. ^^

Tuesday, June 5, 2018

Jalan-Jalan ke Bali: See You Again Bali

13 Mei 2018

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir liburanku di Bali bersama teman-teman Kembar5. (ಥ﹏ಥ) Berhubung di Bali kami masih punya beberapa waktu untuk beli oleh-oleh dan kuliner sesaat, kami memutuskan untuk menghubungi mamang Grab kemarin yang menawarkan jasa mengantar kami selama setengah hari. Kami janjian untuk berangkat pukul 09.00 WIT. Namun si bapak agak terlambat nih. Tapi tak apa deh, yang penting kami bisa keliling Bali sebentar.

Tujuan pertama kami ya ke Warung Sate Babi Bawah Pohon. Kalau ke Bali jangan sampai kelewatan tempat yang satu ini ya. Sate babinya wuiiih uenak tenan!!! Kata Devi sih dulu tempatnya benar-benar di bawah pohon. Makanya dinamakan Sate Babi Bawah Pohon. Nah pas kami ke sana, tempatnya sudah ada lapak sendiri. Cukup besar loh dan lahan parkirnya lumayan lah. Namun sudah tidak di bawah pohon lagi. Hihi. Oh ya, yang menarik logo babi koki di sini. Wajahnya bukan ngegemesin, malah nyeremin. Kalau anak kecil yang lihat sepertinya akan bikin doi nangis. Saat di sana sih memang tidak ada anak kecil yang berseliweran sih.

Sate Babi Bawah Pohon
Setelah puas makan sate babi pakai lontong dengan harga Rp 30.000 saja, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat beli oleh-oleh. Devi menyarankan ke Larissa. Katanya di sana beli oleh-olehnya lebih murah dibanding kalau beli di Krisna. Lokasinya sebrang Joger guys. Jadi mudah banget kan menemukannya?! Dan memang, di sana harganya lebih bersahabat dan tentunya di sana juga menjual kerupuk samcan Rejeki. Buat kalian yang ke Bali dan memakan babi, jangan sampai juga deh ga beli kerupuk samcan Rejeki ini. Harganya untuk ukuran besar sekitar Rp 80.000, sedangkan untuk ukuran kecil Rp 40.000. Di Larissa juga menjual Pia Legong yang terkenal itu loh. Namun sayangnya saat kami ke sana, stok Pia Legongnya sedang habis. Huhuhu. Padahal Devi dan Elis ingin membawa buah tangan tersebut. Jadi seusai dari sana kami mampir ke toko oleh-oleh lain untuk mencari Pia Legong. Sayangnya di sana juga tak ada. Berhubung kami harus pergi ke bandara, jadinya diurungkan deh niat pergi ke tempat pusat Pia Legongnya.

Kami sampai bandara sekitar pukul 12.00 WIT, sedangkan pesawat kami berangkat kira-kira pukul 15.20 WIT. Masih ada waktu sejenak untuk keliling-keliling di bandara dan mengisi perut. Untuk itu kami nongkrong di Starbuck sebelum masuk ke dalam. Devi dan Iren tak lama pergi ke warung sebelah untuk makan siang ayam betutu. Berhubung perutku masih kenyang dengan sate babi, jadi aku tak makan siang. Aku hanya membeli Bread Papa yang Cream Puff Vanilla seharga Rp 22.000 di dalam sembari menunggu pesawat. Hehe.

Oh ya, di dalam bandaranya juga ada yang menjual Pia Legong loh. Namun harganya dua kali lipat dari beli di pusat. Waw waw. Aku sendiri si tak mau membelinya karena memang waktu kadaluarsanya yang cepat dan aku tak begitu suka pia. Hehehe. Selain karena harganya mahal sih. Hihihi. Yak begitulah perjalanan kami selama di Bali. Ini ringkasan itinerary selama di Bali:

#Kembar5Trip

Monday, June 4, 2018

Review: Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser

Produk ini sebenarnya sudah lama aku miliki. Namun aku belum sempat mengulas produk magic satu ini. Jadi marilah sekarang disimak ya ulasan tentang Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser.

Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser

Deskripsi Singkat tentang Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser

Penampakan Kemasan Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser

Baby Skin® Instant Pore Eraser® is rated 3.4 out of 5 by 95. Instant Pore Eraser® leaves skin with a smooth matte finish and moisturizes all day.

Benefit:
This lightweight and breathable pore-blurring makeup primer leaves skin with a smooth matte finish. Non-comedogenic and fragrance-free.

How to Use/Apply:
Step 1. Apply a thin layer to skin.
Step 2. Can be worn with or without a moisturizer.

Ingredients:
DIMETHICONE DIMETHICONE CROSSPOLYMER STEARYL HEPTANOATE CAPRYLYL GLYCOL SILICA SILYLATE PROPYLENE GLYCOL PENTAERYTHRITYL TETRAISOSTEARATE PRUNUS CERASUS EXTRACT / BITTER CHERRY EXTRACT 
[+/- MAY CONTAIN / PEUT CONTENIR, CI 73360 / RED 30, CI 77492 / IRON OXIDE]

Source:

[Review] Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser
Dari segi kemasan, Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser ini menarik dan bikin penasaran sama produk ini. Buat aku sih saat pertama kali lihat produk ini, aku langsung ambil dan baca-baca deskripsi di belakang kemasannya. Habis kemasannya cute gitu menurutku. Warnanya juga warna kesukaan aku. Hahaha. Tutupnya berupa tutup putar gitu ya. Tapi mudah untuk dibuka dan ditutup. Ga bikin repot deh.

Aroma dari produknya sendiri seperti lilin sih menurutku. Tapi tidak berbau menyengat kok dan tidak mengganggu indra penciumanku. Warnanya bening dan teksturnya seperti cream gitu. Nih bisa kalian lihat sendiri dari foto yang aku kasih:

Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser

Foto di sebelahnya itu merupakan foto saat aku aplikasikan di tangan. Sebelah kiri tidak pakai produknya dan di sebelah kanan diaplikasikan produknya. Kelihatan tidak bedanya? Agak sulit sih memang. Tapi kalau pakai produk ini, pori-pori di tanganku memang jadi terlihat blur gitu. Cukup ampuh buat memudarkan pori-pori sih.

Buat lebih jelasnya, aku coba pakai di area dahi deh. Kelihatan kan setelah dipakaikan Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser ini dahiku jadi terlihat lebih mulus seperti kulit bayi??


Seperti penjelasan deskripsi singkat, produk ini bisa dipakai setelah menggunakan pelembab ataupun tak pakai pelembab sama sekali. Aku sendiri menggunakan pelembab terlebih dahulu, baru menggunakan produk ini sebelum mulai ber-make up. Hasilnya ya memang lebih matte dan bedak jadi lebih tahan lama gitu. Namun karena kondisi kulitku yang berminyak, produk ini tidak membantu untuk mengurangi minyak di wajahku. But it's okay.

Oh ya, kulit tuh beda banget loh sebelum pakai ini dan sesudah pakai ini. Kalau sebelum kulitku kan keset-keset gimana gitu. Nah setelah pakai produk ini jadi licin gitu deh dan halus kaya kulit bayi. Bedak pun jadi lebih nempel di wajah. Menurutku sih produk ini merupakan primer yang oke buat kulit berminyak. At least kemarin aku make up seharian pakai foundation dan two way cake, make up-nya masih bertahan baik. Meski memang di area T-zone berminyak, namun ga membuat cracking alias bedaknya nemblok-nemblok gitu. Padahal sebelumnya saat aku cuma pakai BB Cream dan two way cake (bedak padat), area jidatku pasti sudah hilang gitu deh dan hasilnya jadi kelihatan nemblok-nemblok gitu. Iuuuh jelek deh!

Untuk harga, produk ini bisa dibeli dengan harga yang cukup lumayan tapi masih terjangkau dibanding primer-primer lainnya. Harganya sekitar Rp 89.000 guys. Meski harga terbilang lumayan, tapi cukup awet banget loh. Soalnya pakainya kan memang tidak butuh banyak-banyak. Hanya sebesar biji jagung saja sudah satu muka.

Produk ini bisa dibeli di outlet-outlet macam Guardian atau Watson terdekat. Di Supermarket juga ada kok selama supermarket tersebut memiliki counter Maybelline. Selain itu di toko-toko kosmetik juga sudah banyak yang menjualnya. Apalagi kalau beli online...wah sudah menjamur deh. Jadi mudah banget buat mendapatkan produk ini.

Kalau kalian, pakai primer merk apa? Punya rekomendasi yang lebih oke?? Ayo ceritain di kolom komentar biar aku juga bisa ikutan coba >.<

Friday, May 25, 2018

Review: Institut Karite Paris Pure Shea Butter

Belum lama ini sedang marak nih produk pelembab bibir dan kulit kering macem Vaseline Petroleum Gel. Nah kalau produk yang mau aku ulas sekarang mirip lah fungsinya seperti Vaseline Petroleum Gel, tapi Institut Karite Paris ini mengklaim kandungan yang digunakan 100% Shea Butter! Wah apa sih fungsinya Shea Butter??
Institut Karite Paris Pure Shea Butter
Deskripsi Singkat tentang Institut Karite Paris 100% Shea Butter

Discover all the benefits of Shea Butter... Shea Butter has been for ages the universal and irreplaceable care. This butter is composed of 100% natural Shea Butter, a ultra-nourishing care. It moisturizes, nourishes, protects, and rejuvenates the skin.
Shea Butter : 

Recognized for its nourishing, regenerating and soothing properties. Very rich in vitamin A, D, E, F and K.A real must have for daily needs!


Beauty Tips:
Apply this multiple‐purpose product 100% natural on hands, lips, face, body and hair. 

- Daily care : to hydrate the face and the body 
- Massage butter : for relaxation 
- Hair mask before shampoo or apply directly on dry hair. 

Ingredients:
BUTYROSPERMUM PARKII (SHEA BUTTER)

Size: Jar 10 ml or 0.33 fl.oz

Made in France


[Review] Institut Karite Paris Pure Shea Butter
Institut Karite Paris Pure Shea Butter

Tempatnya berupa jar alias kaleng dari metal yang kokoh dan kuat. Bagus deh tempatnya, imut-imut sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Produk ini tidak memiliki aroma. Ya ada sih dikit tapi tak begitu ketara. Meski kecil-kecil begini, tapi manfaatnya banyak juga loh. Aku menggunakan produk ini untuk menyembuhkan bibirku yang kering dan pecah-pecah, serta kugunakan di area kulit yang kering. Aku menggunakannya malam hari sebelum mau tidur  dan yak pagi harinya bibirku dan kulitku sudah lembab. Tapi tidak sejitu itu juga sih, apa karena aku menggunakannya sedikit ya?

Teksturnya sendiri seperti lip balm pada umumnya, tapi lebih "keras". Maksudnya kalau dioles-oles buat diambil, dia tuh ga semenye-menye seperti oles Vaseline Petroleum Gel. *apa sih pik?!* Duh gimana ya jelasinnya...Intinya lebih padat gitu, jadi tidak mudah terambil seperti ambil balsam. Ngerti kan maksudku??? Hahahah Karena kepadatannya ini nih, jadi kalau jariku berkuku, yang ada krimnya nyelip-nyelip dikukuku bukan di jari, jadinya makin tambah susah peng-apply-annya di bibirku. Hahaha...

Aku membelinya di C&F Central Park Mall, Jakarta. Kalau di online sebenarnya belum begitu banyak beredar ya. Atau aku yang kurang tau? Hahaha. Tapi memang produk ini sepertinya tidak begitu kedengaran di masyarakat Indonesia. Harganya sendiri terhitung cukup mahal ya. Produk ini kubeli dengan harga Rp 50.000, itupun karena dapet promo. Harga aslinya sih dibandrol seharga Rp 100.000. Mahal kan? Kalau sedang tidak promo, mungkin aku tak akan pernah membeli produk ini. Hihihi.