Thursday, February 28, 2019

Progress Pasang Kawat Gigi di drg. Linus Boekitwetan

Kemarin ini aku dapat komen dari pembaca untuk ceritain review pemasangan kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Wah, ga nyangka posku ini ada yang baca juga ya. Senangnya.... Nah karena uda ada penyemangatnya, makanya aku mau tulis nih pengalamanku pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Mari disimak ya para pembaca yang baik hati. ^^

Tanggal 16 Februari 2019 kemarin aku datang kontrol yang ke-11. Karena tiap kontrol itu aku bayar cicilan biaya kawat gigiku sebesar Rp 500.000, berarti sejauh ini aku sudah bayar Rp 5.000.000 (DP) + Rp 5.500.000 = Rp 10.500.000. Wow tinggal Rp 1.500.000 lagi maka cicilanku lunas. Huehehehe...


Tidak seperti prediksi awal drg. Linus, ternyata progress selesainya pemasangan kawat gigiku ini tidak bisa selesai di pertengahan bulan Februari. Tapi memang aku minta drg. Linus untuk bisa menyelesaikan perawatan kawat gigi ini di pertengahan Maret sih, tepatnya sebelum tanggal 20 Maret 2019. Soalnya tanggal 20 Maret 2019 itu aku mau pergi foto pre-wedding. Terus si Q itu ga setuju kalau pada saat foto, gigiku ini masih dipagerin. Nah makanya aku kasih target deh sama pak dokter. Hahahah. Uda kaya penyelesaian proyek bangunan aja ya pake ditargetin segala. Tapi meski begitu pak dokter dengan sabarnya menyanggupi permintaanku ini loh!

Padahal kalau dipikir-pikir, pemasangan kawat gigiku ini terhitung sangat cepat. Bayangkan saja, aku baru mulai pasang kawat gigi di tanggal 30 Juli 2018 dan aku minta selesai perawatan kawat gigi ini sebelum tanggal 20 Maret 2019. Berarti aku pasang kawat gigi cuma sekita 8 bulan saja. Uwoow, paket kilat. drg. Linus sendiri berkomentar demikian saat aku kontrol tanggal 16 Februari 2019 lalu dan yak, saat kontrol gigi kesebelasku itu, kawat gigi bagian bawahku sudah dilepas. Hooray! Kawat giginya bisa aku bawa pulang loh. drg. Linus yang menawarkan mau ga aku bawa pulang kawatnya buat kenang-kenangan. Langsung saja aku anggukan kepala karena saat itu aku ga bisa ngomong, kan lagi dilepas kawatnya.

Kawat Gigi Bawahku yang Bisa Dibawa Pulang
Untuk kontrol berikutnya, aku sudah buat janji di tanggal 2 Maret 2019 nanti. Namun sepertinya aku terpaksa membatalkan janji tersebut. Habisnya papa mamaku minta aku pergi ke Bandung sih. Jadinya aku minta diatur kembali deh jadwal kontrol giginya. Nah kalau mau atur-atur jadwal ini, aku cukup WA saja ke nomor drg. Linus Boekitwetan. Responnya cukup cepat kok. Tapi kalau lama pun ya aku maklum lah, pasti pak dokter lagi nanganin pasien.

Kalau ditanya bagaimana pengalamanku selama pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan... aku sih suka-suka saja ya dengan pelayanan yang diberikan. Pak dokter selalu mengingatkanku untuk datang kontrol. Pasti di-WA deh buat nanyain jadi datang kontrol atau engga. Nah karena diingatkan ini, aku jadi ga lupa buat datang kontrol. Kalau engga mah, pasti lewat deh. Apalagi aku tuh harus lebih intens kontrolnya karena harus cepat selesai. Jadi aku dianjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali gitu. Bulan-bulan awal sih masih tiga minggu sekali. Tapi di pertengahan progress, kontrolnya jadi dua minggu sekali.

Setiap datang kontrol, aku memang harus menunggu dulu sih karena masih ada pasien. Tapi nunggunya ga lama kok karena kan sudah buat jadwal. Tapi pernah beberapa kali drg. Linus yang nungguin aku. Soalnya aku ini pasien terakhir sebelum kliniknya tutup. Apalagi aku kontrol tuh hari Senin/Kamis gitu sehabis aku pulang kerja. Terus aku kan ga tau ya kondisi jalanan macet apa engga. Kalau macet, terpaksa lah drg. Linus yang nungguin aku. Untungnya drg. Linus ini mau loh nungguin pasien telat macem aku ini. Huhuhu baiknya pak dokter....

Saat masuk ruangan untuk kontrol, drg. Linus pasti memutarkan lagu-lagu hits gitu. Bikin hati senang mendengar lagu yang enak didengar. Terus pak dokter langsung lihat berkas milikku untuk cek perkembangan dan langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan. Pak dokter juga suka minta aku buat ingetin di kontrol berikutnya harus dilakukan apa, supaya doi ga lupa juga gitu.

Kalau ditanya kesannya, drg. Linus itu orangnya ramah, suka ngajakin pasiennya ngobrol padahal si pasien itu ga bisa ngejawabin pertanyaan yang diajukan. Ya gimana atuh dok, aku kan lagi menganga karena lagi diperiksa, ga bisa jawab deh. Hahaha. Terus juga bukan tipe dokter yang ngelama-lamain progress pasang kawat gigi pasiennya gitu. Aku ingat drg. Linus bilang gini saat aku minta supaya bulan Maret sudah harus selesai "Iya, saya juga ga mau ngelama-lamain. Kalau emang uda bisa selesai, ya saya lepas kawatnya." Oke-oke dok. Terima kasih sudah mau menyanggupi. Terus selain itu, drg. Linus ini tuh suka bagi-bagi hadiah gitu saat hari-hari raya besar. Pas Lebaran kemarin aku dapat coklat dan kurma gitu. Lalu saat Natal, aku juga dikasi souvenir tempelan berbentuk gigi gitu. Lucu deh.

Souvenir Natal dari drg. Linus Boekitwetan
Oia, karena kawat bawahku sudah dilepas, aku sehari-hari harus pakai retainer. drg. Linus bilang aku harus rajin-rajin pakai retainer. Lepasnya cuma saat makan dan gosok gigi saja. Soalnya kan perawatan gigi kawatku ini terhitung cepat. Jadi supaya ga berubah lagi, harus rajin pakai retainer. Bentuk retainer-nya bening gitu. Terus ada tempatnya juga, jadi kalau dilepas bisa diletakan di tempatnya supaya ga hilang. Kata drg. Linus, retainer ini jangan sampai hilang. Kalau hilang, biaya bikin barunya bisa sejutaan gitu. Wah lumayan banget kan kalau harus bayar lagi. Hiks.

Retainer Bening
Tempat Retainer
Buat dapetin retainer ini ga bisa langsung saat itu juga. Gigiku dicetak lagi baru dua hari setelahnya aku bisa mendapatkan retainer ini. Jadi karena aku kontrol hari Sabtu, kudapatkan retainer ini di hari Senin pagi jam 10. Buat ngambilnya ga perlu cape-cape dateng ke kliniknya kok. drg. Linus memang menyarankan agar aku memesankan ojek daring untuk mengantarkan retainer ini. Jadi ga perlu repot datang langsung cuma buat ambil ginian kan...

Oke, segitu dulu deh yang bisa aku ceritain. Rencananya sih tanggal 16 Maret 2019 ini gigiku sudah bebas dari pagar kawat ini. Hehehe. Ditunggu kelanjutannya ya saudara-saudari... ^^

Tuesday, February 26, 2019

Jalan-Jalan Ke Bali: Pindah ke Daerah Kuta

Minggu, 18 November 2018

Di hari Minggu ini, aku beserta Mr. Kibo fam berkemas-kemas untuk pindah hotel ke daerah Kuta. Hotel yang akan kami singgahi berikutnya ini dekat dengan bandara. Tujuannya sih supaya ga butuh waktu lama untuk sampai di bandaranya. Maklum penerbangan kembali ke Jakarta kan saat itu pagi-pagi. Jadi biar ga bangun subuh-subuh banget. Ya meski ternyata jadwal penerbangannya diundur jadi lebih siang....Tapi tak apalah...jadi kan ga harus pagi-pagi amat siap-siap ke bandaranya. Teteup.

Thursday, February 21, 2019

Jalan-Jalan ke Bali: Babi Guling, Mall, dan Night Bar

Buat persiapan dan hari pertama jalan-jalan ke Bali kali ini bisa kalian baca di sini ya. Pos ini adalah lanjutan dari keseruanku selama jalan-jalan di Bali. Oke, hari kedua di Bali ngapain saja??? Check this out!

Sabtu, 17 November 2018

Pagi hari kami bersantap pagi menu buffet dari Hotel Pelangi. Makanannya enak-enak. Kusuka menunya. Apalagi ada sosis kesukaan. Hmm nikmatnya. Usai mengisi perut sampai kenyang, aku mengajak Mr. Kibo untuk berenang. Habis ngeliatin kolam renang saat sarapan pagi menggodaku untuk menceburkan diri di sana.

Di Hotel Pelangi ini menyediakan pos handuk gitu di dekat kolam renang. Jadi kita tidak perlu repot-repot bawa handuk dari kamar kalau mau berenang atau bermain di pantai. Cukup pinjam saja handuk di pos handuk yang ada di sana. Nice.

Wednesday, February 20, 2019

Jalan-Jalan ke Bali: Lagi?! Ngapain Aja di Bali?

Tahun ini dua kali aku menginjakkan kaki di Pulau Dewata, Bali. Yang pertama trip ke Bali bersama Kembar 5 minus Siska pada bulan Mei tanggal 10 - 13. Nah yang kedua trip ke Bali bersama Mr. Kibo and family pada tanggal 16 - 20 November 2018. Ga bosen gitu?? Jawabannya sudah pasti tidak. Karena perginya kan sama orang yang berbeda dan aku mengunjungi tempat-tempat yang berbeda pula dari kunjunganku yang pertama.

Persiapanku untuk liburan ke Bali kali kedua ini tidak seheboh pas pergi sama teman-teman. Soalnya trip kali ini yang mengatur adalah koko kedua Mr. Kibo dan istri. Aku pun cuma terima beres aja. Paling aku beli tiket sendiri. Saat itu aku beli hari Senin. Lah kok inget?! Iya dong! Karena setiap hari Senin itu kalau beli tiket pesawat di Tokopedia bakal dapet promo. Jiah malah iklan.

Aku beli tiket Lion Air dengan kode pernerbangan JT 30, keberangkatan pukul 05.40 WIB. Untuk tiket pulangnya, aku beli tiket Air Asia dengan kode penerbangan QZ - 7511, keberangkatan pukul 08.35 waktu Bali. Kenapa pesen yang itu? Ya aku sih ikut aja. Soalnya Mr. Kibo and fam sudah beli tiket duluan kan. Sedangkan aku saat itu masih galau untuk ikut atau tidak. Saat-saat terakhir, aku memutuskan untuk ikut setelah Mr. Kibo berhasil meyakinkan aku. Ceileh. Saat itu harga tiket pulang-pergi Jakarta-Bali sekitar Rp 1,6jtan. Lumayan lah harganya. Dibilang murah sih engga. Tapi lebih murah daripada harga tiket PP Jakarta-Bali saat aku pergi bulan Mei lalu. Lagipula aku belinya pun bulan Oktober awal. Jadi cukup mepet lah. Kalau mau dapat tiket murah harus 6 bulan atau setahun sebelum deh.

Sunday, February 17, 2019

Hari Kedua ke Jakarta Wedding Festival (JWF)

Untuk hari pertama ke Jakarta Wedding Festival (JWF) bisa dibaca di sini ya. Kali ini aku mau ceritain ngapain aja sih aku dua kali mampir ke Jakarta Wedding Festival? Ya sebenarnya pos ini agak telaaattt banget ya. Soalnya hari kedua ke JWF ini tuh tanggal 15 Juli 2018. Gile so long ago banget ga tuh?! Tapi gapapa, aku tetap mau ceritain, biar nanti Frisca di masa depan bisa inget masa-masa ini. Hehe.

Nah di hari kedua aku datang ke JWF ini sebenarnya buat nunjukin ke mamanya si Mr. Kibo kita tuh kemarin tertarik sama vendor mana aja. Setelah semalem suntuk ngobrolin sama mamanya si Mr. Kibo tentang vendor-vendor yang ada di JWF. Haha.

Yup, aku datang ke JWF kali ini bukan cuma berdua sama Mr. Kibo aja, tapi ramai-ramai, bareng mama Mr. Kibo, papanya, dan dedenya, yang kita sebut saja L. Udah kaya detektif L di Death Note ya. (▀̿ΔΉ̯▀̿ ̿) Berhubung aku dan Mr. Kibo udah punya tiketnya yang kubeli jauh-jauh hari dengan harga early bird, untuk mama Mr. Kibo, papa Mr. Kibo, dan L musti antri beli tiket baru lagi nih. Jadilah sesampai di JWF, aku dan Mr. Kibo antri beli tiket masuk dulu. Seperti hari kemarin, untuk tiket yang baru ditukarkan atau tiket yang baru dibeli, pengunjungnya akan diberikan satu botol minuman yogurt gitu deh dengan merk Kin. Lumayan lah. Harga satu tiketnya Rp 25.000. Lumayan lah tidak mahal banget. Terus dapet yogurt juga.

Nah setelah masuk, kami sudah ga muter-muter datengin satu-satu booth gitu. Tapi kami langsung menuju booth dari vendor yang sudah kami bahas semalem. Pertama-tama sih kami datengin tuh satu-satu bridal house inceran, macam Yohanes Bridal. Di Yohanes Bridal ini aku sempat mencoba gaun-gaun pengantinnya. Jujur ya, momen saat mencoba gaun pengantin itu adalah momen yang tidak mengenakan buatku. Habisnya maluuuu karena nanti kita akan "ditelanjangi". Glek. 

Gaun-gaun di Yohanes Bridal ini lumayan oke-oke sih. Saat itu gaun yang kucoba adalah yang model mermaid. Kalau bingung model mermaid kaya apa, ya kaya gini nih.
Sumber: kleinfeldbridal
Sesuai namanya mermaid, jadi gaun ini punya model seperti kaki putri duyung, pas lekuk tubuh tapi melebar di bagian kaki. Kata mba yang melayani aku sih gaun mermaid ini lagi tren saat itu. Tapi jujur, untuk mermaid gown ini aku ga pede pakenya dan akan terasa sangaaattt tidak nyaman karena sempit banget bro di bagian pinggul sampai paha. Hmmm. Selain mermaid gown, aku juga coba yang model A-line. Nah ini lebih leluas bergerak.

Setelah coba sekitar 3 gaun, sudahlah kami pergi dari lapak itu. Habis kami kan mau juga berkunjung ke bridal inceran kami yang lain. Nah selanjutnya kami mampir ke Tracy Bridal. Nah di sini aku sudah cocok nih dengan tawaran yang diberikan, lalu model gaun-gaun pengantin yang dimiliki Tracy ini sih sepertinya oke-oke gitu. Maklum lah aku ga yang gimana request soal gaun. Ngerti fashion aja kaga. Jadi yang penting pas aku lihat modelnya oke, ya itu sudah cukup buat aku.

Untuk melakukan deal dengan vendor, harus banget nih kita bawa orang yang memang jago dalam hal negosiasi. Untuk kasusku ini, negosiasi dilakukan oleh mamanya si Mr. Kibo. Cukup lama nih kami negosiasi dengan mba Ayu, yang saat itu melayani kami. Sampai akhirnya deal yang kami dapat adalah:
  • 1 sewa gaun pengantin repeat design atau repeat order
  • 2 fotografer dengan album 2
  • 2 videografer dengan format video di-upgrade menjadi DVD
  • 1 mobil pengantin Alphard putih 10 jam untuk wilayah DKI Jakarta
  • Cetak kanvas 60 x 90
  • Vocer jas Rp 5.500.000
  • 4 gaun penerima tamu tanpa make up
  • 1 gaun pengapit dengan make up
  • 1 gaun pemberkatan/gaun sangjit/gaun outdoor
  • 2 retouch untuk mama
  • 3 make up
  • 2 make up + retouch
  • Hand bouquet dengan bunga mawar atau carnation yang masih fresh
  • Aksesoris
Aslinya, paket yang ditawarkan oleh Tracy Bridal ini tidak seperti ini. Tapi kami minta ubah sesuai dengan keperluan yang kami butuhkan. Jujur ya aku lebih suka untuk menggunakan jasa bridal sih daripada aku pakai vendor satu-satu untuk ngurusin masing-masing hal. Ya itu sih pilihan teman-teman sekalian ya. Karna aku ga banyak komen soal ini harus begini atau itu harus begitu dan ga banyak request design, menggunakan jasa bridal adalah yang paling tepat buatku. GA REPOT! Harganya juga tentu akan lebih murah sih ketimbang harus pakai jasa vendor untuk masing-masing hal.

Nah karena kami sudah deal dengan bridal, jadi kami sudah tidak perlu lagi tuh deal dengan vendor jas, foto dan video hari h, mobil pengantin, bunga tangan, dan aksesoris rambut. Semuanya sudah ada di paket yang ditawarkan Tracy Bridal. Selanjutnya, aku masih belum nentuin soal foto pre-wedding. Ya seperti di posku sebelumnya, aku kepincut sama foto yang dibuat oleh Kuang Yee. Jadilah kami mampir ke booth Kuang Yee untuk ngasih liat ke Mama Kibo dan L kenapa aku tertarik dengan hasil foto dari Kuang Yee ini.

Sumber: Kuang Yee
Foto di atas itu adalah salah satu tema yang ditawarkan oleh Kuang Yee. Koleksi foto-fotonya bisa kalian lihat sendiri ya di Instagramnya di @kuangyeebridal. Sebenarnya si Kuang Yee ini menawarkan gaun pengantin yang bisa kita beli dengan harga hanya Rp 5.000.000 saja. Memang sih gaun pengantin sederhana tapi sudah okelah dipakai untuk pesta yang sederhana saja. Tapi berhubung aku sudah deal dengan Tracy dan di paket Tracy itu sudah termasuk sewa gaun pengantin, jadi promo gaun pengantin Rp 5.000.000 itu tidak aku ambil lagi. Untuk detail paket yang kudapat dari Kuang Yee ini mungkin aku update lain kali ya. Soalnya daftarnya disimpan sama Mr. Kibo.

Untuk deal yang kami lakukan hari itu sih di dua vendor itu saja ya. Sisanya kami lihat-lihat vendor undangan dan souvenir. Tapi harga yang ditawarkan di pameran tuh mahal-mahal. Aku malah bisa dapat vendor yang lebih murah harganya daripada itu. Jadi kami cuma lihat-lihat saja deh.

Berhubung hari kedua ini adalah hari terakhir Jakarta Wedding Festival, jadi puncak acara adalah pengundian dengan hadiah utama adalah mobil Mercedez. Awalnya sih kami sempat pulang dan pergi makan karena aku dan Kibo pikir sih sudahlah ga akan menang undian juga. Eh tapi di detik-detik terakhir kami berubah pikiran dan kembali ke JWF untuk menunggu undian. Gila dah itu undian baru mulai malam banget deh! Jam 10an kali ya baru mulai? Selesainya sudah benar-benar larut dah. Dan ya memang kami tidak menang apapun. Hmmm memang kurang beruntung nih kami saat itu.

Friday, February 8, 2019

Review: Acnes Facewash Oil Control

Acnes Facewash Oil Control ini adalah sabun pembersih muka untuk kulit berjerawat. Sabun jerawat satu ini sebenarnya kupakai saat wajahku merah-merah gatal gitu dan saat masih masa puber yang berarti kupakai di masa SMA. Kalau sekarang sih aku sudah tidak pakai ini lagi ya. Kan sudah ga jerawatan (・∀・)
Sumber: pikabeautyshop
Deskripsi Singkat tentang Acnes Facewash Oil Control

Dengan Natural Active Ingredient dari kombinasi 8 ekstrak tanaman.

- Membantu mengurangi minyak berlebih sehingga kulit tampak bebas minyak seketika.

- Butiran lembut microbeads membersihkan kulit lebih optimal hingga ke dalam pori-pori.

- Menjaga kelembaban dan kelembutan kulit.

Cara pakai:
Basahi wajah, keluarkan secukupnya lalu busakan pada telapak tangan. Usapkan ke seluruh wajah dengan lembut lalu bilas. Gunakan setiap hari untuk membersihkan wajah. Jika terkena mata segera bilas dengan air.

Sumber:

[Review] Acnes Facewash Oil Control
Saat aku pakai sabun Acnes Oil Control ini, kemasannya belum semenarik sekarang. Lalu dulu juga cuma ada satu varian saja, yaitu sabun muka khusus jerawat. Tapi sekarang Acnes sudah mengeluarkan beberapa varian sabun wajah dengan manfaat yang berbeda-beda. Tinggal dipilih saja ingin mendapatkan manfaat yang mana. Intinya sih untuk membersihkan wajah. Hehe.

Kemasan sabun muka Acnes Oil Control ini berbentuk tube, dengan tutup flip yang memudahkan kita untuk membukanya. Terus karena bentuknya tube, jadi yang dikeluarkan ya cukup seperlunya saja. Sisanya jadi tidak terkontaminasi oleh udara luar deh.

Wangi sabun Acnes Facewash Oil Control ini juga enak. Kalau dulu sih saat aku pakai sabun ini, kesan saat dibilas itu tidak kesat alias masih licin-licin gitu. Untuk beberapa orang, sensasi ini mungkin tidak nyaman karena berasa masih belum bersih gitu. Tapi kalau buatku pribadi sih untuk sabun muka justru aku ga suka yang membuat kulit kesat. Habisnya rasanya nanti kulit jadi kering. Nah tapi kalau sekarang aku ga tau deh sabun Acnes ini masih diformulasikan seperti itu atau tidak.

Oh ya, sebenarnya Acnes Facewash Oil Control ini tuh sabun muka untuk mencegah jerawat. Jadi kalau kulitnya normal, boleh-boleh saja pakai ini. Apalagi kalau kulit berminyak. Wah cucok deh pakai sabun ini.

Manfaat dari sabun muka Acnes sendiri sudah kubuktikan. Dulu pipiku entah mengapa gatal-gatal parah gitu dan merah-merah. Mamaku menyarankan untuk pakai sabun muka Acnes saat itu. Puji Tuhan cocok ya, sehingga pipiku sudah tidak gatal dan kulitku kembali normal. Pada masa-masa puberku juga puji Tuhan kulitku tidak berjerawat parah. Kalaupun ada jerawat juga hanya jerawat kecil karena efek mau datang bulan. Memang sih aku juga saat itu senantiasa pakai sabun wajah Acnes. Mungkin itu membantu juga agar aku tidak berjerawat.

Harga dari Acnes Facewash Oil Control ini masih terjangkau kok. Cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 27.000 juga sudah bisa mendapatkan sabun muka Acnes ini. Belinya juga bisa di toko-toko terdekat maupun di online. Kalau tidak mau repot, bisa nih mampir ke toko online ini untuk membeli Acnes Facewash Oil Control.

Wednesday, February 6, 2019

Berkunjung ke Bank Sampah Karawang

Bank Sampah Karawang

Bank Sampah Karawang emang ada ya? Kalau ada, di mana tuh letaknya bank sampah Karawang? Eits, sebelum itu, emang tau apa itu bank sampah?

Bank Sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Referensi: Wikipedia

Nah kalau Bank Sampah Karawang ini akan memberikan uang kepada nasabah yang sudah menyetorkan sampah-sampah yang sudah dipilah. Nilai uang yang diberikan tidaklah seberapa karena yang mau ditegaskan adalah budaya memilah sampah kita sendiri sehingga nantinya sampah-sampah anorganik tersebut dapat diolah sehingga tidak mengotori Bumi kita tercinta. Sebelumnya udah tau belum apa itu sampah anorganik?

Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang atau bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh alam. Contohnya: botol plastik, tas plastik, kaleng.

Referensi: Wikipedia

Nah karena prosesnya yang sangat lama untuk mengurai sampah anorganik ini, penting untuk kita para manusia yang doyan mengotori Bumi dengan sampah anorganik ini untuk mulai sadar akan pentingnya mengelola sampah anorganik. Kalian pernah baca kan berita tentang paus mati terdampar di pinggir pantai dan isi perutnya adalah sampah-sampah plastik. Gila!? Parah banget ga sih manusia itu sudah mengotori laut dengan sampah-sampah plastik sehingga si paus itu makan sampah-sampah plastik kita. Nah dari situlah aku uda greget banget deh pengen mengelola sampah plastik. Cara paling mudah ya dengan memilah-milah sampah plastik dan usahakan bangettt supaya ga buang sampah plastik itu ke tempat sampah dan berakhir di TPA. Tapi sampah itu kita kumpulkan dan dipilah sesuai dengan kategorinya dan nanti kita setor ke Bank Sampah.

Kalau di Bank Sampah Karawang ini, sampah-sampah yang diterima adalah sebagai berikut:
Nama Barang
Jenis Barang
Harga (Rp/Kg)
Kardus/Dus
Dus mi, dus minuman, dus bekas TV
1.000
Kerta Koran
Koran, buku LKS, Komik (isi komik tanpa Covernya)
800
Kertas HVS
Kertas putih A4, A7, buku tulis
800
Kertas Duplek/ Kertas Licin
Majalah, kalender, poster, kotak nasi, sampul buku, slof rokok
500
Tetrapek/Alumunium Foil
Bekas minuman susu kotak, teh kotak
100
Botol plastik bening
Botol air mineral, botol minuman teh pucuk, larutan
Kotor: 1.500
Bersih: 2.000
Gelas plastik bening A
Gelas air mineral
Kotor: 2.000
Bersih: 3.000
Gelas plastik bening B
Gelas jely, gelas granita, dll
Kotor: 1.500
Bersih: 2.000
Gelas plastik sablon
Gelas ale-ale, kemasan teh gelas, dll
Kotor: 1.000
Bersih: 1.500
Botol plastik warna
Botol kemasan Mizone, Sprite
Kotor: 500
Bersih: 800
Tutup botol plastik

1.500
Tutup botol sablon

2.000
Kaleng alumunium
Kemasan minuman larutan, lasegar, Chingku, Sprite, Bir
5.000
Kaleng biasa
Bekas kaleng roti, cat, susu SGM, bubuk, HITS, Kaleng Susu Beruang, baja ringan
500
Emberan
Ember, bak, jerigen, kemasan oli
1.000
Mainan
Kemasan botol shampoo, sabun, parfum, lotion, dll
500
KR
Bekas dispenser, magicom, kipas angin, mesin cuci
700
PROL/Mika
Tempat bekas kue-kue kering, sosis
400
IMPA
Kemasan Yakult, Botol susu Indomilk
200
Besi
Besi padat/murni
2.000
Besi Peworis
Besi Ancuran
700
Alumunium Murni
Tutup panci
6.000
Tembaga
Kabel tembaga
30.000
Plastik PE
Plastik putih lemas
200
Plastik PP
Plastik kasar, kantong kresek
100
PP
Plastik kursi
700
Sedotan putih
Sedotan air mineral
700
Botol beling warna
Botol Bir, botol kecap, botol saus
Rp 400/pc
Botol beling bening/putih
Botol sirup, orson, dll
100

Tuh kan, daripada dibuang ke tempat sampah ga ada nilainya dan cuma nambahin TPA aja, mending disetor ke bank sampah bukan? Kita bisa menabung sampah. Lokasi dari bank sampah ini ada beberapa titik. Kalau di foto dalam pos ini adalah foto dari Bank Sampah Induk Karawang. Lokasinya di Blok Y Bumi Teluk Jambe, persis belakang restoran 21 yang berupa pesawat terbang itu. Masuk ke perumahannya dari gang sebelah Alfamidi. Patokannya Mesjid Annur, ga jauh deh dari situ dan mudah ditemukan.

Tapi sebelum setor ke Bank Sampah Induk Karawang ini, kita harus janjian dulu. Narahubung yang bisa dihubungi adalah dengan bapak Usep di nomor WA 0812 1380 8932. Nah buat warga Karawang, hayu atuh kita nabung ke Bank Sampah!