Thursday, February 28, 2019

Progress Pasang Kawat Gigi di drg. Linus Boekitwetan

Kemarin ini aku dapat komen dari pembaca untuk ceritain review pemasangan kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Wah, ga nyangka posku ini ada yang baca juga ya. Senangnya.... Nah karena uda ada penyemangatnya, makanya aku mau tulis nih pengalamanku pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Mari disimak ya para pembaca yang baik hati. ^^

Tanggal 16 Februari 2019 kemarin aku datang kontrol yang ke-11. Karena tiap kontrol itu aku bayar cicilan biaya kawat gigiku sebesar Rp 500.000, berarti sejauh ini aku sudah bayar Rp 5.000.000 (DP) + Rp 5.500.000 = Rp 10.500.000. Wow tinggal Rp 1.500.000 lagi maka cicilanku lunas. Huehehehe...


Tidak seperti prediksi awal drg. Linus, ternyata progress selesainya pemasangan kawat gigiku ini tidak bisa selesai di pertengahan bulan Februari. Tapi memang aku minta drg. Linus untuk bisa menyelesaikan perawatan kawat gigi ini di pertengahan Maret sih, tepatnya sebelum tanggal 20 Maret 2019. Soalnya tanggal 20 Maret 2019 itu aku mau pergi foto pre-wedding. Terus si Q itu ga setuju kalau pada saat foto, gigiku ini masih dipagerin. Nah makanya aku kasih target deh sama pak dokter. Hahahah. Uda kaya penyelesaian proyek bangunan aja ya pake ditargetin segala. Tapi meski begitu pak dokter dengan sabarnya menyanggupi permintaanku ini loh!

Padahal kalau dipikir-pikir, pemasangan kawat gigiku ini terhitung sangat cepat. Bayangkan saja, aku baru mulai pasang kawat gigi di tanggal 30 Juli 2018 dan aku minta selesai perawatan kawat gigi ini sebelum tanggal 20 Maret 2019. Berarti aku pasang kawat gigi cuma sekita 8 bulan saja. Uwoow, paket kilat. drg. Linus sendiri berkomentar demikian saat aku kontrol tanggal 16 Februari 2019 lalu dan yak, saat kontrol gigi kesebelasku itu, kawat gigi bagian bawahku sudah dilepas. Hooray! Kawat giginya bisa aku bawa pulang loh. drg. Linus yang menawarkan mau ga aku bawa pulang kawatnya buat kenang-kenangan. Langsung saja aku anggukan kepala karena saat itu aku ga bisa ngomong, kan lagi dilepas kawatnya.

Kawat Gigi Bawahku yang Bisa Dibawa Pulang
Untuk kontrol berikutnya, aku sudah buat janji di tanggal 2 Maret 2019 nanti. Namun sepertinya aku terpaksa membatalkan janji tersebut. Habisnya papa mamaku minta aku pergi ke Bandung sih. Jadinya aku minta diatur kembali deh jadwal kontrol giginya. Nah kalau mau atur-atur jadwal ini, aku cukup WA saja ke nomor drg. Linus Boekitwetan. Responnya cukup cepat kok. Tapi kalau lama pun ya aku maklum lah, pasti pak dokter lagi nanganin pasien.

Kalau ditanya bagaimana pengalamanku selama pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan... aku sih suka-suka saja ya dengan pelayanan yang diberikan. Pak dokter selalu mengingatkanku untuk datang kontrol. Pasti di-WA deh buat nanyain jadi datang kontrol atau engga. Nah karena diingatkan ini, aku jadi ga lupa buat datang kontrol. Kalau engga mah, pasti lewat deh. Apalagi aku tuh harus lebih intens kontrolnya karena harus cepat selesai. Jadi aku dianjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali gitu. Bulan-bulan awal sih masih tiga minggu sekali. Tapi di pertengahan progress, kontrolnya jadi dua minggu sekali.

Setiap datang kontrol, aku memang harus menunggu dulu sih karena masih ada pasien. Tapi nunggunya ga lama kok karena kan sudah buat jadwal. Tapi pernah beberapa kali drg. Linus yang nungguin aku. Soalnya aku ini pasien terakhir sebelum kliniknya tutup. Apalagi aku kontrol tuh hari Senin/Kamis gitu sehabis aku pulang kerja. Terus aku kan ga tau ya kondisi jalanan macet apa engga. Kalau macet, terpaksa lah drg. Linus yang nungguin aku. Untungnya drg. Linus ini mau loh nungguin pasien telat macem aku ini. Huhuhu baiknya pak dokter....

Saat masuk ruangan untuk kontrol, drg. Linus pasti memutarkan lagu-lagu hits gitu. Bikin hati senang mendengar lagu yang enak didengar. Terus pak dokter langsung lihat berkas milikku untuk cek perkembangan dan langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan. Pak dokter juga suka minta aku buat ingetin di kontrol berikutnya harus dilakukan apa, supaya doi ga lupa juga gitu.

Kalau ditanya kesannya, drg. Linus itu orangnya ramah, suka ngajakin pasiennya ngobrol padahal si pasien itu ga bisa ngejawabin pertanyaan yang diajukan. Ya gimana atuh dok, aku kan lagi menganga karena lagi diperiksa, ga bisa jawab deh. Hahaha. Terus juga bukan tipe dokter yang ngelama-lamain progress pasang kawat gigi pasiennya gitu. Aku ingat drg. Linus bilang gini saat aku minta supaya bulan Maret sudah harus selesai "Iya, saya juga ga mau ngelama-lamain. Kalau emang uda bisa selesai, ya saya lepas kawatnya." Oke-oke dok. Terima kasih sudah mau menyanggupi. Terus selain itu, drg. Linus ini tuh suka bagi-bagi hadiah gitu saat hari-hari raya besar. Pas Lebaran kemarin aku dapat coklat dan kurma gitu. Lalu saat Natal, aku juga dikasi souvenir tempelan berbentuk gigi gitu. Lucu deh.

Souvenir Natal dari drg. Linus Boekitwetan
Oia, karena kawat bawahku sudah dilepas, aku sehari-hari harus pakai retainer. drg. Linus bilang aku harus rajin-rajin pakai retainer. Lepasnya cuma saat makan dan gosok gigi saja. Soalnya kan perawatan gigi kawatku ini terhitung cepat. Jadi supaya ga berubah lagi, harus rajin pakai retainer. Bentuk retainer-nya bening gitu. Terus ada tempatnya juga, jadi kalau dilepas bisa diletakan di tempatnya supaya ga hilang. Kata drg. Linus, retainer ini jangan sampai hilang. Kalau hilang, biaya bikin barunya bisa sejutaan gitu. Wah lumayan banget kan kalau harus bayar lagi. Hiks.

Retainer Bening
Tempat Retainer
Buat dapetin retainer ini ga bisa langsung saat itu juga. Gigiku dicetak lagi baru dua hari setelahnya aku bisa mendapatkan retainer ini. Jadi karena aku kontrol hari Sabtu, kudapatkan retainer ini di hari Senin pagi jam 10. Buat ngambilnya ga perlu cape-cape dateng ke kliniknya kok. drg. Linus memang menyarankan agar aku memesankan ojek daring untuk mengantarkan retainer ini. Jadi ga perlu repot datang langsung cuma buat ambil ginian kan...

Oke, segitu dulu deh yang bisa aku ceritain. Rencananya sih tanggal 16 Maret 2019 ini gigiku sudah bebas dari pagar kawat ini. Hehehe. Ditunggu kelanjutannya ya saudara-saudari... ^^

Tuesday, February 26, 2019

Jalan-Jalan Ke Bali: Pindah ke Daerah Kuta

Minggu, 18 November 2018

Di hari Minggu ini, aku beserta Mr. Kibo fam berkemas-kemas untuk pindah hotel ke daerah Kuta. Hotel yang akan kami singgahi berikutnya ini dekat dengan bandara. Tujuannya sih supaya ga butuh waktu lama untuk sampai di bandaranya. Maklum penerbangan kembali ke Jakarta kan saat itu pagi-pagi. Jadi biar ga bangun subuh-subuh banget. Ya meski ternyata jadwal penerbangannya diundur jadi lebih siang....Tapi tak apalah...jadi kan ga harus pagi-pagi amat siap-siap ke bandaranya. Teteup.

Kami pindah dari Hotel Pelangi di daerah Seminyak ke Hotel The Rani, buka Bali Rani Hotel loh ya. Soalnya kadang supir taksi yang antar kami suka ketuker sama Bali Rani. Maklum namanya mirip dan lokasinya pun berdekatan. Bedanya, Bali Rani itu hotel yang lebih mahal, sedangkan The Rani hotel yang lebih ekonomis harganya. Hehe.

Untuk transportasi, kami memesan taksi daring yang cukup cepat kami dapatkan. Jadi tidak perlu lama-lama banget lah untuk nunggu dijemput taksi. Sesampainya kami di The Rani, kami masih belum bisa check in karena masih belum waktunya. Jadi kami menitipkan koper-koper kami di receptionist dan kami pun pergi makan siang.

Untuk makan siang, kami pergi ke Bubba Gump Shrimp Co. di dekat pantai Kuta. Kami berjalan kaki dari hotel ke sana. Cukup jauh sih. Tapi gapapa deh, sekali-kali olahraga ya sebelum membabi karena makan mulu selama di Bali. Hehehe.

Saat memasuki resto Bubba Gump ini, kami disambut oleh store yang menjual souvenir-souvenir khar Bubba Gump. Restoran ini memiliki dekorasi yang kece. Mengusung tema dari film Forrest Gump. Ada spot foto dengan properti-properti foto juga loh. Jadi buat yang suka foto-foto, pasti suka deh pergi makan ke sini.

Buat menunya sih lebih ke seafood gitu. Harganya menurutku sih mahal ya. Ratusan ribu rupiah untuk satu menu di sini. Minumannya apalagi. Cukup menguras dompet ya makan di sini. Hmmm. Buat rasanya sih menurutku lumayan. Tapi ada satu menu yang aku ga begitu suka. Rasanya aneh. Kalau ga salah sih menu ayamnya gitu. Kalau ditanya bakal ke sini lagi atau engga, kujawab tidak. Maaf ya karena harganya cukup membuat sedih.




Saat kami makan di sana, tidak lama ada rombongan turis Korea datang ke resto ini. Salah satu dari mereka memesan suatu minuman yang namanya aku lupa dan apabila ada pelanggan yang memesan minuman itu, pelayan restoran akan mengantarkan minuman tersebut dengan heboh. Mereka menyanyi dan bertepuk tangan dengan meriah gitu. Seru melihatnya.

Selesai makan di Bubba Gump, tentu saja kami tidak melewatkan waktu foto-foto. Apalagi di sana spot fotonya juga cukup kece ya. Jadi kami pun berfoto-foto sebentar sebelum pulang.

Spot Foto


Another Spot Foto di Depan Resto

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah Beachwalk, ini adalah mall yang ada di dekat Pantai Kuta. Lagi-lagi kami berjalan kaki buat ke sana. Meski panas terik, tetap dijabanin deh jalan kaki. Namanya juga lagi jalan-jalan kan. Hehe. Nah karena jalan kaki, kami jadi bisa foto-foto di beberapa lokasi yang cukup bagus buat dijadikan objek foto.




Sesampainya di Beachwalk, kami putar-putar saja melihat isi dari mall tersebut. Ternyata di sini ada toko Candylicious yang menjual berbagai macam permen-permen dan coklat. Kalau ke Singapura pasti mampir ke sini buat beli coklat. Kali ini di Bali, kami pun tidak ketinggalan untuk lihat-lihat. Meski pada akhirnya ga beli apapun. Hihihi. Tapi kan aku jadi bisa foto-foto (lagi).



Sudah bosan di Beachwalk, kami pun melanjutkan perjalanan ke Flap Jaks, tempat untuk menikmati dessert enak. Lagi-lagi kami berjalan kaki untuk menuju Flap Jaks. Sumpah panas banget loh saat itu. Jadi saat sampai di Flap Jaks, langsung saja beli es krim dan dessert-nya supaya mengurangi rasa panas yang kami derita.




Selesai mendinginkan mulut...kami pun kembali ke hotel dan check in. Awalnya sih aku mau renang. Tapi ternyata sudah bentar lagi mau pergi makan malam. Hiks.

Nah buat makan malam, kami ga jalan kaki lagi guys. Kami memesan taksi daring karena sudah cukup ya tadi siang muter-muter jalan kaki di Kuta. Hahaha. Buat makan malam, kami pergi ke Samasta Sumarecon. 

Disambut House of Trap
Beruntung saat kami tiba di sana, sedang ada pertunjukan tarian api gitu. Wah menarik sekali guys! Oh ya, Samasta Sumarecon ini masih cukup baru. Belum lama selesai dibangun gitu deh. Jadi pengunjungnya pun masih belum begitu banyak. Bahkan si developer masih membuat promo supaya menarik pengunjung datang ke sana.  
Pertunjukan Tari Api


Kami memilih untuk makan malam di Wahaha untuk menikmati iga babi panggang. Hmmm yummy. Untunglah saat kami tiba di sana, kami masih dapat meja. Soalnya full banget loh guys!!!!


F Main Air Mancur
Seusai makan kenyang di Wahaha, aku, Mr. Kibo, dan L pergi beli gelato di Gaya Gelato. Dekorasi tokonya minimalis tapi bagus. Aku suka deh. Terus lagi ada promo juga pulak! Buy 1 get 1 makin bikin happy. Saat kami beli gelato, si F sama papanya asik main air mancur yang ada di tengah-tengah. Lokasinya sama dengan lokasi saat ada pertunjukan tari api sebelumnya. Tapi kali ini yang pertunjukkan tuh air mancurnya. Karena air mancurnya menari-nari, si F ga tahan buat ke sana dan main air. Basah kuyub deh dia. Hihihi.





Di Samasta Sumarecon ini juga ada Krisna, tempat beli oleh-oleh khas Bali. Di sini aku kembali belanja oleh-oleh lagi karena ada teman kantor yang nitip beli Pia Eji. Untunglah di Krisna masih ada stok Pia Eji. Kata temen kantorku sih selain Pia Legong, Pia Eji ini rasanya juga enak. Daripada susah beli Pia Legong, lebih baik beli Pia Eji yang mudah didapatkan dan harga juga lebih murah....Oke deh sis. Aku belikan Pia Ejinya...

Untuk kembali ke hotel, kami memesan taksi daring. Maklum Samasta Sumarecon ini cukup jauh dari hotel. Kalau jalan kaki bisa-bisa gempor ini kaki dan lama sampai di hotelnya. Hehe.

Sedikit review pengalaman menginap di The Rani, saat dapat kamar, ternyata kamarku itu kotor. Masa ada bangkai kutu gitu di bantal kepalanya. Bukan cuma satu, tapi banyak! Langsunglah komplain ke pihak hotel supaya diganti kamarnya ke kamar yang sudah bersih. Buat ganti kamarnya pun lama gitu diprosesnya. Hhhh. Padahal sudah lelah dan pengen istirahat kan. Weleh-weleh...Terus air panasnya pun pernah ga nyala dong. Bikin mandi kedinginan. Huhuhu....Ga lagi deh aku nginap di The Rani.

Thursday, February 21, 2019

Jalan-Jalan ke Bali: Babi Guling, Mall, dan Night Bar

Buat persiapan dan hari pertama jalan-jalan ke Bali kali ini bisa kalian baca di sini ya. Pos ini adalah lanjutan dari keseruanku selama jalan-jalan di Bali. Oke, hari kedua di Bali ngapain saja??? Check this out!

Sabtu, 17 November 2018

Pagi hari kami bersantap pagi menu buffet dari Hotel Pelangi. Makanannya enak-enak. Kusuka menunya. Apalagi ada sosis kesukaan. Hmm nikmatnya. Usai mengisi perut sampai kenyang, aku mengajak Mr. Kibo untuk berenang. Habis ngeliatin kolam renang saat sarapan pagi menggodaku untuk menceburkan diri di sana.

Di Hotel Pelangi ini menyediakan pos handuk gitu di dekat kolam renang. Jadi kita tidak perlu repot-repot bawa handuk dari kamar kalau mau berenang atau bermain di pantai. Cukup pinjam saja handuk di pos handuk yang ada di sana. Nice.

Kolam renang di Hotel Pelangi ini terbagi menjadi dua. Kolam anak-anak dan kolam dewasa. Tapi dari kolam anak-anak bisa melangkahkan kaki langsung ke kolam dewasa, soalnya cuma dibatasi dinding saja. Di kolam dewasanya sendiri semakin ke ujung semakin dalam. Ada kali 2 meter kedalamannya. Aku tidak begitu berani berenang di area yang dalam. Kalau aku tenggelam ga lucu kan. Haha. Oia, buat kalian yang mau jalan-jalan ke Bali. Harus banget bawa kacamata renang biar renangnya lebih yahud. Aku menyesal nih ga bawa kacamata renang. Huhuhu.

Saat sedang asik-asiknya berenang, si L tiba-tiba sibuk berenang di dasar kolam. Kupikir dia emang suka menyelam kali ya. Eh ternyata gelangnya putus jadi dia mencari mutiara-mutiara yang berjatuhan di dasar kolam.Uwooow. Semangat L. Aku tidak bisa membantu banyak. Maklum ga bisa menyelam. Huhuhu.

Puas berenang, aku, L, dan Mr. Kibo pun kembali ke kamar untuk mandi dan siap-siap. Kami mau berangkat makan siang. Untuk pergi ke tempat makan siang, kami sudah tidak menggunakan jasa mobil elf. Jadi kami memesan tiga mobil taksi daring melalui aplikasi taksi daring yang sudah bisa digunakan di Bali. Cukup cepat kok pesan taksi daringnya. Jadi sudah tidak perlu takut lagi deh mau berpergian di Bali. Hehe.
Babi Moglong

Tujuan pertama kali ini untuk makan siang adalah ke Babi Moglong. Ci Margrid nih yang pingin ke sini. Jujur aku baru pertama kali juga makan babi guling di sini. Ka ci Margrid babi guling di sini enak dan bisa makan dengan ditemani pemandangan pantai. Kaya makan bebek tepi sawah gitu...

Aku memesan babi guling spesial ditambah babi panggang sambal matah. Makannya tentu berdua sama Mr. Kibo. Kalau sendirian bisa kekenyangan dong. Buatku sih babi panggang sambal matahnya yang uenak. Lebih enak dibandingkan babi panggang sambal matah di Warung Cahaya. Kerupuk kulitnya juga enak. Tapi buat babi gulingnya sih aku kurang suka dengan rasanya. Masih belum senampol babi guling Pak Malen. Hmmm.

RIP Babi
Menu Babi Moglong

Babi Panggang Sambal Matah
Babi Guling Special
Kami cukup lama menghabiskan waktu di sana. Apalagi para anak kota semisal Mr. Kibo dan ponakan-ponakannya asik melihat pak tani sedang membajak sawah. Mungkin karena ga pernah lihat pak tani bajak sawah kali ya, jadi mereka asik gitu nonton pak tani membajak sawah. Hihihi. Lucu deh.

Dari Babi Moglong, kami pergi ke Seminyak Village naik taksi daring kembali. Karena Seminyak Village itu mall, jadi kami bisa ngadem dari panasnya Bali. Berhubung ini mall sungguh kecil kalau dibandingkan dengan mall di Jakarta. Sebentar saja kami sudah muterin seluruh mall. Hahahaha. Pada trip ke Baliku sebelumnya juga aku mampir ke sini. Saat itu aku pijat refleksi di Spring Spa yang ada di lantai atas Seminyak Village ini.

Pintu Masuk Seminyak Village
Nah kalau sekarang lebih gaje dari trip sebelumnya. Ga tau mau ngapain gitu deh. Kegiatan yang kami lakukan di sini adalah beli donat di Dough Darlings dan berfoto ria.




Maafkan Kelakuan Mamakmu ya Dek


Menyudahi kegajelasan kami di Seminyak Village. Kami berjalan kaki mencari kesegaran di Bali. Ya apalagi kalau bukan gelato. Tentunya bukan Gusto Gelato yang kami jambangi. Tapi Rivareno. Toko gelato satu ini belum lama buka di Seminyak. Jadi menu-menu di sana masih banyak yang belum ada padahal di papan sudah terpampang nama-nama gelato yang menarik.





Cremino RivaReno dan Vniglia RivaReno


Gelato Keduaku, Nanas dan Stroberi
Berbeda dari Gusto Gelato, Rivareno ini tempatnya lebih kecil. Tapi kalau desain interiornya sih wiiihh. Jauh lebih kece ketimbang Gusto Gelato. Buat kalian para photo hunting, ke sini pasti seneng deh.

Selesai dari sana, kami pulang deh ke hotel karena bocah-bocah udah kangen main air laut dan pasir pantai. Aku sih ga ikutan main, jadi si tukang foto-foto saja. 

Para Ayah Beserta Buah Hati Tercinta
Saat para ayah dan bocah-bocah asik main di pantai, aku beserta bu-ibu dan satu anak gadis sibuk sama si manis satu ini. Sebut saja si Em. Ci Margrid dan aku meminta mama dari si Em ini untuk memakaikannya baju renang putri duyung. Lalu melihat si Em untuk bermain pasir di pinggir pantai. Lihat saja muka lucu si Em di foto. Uuuggh menggemaskan sekali bukan??

Em si Putri Duyung
Pantai kala itu sangat terik...di pantai sudah banyak kursi malas beserta payung lebar untuk menutupi sinar matahari yang menyengat kulit. Tapi kami harus menyewanya untuk bisa menikmati fasilitas itu. Berhubung kami suka yang gratis-gratis, jadi kami berteduh saja di belakang bayangan payung lebar dari bule yang menyewa jasa tersebut. Muehehehe. 


Tapi sayang, waktu penyewaan si bule sudah berakhir, jadi berakhir pulalah kami bisa berteduh dari panasnya matahari sore. Jadi aku ga begitu lama main di pantainya. Hanya foto-foto dan rekaman romantis sedikit sama Mr. Kibo. 
 
Menu Ultimo, Bali
Untuk makan malam, kami pergi ke restoran cantik di daerah Seminyak. Namanya Ultimo. Suasana di restoran ini begitu romantis. Lampu remang-remang dan dekorasi yang cantik mendukung para pasangan memadu kasih dengan santapan lezat di Ultimo. Di sini kita akan disuguhkan makanan pembuka berupa roti dan (sepertinya) stik keju gratis. Stik kejunya enak loh saudara-saudara.
Suguhan Gratis dari Ultimo
Gnocchi Di Patate Valtelina
Untuk bersantap malam di Ultimo, aku memesan Gnnochi Di Patate Valtelina. Kalo di-bahasa Indonesia-kan menjadi gnnochi dengan jamur dan saus tomat. Untuk rasanya...emmm standar. Aku tidak begitu suka dengan tekstur dari gnnochinya yang terlalu lembek buatku. Kurang pas saat kukunyah. Ga kenyel-kenyel sesuai ekspektasiku gitu. Rasa saus tomatnya juga kurang nampol di lidahku. Apa karena kurang micin kah? Hmm dasar anak micin! #plak

Fetucine Alla Carbonara
Fetucine Alla Carbonara ini pesanan si Mr. Kibo. Carbonara-nya pakai bacon gitu. Sepertinya lebih menarik ketimbang pesananku. Ah jadi menyesal. Huhuhu. Tapi Mr. Kibo bilang sih rasanya biasa saja. Hmm, mungkin Ultimo ini lebih memberikan suasana kali ya daripada nikmatnya santapan yang disajikan. Sayang sekali.
Hiasan Langit-Langit Ruangan
Sebagai hidangan penutup, dipesanlah creme brulee dan pudding panna cotta dengan saus raspberry (kalau aku ga salah ingat). Lagi-lagi rasanya kurang seperti ekspektasi. Apalagi saus raspberry-nya. Asem banget guys.  
Creme Brulee

Perut kenyang, kami jalan kaki deh menyusuri jalan Seminyak yang ramai dilalui para pejalan kaki juga. Kebanyakan sih bule yang lewat. 

Semakin malam, akhirnya diputuskan untuk kembali ke hotel. Tapi berhubung ini malam terakhir di daerah Seminyak karena esok harinya kami pindah hotel ke daerah Kuta, aku, L, dan Mr. Kibo memutuskan untuk pulang lebih malam daripada yang lain. Aku mau mampir ke La Favela dan Motel Mexicola. Di La Favela suasananya agak creepy gitu ya ternyata. Apalagi WC-nya. Serem banget!!! Di sana aku memesan es teh manis saja. Hahaha. Padahal harusnya di sini nih aku bisa pesen baileys. Aku kira di Motel Mexicola ada baileys. Eh ternyata tidak ada saudara-saudara. Huft.

La Favela
Di La Favela, ada beberapa spot foto yang oke. Tapi menurutku akan tidak mengenakkan kalau pergi ke sini dalam keadaan hujan lebat. Soalnya sebagian besar area di La Favela itu terbuka. Bisa-bisa basah kuyub nih.

Untuk pergi ke Motel Mexicola, kami bertiga naik taksi daring. Maklum jaraknya lumayan jauh ya kalau jalan kaki. Bisa saja sih jalan kaki, tapi setengah jam lebih mungkin kita bisa sampai ke sana. Sesampainya kami di Motel Mexicola, sudah cukup ramai didatangi oleh orang-orang. Dance floor juga sudah ramai oleh orang-orang yang asik berjoget mengikuti alunan musik. Tapi saat itu tidak seramai saat aku pertama kali ke sini.

Meski begitu, makin malam makin ramai nih tempat. Bahkan ada iring-iringan dansa gitu kaya ular. Siapa saja yang mau ikutan joget, tinggal mengekor saja di belakangnya dan ikut berjoget ria.

Di sini aku dan L memesan minuman beralkohol. Hihihi. Mumpung di Bali, cobain lah barang sedikit. Aku memesan mojito yang segar dan L memesan minuman yang lucu bentuknya. Namanya kalau ga salah Ronchata. Gelasnya dari batok kelapa gitu dan sedotannya dari kertas. Unik. Kalo si Mr. Kibo sih nyicip saja dari minuman kita berdua. Kok malah ciwi-ciwi yang lebih nakal ya? Hmm..
Kiri Minumanku dan Kanan Minuman L
Ga lama, sang DJ akhirnya datang dan mulai melakukan pekerjaannya. Sepertinya masih muda. Dia pakai kacamata dan kaus polo. Sekilas sih seperti anak kuliahan, ga keliatan ya kalau dia itu DJ. Makanya jangan menilai orang dari rupanya saja. Hehehe




Di Motel Mexicola ini juga aku melihat Nikita Willy. Dia sepertinya bersama satu teman perempuannya. Wah artis lagi liburan di Bali. Hehehe.

Di sini aku dan L juga berfoto-foto. Ada beberapa spot foto kece di sini. Buat foto di spot tersebut aja aku harus mengantri gitu. Weleh-weleh...

Waktu pertama ke sini juga aku dan teman-teman ga bisa foto-foto karena ada turis yang lamaaa banget mengambil foto. Jadi kami menyerah saja. Hahaha.

Sekitar jam 10an kami memutuskan untuk menyudahi malam di Seminyak ini. Kami pulang dengan memesan taksi daring.

Hari kedua aku di Bali pun berakhir deh....