Thursday, April 26, 2018

Transportasi Umum dari Kos Ke Kantor

Sudah seminggu ini aku bergulat dengan alat transportasi umum di Jakarta. Yah berhubung aku sekarang tinggal bersama adikku di Jakarta Barat, sedangkan kantorku di Pancoran, Jakarta Selatan, mau tidak mau aku harus menggunakan alat transportasi umum. Jadi gimana ulasannya terkait alat transportasi umum di Jakarta ini?

Awalnya dari kos aku naik Gojek seharga Rp 8.000/Rp 9.000 ke Halte Slipi Petamburan. Kemudian aku naik busway arah Pinang Ranti atau PGC dan turun di Tebet dengan mengeluarkan kocek Rp 3.500. Setelah sampai Halte Tebet, aku melanjutkan perjalanan ke kantor dengan berjalan kaki sekitar 800 m. Total ongkos transportasi untuk perjalan pergi adalah Rp 12.500. Namun entah mengapa tarif Gojek naik. Jadi untuk pergi ke Halte Slipi Petamburan saja aku harus mengeluarkan Rp 13.000. Padahal aku berangkat jam 6 kurang. Wah wah wah. Jadi aku memutuskan untuk naik angkot M 11 dengan hanya mengeluarkan kocek Rp 4.000 saja. Jadi total ongkos yang kukeluarkan untuk perjalanan pergi adalah Rp 7.500. Jauh lebih murah ketimbang aku naik Gojek. Tentu dengan ongkos segitu ada kelebihan dan kekurangannya. Saat ini aku berangkat pukul 7 kurang. Angkot M11 tidak begitu padat, sehingga aku hampir pasti dapat angkot. Namun, perjalanan ke arah halte itu selalu tersendat saat memasuki area pasar Rawa Belong dan mendekati lampu merah Slipi. Jadi kekurangannya kalau aku naik angkot ya aku harus bermacet-macet ria dulu dan memakan waktu hampir 20 menit untuk menuju halte. Sedangkan kalau naik Gojek cukup 10 menit saja. Tapi lain cerita kalau aku berangkat jam 6 kurang. Naik angkot jam segitu sudah bebas hambatan deh. Lancar jaya. Jadi waktu perjalanan ke halte pun tidak beda jauh dengan naik Gojek. Selain itu kalau aku naik angkot, aku bisa terhindar dari kehujanan Hihi. So far aku lebih suka naik angkot ketimbang Gojek. Habis ongkosnya jauh lebih mahal dan tentunya kelebihan yang diberikan lebih banyak ketimbang Gojek. Ckck.

Untuk perjalanan pulang dari kantor, aku nebeng teman kantorku hingga Plaza Slipi Jaya. Pas sekali doi harus menjemput sang bunda di sana dan aku jadi bisa turun di sana. Hihihi. Lalu dari Plaza Slipi Jaya aku naik M 24 ke arah kampus Binus Anggrek. Awalnya sih aku pakai jasa Gojek. Tapi lagi-lagi tarifnya mencekek dompetku. Awalnya aku cukup bayar Rp 9.000, tapi sekarang jadi Rp 17.000. Gila ga tuh?! Ya aku akan pilih naik mikrolet sajalah kalau begitu ceritanya. Tapi kekurangan kalau naik M 24, dia akan ngetem sampai penumpang yang naik full. Jadi buat kalian yang mau naik M 24, akan agak sulit dapat angkot nih kalau bukan naik di Plaza Slipi Jaya. FYI, ngetemnya bukan persis di depan Plaza Slipi Jaya ya. Kalian harus jalan dulu menyebrangi flyover di samping Slipi Jaya dan kalian akan menemukan kenek yang berteriak "kampu kampus kampus Anggrek. Ayo kampus kampus!". Nyebrangnya bukan nyebrang flyover sih, tapi nyebrang di bawahnya. Di sana ada semacam pasar malam gitu yang jualan jajanan dan rupa-rupa. Jadi sebelum naik angkot, aku bisa jajan dulu di situ kalau kelaperan. Hihihi.

Naik M 24 ke arah Binus Anggrek itu membuat aku harus berjalan kaki dahulu ke kosku. Karena dari jalan Syahdan, angkot akan berbelok ke kiri untuk ke arah Binus. Sedangkan kalau ke kosku kan harus belok ke kanan ke arah Kebon Jeruk. Jadi aku turun deh di pertigaan Syahdan situ dan lanjut jalan kaki hingga ke kos. Jadi total untuk ongkos perjalanan pulang adalah Rp 4.000 saja. Namun kalau aku tidak bisa nebeng teman kantorku, ya terpaksa aku naik busway. Jadi total ongkosnya sama seperti total ongkos pergi, yaitu Rp 7.500 saja.

Untuk ulasan terkait transportasi umum...aku mulai dari Busway dulu saja ya. Busway yang aku naiki sih sejauh ini selalu datang tidak lama dari waktu aku sampai di Halte. Jadi aku tidak perlu menunggu lama deh untuk naik busway. Selain itu busway yang lewat juga cukup banyak. Ya karena ini memang jam sibuk sih. Jadi armada busway yang disediakan sudah okelah untuk menampung para penumpang. Sejauh ini sih aku selalu nyaman kalau naik busway. AC yang adem dan petugas yang sigap untuk membuat penumpang prioritas dapat tempat duduk membuat busway ini semakin nyaman dinaiki. Tentu jalur khusus busway juga membuat perjalanan naik busway ini bebas hambatan. Dari Halte Slipi Jaya hingga Halte Tebet itu kira-kira memakan waktu 20 menit deh. Jadi biasanya kalau aku berangkat jam 7 kurang, jam 7.40 aku pasti sudah di kantor. Beda lagi kalau aku berangkat jam 6 kurang. Jam 7.30 aku pasti sudah di kantor. Hahaha. Memang kalau pagi-pagi itu lebih lancar sih.

Kalau mikrolet di Jakarta...mengemudinya ngebut-ngebut. Terus yang bikin sebel ya suka berhenti tidak di pinggir jalan dan membuat macet jalanan. Terutama sih di Pasar Rawa Belong. Aku suka lihat banyak angkot ngetemnya tuh kurang pinggir, bikin kendaraan lain susah kalau lewat belokan Rawa Belong. Ckckck. Supir-supir itu tidak mikir apa ya sudah bikin kemacetan begitu. Weleh-weleh.
Hmm, kalau untuk mikrolet pergi sih aku suka-suka saja karena jarang ngetem. Selama hampir 3 hari ini berangkat pakai mikrolet 11 sih tidak pernah ngetem ya. Hehehe. Tapi kalau untuk pulang, si M 24 ini ya ngetem dulu sampai penumpangnya penuh. Cukup lama sih jadi aku harus bersabar-sabar dulu. Kenapa ya angkot-angkot ini tuh selalu ngetem. Memangnya kalau ngetem itu pendapatannya pasti lebih besarkah? Ya tapi karena para penumpangnya juga sudah tahu sih si M 24 ini pasti mangkal di sana, jadi para penumpang yang hendak naik pun akan menuju sana dulu deh. Hmmm. Sistem angkot ini memang sebaiknya dibenahi biar seperti busway yang ada jam berangkatnya gitu. Jalanan pun jadi ga tersendat karena ada angkot yang ngetem. Penumpang yang butuh cepat juga jadi lebih enak karena ga harus nungguin si supir yang entah sampai kapan akan ngetem. >.<

Wednesday, April 25, 2018

Pelayanan di Tim LCD

Setelah aku selesai baca buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren, aku jadi menyadari tujuan hidup ini dan salah satunya itu adalah melakukan pelayanan bagi Tuhan. Nah kerinduan pelayanan ini somehow terjawab karena gerejaku di Jakarta ini memang sedang membutuhkan orang untuk pelayanan sebagai tim LCD. Berhubung aku ini memang sudah terbiasa bikin slide presentasi, aku pun berdoa pada Tuhan untuk siap mengambil pelayanan sebagai tim LCD di GII Semanggi dan setia untuk melakukannya.
Setelah bergumul untuk memilih ambil bagian atau tidak, akhirnya kuputuskan untuk terlibat dalam pelayanan LCD tersebut. Kuhubungilah narahubung untuk bergabung dalam tim LCD tersebut. Namanya ci Listya. Sebenarnya ada dua orang sih narahubungnya, yaitu ko Robin dan ci Listya. Karena aku ini cewe, jadi kuhubungi saja ci Listya biar ngobrolnya enak gitu. Terus ci Listya menyambut baik keinginanku untuk bergabung dalam tim LCD tersebut. Kemudian aku diberitahu langkah-langkah apa yang harus aku lakukan untuk memulai pelayanan tersebut.
Nah jadi aku diajari basic-basic-nya gitu, harus mengunduh file apa dan harus apa. Aku diajari via telepon. Awalnya aku harus mengunduh file di Dropbox terlebih dahulu. Baru deh setelah janjian mau telponan jam berapa, kami akhirnya berkomunikasi supaya ci Listya bisa menunjukkan apa-apa saja yang akan dikerjakan. FYI, kami janjian telponan jam 7 pagi hari Sabtu dong. Hahaha. Aku set alarm jam 7 kurang 5 menit dan memang sengaja aku tidak memasang air plane mode sebelum tidur agar WA bisa tetap masuk. Benar saja, jam setengah 7-an ci Listya mengirimiku pesan WA. Aku terbangun oleh notifikasi WA tersebut dan langsung saja aku menyalakan laptop untuk bersiap diajari oleh Ci Listya.
Singkat cerita, pagi itu akhirnya aku mulai belajar sedikit-sedikit tentang pengerjaan slide kebaktian tersebut. Lalu hari Jumat beberapa minggu setelahnya kami janjian untuk bertemu di gereja supaya bisa diajari langsung. Pelatihan berlangsung sekitar 2 jam. Aku berusaha menangkap materi yang sudah diajarkan oleh ci Listya. Ternyata dalam membuat slide kebaktian itu bukan cuma di PPT saja, tapi pakai software bernama EasyWorship gitu. Jadi aku diberikan installer aplikasi tersebut agar aku bisa memilikinya di laptopku.

Nah, Sabtu kemarin aku dipercayakan oleh ci Listya untuk membuat slide kebaktian untuk pertama kalinya. Tapi tentu saja setelah selesai kukerjakan, ci Listya akan melakukan pengecekan untuk melihat hasil yang sudah kubuat tersebut. Berhubung hari Sabtu itu adalah hari yang sudah kutentukan untuk pindahan barang dari kosku ke kos adikku. Aku sibuk dan baru bisa mengerjakan slide sekitar jam setengah 3 sore. Padahal barang-barang pindahan masih belum kubereskan dan masih berantakan banget tuh kamar. Tapi aku harus mengerjakan slide kebaktian terlebih dahulu karena hari Minggu kan sudah digunakan. Awalnya saat dikirimi pesan oleh Ci Listya untuk mengerjakan slide kebaktian hari Minggu kemarin, rasanya aku tuh ingin menolaknya dengan alasan aku akan sibuk pindahan. Namun aku ingat kembali bahwa aku sudah berkomitmen untuk melakukan pelayanan ini. Jadi aku tidak boleh bermalas-malasan dan menggerutu karena harus mengerjakan slide tersebut saat aku sedang sibuk pindahan.
Jadi karena ini perdana aku mengerjakan slide kebaktian, aku mengerjakannya sekitar tiga setengah jam. Si Kibo yang menungguku mengerjakan slide sampai bosan dibuatnya. Hahaha. Maafin ya Bo, jadi harus nemenin aku ngerjain. >.< Saat mengerjakan slide, aku agak panik-panik gitu dan kebingungan harus bagaimana. Untung saja aku sempat mencatat langkah-langkahnya dan sambil chat dengan ci Listya, aku pun akhirnya bisa menyelesaikannya. Saat sudah ku-upload, ci Listya malam-malam mengecek hasil pekerjaanku. Sekitar jam 11 malam aku dikirimi hasil pengecekannya.
Wah luar biasa sekali ci Listya malam-malam masih bisa chat aku sambil mengecek hasil pekerjaanku. Tidak sedikit loh revisi yang harus dilakukan. Huhu. Maafin aku ya ci masih belum oke kerjaannya. >.< Terus komentarnya ci Listya tuh detil banget loh. Wah aku jadi belajar supaya pay attention to detail more. Terima kasih ya ci sudah mau capai-capai chat aku di tengah malam agar aku bisa memperbaiki pekerjaanku ke depannya. Kalau aku jadi ci Listya, aku pasti sudah lelah harus mengecek pekerjaan orang malam-malam di saat aku seharusnya bisa tidur. Huhuhu. Ci Listya The Best deh! (*´∀`)

Tuesday, April 24, 2018

Seminggu Ke Mana Saja?

Kalau kalian sadar, semingguan ini aku tidak update pos di blog nih. Ciee yang minta dicariin, padahal mah kaga ada yang peduli. Kok aku jadi ngenes begini yak. (ーー;)
Jadi semingguan ga update ini lagi sibuk apa sih?
Sebenarnya bukan sibuk sih. Tapi seminggu kemarin aku jatuh sakit. Radang tenggorokan kembali menyerang diriku. Huft. Sudah kesekian kalinya kau terserang radang tenggorokan. Kok bisa? Sepertinya aku kecapekan. Hari Jumat dua minggu lalu aku pulang ke kampung halamanku di Karawang. Kemudian hari Minggunya aku sudah di Jakarta kembali. Ternyata hari Senin sore, mendadak aku harus pergi dinas ke Madiun naik kereta api. Nah di situ deh mulai aku tidak enak badan. Habis makan malam paket panas spesial dari Mc Donald yang kubawa ke dalam kereta, aku langsung sakit tenggorokan. Sepanjang malam aku menderita sakit di tenggorokan. Wah aku mulai radang tenggorokan, pikirku.
Sampai di Madiun sekitar pukul empat pagi. Aku dijemput oleh pihak klien untuk diantar ke tempat istirahat. Di sana aku mandi dan langsung tidur sejenak, berharap supaya lelah dan sakit ini cepat mereda. Sekitar jam 10 pagi, aku dijemput kembali untuk diantar ke tempat klien dan meeting dengan mereka. Sayangnya, untuk sarapan pagi aku diberi makan (kok uda kayak pet saja ya dikasih makan) nasi pecel, makanan khas Madiun. Kuakui aku suka sekali nasi pecel pakai ayam goreng Madiun ini, tapi kondisi tenggorokanku ini sedang tidak baik. Sedangkan nasi pecel Madiun ini agak pedas. Wah semakin menjadi sajalah radang tenggorokanku ini. Huhuhu. 
Belum lagi sebagai makan siang, aku mendapatkan nasi kotak padang yang berisi daging rendang, kentang balado, sayur kacang panjang cabe hijau. Uwoooh~ Why oh why??? Aku terkadang merasa, di saat aku sedang tidak enak tenggorokan, makanan yang aku terima malah pedas-pedas atau gorengan banget yang berakibat memperparah kondisi tenggorokanku. Tapi mau tak mau aku harus makan karena kalau aku kelaparan, semakin banyak jugalah penyakit yang datang menyerang. Untuk itu, menu makan siang tersebut kumakan juga. Tapi aku tidak makan sama sekali kentang baladonya. Hanya sedikit sayur kacang panjang yang tidak terkena sambal dan rendangnya. Meski kutahu sih tetap saja rendang itu akan memperparah tenggorokanku.
Saat sebelum meeting, kondisiku semakin tidak baik. Lemas. Lalu aku akhirnya inisiatif untuk minum Panadol supaya bisa menghilangkan rasa sakit di tenggorokan dan pening di kepala. Puji Tuhan si Panadol ini cukup manjur membuatku bertahan selama meeting. Sekitar jam 5 sore, aku sudah di Stasiun Madiun untuk kembali ke Jakarta. Kereta yang kunaiki adalah kereta Gajayana, sama seperti kereta ketika pergi ke Madiun sebelumnya. Kereta api eksekutif ini bagus loh dan kereta api buatan Indonesia ini tidak kalah sama kereta api di luar negeri. Kalau ga percaya, cobain saja naik kereta api Gajayana ini. Hehe.
Oke kembali ke penderitaanku dengan radang tenggorokan ini. Sudah dari pagi hingga siang aku yang sedang radang tenggorokan ini mengkonsumsi makanan pedas, untuk makan malam aku mencoba untuk membeli makanan yang ramah dengan tenggorokanku. Aku memesan nasi goreng ayam untuk kumakan di dalam kereta. Lalu kemalangan kembali menimpa diriku. Nasi goreng ayam yang seharusnya tidak pedas, malah terasa pedas. Lebih pedas daripada saat aku makan nasi rendang tadi siang. Huft. Aku sudah pasrah. Fix pulang dari sini kondisi tubuhku semakin parah.
Di dalam kereta merupakan suatu penderitaan yang lebih lagi. Suhu di dalam kereta tuh dingin sekali. Waktu badanku masih sehat-sehat saja aku sudah merasa kedingin. Apalagi ini?! Semalaman aku meriang. Tidur pun tak bisa nyenyak. Selalu selang beberapa jam terbangun. Apalagi efek Panadolnya sudah hilang. Sakit tenggorokanku makin hebat. Sedih.Pengen cepat sampai kosan dan tidur di kasurku. Huhuhu.
Jam 5 pagi akhirnya aku sampai juga di kosan dan siap tidur. Saat tiba di Stasiun Jatinegara, aku sudah ijin pada seniorku di kantor bahwa aku tak sanggup untuk masuk kantor. Akhirnya seharian itu aku tidur di kosan. Ckck. Sakit dan sendirian itu rasanya tidak enak. Di otakku saat terbaring di kasur itu pikiran untuk pergi ke dokter. Tapi badan rasanya tak sanggup untuk pergi sendiri. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke dokter esok harinya.

Esok paginya, aku bangun pagi-pagi untuk bersiap pergi ke puskesmas Cikoko. Di sana aku berobat menggunakan BPJS Kesehatan. FYI, kalau sudah pakai BPJS Kesehatan, berobat di fasilitas kesehatan (faskes) yang kita pilih itu sudah tidak perlu mengeluarkan uang berobat lagi. Hehe. Aku bertanya pada bu dokter, mengapa diriku sering banget kena radang tenggorokan. Bu dokter pun menyarankan agar aku tidak makan gorengan dan perbanyak makan sayur-buah terutama saat aku bepergian. Kemudian juga bu dokter menyarankan untuk minum vitamin agar menambah daya tahan tubuh. Oke deh bu dokter, aku akan berusaha menjaga pola hidupku supaya tidak kena radang tenggorokan lagi.

Sekian update-ku hari ini tentang alasan seminggu kemarin absen. Saat ini aku masih sedikit pilek dan sudah mulai pulih dari batuk. Doakan aku supaya cepat sembuh ya. 

Monday, April 23, 2018

Dilema Pindah Kos

Dilema sedang mampir ke dalam hidupku. Aku lagi galau untuk pindah kos ke mana. Masalahnya kosku sekarang sudah tidak nyaman lagi untuk ditinggali. Kosku saat ini terdiri dari 3 lantai. Lantai satu ada 5 kamar, lantai 3 terdiri dari 7 kamar, dan lantai 3 itu satu kamar karena sisanya area untuk jemur pakaian. Awalnya aku tinggal di kamar nomor 3 di lantai 1. Setelah satu tahunan tinggal di sana, aku minta pindah kamar ke lantai 2. Berhubung yang kosong hanya kamar nomor 10, jadilah aku pindah ke kamar 10 bulan Januari kemarin. Alasan aku minta pindah kamar karena kamarku sering bau rokok. Bau rokoknya benar-benar tidak bisa kutolerir. Aku sakit kepala dibuatnya. Selain itu dari lubang saluran air di kamar mandi, sering keluar kelabang. Bukan cuma satu, kadang dua yang muncul ke permukaan. Ukurannya pun dari yang masih baby (sekitar 3cm) hingga yang sudah dewasa (sekitar 10-15cm). Hampir setiap pagi ketika aku mandi, aku membunuh kelabang-kelabang itu. Bahkan pernah si kelabang berjalan di sisi kamarku. Astaga aku selalu panik ketika menemukan kelabang tersebut. Akibatnya, aku sudah tak tahan dan minta pindah kamar ke lantai atas karena kabarnya kamar atas itu bebas bau rokok dan aman dari serangan kelabang.
Hampir empat bulan aku menempati kamar nomor 10, tapi diriku masih saja dibuat tidak nyaman. Memang sih aku sudah terbebas dari bau rokok dan kelabang. Namun kali ini kamarku jadi sarang semut dan rayap! Awal mulanya aku menemukan banyak semut jalan-jalan di kasurku, setelah aku menggeser kasurku, ternyata di bawahnya sudah ada satu titik sarang semut. Semut merah ukuran sedang sih. Akhirnya dengan penuh rasa iba karena harus membunuh para semut terebut, aku pun menyemprotkan obat nyamuk ke titik sarang dan area jalan kaki semut. Setelah beberapa lama, aku pun menyapu dan mengepel area tersebut supaya tetap bersih.
Setelah beberapa lama, semut-semut tersebut sudah tidak muncul kembali. Aku sudah merasa nyaman kembali dengan kamarku yang satu itu. Eh ternyata semut-semut mulai jalan-jalan lagi di kasurku. Benar saja, si semut sudah membuat sarangnya kembali! Akhirnya aku pun harus membersihkannya kembali. Yang membuat aku semakin tidak nyaman, sebelum kejadian sarang semut kedua ini, di kamar mandi (kosku kamar mandi di dalam) aku menemukan garis berwarna coklat menjulur. Bentuknya sih seperti garis lurus. Awalnya cuma sekitar 5 cm, lama kelamaan jadi semakin panjang. Panik dong aku karena merasa geli melihatnya. Untuk itu aku menghubungi mba kos untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Selang sehari, mba kos datang ke kamarku untuk membersihkan si garis coklat tersebut. Kata mba kos sih makhluk yang bersarang di situ tidak gigit jadi jangan takut. Namun dalam hati tetap saja aku gundah gulana. Lalu baru sehari dibersihkan, esok malamnya sudah muncul kembali itu garis coklat. Bukan cuma 1 cm, melainkan sudah 5 cm kembali. Gila kan?! Aku merasa kalau itu merupakan sarang rayap. Langsung saja aku browsing tentang ciri-ciri sarang rayap dan bagaimana cara mengusirnya. Ini aku sertakan link tentang cara mengusir rayap di rumah yang efektif dan cepat. Benar saja, yang bersarang di kamar mandiku ini si rayap-rayap itu! Argh stress deh aku dibuatnya.
Segera setelah itu aku menghubungi pemilik kos agar dipanggil pembasmi rayap. Selang beberapa hari, kamarku didatangi sang pembasmi rayap. Saat itu sih aku masih kerja di kantor. Jadi mba kos minta ijin untuk masuk kamarku dengan menggunakan kunci master agar si tukang basmi rayap bisa melakukan pekerjaannya. Sepulang kantor ketika membuka pintu kamar, wuush, tercium bau menyengat cairan kimia yang digunakan untuk membasmi rayap. Kucek deh spot tempat sarang rayap di kamar mandi dan memang sudah bersih. Tapi...tapiiii...si pembasmi rayap melewatkan satu spot di luar kamar mandi yang berarti di dalam kamarku Arrggh!!!
Aku pun komplain kembali kepada mba kos karena masih ada sarang rayap di kamarku. Tapi jawaban si mba agak mengecewakan diriku. Dia bilang karena sarangnya (yang ada di kamar mandi) sudah dibasmi, jadi tak akan kembali lagi dan yang ada di luar kamar itu tidak masalah. Namun kan namanya juga hewan ya, sarang utama dibasmi, ya bisa saja lokasi lain dia jadikan sarang baru. Seperti sarang semut yang kutemukan di bawah kasurku. Awalnya tuh lokasinya di bawah kasur, lalu akhirnya kupindahkan kasurku supaya tempat lokasi sarang semut itu bisa terlihat olehku. Eh ternyata si semut pindah sarang ke bawah kasurku kembali. Nah hal serupa harusnya berlaku juga buat si sarang rayap. Jadi aku bersikeras untuk pindah kos.
Apalagi kak Aji, senior di kantorku, mengatakan kalau rayap itu sudah sampai terlihat sarangnya oleh mata kita, berarti koloninya di dalam kayu-kayu di rumah itu sudah banyak sekali, jadi sudah tidak muat sehingga harus membuat sarang di dinding rumah gitu. Iiiihhhh! Semakin geli aku membayangkannya. Yang kutakutkan itu, rayap kan memakan kayu-kayu, lalu kalau konstruksi rumah pakai kayu sebagai penopang rangka atap, bisa-bisa atap di kamarku ini bisa rubuh. Bahaya kan?! Masalahnya kamarku ini atasnya ya langsung atap, jadi kan berbahayanya kalau rubuh ya aku the end. Hahaha. Maaf ya aku terlalu negative thinking tapi beneran deh aku sudah bulat ingin pindah kos.

Permasalahan selanjutnya adalah akan pindah ke manakah aku? Aku sudah mencari-cari kosan lain di sekitar area kantorku saat ini. Harga kamar kos di area Pengadegan, Pancoran ini sekitar 1,8 hingga 2jt rupiah. Mak?! Mahal kali. Ya itu kalau ingin mendapatkan fasilitas kamar mandi di dalam dan ber-AC. Waduh-waduh. Kalau pindah, harga kamarnya jadi mahal banget. Huhuhu.
Opsi kedua adalah satu kos dengan adikku di Jakarta Barat. Kalau satu kamar kos dengan adikku di sana aku harus mengeluarkan uang sekitar Rp 900.000 selama sebulan. Namun kendalanya aku harus mengelarkan biaya transportasi lagi. Kalau dihitung-hitung, sebulan aku harus mengeluarkan sekitar Rp 1,9jt. Hmm. Kalau kos di area Pengadegan 1,8jt belum termasuk listrik dan laundry. Kalau di kos adikku sudah termasuk listrik dan laundry. Tergiur dong aku untuk pindah ke kos adikku.

Akhirnya aku mencoba trial dulu untuk pulang pergi ke kos adikku. Setelah satu kali coba, aku rasa masih oke untuk menghabiskan waktu sekitar 20 menit di jalan dan total 40 menit di jalan untuk pulang pergi kantor. Toh di kos aku jadi punya teman makan dan ngobrol dibanding di kos terpisah dengan adikku. Huhuhu. Jadi mulai hari ini, aku resmi pindah kos ke kos adikku di Jakarta Barat. Semoga aku bisa betah deh ya.

Wednesday, April 11, 2018

Permulaan

11 November 1988

Dear diary, hari ini adalah hari pertunanganku. Pestanya diadakan sederhana saja. Hanya memesan beberapa meja untuk keluarga dekat dan relasi dekat saja. Aku memang sengaja untuk mengadakan pesta kecil-kecilan. Bukan karena pelit, tapi memang aku tak suka menghamburkan uang yang dengan susah payah kudapatkan. Kau harus tahu bagaimana sulitnya mencari uang sendiri. Ayahku sudah tiada sejak aku SMA dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang tak bisa menyokong kehidupanku. Oleh sebab itu, untuk menghidupi diriku sehari-hari, aku coba kerja part time di sana sini karena aku tak berani meminta uang pada ibuku yang sudah tak mendapat penghasilan lagi.
Diary, kau tentu masih ingat kan ceritaku saat aku memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Yah, saat itu memang aku sudah bertekad untuk cari kerja saja selepas SMA karena aku pun sadar diri bahwa ibuku tak akan mampu untuk membiayai kuliahku. Namun dengan dukungan dari sahabatku agar aku menjadi wanita yang pintar dan bisa menyelesaikan kuliah, akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta uang dari ibuku untuk membiayai kuliah. Memang kasih ibu sepanjang masa, ibuku pun akhirnya menjual emas simpanannya yang bisa untuk menghidupi kehidupan masa tuanya agar aku bisa kuliah. Sebagai gantinya aku pun bertekad untuk cepat lulus kuliah dan membalas jasa ibuku. Bahkan saat kuliah pun aku masih tetap bekerja part time untuk menambah uang jajan. Karena ibuku memang hanya bisa membiayai pendidikanku, tidak dengan uang jajanku.
Ah tak terasa sebentar lagi aku akan memulai kehidupan baru bersama calon suamiku. Aku akan hidup bersama dengannya dan pindah ke rumahnya di luar kota. Aku pun akan berpisah dengan ibuku, meninggalkan dirinya di rumah masa kecilku dan segala macam kenanganku di sana. Sedih sih pasti. Tapi aku tetap harus melangkah karena aku dilahirkan sebagai seorang wanita, yang kodratnya akan dibawa oleh laki-laki. Jadi mau tak mau aku harus pergi meninggalkan ibuku untuk ikut bersama suamiku kelak.

Tuesday, April 10, 2018

Tingkat Dua di ITB - Ospek Jurusan Teknik Industri

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) ini aku alami dua kali selama menjadi mahasiswa. Pertama kali itu saat aku resmi menjadi mahasiswa ITB dan yang kedua kalinya saat resmi jadi mahasiswa Teknik Industri (TI). Cerita ospek gabungan saat tingkat satu bisa dibaca di sini. Sedangkan ospek jurusan (osjur) yang aku alami akan kuceritakan di pos kali ini.

2011 saat osjur dengan seragam wajibnya

Friday, April 6, 2018

Tingkat Dua di ITB - Aku Masuk Teknik Industri

Semester 2 berakhir menandakan libur panjang selama tiga bulan akan datang! Hore!!!!! Eits, di samping itu, nilai IPK tingkat satu pun muncul di situs ol.akademik.itb.ac.id. Nah di situ juga kita akan mengetahui jurusan kita nanti di semester 3. Kita juga bisa jadi akan berpisah dengan teman-teman sekelas dulu di tingkat satu dan akan memulai lembaran kehidupan baru menjadi mahasiswa tingkat dua. FYI, di FTI 2011 itu terbagi menjadi lima kelas karena saking banyaknya maba yang masuk FTI. Nama kelasnya FTI-A, B, C, D, dan E. Aku termasuk ke dalam kelas FTI-C. Jadi sejujurnya aku tak kenal seluruh anak FTI, kalau anak FTI-C puji Tuhan aku tahu lah nama dan mukanya karena dulu sempat ikutan makrab FTI-C di villa Lembang. Dari situ kami sekelas jadi saling kenal dan makin akrab :" Sedih rasanya pisah sama mereka. Anak-anak FTI-C pun berinisiatif untuk membuat kenang-kenangan foto kelas gitu. Jadilah kita sekelas pergi ke Jonas Banda buat foto kelas.

Wednesday, April 4, 2018

Tingkat Satu di ITB - OHU dan UKM

Lanjut cerita tingkat satu di ITB-nya. Setelah sebelumnya cerita tentang apa itu TPB dan ospek gabungan saat pertama kali resmi jadi mahasiswa ITB, sekarang aku mau cerita tentang unit yang aku ikuti di ITB dan apa itu OHU. Yuk-yuk disimak.

Hari Sabtu, 6 Agustus 2011 adalah hari saat OHU berlangsung. Apa sih OHU? OHU itu singkatan dari Open House Unit. Namanya juga open house, jadi semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di ITB ini membuka stand untuk mempromosikan unitnya. Suasana saat OHU tuh udah seperti bazaar. Mahasiswa baru (maba) bisa mampir ke stand unit yang diingininya dan mendaftar agar bisa menjadi anggotanya. Daftar UKM yang ada di ITB bisa lihat di sini nih. Mana tahu ada anak maba yang lagi mampir ke blogku dan penasaran sama UKM yang ada di ITB itu apa saja. Jadi si maba bisa curi start nih buat milih mau masuk UKM apa. Hihi.

Saat itu aku termasuk maba yang daftar ke banyak unit. Maruk banget ga sih gw?! Aku daftar ke unit KSEP - Ekonomi, ATLAS - Atletik, dan U-GREEN - Lingkungan deh. FYI, ketika resmi menjadi mahasiswa ITB, kalian pun akan otomatis masuk menjadi anggota di unit agama. Karena aku ini beragama Kristen, jadi otomatis aku masuk di unit Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) ITB. Nah karena sudah terdaftar, jadi total ada 4 unit yang ingin aku ikuti.

Setelah selesai daftar-daftar itu, esokannya kita akan dihubungi melalui SMS (jaman itu WA masih belom banyak dipakai, paling sering pakai BBM) ke nomor hp yang kita cantumkan saat daftar pas OHU itu. Nah SMS itu berisi pemberitahuan untuk berkumpul pertama kali. Karena aku daftar ke 4 unit, jadinya ada unit yang tak bisa kudatangi. Habis jadwalnya bentrok. Tapi aku sempat mencoba hadir di semua unit yang aku datangi itu. Setelah itu aku jadi memilih untuk ikut KSEP, ATLAS, dan PMK saja. Kalau dipikir-pikir, kenapa aku tidak ikut unit kesenian ya. Hmmm.

Karena aku tergabung di KSEP, ATLAS, dan PMK. Jadi aku mau ceritain pengalamanku berunit di tiga unit itu ya...

Tuesday, April 3, 2018

Tingkat Satu di ITB - PROKM 2011

Lanjutan dari pos Tingkat Satu di ITB kemarin. Sesuai janjiku, aku mau berbagi cerita tentang UKM dan OSKM. Aku mau klarifikasi sedikit, pada jamanku (2011), OSKM itu disebutnya PROKM. PROKM ini singakatan dari Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa (sepertinya ini singkatannya. haha), sedangkan OSKM sendiri singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa. Nama OSKM sendiri baru muncul saat 2012. Jadi bisa keliatan deh tuh mana mahasiswa angkatan tuir dan mana yang baru dari nama ospek yang diikutinya. (≧▽≦)

Sebelum bahas tentang UKM, tentunya diawali dengan PROKM 2011 dulu yah. Gini nih ceritanya~

Monday, April 2, 2018

Tingkat Satu di ITB - TPB

Wah cerita aku ini kayaknya sudah lamaaa sekaleeehhh berlalu. Tepatnya 7 tahun yang lalu, yaitu tahun 2011 saat aku pertama kalinya jadi mahasiswa di ITB yang katanya Institut Terbaik Bangsa itu. Kalau pengen tahu perjalananku bisa masuk ITB ini, bisa baca di part 1, part 2, dan part 3 nih. Di situ aku membagikan kesaksianku tentang rencana Tuhan yang sungguh indah buatku. Memang tidak sesuai dengan keinginanku pada awalnya, bahkan aku harus ngerasain hal yang ga enak. Tapi emang Tuhan itu baik. Pasti hasil akhir yang aku dapat adalah happy ending. (・∀・)
Sumber: Harnas.co

Thursday, March 29, 2018

Movie Review: Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Sumber: Google

Aku baru banget nonton Jumanji: Welcome to the Jungle ini. Tentunya bukan di bioskop kesayangan kita semua, melainkan di laptop. Kok bisa? Hihihi belum lama ini aku dapat unduhan film ini dari temenku. Jadi deh aku bisa nonton di laptopku sendiri. Psst jangan ditiru ya, kalau mau berkontribusi untuk film, kalian harus nonton di bioskop, bukan unduh filmnya atau beli bajakannya. ༼ ºلº ༽

Jumanji: Welcome to the Jungle
Sutradara : Jake Kasdan
Based on : Jumanji by Chris Van Allsburg
Produksi : Columbia Pictures, Matt Tolmach Productions, Radar Pictures, Seven Bucks Productions
Jenis Film : Action, Adventure, Comedy
Censor Rating : PG-13
Durasi : 119 menit

Sinopsis:
Empat anak sekolah menemukan sebuah konsol permainan video game tua dengan permainan yang belum pernah mereka dengar bernama "Jumanji". Mereka secara tidak sengaja "masuk" dan menjadi avatar yang mereka pilih.
Untuk mengalahkan permainan dan kembali ke dunia nyata, mereka harus menalani petualangan paling berbahaya dalam hidup mereka dan menemukan apa yang Alan Parrish tinggalkan 20 tahun yang lalu.

Wednesday, March 28, 2018

Journal: Cover for April

Untuk bulan April ini, aku mau membuat jurnalku berwarna hijau-hijau dan warna kombinasinya seperti coklat dan kuning. Awalnya aku bingung mau dibuat seperti apa cover untuk bulan April ini. Sampai akhirnya aku menemukan inspirasi yang oke banget. Inspirasi itu datang dari sesama bujoers yang tergabung dalam Boho Berry Tribe. Buat yang belum tahu, aku ini ikut bergabung dalam grup FB bernama Boho Berry Tribe. Pencetusnya bernama Boho Berry, itu nama alias sih, nama aslinya Kara. Dia bisa dibilang seleb Youtube juga, kalau kalian search di Youtube soal Kara atau Boho Berry, kalian pasti akan langsung menemukan channel-nya yang cute itu. Yap, dia itu salah satu inspiratorku dalam membuat jurnal ini.
Kembali ke topik, inspiratorku kali ini bukan datang dari Pinterest. Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, aku mau me-recreate cover April dari Acadia Hughes. Keren banget deh cover yang dia buat. Sebelum me-recreate, tentunya aku permisi minta ijin dulu. Hihihi.
Ini hasilnya:
Recreation from Acadia Hughes
Karena ini recreation pastinya masih lebih bagus aslinya. Hahaha. Aku menunjukkan hasil recreation-ku ini ke Kibo. Kalian tahu apa tanggapannya?
"Maksudnya apa Bo burung dan rubah?"
Padahal saat itu aku kan menanyakan bagus tidaknya gambarku itu. Lalu kujelaskan saja bahwa ini hasil recreation dan aku tak tahu maksud dari disandingkannya burung dan rubah. Kalau mau tahu artinya kan mesti tanya si penciptanya. Ah aku jadi teringat quote dari buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Warren mengatakan, kalau kita mau tahu tujuan dari hidup kita ini, ya kita harus menanyakan kepada Sang Pencipta. Kalau ga ditanyakan, bisa jadi kita malah menggunakan hidup yang sudah Tuhan kasih tidak sesuai dengan fungsinya. Bagus banget ga tuh?

Ah jadi ngelatur, kembali lagi ke topik. Setelah itu, aku kirim gambar asli buatan Acadia Hughes itu. Lalu kalian tahu apa komentar Kibo?
"Bunganya jauh amat Bo bedanya hahaha"
Aku pun tertawa. Si Kibo ini malah jadi mainan "cari perbedaan dari kedua gambar". Aku menjelaskan bahwa aku malas untuk membuat bunga seperti aslinya. Jadilah hanya kubeli titik-titik putik di tengahnya saja. Lalu komentar Kibo:
"Soalnya punya Abo kaya bola kristal gitu. Kalo ga kaya takoyaki tapi yang jualnya pelit jadi juhinya cuma dikasi seiprit."
Sontak aku tertawa lagi. Si Kibo sekarang jadi ngepantun. Hahaha. "Yang jualnya pelit, jadi juhinya cuma dikasi seiprit". Hahaha. Sampai akhir, Kibo sama sekali tidak memuji hasil recreation aku ini.  Ckck. Dasar emang dia pelit banget buat muji orang. Huh.

Monday, March 26, 2018

Pertanyaan Ajaib saat Menginjak Umur 25, Kapan Nikah?

Ya ampun bentar lagi bulan Maret berakhir guys. Tak terasa sudah mau memasuki bulan keempat di tahun 2018 ini. Perasaan baru kemaren deh ngerayain tahun baruan. Tahu-tahu sudah mau April saja. Ckck. Kalau sudah April, berarti tiga bulan lagi aku akan bertambah tua, yaitu sudah seperempat abad aku berada di bumi ini. Astaga! Umur seperempat abad berarti umur kalau ketemu orang akan ditanya, "Kapan nikah?" Jengjengjeng jenggg!!!
Tak bisa dipungkiri memang, akhir-akhir ini kalau aku ketemu relasi pasti akan ditanyakan pertanyaan ajaib satu itu. Baru bangettt kemarin aku ditanya seperti itu dan aku cuma bisa terdiam mesem-mesem dan tak ingin menjawab. Yang ada di kepalaku saat itu adalah sebuah pertanyaan, mengapa sih kalau ketemu orang tuh yang ditanya pasti pertanyaan ajaib macam itu deh. Ya gak selalu "Kapan nikah?" sih tapi tergantung dari umur kita saat itu. Misal kalau umur-umur anak kuliahan, yang ditanya pasti "Kapan lulus?". Kalau kita sudah lulus, pasti ditanya lagi,"Kapan dapat kerja?" dan pertanyaan "Kapan" lainnya.
Hmm...
Memang sih tahun 2018 ini tuh tahun saat teman-teman seusiaku melangsungkan pernikahan. Tahun untuk memulai kehidupan baru yang bukan sendiri melainkan kehidupan bersama orang yang dipilih untuk menemani hidup sampai maut memanggil. Buktinya saja di bulan Maret ini, undangan pernikahan datang bertubi-tubi. Bahkan hari berlangsungnya pernikahan mereka pun berurut, ada yang tanggal 30 Maret dan ada pula yang tanggal 31 Maret. Minggu kemaren, tanggal 25 Maret pun temanku baru saja melangsungkan resepsi pernikahannya. Kemudian nanti tanggal 7 April, satu undangan kembali dikirimkan. Waah aku turut bahagia untuk teman-teman seangkatanku tersebut. Sedangkan aku? Hehehe jangan tanya aku soal itu yah. Hehe.
Kalau bisa kufilter pertanyaan yang akan dilontarkan terhadapku, sepertinya pertanyaan ajaib satu itulah yang akan kusaring supaya aku tidak mendapatkan pertanyaan macam itu. Haha. Tapi itu cuma bisa dilakukan di dalam angan-anganku saja. Ah atau bisa? Ini bisa jadi ide gila dan keren ga sih kalau benar bisa terwujud? Hahaha. Kalau boleh jujur sebenarnya aku tak masalah sih dapat pertanyaan macam itu. Orang yang bertanya itu pun kuyakin cuma basa-basi saja. Karena toh memang percakapan basa basi di Indonesia ini pasti ya seputar itu. Pertanyaan kapan itu. Iya kan? Kalau sudah begitu, ya sudah jangan dikeluhkan dan terima saja dengan lapang dada. Tapi jangan pasrah juga sih apalagi sampai baper dan marah-marah. Cukup beri senyuman saja dan tak usah dibahas lebih lanjut. Ganti topik pembicaraan kalau perlu. Namun, sebenarnya pertanyaan tersebut juga jadi sebagai pengingat untuk kita gitu loh. Oh iya ya sudah saatnya aku untuk menikah. Pikiran seperti itu pun jadi mulai terbesit di benakku. Namun pernikahan bukanlah suatu hal yang bisa diputuskan dengan cepat. Mentang-mentang sudah punya pasangan kan belum tentu juga bisa langsung nikah. Apalagi kalau sudah menikah itu, ya tidak boleh cerai. Jadi aku benar-benar harus memilih pasangan yang tepat daripada aku menyesal di kemudian hari.
Pernah di suatu hari Minggu, pak pendeta berkata begini,"Menyesal saat salah beli barang paling dirasain cuma beberapa hari. Menyesal karena salah pilih pasangan akan dirasakan seumur hidup. Sedangkan menyesal karena tak mau ikut Tuhan akan dirasakan selamanya dalam kekekalan."
Ah kalau sudah ingat soal ini, aku jadi mulai bimbang lagi kan. Pasti ada deh rasa di hati kebimbangan itu. Tapi kadang kala aku juga sudah merasa mantap. Tapi...ah tak tahu deh. Kalau kalian gimana sih? 
Aku pernah diceritakan oleh teman sekerjaku dulu saat aku sedang proyekan di Karawang. Dia menceritakan pengalamannya saat mau menikah dan memberi nasihat. Dia bilang, semakin mendekati hari pernikahan, pasti ada saja perasaan bimbang. Benarkah si dia adalah orang yang tepat? Yang bisa kita lakukan ya berdoa agar Tuhan bukakan jalan dan beri petunjuk agar kita bisa tahu siapakah si pemilik tulang rusuk ini. Ceileh bijaknya. Hahaha. Tapi bener loh. Cuma bisa dengan kekuatan doa. Soalnya kalau karena cinta, cinta itu terkadang buta loh. Kalau sudah dibutakan oleh cinta terus ternyata pasangan kita itu brengsek dan baru ketahuan saat sudah menjalani kehidupan pernikahan, ya kita akan menanggungnya sampai mati. Jadi jangan sampai deh ya kita salah pilih pasangan. Amin.

Friday, March 23, 2018

Main AoV Mental Tempe

Pos kali ini aku mau curhat ah...Curhatannya ga penting sih..soal pengalamanku saat bermain Arena of Valor (AOV), MOBA yang lagi happening gitu deh, yang suka dikatain "MOBA kok Batman".  Lah itu icon laba-laba oi bukan kelelawar! Iiiihhh suka-suka aku dong, kan yang nulis aku, bukan kamu. hihihi.
Oh ya, game ini sudah sempat aku bahas di posku yang ini. Buat yang penasaran, boleh dicek langsung. hihii.
Jadi curhat ga nih?
Eh jadi-jadi! (゜o゜)
Gini nih ceritanya...

Aku sudah cukup lama ya main AoV ini. Emm kira-kira sudah 7 bulan nih aku mainin ini game. Kalau ibu-ibu hamil, udah bikin selamatan 7 bulanan kali ya aku. Hehe. Saat ini sih aku sudah level 30 dan berada di rank Platinum V. Hero dan skin yang aku punya juga sudah cukup lumayan lah. Lebih dari 20 ada.
Ih sombong!
Bukan maksud nyombong, aku cuma pengen ngedeskripsiin kondisi aku saat ini saja. Nah yang aku permasalahin sih gini...Aku itu tipe orang yang saat battle ga akan mau menyerah sampai titik darah penghabisan. Jadi kalau base masih utuh dan belum hancur alias loss, aku pantang nyerah dan percaya akan adanya comeback. Namun karena ini game online dan bermain dengan pemain manusia lain yang entah siapa itu aku tak kenal...sering kali dalam match aku menemukan orang-orang yang main dengan mental tempe. Mental tempe tuh maksudnya lembek gitu. Dikit-dikit inisiasi menyerah. Bahkan saat keadaan lagi memimpin, sempat-sempatnya ada orang yang pencet tombol menyerah. Bingung deh aku.


Ini bukan maksudnya aku nyalahin orang yang mencet tombol menyerah itu ya. Soalnya meski ada yang mencet tombol menyerah, kan masih ada empat orang sisanya yang bisa memilih untuk menyerah atau tetap bertarung. Nah jadi yang mau aku bahas tuh karena aku ini cuma punya teman main yang sedikit, mentok-mentok juga 2 orang teman main bareng, si Keket dan Kak Aji saja, jadi seringnya aku tuh main sendirian. Untuk MOBA game ini tuh berat loh main solo. Untung-untungan gitu. Kadang ketemu pemain yang suka marah-marah tapi skill-nya nol. Ada yang mainnya ga jelas dan kerjanya mati terus. Malah yang paling parah tuh ketemu orang yang AFK gitu. Sumpah ini sampah banget orang yang AFK apalagi AFK-nya di ranked match. Ugh ngeselin banget deh! Kayanya selain dikasih hukuman pengurangan skor gamer, tim Garena perlu juga kasih hadiah buat anggota-anggota yang setim sama si orang AFK itu. Soalnya berat banget pertarungan kalau ada satu anggota yang AFK. Sudah kalah, habis waktu, bikin bete doang malah. Ugh.
Ah jadi ngelantur ke mana-mana kan aku. Hmm. Sebenarnya, dari bermain AoV ini aku bisa mendapatkan pelajaran hidup loh. Aku dilatih untuk mengambil keputusan dalam hitungan detik. Misalnya saja saat di jalur tengah teman-teman sedang war dan aku sendirian di jalur bawah. Saat itu aku harus milih, pergi ke tengah untuk bantu teman-teman war atau tetap lanjut dan push tower. Seringnya sih aku push tower karena kalau tidak di push, gimana bisa maju sampai ke base kan. Tapi kadang kala pilihan untuk push tower itu merupakan pilihan yang salah. Misalnya saja saat teman-teman aku semuanya mati dan tinggal aku seorang diri yang hidup. Kalau sudah begitu, aku harus kembali ke markas dan melindungi tower-tower yang ada. Ini nih yang bikin susah main kalau main solo. Ga bisa koordinasi. Kalau bisa komunikasi gitu kan aku bisa nanya, apakah teman-teman yang sedang war tersebut sanggup untuk menahannya atau aku harus pergi ke sana. Yah sekali lagi, di sini aku jadi belajar betapa petingnya suatu komunikasi itu.
Selain itu, aku juga dilatih untuk penguasaan diri. Saat sedang fight one on one dan musuh sudah hampir mati namun selamat dengan masuk ke tower, kadang aku terpancing juga untuk mengejarnya hingga ke tower musuh yang berakhir dengan matinya aku karena ditembak tower. Aku jadi tersadarkan untuk menahan nafsu membunuh. Apalagi saat menginjak rank platinum. Permainan sudah berbeda deh dari permainan saat aku masih di rank silver apalagi bronze. Musuh-musuh tuh lebih jago-jago gitu. Jadi mainnya pun pakai strategi juga. Item-item kubeli bukan pakai rekomendasi lagi. Tapi jadi memilih sendiri mau pakai item apa, tergantung dari musuh-musuh yang dihadapi.
Ah jadi so so ngasih makna kehidupan begini. Intinya sih buat kalian yang baca posku dan kebetulan main AoV juga, jangan lupa add aku ya dengan ID furisukabo. Aku suka main di sore hari ataupun malam hari. Lah jadi promosi. Ehehehe. 
Oia, satu lagi nih yang ga aku suka kalau lagi main AoV, yaitu saat ketemu orang yang ngomong kasar. Sadar ga sih kadang dengan ngomong kasar di chat itu bikin suasana permainan jadi ga enak? Malah yang ada bikin mental tim jadi turun dan berakhir dengan kekalahan. Emangnya dengan ngomong kasar begitu akan membalikan keadaan dan pasti menang? Kan enggak. Kualitas seorang pemain itu bisa terlihat dari skill saat bermain. Bukan dari kata-kata yang diucapkan. Malahan aku tuh ga respect sama orang yang ngomong kasar, meskipun dia yang jadi MVP sekalipun. Tapi attitude-nya tuh nol besar di mataku. Ckck. Terus ya, dengan ngomong kasar gitu malah bikin ngeracunin pemain lain buat ikutan ngomong kasar. Ya contohnya saja kalau yang main bocah-bocah gitu. Dia malah jadi ikutan marah-marah dan ngomong kasar pula kan. Namanya juga bocah ya, emosinya masih labil. Huft. Ah mungkin orang yang ngomong kasar itu emang masih bocah kali ya. Jadi so so jago dan so marah-marah. Ckck.

Udah deh curhatan tak berfaedah dari aku ini. Mohon maaf ya apabila ada yang tersinggung, aku tidak maksud membicarakan seseorang kok, cuma pengen meluapkan uneg-uneg di hati saja. Hehe.

Thursday, March 22, 2018

Series Review: Westworld Season 1 (2016)

Sumber: IMDb.com
Sejujurnya aku nonton American thriller series ini sudah lebih dulu daripada drama Korea Missing You. Bahkan Westworld ini sudah Kibo rekomendasikan untukku tonton dari sejak Game of Throne heboh. Kalau Kibo nonton ini karena series Game of Throne belum keluar dan jadi selingan saat menunggu episode Game of Throne dirilis, aku nonton ini karena yaaa baru banget selesai maraton nonton Game of Throne. Hahaaha. Aku memang termasuk orang yang terlambat nonton Game of Throne. Aku benar-benar baru nonton Game of Throne saat season 7 sedang dirilis. Jadi binge watch gitu deh aku. Eh pos ini bukan mau membahas soal Game of Throne. Tapi Westworld, American thriller series yang baru banget kuselesaikan kemarin. Daaannn ini gambaran singkat tentang series satu ini.






Wednesday, March 21, 2018

Pengalaman Jadi Anggota di Nusaresearch

Gimana sih cara dapat uang dengan mudah dan kerja di rumah saja??  
Kali ini aku mau kasih tahu kalian caraku dapat uang dengan mudah nih. Caranya yaitu jadi responden survei gitu.
Hah? Maksudnya gimana nih?
Nah aku itu salah satu orang yang suka jadi responden dan mengumpulkan poin hasil isi survei untuk kemudian poin tersebut kutukarkan dengan uang atau hadiah yang tersedia lainnya. Nama komunitas tempatku jadi responden survei untuk mendapatkan uang dengan mudah adalah Nusaresearch. Buat yang penasaran, bisa banget langsung cus ke situsnya di www.nusaresearch.net ya!

Jadi di Nusaresearch ini setiap anggotanya memiliki kesempatan untuk menjawab survei dari berbagai perusahaan, organisasi, ataupun kelompok yang berbeda. Survei tersebut digunakan untuk menjadi data pendukung riset pasar dan menjadi bahan pertimbangan untuk strategi pasar mengenai produk, jasa, maupun organisasi. Anggota yang telah bergabung dalam komunitas survei Nusaresearch ini akan menerima sejumlah poin dari mengisi survei ataupun dari mengajak teman baru bergabung dalam komunitas ini. Nah poin tersebut bisa digunakan untuk penukaran hadiah. Hadiahnya apa saja sih? Ada pulsa, uang tunai, ataupun penukaran produk dari mitra Nusaresearch.Tapi selain kita bisa mendapatkan hadiah dari penukaran poin tersebut, kita juga berkontribusi dalam pemberian ide kita untuk meningkatkan pengembangan produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan kita di masa depan. Keren ga tuh?

Sumber: Nusaresearch,net

Pengalamanku Bergabung di Komunitas Nusaresearch
Berbeda dari situs-situs penyedia survei lainnya, Nusaresearch ini punya survei-survei yang pengerjaan satu surveinya rata-rata cuma makan waktu 5 menit saja. Jadi aku ga bosen buat ngisi survei-survei yang ada. Terus surveinya juga banyaaak. Dengan begitu kan poin akan ngalir terus dong...hihihi. Nih tampilan dari daftar Survei Publik yang tersedia:
Sumber: Nusarearch.net
Banyak kan guys daftar surveinya?? Selain survei yang ada di daftar ini, kita juga bisa diundang untuk berpartisipasi dalam survei yang hadiahnya itu bisa 1000 poin loh. Tim Nusaresearch nanti akan mengirimkan kita surel (email) untuk berpartisipasi dalam survei 1000 poin tersebut. Untuk bisa mendapatkan undangan tersebut, kita harus mengisi Survei tentang diri Kita. Gunanya agar tim dari Nusaresearch ini bisa mengirimkan kita survei yang memang sesuai dengan kita sebagai respondennya. Asik banget kan?

Nah selain dapet poin dari isi survei publik, kita juga bisa loh nyumbang ide dengan bikin pertanyaan survei cepat. Maksudnya??
Iya jadi di Nusaresearch ini ada program yang namanya Survei Cepat. Di sini kita bisa membuat pertanyaan gitu untuk bisa dijawab oleh anggota lainnya. Tim Nusaresearch ini akan memilih secara acak 25 pertanyaan dan 25 pertanyaan tersebut akan dipublikasikan di halaman muka setiap hari Selasa tiap minggunya. Untuk setiap pertanyaan yang terpilih ini akan diberikan hadiah 10 poin kepada si pembuat pertanyaan. Terus Survei Cepat ini akan dibuka untuk jumlah responden yang tidak terbatas dalam satu bulan. Setiap anggota dapat berpartisipasi dalam:

  • Menjawab survei untuk mendapatkan 1 poin khusus untuk 250 responden pertama (dengan survei cepat yang memiliki jumlah responden kurang dari 250). Maksimal menjawab 5 pertanyaan per harinya.
  • Menjawab survei untuk memberikan vote (dengan survei cepat yang memiliki jumlah responden 250 atau lebih). Buat yang ini tidak ada batasan bagi anggota yang ingin berpartisipasi dalam memberikan vote. Tapi dapat 1 poinnya khusus untuk 250 responden pertama nih.
Lalu seluruh survei tersebut akan ditutup setiap hari Selasa tiap minggunya dan akan dibuka survei cepat yang baru pada hari yang sama. Admin akan memilih 1 hasil Survei Cepat dengan responden terbanyak dengan waktu tercepat tiap minggunya untuk mendapatkan hadiah spesial berupa 500 poin. Tapi syaratnya survei tersebut harus mendapatkan minimum 300 respon.

Terus, masih ada satu cara lagi nih buat dapetin poinnya, yaitu dengan mengundang temanmu untuk bergabung dalam komunitas Nusaresearch ini! Caranya ya dengan membagikan link ke teman kita. Nih kalau kalian mau gabung, bisa banget klik link berikut:
http://nusaresearch.net/public/register/register/refUserName/334615
Setiap teman yang pakai link tersebut akan mendapatkan 15 poin langsung ke akunnya. Sedangkan kita bisa mendapatkan 10 poin hadiah apabila teman yang kita undang tersebut melengkapi prosedur registrasi. Nah kalau teman yang kita undang tersebut sudah mendapatkan seratus poin, kita bisa mendapatkan 50 poin bonus. Asik kan??

Saat ini aku baru mengumpulkan sedikit poin dan belum bisa kutukarkan dengan hadiah yang ada. Minimal harus punya 500 poin dulu untuk mendapatkan hadiahnya. Nah 500 poin itu setara dengan Rp 25.000 pulsa/iPay/PayPal/Go-Pay. Maksimal penukaran poin adalah 5.000 poin yang setara dengan Rp 250.000. Penukaran poin ini terbagi dalam 2 periode. Jadi jangan marah-marah dulu pas ditukar poinnya, hadiahnya belum dapat. Sabar sayang...Jadi gini mekanismenya...
  1. Daftar untuk menukar poin, terbagi dalam 2 periode. Periode pertama tanggal 11-25 dan periode kedua tanggal 26 hingga tanggal 10 bulan berikutnya. Terbagi 2 untuk penukaran pulsa ya. Kalau untuk iPaymu (E-Wallet) hanya dalam satu periode saja, yaitu tanggal 26 hingga tanggal 25 bulan berikutnya.
  2. Konfirmasi penukaran. Penutupan konfirmasi penukaran pulsa melalui telepon pada tanggal 30 atau 31 untuk periode 1. Sedangkan untuk periode 2 itu penutupan konfirmasi penukaran pulsa melalui telepon pada tanggal 15. Nah kalau untuk iPaymu (E-wallet), penutupan konfirmasi penukaran E-wallet melalui telepon pada tanggal 30 atau 31 tiap bulannya.
  3. Penutupan Periode Penukaran. Untuk penukaran pulsa, periode 1 ditutup tanggal 4 bulan berikutnya pukul 00:00, sedangkan untuk periode 2 ditutup tanggal 18 bulan berikutnya pada pukul 00:00. Kalau untuk iPaymu (E-Wallet), penutupan dilakukan tanggal 4 bulan berikutnya pukul 00:00.
Jadi sabar saja ya guys buat nunggu hadiahnya. Tak akan terlambat kok. Pasti dapat! Sudah banyak yang membuktikannya. hihi.

Sooo, kapan lagi bisa dapat uang dengan mudah dan kerja di mana saja dan kapan saja! ^^ Buruan klik ini sekarang juga!

Monday, March 19, 2018

Book Review: DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990

Judul                       : DILAN dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis                   : Pidi Baiq
Jumlah Halaman   : 332 Halaman
Tahun Terbit         : 2014
Penerbit                 : DAR! Mizan
Kategori                 : Remaja
Sinopsis:

"Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja." (Dilan 1990)

"Milea jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti besoknya, orang itu akan hilang." (Dilan 1990)

"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli." (Milea 1990)



Thursday, March 15, 2018

Series Review: I Miss You / Missing You (2013)

Setelah drama W - Two World, kali ini aku nonton drama yang lebih jadul lagi nih dari W. Drama ini dirilis tahun 2012 akhir hingga Januari 2013 lalu. Judulya I Miss You.

Sumber: AsianWiki

Penulis : Moon Hee Jung
TV : MBC
Genre : Romance, Melodrama, Crime, Mystery
Episode : 21
Tanggal Rilis: 7 November 2012 - 17 Januari 2013
Cast:

Wednesday, March 7, 2018

Jalan-Jalan ke Madiun: Kota Gadis

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 25 Februari 2018, aku mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kota Gadis alias kota Madiun. Penasaran ga sih kenapa disebut Kota Gadis? Awalnya aku sendiri tak tahu kalau Madiun ini disebut sebagai Kota Gadis. Sampai akhirnya teman kantorku nyeletuk, "Tau ga kenapa Madiun disebut Kota Gadis?". Baru deh aku ngeh soal sebutan kota Madiun ini. Nah kalian sendiri tahu tidak kenapa? Kalau tak tahu, aku kasih tahu deh. Aku kan baik #plak malah muji diri sendiri. Tak apa dong, daripada tak ada yang muji. Hihi. Jadi, Madiun disebut Kota Gadis itu bukan karena di Madiun banyak wanita-wanita yang masih jomblo eh belum menikah maksudku. Tapi disebut gadis karena merupakan singkatan dari perdaGAngan, penDIdikan, dan induStri. Disingkat jadi GADIS deh! Hihi. Lucu ya.

Tuesday, March 6, 2018

Movie Review: Red Sparrow (2018)


Awalnya sih aku ga berniat buat nonton film. Namun adikku ini semangat banget buat ngajak nonton Red Sparrow. Tanggal 2 Maret 2018 kemaren film ini rilis di bioskop kesayangan kita. Nah tanggal 3 Maretnya langsunglah aku, Olen, dan Ray pergi nonton film ini. Kami memutuskan untuk pergi ke Mall Taman Anggrek. Sesampainya kami di sana, kami langsung cus ke XXI untuk membeli tiket. Kami sampai di sana sekitar pukul 12.00 kurang. Jadi kami memutuskan untuk nonton jam 12.45 WIB. Wah studio sudah hampir penuh setengahnya. Beruntung masih dapat di area tengah-tengah which is benar-benar di tengah. Tapi agak pinggir dikit sih. Hehe. Harga tiket hari Sabtu Rp 60.000 per orang. Mahal sih...maklum nontonnya di Mall Taman Anggrek sih. Tapi kalau mau ke bioskop yang murah, ongkos ke sananya mahal juga. Jadi yasudahlah~

Red Sparrow
Sutradara : Francis Lawrence
Produser : Jenno Topping, Peter Chernin, David Ready, Steven Zaillian
Penulis : Justin Haythe
Produksi : 20th Century Fox
Jenis Film : Misteri, Thriller
Censor Rating : 21+
Durasi : 138 menit

Sinopsis:
Dominika Egorova (Jennifer Lawrence), seorang mantan ballerina dimanipulasi menjadi Red Sparrow. Ia dilatih untuk menggunakan tubuh dan pikirannya sebagai senjata. Hal itu dilakukan Dominika demi menebus pengobatan ibunya yang sedang sakit.

Ia harus menjalani berbagai misi berbahaya yang terpaksa dilakukannya. Termasuk bertemu dengan seorang agen CIA (Joel Edgerton) dan menjalankan misi tersebut bersama dengannya.

Monday, March 5, 2018

Movie Review: Black Panther (2018)


Bertepatan dengan hari kasih sayang, film Marvel satu ini dirilis. Yap tanggal 14 Februari 2018 kemarin akhirnya si Black Panther ini keluar guys. Namun saat itu aku dan teman-temanku nonton Eiffel I'm in Love 2 dulu dong daripada si panther satu ini. Kenapa? Ya karena kami sudah janjian buat nonton Eiffel I'm in Love 2 di hari kasih sayang saja sih. Habis lagi pengen nonton yang romantis-romantis ketimbang yang action. Hihihi. Baru deh tanggal 23 Februari 2018 lalu akhirnya aku nonton Black Panther. Aku nonton di CGV Slipi Jaya. Pas banget nih lagi ada diskon dari BCA karena BCA sedang berulangtahun. Lumayan nih jadi nomat alias nonton hemat. Hehehe. Satu tiket untuk hari Jumat saat itu Rp 40.000. Berhubung dapat diskon, jadi Rp 31.900 per orangnya. Wah lumayan banget kan?! Aku nonton jam 19.30 WIB padahal dari jam 18.00 WIB aku dan Keket sudah di sana. Oh ya, aku nonton sama Keket dan Olen. Janjian ketemuan sama Olen di Slipi Jaya. Sebelum nonton, kami makan dulu di Solaria. Daripada nanti perut bunyi saat nonton film. Kan malu. Hehe

Black Panther
Sutradara : Ryan Coogler
Produser : Kevin Feige, David J. Grant
Penulis : Joe Robert Cole, Ryan Coogler
Produksi : Walt Disney Pictures
Jenis Film : Action, Adventure, Sci-Fi
Censor Rating : 17+
Durasi : 134 menit

Sinopsis:
Sebagai Raja baru dari Wakanda, T'Challa (Chadwick Boseman) masih bergumul mengenai perasaannya atas meninggalnya sang ayah, T'Chaka (John Kani). Namun ia kemudian memutuskan untuk meneruskan perjuangan sang ayah.

Ketika Wakanda berada dalam ancaman dua musuh berbahaya yang dapat mengancam keselamatan negara, Black Panther berusaha membuktikan diri sebagai raja sejati Wakanda. Ia harus menggunakan kostum barunya serta kekuatannya untuk membela Wakanda dan negara lainnya.

Friday, February 23, 2018

Journal: Plan With Me March 2018

Wah tak terasa ya sebentar lagi bulan penuh cinta ini akan segera berakhir. Lalu siap-siap juga deh aku untuk membuat template bulan Maret di jurnal kesayanganku itu. Seperti biasa, aku browsing-browsing dulu di Pinterest tentang cover Maret ini. Kebanyakan bertemakan tentang Spring gitu. Memang sih bulan Maret itu ya bulannya memasuki musim semi. Lalu aku menemukan satu gambar yang menarik hatiku. Ini dia cover bulan Maret hasil karyaku yang diinspirasi dari gambar di Pinterest:

Cover Maret 2018
Gimana menurut kalian? Lucu kan?? Hehe. Ya kalau boleh jujur, bagusan aslinya. Kalau di aslinya itu pewarnaannya pakai cat air. Berhubung aku ga bisa pakai cat air dan cuma punya Neocolor Carand'Ache, jadi ya aku pakai itu saja. Memang sih hasilnya jadi beda gitu. Tapi tak apalah. Aku tetap suka dengan hasil yang kubuat ini.
Nah setelah selesai bikin cover, kulanjuti untuk membuat layout monthly log. Tak ada yang berbeda dari monthly log yang lalu. Aku selalu suka dengan template yang seperti biasa. Begitu pula dengan template habit tracker. Masih sama seperti bulan lalu.

Yang berbeda ya paling warna dari tulisannya. Selain itu kutambahkan hiasan washi tape untuk mempercantik jurnalku ini. Lucu ga?
Habis itu dilanjut dengan sleep tracker dan weekly log.


Sederhana kan template-nya? Aku yakin kalian juga bisa membuatnya. Asal niat saja sih. Eh tapi niat saja belum cukup deh. Harus benar-benar dilaksanakan. Hihihi.
Kalau kalian buat juga, boleh share link untuk aku melihatnya di kolom komen di bawah ini. (✿◠‿◠)

Wednesday, February 21, 2018

Series Review: W - Two Worlds (2016)

Kali-kali ah mau review tentang drama Korea. Nah kemarin ini aku baru saja selesai nonton drama Korea W - Two Worlds. Ketinggalan banget ga tuh?! Maklum akhir-akhir ini lagi nimbrung series Barat daripada drakor (drama Korea). Nah biar aku bisa inget tentang ini drama, aku mau kasih review gitu. Syukur-syukur ada yang baca ya. Kalau ga ada juga ga apa kok. Dinikmati sendiri saja kaya nulis diare eh diary.

Sumber: http://www.swirlsandscribbles.com/2017/02/korean-novela-w.html

W Two Worlds
Sutradara : Jung Dae-Yoon
Penulis : Song Jae-Jung
TV : MBC
Genre : Fantasi, romance, comedy, action
Episode : 16 + 1 spesial episode

Sinopsis:
Bercerita tentang sepasang kekasih berusia 30 tahun yang hidup di dunia yang berbeda namun di zaman yang sama. Oh Yun Joo (Han Hyo Joo) merupakan dokter bedah yang memiliki ayah seorang komikus terkenal bernama Oh Sung Moo (Kim Eui Sung).
Suatu hari, kejadian yang tak terduga terjadi, yaitu ayahnya tiba-tiba menghilang. Ia lantas langsung mencari ke studio tempat ayahnya biasanya bekerja. Namun bukannya menemukan ayahnya, ia malah ditarik seorang pria yang tidak dikenal bernama Kang Chul (Lee Jong Suk) yang ketika itu seluruh tubuhnya di penuhi oleh darah dan ia pun dibawa ke dunia yang berbeda.


Tuesday, February 20, 2018

Review: Wardah BB Cream Lightening SPF 32

Sebagai pemilik muka berpori-pori besar dan berminyak, aku pun tergoda untuk menggunakan BB Cream supaya tampilan mukaku itu flawless mulus lus lus. Pertama kali ingin pakai BB Cream ya karena adikku duluan yang memakai BB Cream. Saat itu dia menggunakan BB Cream dari Garnier yang pertama kali memunculkan BB Cream di Indonesia (menurutku). Tak lama, muncul deh beberapa merek yang mengeluarkan BB Cream. Kemudian aku pun memilih Wardah BB Cream Lightening SPF 32 yang ukuran 15 ml untuk aku coba pertama kali. BTW, Wardah memiliki 2 varian BB Cream ya. Yang Lightening (kemasan biru) dan Everyday (kemasan hijau). Kalau yang Everyday SPF-nya 30 saja. Jadi aku pilih yang Lightening deh karena lebih tinggi SPF-nya. Hahaha.

Deskripsi Singkat Tentang Wardah BB Cream Lightening SPF 32 PA+++
multi skin care + make up triple lightening system
  • Triple Lightening System untuk kulit tampak lebih cerah dan bercahaya
  • Wajah tampak lebih cerah seketika
  • Membantu menutup ketidaksempurnaan dan warna kulit tidak merata
  • Long Lasting
  • Dengan extract moisturizer Aloe Vera untuk kulit lebih lembab
  •  UV Protection
  • Antioksidan sebagai proteksi terhadap radikal bebas
  • Oil free formula
  • Kulit terlihat lebih halus
  • Perfume free

[Review] Wardah BB Cream Lightening SPF 32 PA+++
Untuk kemasannya tube gitu ya seperti kebanyakan merek BB Cream. Kemasannya bagus sih tidak mudah bocor. Pakainya cukup dikit saja seukuran biji jagung dan sudah bisa menutupin seluruh wajah aku. Tidak ada wanginya karena memang perfume free. Teksturnya kental. Namun aku merasa cukup berat ya menggunakannya. Medok gitu deh istilahnya kalau pakai BB Cream. Apalagi mukaku kan berminyak ya. Jadi kalau pakai BB Cream ini jadi berasa gimana gituuu. But it's ok. Namun kalau sudah semakin sore, BB Cream ini bisa memudar gitu. Jadi "nemblok-nemblok" gitu deh mukaku. Terutama daerah T. Jadi musti di-touch up lagi gitu atau yaudah diilangin sekalian daripada mukanya jadi belang-belang aneh kan. Hehehe.
Meski begitu Wardah BB Cream ini benar-benar ampuh menutupi pori-pori wajahku yang besar. Tampilannya jadi mulus gitu deh wajahku. Lalu karena aku pakainya yang warna Light, wajahku jadi lebih putih deh. Selain itu, karena sudah mengandung mousturizer, aku tidak perlu menggunakan pelembab lagi sebelum mengenakan BB Cream ini. Kalau aku pakai pelembab lagi sebelumnya, wah rasanya makin berminyak gitu deh mukaku. Jadi kalau saran aku sih buat kalian yang kulitnya berminyak, tidak perlu lagi pakai pelembab sebelum mengenakan Wardah BB Cream. Sudah cukup kok dengan menggunakan Wardah BB Cream saja. Selain itu, aku pasti akan menggunakan bedak lagi sesudahnya. Mengapa? Soalnya kalau cuma pakai Wardah BB Cream, mukanya jadi lengket gitu deh. Aku lebih suka dikasi bedak lagi jadi lebih dove aja gitu. Ya tiap orang pasti beda-beda sih. Kadang ada juga yang merasa sudah cukup pakai BB Cream. Namun aku tipe orang yang akan menambahkan kembali bedak sesudah pakai BB Cream. Selain itu jadi lebih awet juga.
Harga dari satu buah Wardah BB Cream Lightening SPF 32 ukuran 15 ml sekitar Rp 32.000 , sedangkan untuk ukuran 30 ml sekitar Rp 50.000. Untuk mendapatkan produk Wardah BB Cream ini mudah sekali ya. Terutama untuk yang di wilayah kota. Wah gampang deh. Apalagi online sekarang juga sudah banyak yang menjual. Jadi tinggal pesan saja di toko online dan voila~ sudah ada di rumah.
Aku pakai ukuran 15 ml dan ini super awet gitu ga habis-habis. Bahkan sampai kadarluasa masih sisa dong. Maklum aku jarang pakai BB Cream juga. Dipakai cuma saat weekend atau lagi pengen saja. Hehe. Tapi menjelang tanggal kadaluarsa aku pakai hampai setiap hari biar tidak mubazir. Meski begitu Wardah BB Cream ini tidak membuat wajahku berjerawat loh. Kuncinya sih kalau pakai BB Cream ini harus pakai susu pembersih sebagai pembersihannya. Kalau cuma sabun muka saja kurang bersih guys. Pernah aku lupa pakai micellar water dan memang benar masih nyisa make up di wajah. Tahu darimana? Ya soalnya habis cuci muka pakai sabun muka, aku usap wajahku pakai toner. Nah di kapas muncul deh sisa make up yang berarti sabun wajah kurang mengangkat make up di wajah aku. Jadi buat kalian yang memiliki kulit sensitif mudah berjerawat, jangan lupa deh pembersihan pakai susu pembersih atau micellar water untuk membersihkan BB Cream di wajah. Kalau engga pasti bakal jerawatan deh trus kalian malah nyalahin si BB Cream karena bikin muka jerawatan. Hahaha.

Monday, February 19, 2018

Movie Review: Eiffel I'm in Love 2 (2018)

IMDb.com
Sebagai orang yang sudah pernah menonton Eiffel I'm in Love dan menjadi salah satu fans dari film ini, aku pun tak sabar menunggu film Eiffel I'm in Love 2. Bertepatan dengan hari kasih sayang alias Valentine, film ini dirilis di Indonesia. Beberapa hari sebelum itu, aku dan kedua teman kantorku, Anjar dan Keket, memang sudah berencana untuk nobar (nonton bareng) pas hari pertama film ini dirilis. Tepat tanggal 14 Februari 2018 kemarin, kami memesan tiket Eiffel I'm in Love 2 melalui aplikasi GoJek. Pas banget pula lagi ada voucher nonton dari Gojek apabila membeli tiket menggunakan Go-Tix. Puji Tuhan ya jadi nonton hemat. Hihihi. Kami berencana untuk nonton di Kalibata City Square karena lokasi tersebut yang paling dekat dengan kantor kami. Jam 19.30 WIB merupakan jam yang kami pilih sebagai jam nonton kami. Awalnya sih mau pilih jam 18.30 WIB, namun aku pikir akan mepet kalau pilih jam 18.30 WIB karena kami harus makan malam dahulu dan biar tak buru-buru gitu. Harga tiket kalau beli langsung itu Rp 35.000. Nah berhubung Go-Tix sedang ada promo, kami membayar Rp 30.000/orang untuk menonton Eiffel I'm in Love 2 ini. (・∀・)

Eiffel...I'm in Love 2
Sutradara : Rizal Mantovani
Produser : Sunil Soraya
Penulis : Donna Roysamana
Censor Rating : 13+
Genre : Drama
Durasi : 117 menit

Sinopsis:
12 tahun berlalu.. Tita yang dulunya duduk di kelas 1 SMA, sudah menjadi seorang wanita dewasa. Selama 12 tahun pula, Tita dan Adit menjalani LDR. Setiap harinya, hubungan mereka selalu diwarnai pertengkaran. Bahkan Tita mulai gelisah karena Adit tidak kunjung melamarnya, sementara kedua sahabat Tita, Nanda dan Uni, sudah menikah. 

Akankah hubungan Tita dan Adit berakhir di pelaminan? Atau mereka tidak ditakdirkan untuk bersama?

[Review]
Masih menggunakan cast yang sama seperti film pertamanya membuat aku jadi nostalgia lagi. Benar-benar tidak ada karakter yang berubah dari film sebelumnya kecuali ada 2 orang cast baru, suaminya Nanda (Wafda Saifan) dan si tokoh Adam yang diperankan olen Marthino Lio. Karena masih menggunakan cast yang lama ini, bisa terlihatlah perubahan selama 12 tahun itu (kalau aslinya 14 tahun sih). Shandy Aulia makin cantik saja deh. Terus baju-baju yang dipakainya...uwih bagus-bagus! Aku menduga kalau semua baju yang dipakainya di film itu merupakan baju dari butik pribadinya. Hihih. Habis mrip-mirip gitu modelnya. Menggunakan kain brukat gitu, feminim dan manis, serta membuat aku ingin memilikinya juga. Eh. Sedangkan Samuel Rizal yang memang sudah menjadi sesosok bapak, jadi lebih berwibawa gitu. Namun fisiknya jadi gemuk ya. Hmm. Shandy Aulia dan Samuel Rizal juga sukses memerankan karakter Tita dan Adit yang selalu bikin aku gemas melihatnya. Namun meski sudah 12 tahun, sikap keduanya dan pertengkarannya masih seperti jaman remaja gitu. Tapi tak apalah, pertengakaran mereka berdua justru yang bikin aku gemas dan tertawa. Buat yang sudah punya pacar tapi tak kunjung dilamar-lamar juga pasti merasa baper deh. Hihihi. Apalagi dengan quote handal dari teman Tita.."Uda 12 tahun hubungan, itu pacaran atau kredit rumah?!" Ugh.
Selain bikin aku tertawa, film ini juga sukses bikin aku nangis. Tapi emang aku orangnya gampang nangis sih kalau nonton drama. Hahaha. Bagian yang bikin aku nangis itu ya part saat Tita mengira akan dilamar Adit...tapi...eh eh ntar spoiler lagi. Hehe. Latar film yang sebagian besar merupakan kota Paris, Prancis ini juga sukses bikin aku ingin jalan-jalan ke sana. Sosok Adit yang galak tapi sweet juga bikin aku mesem-mesem melihatnya. Ah pokoknya aku tetap suka dengan film keduanya ini. Lebih romantis dan lebih kocak aja menurutku.
Rating dari IMDb itu 7.3/10, sedangkan kalau aku memberi rating untuk Eiffel I'm in Love 2 ini sebesar 8 dari 10. Hehehe. Sebagai orang yang suka drama, aku menikmati nonton Eiffel I'm in Love 2 ini. Kurangnya menurutku sih adegan dari pemain ada beberapa yang masih kaku, tidak natural gitu. Untuk alur cerita sih tidak maksa dan gaje (ga jelas) sih. Soalnya kadang kalau di sinetron-sinetron Indonesia kan suka gaje gitu. Konflik yang dibangun juga tidak lebay. Oke deh pokoknya. Hehe. Kalau menurut kalian gimana?


================================================================
Curhat sedikit. Habis pulang nonton Eiffel I'm in Love 2 ini, aku langsung kepoin kehidupan Shandy Aulia dan Samuel Rizal loh. Hahaha. Aku sebenarnya tim yang setuju kalau Shandy sama Sammy saja di kehidupan nyata. Tapi ternyata mereka berdua itu tak cocok aslinya, makanya mereka tak pernah pacaran. Tapi keket bilang mereka itu pernah pacaran namun putus. Sumber berita yang dia baca dari Wiki. Namun hasil yang aku dapat malah Shandy bilang kalau dia suka geli sendiri saat diberitakan bahwa Shandy dan Sammy pacaran. Hmm...yang benar yang mana ya. Hihi. Terus aku baru tahu kalau umur mereka berdua itu beda 7 tahun. Kupikir tidak jauh-jauh amat, sekitar 4 tahun gitu. Berita lainnya, pernikahan Shandy dan suaminya sudah 5 tahun loh. Wah sudah lama juga ya. Tinggal ditunggu nih momongannya. Hihi. Didoakan semoga bisa cepat punya keturunan ya. Amin.
Kalau dari sisi Sammy sendiri, sekarang doi masih menduda dan sibuk mengurus anaknya Drucilla. Kasian sih saat aku baca beritanya kalau mantan istrinya itu selingkuh sama seorang pilot. Yang lucunya, fisik selingkuhannya itu mirip kaya Sammy. Ya ga jauh-jauh ya tipe kesukaannya. Hehe. Duh jadi pos gosip begini ya. Hahah.