Wednesday, January 31, 2018

Review: Glou #liptreat - Every Lip Deserves A Treat

gloucosmetics.com
Pernah denger soal Glou (re: glu)? Kalau belum, Glou itu merupakan salah satu merk lipstick guys! Kalau dilihat dari kemasannya yang cantik, siapa sangka kalau Glou ini merupakan brand lokal. Wah semakin ke sini semakin banyak ya produk-produk lipstick dari lokal. Jadi happy deh kalau lihat Indonesia itu bisa ngeluarin produk-produk kece yang bisa nyanyingin produk luar. Maju Indonesia! #eh

Deskripsi Singkat Tentang Glou Lip Treat


Our aim at GLOU is to provide women with the best lip products that make them feel great, both on the outside and inside.

Because we do understand that “Every lip deserves a treat”.

Glou ini merupakan salah satu lipstick lokal yang menggunakan rice bran oil sebagai kandungan utamanya. Saat ini tidak banyak memang lipstick organik yang menggunakan rice bran oil. Padahal manfaatnya rice bran oil ini bagus sekali loh. Selain minyak bekatul padi, Glou juga menggunakan vitamen E yang keduanya dapat memberikan efek anti-oxidant yang menangkal radikal bebas, serta membantu anti penuaan (anti-aging).

Komposisi: Castor (Ricinus Communis) Oil, Isononyl Isononanoate, Cyclopentasiloxane, Oryza Sativa Bran Oil, Phenyl Trimethicone, CI 45410:2, Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2, Ozokerite, Beeswax, Ceresin, CI 45380, CI 77120, Nylon-12, Candelila (Euphorbia Cerifera) Wax, CI 15850:2, Dimethicone/ Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Tocopherol, BHT, CI 77891, CI 77491, CI 77492, CI 77499, CI 77007, Flavor, VP/Hexadecene Copolymer, Phenoxyethanol, Octyldodecanol, Ethylhexylglycerin, Aluminum Hydroxide, Dimethicone/ Methicone Copolymer.

[Review] Glou Lip Treat
Glou lipstick ini mempunyai kemasan yang bagus menurut saya. Dikemas menggunakan kardus abu-abu tua doff yang bagian dalamnya bergambar flora-flora warna-warni gitu. Bagus deh! Untuk merk, Glou menggunakan tulisan sambung dengan warna emas yang memberikan kesan luxury gitu. Sedangkan untuk lipstick-nya sendiri, berwarna abu-abu tua juga sama seperti warna kardusnya. Memiliki double lock pada bagian tengahnya agar tutupnya tidak mudah lepas. Merk Glou juga ada pada kemasan lipstick dan tutupnya yang juga berwarna emas seperti pada kardusnya. Namun kekurangannya menurut saya, dudukan lipstick pada kemasannya bergoyang-goyal (otek) gitu. Jadi kalau diguncang pasti akan bunyi klotak-klotak gitu yang memberikan kesan bahwa lipstick-nya tidak kokoh menempel pada kemasannya. Sayang sekali. Tapi so far sih lipstick saya masih utuh dan tidak lepas dari kemasannya. (・∀・)
Glou lip treat ini berukuran 4,3 gram dan memiliki 6 varian warna yang kece. Ada Scarlet Macaw untuk warna merah hatinya, Purple Martin warna ungu terong yang kece badai dan FYI warna ungu kaya gini tuh jarang ada loh, Rosefinch untuk warna coklatnya, Pink Parrot untuk warna nude, Fruit Dove untuk warna pink semu ungu, dan Flamingo untuk warna pink terang. Saya sendiri memilih warna Pink Parrot untuk menambah koleksi lipstick nude saya. Di bibir saya sendiri sih warnaya tidak nude banget sih, lebih gelap gitu jadi seperti warna coklat tapi masih cocok di bibir saya yang agak gelap ini.


Tampilan yang diberikan Glou pada bibir itu tidak matte namun tidak juga glossy. Ya menurut saya semi-matte gitu deh. Karena memiliki rice bran oil ini kali ya jadi tampilan yang diberikan itu tidak matte. Tapi dengan begitu bibir menjadi tidak kering guys alias lembab. Jadi buat kalian yang takut untuk pake lipstick matte yang bikin bibir kering kerontang, bisa banget nih coba pakai Glou yang membantu memlembabkan bibirmu dan memberikan tampilan yang semi-matte. Seperti tagline dari Glou, every lip deserves a treat, jadi jangan biarkan bibirmu tidak terpelihara yang berakhir tidak ciamiknya tampilanmu.
Menurut saya, Glou ini memiliki aroma coklat gitu. Sekilas sih memang. Tapi jadi suka aja ketika saya kenakan. Entah ini perasaan saya saja atau memang ada parfumnya ya tapi kalau lihat komposisi sih ada flavor gitu. Ya mungkin itu kali ya yang bikin si Glou ini beraroma coklat. Tapi si mama bilang juga ada aroma coklatnya gitu. Jadi pengen dimakan. #eh
Kekurangan dari Glou ini ya masih ngecap di gelas gitu. Memang sih kebanyakan lipstick ya pasti begitu. Apalagi kalau lipstick-nya membuat bibir lembab, alhasil pasti ngecap di gelas kalau lagi minum. Tak apa-apa sih, bisa dilap pakai tissue kalau mau hilang cap bibirnya di gelas. Haha. Untuk ketahanannya sendiri sih tidak sebegitu tahan kalau menggunakan lipstick matte ya. Masih harus touch up lagi gitu sehabis makan dan minum. But i think it's okay. Kalau nempel seharian malah bikin saya takut. Saya pakai lipstick atau pakai cat bibir. Hahaha.
Untuk harga, masih cukup terjangkau sih. Dengan mengeluarkan kocek Rp 129.000, kita bisa mendapatkan satu buah lipstick Glou. Sebenarnya untuk harga sih masih agak tinggi ya dibanding dengan lipstick lokal lain. Ya tapi kembali lagi lihat dari kandungannya guys. Kalau kandungannya biasa-biasa saja tentu harganya pun menjadi murah. Kalau ingin mendapatkan manfaat lebih ya ada harga yang harus dibayarkan dong.
Cara mendapatkan lipstick Glou ini bisa melalui situsnya, http://gloucosmetics.com. Mudah banget kan? Kalau tertarik bisa langsung klik pada link tersebut. ^^

Tuesday, January 30, 2018

Journal: Plan With Me February 2018

Untuk bulan Februari 2018 ini, saya mengambil tema love. Yup as you know, it's valentine's day in February. Selain itu, Februari juga bulan saya merayakan anniversary bersama si Kibo. #eh
Seperti biasa, semua inspirasi dalam membuat doodle di jurnal saya itu datangnya ya dari Pinterest. Untuk cover bulan Februari saya menggambar doodle chocolate bar yang cukup besar untuk memenuhi halaman. Lalu dihiasi dengan hiasan gantungan hati di bagian atas. Tentu saja di tengah-tengahnya saya menuliskan February sebagai pertanda memasuki Februari. Do you like it? Tell me your thought in comment box bellow ^^
February 2018 Cover

Untuk monthly log February, saya masih menggunakan template yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Karena love identik dengan warna merah ataupun merah muda, saya menggunakan Miniso My Color 2 Double-ended Marker warna Peach dan Red untuk membuat template pada bulan Februari ini.


Halaman selanjutnya adalah habit tracker. Isi habit-nya masih sama seperti bulan Januari, namun ada beberapa perubahan urutan habit saja pada bulan ini. Soalnya pada bulan Januari saya membuat kesalahan dengan melupakan dua habit, jadi urutan habit-nya kurang ciamik saja gitu menurut saya. Ah untuk tambahan, mungkin saya akan menuliskan jumlah langkah yang saya lakukan. Tahu darimana sih jumlah langkah per harinya? Em em, saya kemarin ini baru saja mendapatkan Mi-Band dan Mi-Band ini selain untuk menunjukkan waktu, juga dapat mengukur langkah kaki, heart rate, dan sleep rate. Woa mantap ya...Buat kalian yang ingin mengetahui jumlah langkah per harinya tapi tidak ingin mengeluarkan kocek lebih untuk membeli Mi-Band, bisa juga kok kalian install aplikasi yang bisa menghitung jumlah langkah di ponsel pintar kalian. Ada begitu banyak aplikasi canggih yang bisa digunakan. Sebelum saya punya Mi-Band, saya biasanya menggunakan Pacer untuk menghitung jumlah langkah saya sehari-hari. Namun saya akui Pacer ini tidak begitu berfungsi dengan baik di ponsel saya. Karena aplikasi ini tidak berjalan di belakang sistem gitu, jadi sering kena close gitu deh yang berujung tidak aktifnya aplikasi ini. Jadi ribet gitu untuk saya karena harus memastikan aplikasi ini aktif. (ーー;)

Setelah habit tracker, saya membuat sleep tracker. Layout yang saya buat juga masih mengikuti layout bulan Januari dengan menuliskan semua jam pada sleep tracker ini. Tujuannya untuk mencatat waktu saat saya tidur siang juga. Hehe.



Selanjutnya untuk weekly log, saya membuatnya dalam satu halaman per minggunya. Selain sesuai dengan kebutuhan saya, bisa berhemat lembar jurnal juga. Hihihi.

Tidak seperti orang-orang pengguna bullet journal yang menghias weekly log-nya dengan sangat indah, saya memilih untuk membuatnya sederhana saja. Tidak menghias-hias gitu. Hanya kotak-kotak untuk masing-masing hari saja.
Yak, begitulah jurnal saya untuk bulan Februari. Mari kita isi dengan cinta dalam bulan ini. Hihihi. 

Thursday, January 25, 2018

Hero Natalya dan Murad Gratis dari Arena of Valor


Tanggal 15 hingga 19 Januari 2018 kemarin ini Arena of Valor mengadakan kuis back to school. Hadiahnya tidak tanggung-tanggung guys! Gratis dua hero permanen Murad dan Natalya untuk 5 orang pemenang. Uuuuu •̀.̫•́✧ Menarik banget ga sih?? Buat saya yang memang senang bermain Arena of Valor, ini sih menarik banget! Langsung saja deh saya baca baik-baik cara untuk memenangkannya. Ini dia caranya:

  1. Like dan share video ini di Facebook / Instagram
  2. Jawab "Momen apa yang paling kamu kangenin ketika sekolah?"
  3. Masukkan hashtag #AOVBackToSchool #AOVGratisSkinShoolEdition
  4. Tag 5 temanmu dan dapatkan 10 like di post kamu

Pos lengkapnya sebagai berikut:




Tambahan untuk yang membagikannya di Facebook, pos juga momen yang paling dikangenin tersebut di wall kita. Lalu tanggal 22 Januari 2018 akan diumumkan pemenangnya. Nah langsung saja tuh saya mengikuti instruksi yang diberikan oleh Min Krixi. Saya membagikan videonya lewat Facebook dan mulai meminta teman-teman yang online di Facebook untuk memberikan like pada pos saya tersebut. Berhubung teman-teman Facebook saya sudah sedikit yang aktif, jadi saya pun meminta bantuan dengan mengkontak teman-teman saya lewat sosial media lain. Hahah Niat abis ga tuh?! (ㆁωㆁ*)
Naaah tanggal 22 Januari 2018, hari pengumuman pemenang, Garena AOV Indonesia pun mengepos pengumuman pemenang di beranda Facebook-nya. Begini nih tampilannya:


Sejujurnya saya sendiri tidak memperhatikan posnya Garena di Facebook tersebut karena saya sendiri tidak membuka Facebook. Namun Min Krixi mengirimkan pesan melalui Facebook yang mengucapkan selamat kalau saya memenangkan event tersebut. Wah!!!!! Seneng banget!!!! (/◕ヮ◕)/
Saya pun membalas pesan dari min Krixi tersebut untuk memberitahukan openID saya. Selain dikirimi pesan melalui Facebook, saya pun mengirimkan surel ke alamat surel yang disertakan pada pengumuman pemenang tersebut. Namun saya salah mengirimkan openID, yang saya kirim malah ID saya saja bukan openID. OpenID itu yang tertera pada pengaturan dan isinya kalimat panjang tidak jelas bukan coding gitu deh. Hahaha
Akhirnya....HARI INI...kotak pesan saya pun berisi hadiah dari min Krixi tersebut. Uyeaaah!!
Hadiah dari Min Krixi
Terima kasih, Arigatou Gozaimasu, Kamsahamida Arena of Valor Indonesia!!!! Saya memang player yang suka menggunakan mage untuk bermain dan memang bermaksud untuk membeli Natalya. Namun gold saya selalu habis untuk membeli arcana, tapi karena sudah dikasi gratis sama Arena of Valor, jadi gold-nya bisa dipake untuk beli arcana lagi. Hihihi
Sekali lagi, terima kasih Garena Indonesia!!!!

Tuesday, January 23, 2018

Review: Wardah Pore Tightening Toner

Kulit muka saya itu benar-benar berminyak dan memiliki pori-pori yang besar. Jadi saat saya browsing-browsing tentang cara untuk mengecilkan pori-pori, ada yang bilang kalau Wardah Pore Tightening Toner ini mampu untuk mengecilkan pori-pori. Wah penasaran dong! Jadi akhirnya saya pun mencobanya.
Sebelum-sebelumnya saya itu rutin menggunakan Acnes Oil Control Toner dan sudah pernah saya review juga ya. Namun kali ini saya beralih merk nih. Hahaha Maafin saya ya Acnes, saya pindah ke lain hati dulu.
Untuk mendapatkan sebotol Wardah Pore Tightening Toner ukuran 100 ml ini cukup mengocek kantong kira-kira sebesar Rp 31.000. Kemasannya itu berupa kardus putih gitu, jadi tidak langsung botol seperti foto di atas ya. Tapi seperti ini:
Seperti yang terlihat pada foto, kalian pasti sadar kalau ada kilap-kilap tanda pantulan cahaya kan? Iya benar sekali! Itu plastik pembungkus kardus putihnya. Kemasan dari Wardah Pore Tightening Toner ini benar-benar luar biasa ya. Jadi kepikiran, kira-kira berapa ya biaya produksi untuk kemasan Wardah Pore Tightening Toner ini? (︶^︶) #plak dasar anak Teknik Industri, mikirnya jadi ke biaya produksi nih. Hahaha...

Deskripsi Singkat Tentang Wardah Pore Tightening Toner
Toner yang diperkaya dengan Aloe Vera extract (sebagai moisturizer), Zinc Gluconate, dan Witch Hazel extract (mengurangi produksi minyak berlebih dan mengecilkan pori). Formulanya efektif menjadikan kulit lebih segar, tidak tampak mengkilap.

Cara pakai: Setelah membersihkan muka, gunakan Pore Tightening Toner. Untuk hasil yang optimal, gunakan rangkaian Wardah Acne Series (Acne Cleansing Gel, Acne Treatment Gel, Pore Tightening Toner, Acne Perfecting Moisturizer Gel, dan Acne Gentle Scrub).

Komposisi: Aqua, Glycerin, Propylene Glycol, Triethanolamine, Lactic Acid, Zinc Gluconate, Butylene Glycol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Phenoxyethanol, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Glycolic Acid, Trideceth09, Fragrance, Ethylhexylglycerin, Polysorbate 20, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Extract, Cl 42090, Cl 18140

[Review] Wardah Pore Tightening Toner
Untuk kemasan botolnya terlihat kokoh ya, tidak ringkih seperti botol-botol air mineral pada umumnya. Yaiyalah ya, secara kalau pakai botol sejenis botol air mineral gitu, yang ada pembeli jadi merasa ragu untuk membelinya. Hihihi. Tutupnya itu diputar seperti membuka botol air mineral. Bentuknya, ya bisa dilihat pada foto pertama ya saudara-saudari sekalian. Karena kemasannya sendiri mantap, jadi kalau diputar-putar sampai jungkir balik juga cairannya tidak akan keluar. Tapi akan tetap tumpah kalau tutupnya kurang rapat. #yaiyalah
Aromanya menyegarkan dan masih tercium bau alkohol gitu. Buat saya sih bau alkoholnya terasa sekali ya. Tapi tidak mengganggu indra penciuman saya kok. Aromanya masih bisa saya terima apa adanya. Eh. Saat saya menggunakannya di wajah saya sehabis mencuci muka. Wuih segar bro! Namun agak perih di mata ya saat saya mengusapkannya di area mata. Ya itu karena alkoholnya kerasa sekali itu. Untuk sensasi sih saya masih lebih suka sensasi saat memakai Acnes Oil Control Toner ya. Lebih terasa ringan gitu daripada saat menggunakan Wardah Pore Tightening Toner. After taste-nya juga lebih suka pakai Acnes Oil Control Toner. Kenapa? Karena Wardah Pore Tightening Toner ini membuat kulitku sedikit lengket gitu. Ya masih bisa saya terima juga sih. Hehe.
Harganya pun masih terjangkau ya. Tidak membuat kantong dobol. Hihi. Selain itu, produk Wardah Pore Tightening Toner ini juga bisa didapatkan di toko-toko terdekat. Cukup mudah lah didapatkan, baik online maupun offline.
Saat ini sih saya masih belum menghabiskan satu botol Wardah Pore Tightening Toner ini ya. Jadi saya sendiri masih belum tahu hasilnya seperti apa. Kalau pori-pori sih sepertinya agak mengecil sih tapi saya merasanya sih sama saja. Haha. Ya mari kita lihat setelah saya menghabiskan satu botol ya. (・∀・)

Friday, January 19, 2018

Jalan-Jalan ke Belitung : Day 3 and 4

29 Desember 2017
Hari ketiga di Belitung ini kami akan di ajak ke kota dan ke pantai (again). Ya ga boleh bosen dong, karena memang kalau ke Belitung ya akan mengunjungi kota dan pantai. Hihihi. Tapi yang dikunjungi tentunya berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ke mana aja sih? Oke lanjut terus baca ya. Hehe.

Sebelum memulai hari, tentunya kami harus sarapan dulu dong. Inget sarapan itu penting guys! Awalnya pak Mi'at mengajak kami untuk mencicipi nasi campur sapi bantet alias nasi campur babi #eh. Namun kami berangkat agak terlambat jadi tempat makannya sudah mau tutup karena sudah habis tandes. Huhuhu. Jadi Pak Mi'at mengajak kami ke tempat makan nasi campur lain tapi yang halal. Sesampainya di sana, ternyata seperti warteg pada umumnya gitu. Kita pilih-pilih saja sayur yang ingin kita makan dan tinggal dihitung oleh si penjual. Pagi itu saya sarapan nasi, mi goreng, telur dadar, dan bakwan udang. Rasanya? B aja alias biasa saja. Untuk biaya sarapan ini biaya dari sendiri ya. Tidak termasuk ke dalam paket tour yang kami pesan.
Selesai sarapan, kami dibawa mengunjungi rumah adat Belitung. Rumat adat Belitung berbentuk rumah panggung. Jadi untuk memasuki rumahnya kami harus menaiki tangga terlebih dahulu. Untuk informasi lengkap terkait rumah adat kebanggaan negeri Laskar Pelangi ini dapat dibaca di sini. Di sana kami berfoto-foto dan melihat-lihat isi rumah adat tersebut. Sayangnya kurang banyak informasi yang diberikan terkait rumah adat tersebut di sana. Lalu saat itu juga sebagian dari rumahnya sedang direnovasi gitu. Jadi saya sendiri kurang begitu menikmati ketika berkunjung ke sana ya. Kurang mendapat ilmu pengetahuan juga. Biasanya kan kalau ke tempat yang memiliki sejarah dibaliknya tuh akan ada informasi yang memberikan ilmu tambahan gitu kan. Tapi ini engga. Hmm... Jadi inget pas saya berkunjung ke Istana Osaka. Wah di sana super sekali deh. Ilmu yang diberikan pun rinci gitu loh. Namun sayang sebagian besar diberikan dalam bahasa Jepang. Jadi bagi saya yang ga bisa bahasa Jepang, informasi tersebut tak begitu dapat saya mengerti. Tertolong karena ada hologram yang menceritakan kisahnya gitu. Haha

Uda Kaya Warga Lokal Belum?
After LDR?
Destinasi selanjutnya adalah Danau Kaolin. Danau bekas tambang timah ini warnanya biru terang indah gitu. Namun karena sering terjadi kecelakaan yang bahkan bisa menewaskan turis, danau ini akhirnya diberi pagar. Kata pak Mi'at sih dulu sering ada turis yang terpeleset saat hendak mendekati tepi danau, alhasil kecelakaan deh. Serem juga ya. Hmm.
Saat itu cuaca begitu terik. Panas sekali saat kami berada di sana untuk berfoto. Benar-benar dijemur deh. Jadi kami tidak begitu lama-lama di sana. Oh ya, sekedar informasi, Danau Kaolin ini suka dijadikan sebagai tempat foto pre-wedding loh. Biasanya difotonya di tepi danaunya banget. Berhubung sekarang diberi pagar, jadi mungkin kalau yang mau foto pre-wedding di sana tidak bisa diambil dari tepi danaunya sama sekali. Haha. Paling jadi seperti ini kali ya fotonya. #eh
Selanjutnya kami dibawa ke tempat belanja oleh-oleh khas Belitung. Kami dibawa ke dua tempat gitu. Pertama ke toko oleh-oleh yang berupa pernak-pernik gitu. Kata pak Mi'at jangan beli oleh-oleh makanan di toko ini karena harganya lebih tinggi daripada di toko oleh-oleh Klapa. Jadi di toko pertama saya hanya membeli kalung untuk mama, gantungan kunci berbentuk kapal dan berbentuk kuda laut, serta magnet kulkas bergambar bintang laut. Saya menghabiskan sekitar Rp 50.000 untuk oleh-oleh pernak-pernik khas Belitung ini. Ya semoga dengan ini saya cukup membantu menaikkan ekonomi warga lokal Belitung ya. #apasih
Nah selanjutnya di toko oleh-oleh Klapa kami memborong makanan-makanan khas Belitung. Ada berbagai macam jenis kerupuk. Ada kerupuk ikan, kerupuk cumi, dan kerupuk udang. Selain itu ada juga yang berupa getas. Lalu jangan lupa untuk membeli sirup jeruk kunci khas Belitung ya! Di tempat ini packing-nya menggunakan kardus dan benar-benar rapi gitu. Jadi siap masuk ke bagasi pesawat banget deh.
Habis beli oleh-oleh kami pergi makan siang. Kami memilih untuk ke Rumah Makan Songshui Air Raya. Di sini pertama kalinya saya mencoba makan songshui dan ini tidak halal ya saudara-saudara. Selain ada songshui, di sini juga ada capcay, mie, kwetiau, dan bihun. Kami cukup lama menghabiskan waktu di sini karena kami sambil bermain werewolf. Biaya makan siang ini sebesar Rp 729.000.
Dari sana kami dibawa ke Pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini nih yang menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi. Sebenarnya jauh juga ya lokasinya dari Belitung Timur tempat replika sekolah Laskar Pelangi ini. Untuk masuk ke pantai ini dikenakan biaya Rp 5.000/orang. Nah di hari terakhir bisa bermain-main pantai ini, saya memutuskan untuk bermain air. Jadi saya memang sudah bersiap dengan membawa baju renang. Namun sesampainya di sana, ternyata yang basah-basahan hanya saya, Kibo, Septian, dan Citta. Yang lainnya habis berfoto-foto tepi pantai, langsung bermain werewolf kembali deh sembari menunggu sunset.

Keren ya?
Saya beserta ketiga yang mau basah-basahan sempat main pasir pantai dengan membuat putra duyung pada kaki Kibo. Hihihi. Ternyata bikinnya tidak semudah yang dikira loh. Harus lelah menggali-gali pasar gitu. Butuh waktu yang cukup lama sampai jadi seperti di foto ini.
Foto sama Putra Duyung
Menjelang sunset, ternyata cuaca mendung berawan gitu. Jadinya kami tidak dapat berfoto sunset gitu deh. Sayang sekali saudara-saudara. (ಥ﹏ಥ)
Sehabis lelah main pantai, kami pergi makan malam ke Dapoer Belitong. Di tempat makan ini Septian dan Steven janjian untuk bertemu dengan Jeffry, teman SMA mereka berdua. Di Dapoer Belitung ini kami mencicipi hidangan seafood. Untuk rasa enak sih tapi porsinya sedikit dan harganya terbilang mahal sih. Ya sekali-kali tak apalah. Untuk biaya makan malam kami sebesar Rp 720.000.

30 Desember 2017
Huhuhu hari terakhir di Belitung yang berarti kami akan segera kembali ke tempat masing-masing. Berhubung flight kami malah digeser jadi jam 11.40 WIB, jadi kami tidak bisa ke mana-mana lagi selain ke bandara. Bahkan untuk sarapan saja kami membeli roti di jalan dan memakannya di mobil. Padahal awalnya pesawat kami itu berangkat sore-sore agar kami bisa jalan-jalan sebentar lagi di Belitung. Namun secara pihak Lion Air secara sepihak menganti jadwal penerbangan. Kami sudah melakukan komplain, namun solusi yang ditawarkan adalah menggantinya ke penerbangan selanjutnya. Padahal hari itu Lion Air hanya ada satu penerbangan saja, sehingga mau tidak mau kami harus mau. Huft~

Kesimpulan: Jalan-jalan ke Belitung bersama teman-teman itu seru banget!!!! Video drone-nya juga keren abis!!!

Lalu buat kalian yang mau jalan-jalan ke Belitung, ini rincian pengeluaran saya untuk liburan di negeri Laskar Pelangi tersebut:
BTW, itu belum termasuk makan, oleh-oleh, dan tips untuk pak Mi'at ya. Untuk makan, saya menghabiskan Rp 380.000 selama di Belitung. Kalau budget untuk oleh-oleh ya pastinya tergantung kalian dong ya...hihihi

Tuesday, January 16, 2018

Jalan-Jalan ke Belitung : City Tour Belitung Timur

28 Desember 2017
Hari ini kami diajak untuk berkeliling kota Belitung Timur. Ada apa sih di sana? Ini nih lokasinya SD Laskar Pelangi dan Kampung Ahok!
Oke sebelum ke sana, kami harus isi perut dulu nih karena perjalanan ke Belitung Timur dari Grand Hatika Hotel itu cukup jauh ya. Yaiyalah sob jauh. Soalnya kan seperti jalan dari ujung Barat ke ujung Timur. Pak Mi'at pun mengajak kami untuk menyeruput kopi terkenal di Belitung sambil memesan menu sarapan yang kami suka. Untuk biaya kopinya sudah termasuk ke dalam paket tour ya. Nah kalau pesan makanan lagi ya dikenakan biaya lagi. Saat itu gw memesan bubur ayam untuk mengisi perut saya yang lapar. Tak lupa juga saya memesan kopi susu untuk mencoba seperti apa sih kopi khas Belitung itu?
Ah saya sampai lupa untuk memberitahu nama tempatnya. Kedai Kopi Kongdjie, ya itu nama kedai kopi terkenal di Belitung. Lokasinya tak jauh dari Grand Hatika Hotel, cukup 15 menit saja sudah sampai ke lokasi. Terus dekorasi kedainya kece gitu. Kalau kata anak jaman now sih instagramable gitu deh. Ada banyak grafiti-grafiti kece yang bisa dijadiin spot foto.
Kopi Susu
Sembari menunggu pesanan kami datang, beberapa dari antara kami bermain Exploding Kitten. Card game ampas yang tidak membutuhkan strategi bagus-bagus amat karena hampir sebagian besar bisa menang karena luck. Sementara sebagian dari kami asik berfoto di spot-spot foto kece di sana.
Setelah perut kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan ke Belitung Timur. Butuh waktu lama ya untuk sampai ke sana. Sekitar 1 jam kami baru tiba di Replika Sekolah Laskar Pelangi. Saat di perjalanan, hujan mengguyur cukup deras. Puji Tuhan saat kami sampai, hujan sudah berhenti. Namun karena di sana tanah di gerbang masuknya berupa tanah merah, jadi becek-becek licin gitu dan ugh sangat ga nyaman untuk saya yang memakai sendal jepit. Soalnya pasti jadi nyeplak-nyeplak nyiprat ke betis deh. #apasih
Dari gerbang masuk hingga ke replika sekolahnya cukup jauh ya jalannya. Tapi ga jauh-jauh amat kok. Haha. Lalu ternyata ukuran dari replika sekolahnya tidak besar. Benar-benar cuma satu kelas saja gitu. Buat kalian yang sudah menonton Laskar Pelangi pasti akan lebih senang karena bisa merasakan berada di dalam scene Laskar Pelangi gitu. Hihihi. Berhubung saya belum pernah menonton Laskar Pelangi, jadi ya gitu deh. Haha Hanya berfoto-foto ria saja. Di depan sekolahnya terhampar luas halaman yang di ujungnya tumbuh ilalang. Padang ilalangnya masih belum tinggi. Jadi agak kurang bagus untuk jadi spot foto. Namun ya kami tetap berfoto di sana. Hihi

Seusai dari sana, kami pun melanjutkan perjalanan ke Museum Kata Andrea Hirata. Tidak jauh loh, cukup 10 menit saja sampai. Untuk masuk ke sini kami harus membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000. Mahal? Ya tidak juga kok. Soalnya kalau di luar negeri untuk masuk ke museum bisa beratus-ratus ribu. Selain itu kita tidak cuma mendapat tiket masuk saja, tapi kita juga mendapatkan buku saku Laskar Pelangi. Keren kan?! Namun kata Kibo saat dulu dia ke sana, dia bisa masuk begitu saja karena tidak ada tembok depannya gitu yang membentengi Museum Kata ini. Bahkan katanya tidak ada biaya tiket masuk saat itu. Hmm ya karena sekarang sudah jadi spot wisata, jadi sudah tidak gratis lagi kali ya. Saat masuk ke dalam. Uiih! Keren banget. Warna-warni. Buat pecinta sastra, pasti suka deh di sini. Saya sih senang karena banyak sekali spot foto keren di sini. Hahaha.


Sesudah sesi foto-foto cantik di Museum Kata Andrea Hirata, kami melanjutkan perjalanan ke Kampoeng Ahok. Untuk ke sini pun tidak memakan waktu lama, hanya 5 menit saja. Jadi baru nempel di kursi eh sudah harus turun lagi. Di sini kami tidak begitu lama. Hanya masuk ke depan rumah Ahok dan berfoto di kursi yang disediakan di halaman rumah. Rumahnya gedong gitu. Besar. Berbeda sekali arsitekturnya dengan rumah-rumah yang sebelumnya kami lewati di sepanjang jalan Belitung.
Selanjutnya kami sempatkan berkunjung ke Vihara Dewi Kwan Im sebelum kami makan siang (yang benar-benar super late). Di sini teman kami yang beragama Budha menyempatkan diri untuk sembayang. Sedangkan yang lain foto-foto lagi. Haha~ Untuk sampai ke patung Dewi Kwan Im membutuhkan tenaga ekstra untuk menaiki tangga yang banyak. Saya sendiri tidak sampai ke puncaknya karena malas menaiki tangga. (・∀・)
Oh untuk yang tidak suka anjing, hati-hati di vihara ini banyak anjing kampung berkeliaran meminta makan. Ada anak anjingnya juga. Hehe.
Next, untuk makan siang kami diantar pak Mi'at ke Rumah Makan Fega. Cuaca saat itu mendung kembali. Di sini ada spot foto keren juga. Kita bisa berjalan ke daerah yang di sisi-sisinya adalah air laut. Bahkan ada seperti nahkoda kapal gitu di ujungnya. Jadi seperti replika kapal gitu deh. Namun sayang saat itu hujan deras sekali. Jadi kami sama sekali tidak dapat berfoto di sana. Bahkan untuk kembali ke mobil saja kami harus hujan-hujanan karena tidak ada satupun di antara kami yang membawa payung. Huft. Untuk makanan di sini ya makan seafood. Biaya makan di sini sudah termasuk ke dalam paket tour. Untuk rasa sih menurut saya kurang enak ya. Di menu ini pun dihidangkan sup ikan yang lagi-lagi cuma saya yang memakannya. Haha.
Selanjutnya kami diantar ke PANTAI! Wuhuuuu~ Tapi di sini kami tidak basah-bsasahan karena memang kami tidak sama sekali mempersiapkan baju. Jadi di sana kami hanya foto-foto loncat gitu dan menikmati suasana pantai saja.
Setelah itu kami pun kembali ke daerah hotel kami. Perjalanan cukup lama karena memang jauh dari Timur ke Barat. Haha. Karena hari sudah gelap jadi kami memutuskan untuk pergi ke tempat makan malam saja. Kami diajak makan malam di Kampong Belitong Timpo Duluk. Di sini kami diajak untuk merasakan cara makan masyarakat Belitung, makan bedulang disebutnya. Jadi makanan ditutup dalam tudung saji dan yang berhak untuk membuka tudung saji tersebut adalah orang yang paling tua. Dia pulalah yang harus membagikan nasi. Satu dulang untuk empat orang. Isinya ada 5 macam makanan khas Belitung. Ada baso ikan yang seperti baso tahu, ada "rendang" ayam, semacam sayur karedok karena ada kacang panjang mentah di situ, sup ikan kuah kuning, dan sambal. Karena kami semua masih kenyang, kami tidak begitu menikmati makan malam itu. Saya yang sudah muak dengan sup ikan pun tidak menyentuh sama sekali sup ikannya. (-_-;) Untuk rasa, baso ikannya bau amis deh. Karedoknya lumayan enak meski pedas, dan "rendang" ayamnya juga lumayan lah. Di samping diajak cara makan bedulang, kami juga bisa merasakan suasana tempoe doeloe di sini. Banyak sekali barang-barang kuno yang dipajang di sini. Ada radio jadul, piringan hitam, ditampilkan juga taksi pertama di Belitung. Di sini juga ada live music. Namun sayang penyanyinya memiliki suara yang agak sumbang. Tapi tak apa, at least he try. Untuk biaya makan malam di sini sudah termasuk ke dalam paket tour. Uwaa~
Makan Bedulang
Selanjutnya kami pun kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat. Namun seperti biasa sebagian dari kami pergi bermain di kamar Septian, Budhi, dan Ko Mario.

Kesimpulannya: Selain pantai, Belitung juga menyuguhkan wisata kota yang menarik. Napak tilas film Laskar Pelangi menjadi daya tarik tersendiri untuk kota Belitung. Jangan sampai kelewatan ya bagi kalian yang pergi ke Belitung!

Thursday, January 11, 2018

Jalan-Jalan ke Belitung : Hopping Island

27 Desember 2017

Untuk menuju Tanjung Pandan, kami menggunakan jasa dari Citilink yang berangkat pada pukul 05.55 WIB. Saya berangkat bersama Kibo ke terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan taksi Blue Bird. Sebelumnya Kibo sudah memesan terlebih dahulu jasa taksi tersebut untuk menjemput kami pukul 04.00 WIB. Sebelum pukul 04.00 WIB, ternyata pak supir taksi sudah datang menjemput. Kondisi jalanan menuju bandara pun terbilang lancar, sehingga kami tiba di bandara pukul 04.15 WIB. Wah luar biasa ya!
Kami berempatbelas sebenarnya janjian bertemu di bandara maksimal pukul 04.30 WIB. Jadi saya dan Kibo super kepagian nih. Berhubung kami berdua tidak mau memakai bagasi, hanya hand carry saja, jadi kami pun menunggu yang lain sambil bermain AoV #tetep
Setelah semua kumpul dan check in, berangkatlah kami ke Belitung! Yuhuuu~ Setibanya kami di Bandara H.AS Hanadjoedin, kami dijemput oleh Pak Mi'at, tour guide yang akan menemani perjalanan kami selama di Belitung. Koper-koper kami dikumpulkan untuk dibawa ke hotel, sedangkan kami dibawa ke tempat makan Mie Atep untuk sarapan. Mie Atep ini merupakan mie khas Belitung saudara-saudari. Sesampainya kami di sana, kami harus menunggu terlebih dahulu karena tempat makannya ramai dan kami tidak kebagian tempat duduk. Oh ya, biaya Mie Atep dan minuman jeruk kunci sudah termasuk ke dalam paket tour ya. Jadi, saya sendiri pun tidak tahu harga dari sepiring Mie Atep dan jeruk kuncinya. Berikut penampakan sarapan kami:
Mie Khas Belitong
Sekedar informasi, warga lokal menyebut Belitung itu sebagai Belitong. Jadi bukannya typo ya guys tapi memang mereka menyebutnya begitu. Hihihi. Nah untuk review dari  Mie Atep ini bisa cek di @furisukabofood ya. Biar ga kepanjangan cerita di pos ini. #pelit Berhubung makanannya cukup lama disajikan ke meja, kami menyempatkan untuk bermain kartu dahulu. Haha.
Setelah perut kami kenyang, pak Mi'at merekomendasikan kami untuk melakukan hopping island hari ini. Hal ini tidak sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan kepada kami. Jadi kami pun berunding terlebih dahulu apakah mengikuti rekomendasi pak Mi'at atau tetap pada jadwal acara. Tapi pak Mi'at sangat-sangat merekomendasikan untuk mengubah jadwal karena cauca dan angin hari ini sedang bagus, sehingga kami bisa berlayar dengan tenang. Sedangkan apabila dilakukan esok hari, pak Mi'at tidak bisa menjanjikan kami bisa melakukan hopping island. Kalau cuaca buruk kan ya ga mungkin dong kita hopping island. Jadi kami pun sepakat untuk melakukan hopping island hari ini.
Berhubung kami semua belum mempersiapkan baju untuk basah-basahan dan rencananya kami ingin pakai baju warna putih semua agar bagus di foto dan di video, jadi kami diantar ke hotel untuk bertukar baju. Namun saya sedikit salah pengertian nih. Saya pikir kan bisa tukar baju renang sebelum naik kapal atau basah-basahan, ternyata tidak sempat sama sekali untuk berganti baju renang. Alhasil saya dan sebagian teman-teman pasrah basah-basahan. Haha~
Pertama-tama kami naik kapal terlebih dahulu dengan ditemani oleh satu orang pengemudi kapal, seorang kameramen untuk mengendalikan drone, dan pak Mi'at selaku fotografer kami. Pulau pertama yang kami tuju adalah Pulau Lengkuas. Di pulau ini nih yang ada mercusuar hits itu. Yang sering banget ada di instagram fotonya. Kami melakukan sesi rekaman dengan menggunakan drone di sini. Untuk jasa drone, kami harus membayar tambahan biaya sebesar Rp 850.000. Eits tenang bukan per orang kok. Jadi bisa dibagi 14 deh biaya rekaman tersebut. Selain itu, tiket untuk naik ke mercusuar juga belum termasuk dengan jasa tour. Somehow saat di sana, kami sama sekali tidak ada yang naik ke mercusuar. Ada sebagian yang asik foto-foto instagramable gitu dan ada juga yang bersantai sambil minum air kelapa. Selain itu, di pulau ini juga sahabat kami, Devi, dilamar oleh Egi. Kyaaa Kyaa~
Cie yang abis dilamar >.<
Sehabis dari Pulau Lengkuas, kami pun diantar untuk ke Pulau Kepayang untuk makan siang. Kata pak Mi'at, kalau ke Pulau Lengkuas, ya makan siangnya pasti ke Pulau Kepayang. Karena cuma di sini yang menyediakan santapan untuk mengisi perut-perut lapar. Menu makan siang kami berupa seafood.
Ada kepiting dimasak saos pedas gitu, cumi goreng tepung, sop ikan kuah kuning, ikan bakar, tumis kangkung, dan tumis genjer. Menu makan siang ini sudah termasuk ke dalam paket tour. Namun apabila ingin menambah menu, ya kena tambahan biaya sendiri. Harganya cukup mahal. Untuk tambahan cumi goreng tepung seporsi dan tumis kangkung dikenai biaya Rp 170.000. Oh ya selain dapat bersantap siang pinggir pantai, katanya kita juga bisa melihat penangkaran penyu. Namun saat itu saya tidak mengetahui hal ini. Jadi kami cuma makan siang dan langsung cabut deh untuk melanjutkan acara.
Setelah perut kenyang, pak Mi'at mengajak kami untuk snorkeling. Yeay! Saat perahu berhenti di tengah lautan, ombak mengombang-ambingkan perahu kami. Hal ini cukup membuat saya mabuk laut ya dan ingin segera nyemplung saja supaya tidak pusing. Ada beberapa teman kami yang tidak ikutan nyebur. Egi saat itu mabuk laut. Lalu ada Steven, Elis, dan Angel yang memilih untuk diam di kapal saja. Sisanya, kami semua nyemplung untuk melihat isi dari lautan Belitung ini. Arus laut saat itu cukup kuat ya. Jadi saat saya hanya pasrah saja diombang-ambingkan air laut, tahu-tahu sudah jauh dari kapal. Namun saya tidak takut karena ada teman-teman yang juga hayut. Hahaha~ Saya pun berusaha untuk tidak jauh-jauh dari Kibo. Kalau kenapa-kenapa kan jadi ada yang nolongin. Heheh~
Pemandangan bawah laut di sana cukup indah. Namun sayang, air lautnya tidak begitu bagus warnanya. Kurang biru gituuu. Butek malah menurut saya. Ikan-ikan yang ada di sana juga tidak begitu bervariasi. Tapi saya cukup menikmati pemandangan bawah laut yang cukup dalam tersebut. Banyak terumbu karangnya juga. Oh ya, sebelum nyemplung, mas-mas kapal sudah menaburkan biskuit terlebih dahulu, sehingga ikan-ikan menghampiri. Jadi saat nyemplung, saya mengambil serpihan biskuit dan menghancurkannya di air. Dengan begitu banyak ikan yang menghampiri saya. Seru deh!
Selesai snorkeling kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Batu Berlayar. Pulau Batu Berlayar ini merupakan pulau yang kecil dengan pemandangan batu-batu besar seperti layar kapal. Kalau beruntung, kita bisa melihat pelangi menghiasi pulau ini. Namun sayang, cuaca saat kami ke sana sedang mendung. Perjalanan ke Pulau Batu Berlayar ini cukup lama ya. Sepertinya ada 15 menit deh. Selain itu ombak pun cukup besar, jadi dua teman kami mabuk laut. Salah satunya si Kibo. Dengan sigap Septian memberikan obat anti mabuk yang sudah dari awal dibawanya. Super mujarab. Egi dan Kibo yang awalnya mabuk, kembali segar saat tiba di Pulau Batu Berlayar.

Di Pulau Batu Berlayar ini kami melanjutkan syuting. #ceileh. Pak Mi'at selaku pengarah gaya dengan sigap menginstruksikan kami untuk bergaya dengan aba-abanya. Kami juga bisa melihat bintang laut di sini. Pak Mi'at pun mengajak kami untuk berfoto bersama bintang laut. Kami bisa memegangnya juga loh. Dengan hati-hati saya sentuh Mr. Patrick Star. Pokoknya tetap jaga agar si bintang laut selalu di air ya. Kan kasian kalau kelamaan di luar air. Bisa-bisa mati lagi doi.
Hi Mr. Patrick Star
Air laut mulai pasang, kami pun disuruh cepat-cepat untuk naik ke kapal dan pergi ke Pulau Kelayang. Di sini cukup ramai pengunjung. Banyak yang berenang dan bermain pasir. Di pulau ini kami melakukan sesi syuting lagi. Kali ini kami menggunakan pelampung karena diambil di area air yang cukup dalam. Satu meter ada sepertinya. Wah intinya hari ini super seru sekali deh.
Dari sana, kami pun kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap-siap pergi makan malam. Pak Mi'at mengantar kami bersantap di restoran semi seafood. Untuk makan malam ini juga sudah termasuk dari paket tour loh. Makanan di restoran ini lebih baik daripada makan siang kami. Namanya apa ya. Saya lupa. Nanti kalau ingat saya update kembali deh.
Update!
Jadi nama restorannya adalah Raja Seafood Penta Peturun. Ini dua cuplikan menu makanan kami saat itu:
Jadi saat itu menu makan malam kami ini sudah dipesankan gitu. Jadi kami datang dan tinggal duduk manis di meja yang sudah disiapkan untuk kami. Menu yang gw suka itu bakso ikannya! Enak dan kaldunya luar biasa! Yang lainnya juga enak-enak kok. Setidaknya rasanya lebih enak dibanding menu makan siang kami. Untuk foto-foto lengkapnya bisa cek di @furisukabofood ya.
Setelah perut kenyang, kami mampir dahulu ke tukang martabak. Berhubung Egi baru lamaran, dia pun inisiatif untuk mentraktir kami martabak telur dan manis. Huray! Martabak manisnya kami pesan rasa pandan keju. Rasanya uenak loh! Sesampainya di hotel, sebagian dari kami berkumpul di kamar Septian, Budhy, dan ko Mario untuk bermain Werewolf. Berhubung permainan ini menuntut untuk beradu argumen, kami pun menimbulkan polusi suara. Hahah Sampai-sampai kamar sebelah menegur kami. Ugh! Beruntung saat doi negor, kami baru saja selesai bermain. Jadi kami pun menyudahi permainan dan kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.

Kesimpulannya: Pulau-pulau di Belitung bagus-bagus dan banyak batu-batu raksasa yang menakjubkan! Air lautnya super asin dan perih apabila pertama kali kena mata. Intinya sih perjalanan hari ini super menyenangkan!

Monday, January 8, 2018

Jalan-Jalan Ke Belitung : Persiapan


Perjalanan ini boleh dibilang sudah diwacanakan jauh-jauh hari. Bahkan wacana jalan-jalan bersama ini sudah dicetuskan sejak kami masih di bangku kuliah. Namun realisasinya baru bisa dijalankan pada tahun kemarin. Saat itu Septian membagikan screenshot dari harga tiket pesawat pulang-pergi dari Jakarta ke Tanjung Pandan alias Belitung ke dalam group chat kami. Sontak dibuatlah polling siapa saja yang akan join trip to Belitung tersebut. Saya, yang memang jarang membuka LINE, jadi agak terlambat mendapatkan informasi. Barulah saat nama saya di-mention, notifikasi masuk ke ponsel saya. Saat dibuka, tahu-tahu sudah banjir chat. Entah mengapa LINE saat itu notifikasinya tidak masuk. Jadi kalau memang kebetulan saya lagi buka, barulah chat masuk dan baru saya baca. Yah semoga saja ya LINE bisa kembali normal notifikasinya. Jadi saya tidak ketinggalan berita lagi. Hihihi...
Setelah mengetahui akan diadakan trip to Belitung, saya sejujurnya agak ragu untuk ikut karena saya harus meminta ijin kedua orang tua dahulu. Setelah membujuk orang tua agar saya diijinkan pergi, barulah saya mengisi polling di chat sebagai tanda keikutsertaan saya. Ternyata satu dari teman kami tidak dapat mengikuti trip ini karena tidak diijinkan orang tuanya. Padahal grup 9 sekawan sudah hampir lengkap ikut semua. Cuma kurang satu. Hiks ༼ಢ_ಢ༽ Selain kami berdelapan, juga ada pasangan-pasangan kami yang ikut. Jadi makin ramai nih! Meski sempat ada drama sedikit karena ada yang batal untuk ikut, pada akhirnya kami berdelapan pun pergi liburan bersama. Ya ditambah 6 orang yang merupakan pasangan dari kami berenam. Hehe... Jadi total 14 orang yang akan menjambangi pulau Belitung tanggal 27 sampai 30 Desember 2017.
Pembelian tiket bersama-sama itu dilakukan tanggal 4 Mei 2017. Mumpung harganya masih murah, jadi langsunglah kami beli. Kami mendapatkan harga tiket sebesar Rp 903.464/orang. Harga tiket yang cukup murah untuk perjalanan ke Pulau Belitung. Tapi ada tiga orang yang tidak ikut membeli secara berbarengan. Mereka membeli tiket sendiri karena alasan pribadi. Jadi keberangkatan dan waktu pulangnya berbeda sedikit. Yah yang penting sih mereka tetap ikut. ヽ(^o^)丿
Tahap selanjutnya, kami harus mulai mencari hotel dan membuat rangkaian acara yang akan kami lakukan selama 4 hari 3 malam di Belitung. Tanggal 30 Juni 2017 kami mengadakan janji untuk bertemu membicarakan pemesanan hotel. Saat itu yang bisa menghadiri pertemuan adalah saya, Angel, Elis, dan Septian. Kami janjian untuk pergi makan di salah satu mall di Karawang. Dipilihlah Giggle Box di Festive Mall sebagai tempat kami bernaung. Setelah bergulat memilah-milah hotel, akhirnya dipilihlah Grand Hatika Hotel. Saat itu kami memesan 5 kamar untuk 3 malam. Total harga yang harus kami bayarkan sebesar Rp 8.964.600. Kami memesan hotel menggunakan applikasi Agoda milik Angel. Menurut review di Agoda, hotel tersebut cukup dekat dengan pantai dan nyaman. Fiuh akhirnya sudah bisa sedikit lega karena hotel sudah berhasil kami pesan.
Selanjutnya untuk transportasi, awalnya kami ingin merental mobil semacam elf gitu beserta supirnya. Mengapa memilih elf? Karena kami ingin berada dalam satu kendaraan selama perjalanan, sehingga bisa bertukar cerita bersama. Namun setelah dihitung-hitung, ternyata lebih baik pakai jasa tour saja karena bisa sekaligus dibuatkan rangkaian acara selama di Belitung. Untuk itu kami menggunakan jasa tour dari Visit Belitong. Biaya tour per orang dikenai sebesar Rp 850.000 untuk empat hari tiga malam.
Selain itu, kami juga mengumpulkan kas untuk membayar makanan kami selama di Belitung. Untuk biaya makan, kami mengumpulkan Rp 400.000/orang ke satu orang yang ditunjuk sebagai bendahara. Biaya ini untuk selama kami di Belitung. Namun kalau ternyata nanti masih berlebih, bendahara akan mengembalikan dana yang masih tersisa. Dengan begitu kami tidak perlu bawa uang banyak-banyak deh selama berlibur ke Belitung.
Oke lengkap sudah persiapan liburan ke Pulau Belitung! Oh ya, kami menyebut grup liburan kami Puyo Belitung. Jadi kalau di Instagram ada #PUYOTrip, itu foto-foto kami saat di Belitung. Hihih  Kalau ditanya kenapa diberi nama Puyo, saya sendiri juga tidak tahu.  (・ิω・ิ) Lalu ngapain saja sih selama di Belitung? Tunggu pos saya selanjutnya ya....

Thursday, January 4, 2018

Journal: Plan With Me January 2018

Sebelumnya gw mau meminta maaf karena layout untuk bulan Desember tidak gw pos di blog. Tapi kan sudah gw pos di Instagram. Jadi masih oke lah ya. *excuse* (・∀・)
Nah untuk layout di bulan Januari 2018 ini, gw memilih tema fireworks alias kembang api. Tahun baru kan biasanya orang-orang menyalakan kembang api. Jadi gw mau menghias jurnal gw dengan kembang api untuk bulan Januari ini.
Chekidot!
January 2018 Cover
Untuk cover, gw belajar membuat kaligrafi ala-ala gitu. Tapi masih gagal euy! ಠ_ಠ Kalian bisa lihat kan kesalahan gw di mana. Huhuhu Awalnya sih gw bikin pakai pensil. Lalu gw tebalkan pakai Stabilo Point 88 Pen warna abu-abu. Namun hasilnya kurang sesuai keinginan. Untuk menebalkannya tuh warnanya tidak merata. Tapi masih oke menurut gw. Sampai akhirnya gw menggambar kembang api warna-warni di sekitarnya. Tulisan "January"-nya tidak outstanding. Jadilah gw mencoba untuk membuat border pakai Snowman Marker warna hitam. Mungkin karena tangan gw masih kaku. Eh gw bikin border-nya nyengsol gitu alias keluar garis. Jadilah makin berantakan (´-﹏-`;) Huft~ Yasudalah first try namanya juga.
Monthly Log dan Habit Tracker
Lanjut...gw membuat monthly log dengan layout seperti yang sudah-sudah. Tanggal dan inisial dari hari gw letakan di tengah-tengah sebagai pembatas antara personal life dengan work life. Untuk monthly log kali ini gw tidak menggambar Growth Tracker. Entah mengapa lagi malas saja. Gw jarang sekali upload IG tentang dunia kuliner gw. Huhuhu..
Di sebelahnya gw membuat habit tracker. Yang berbeda adalah gw tidak menyatukan habit tracker dan sleep tracker gw dalam satu halaman. Gw membuat lebih banyak lagi habit yang mau gw track. Isinya apa saja? Intinya sih seputar personal habit, post habit, health, dan household. Gw juga menambahkan satu kolom tentang cuaca. Kalau cuaca cerah, gw menggambar matahari bersinar. Kalau hujan, ya gw akan menggambar awan dengan rintik-rintik hujan. Sedangkan kalau berawan, ya tinggal gw gambar awan dengan matahari yang bersembunyi dibaliknya. Untuk daftar habit sendiri gw cari dari Pinterest. Jadi buat kalian yang mau buat habit tracker, bisa banget tuh cari ide-ide habit apa saja yang mau dicatat dari Pinterest. Banyak banget di situ pilihannya.
Kalau kalian mau meniru gw, ini daftar habit tracker gw:
  • Washed hair
  •  Poop
  • Mask on face
  • Read the bible
  • Read book
  • Watch TV Series
  • Post Blog
  • Post IG
  • Exercise
  • Take medicine
  • Sick
  • Changed towel
  • Changed bad sheet
  • Swept floor
  • Mopped floor
  • Clean toilet
  • Laundry
  • Learn Japanese using Duolingo
  • No rice at night
Banyak juga kan? Hahaha Gw sedang mencoba saja pakai daftar habit yang banyak. Kira-kira hasilnya seperti apa ya. Hmmm
Sleep Tracker dan Weekly Log
Halaman selanjutnya gw membuat sleep tracker. Karena gw buat dalam satu halaman full, jadi rentang waktunya bisa sampai 24 jam. Biasanya kan gw cuma buat dari jam 21.00 hingga 09.00. Rentang waktu sampai 24 jam ini membantu gw untuk tracking waktu tidur siang gw. Ya emang sih gw jarang tidur siang. Tapi dengan ini gw bisa tahu kapan gw bobo ciang. hehehe
Untuk weekly log sendiri gw buat dalam satu halaman saja. Kalau dulu-dulu gw buat dalam dua halaman. Makin ke sini gw buat dalam satu halaman. Menurut gw satu halaman untuk satu minggu itu sudah cukup. Kalau gw buat dalam dua halaman jadi banyak space kosong gitu. Kan sayang. Oh ya, gw juga membuat space pada bagian akhir tiap hari untuk mencatat makanan yang gw makan hari itu. Dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Gunanya sih biar gw tahu seberapa ga sehatnya gw. #loh
Ga juga sih, tapi dengan mencatat makanan apa saja yang gw makan, ini membantu gw dapat mencatat pengeluaran gw. Kadang kan gw suka lupa catat pengeluaran gw gitu. Hingga sampai beberapa hari baru gw mulai catetin lagi. Karena kelupaan nyatet ini, gw juga jadi lupa gw keluar uang berapa banyak untuk makanan-makanan yang gw beli. Nah karena sudah gw catat di jurnal, jadi gw bisa mengingat berapa uang yang gw keluarkan untuk setiap makanan yang gw makan. Hehehe~

Sekian deh layout untuk bulan Januari 2018 ini. Kalau kalian, gimana buatnya? Sharing dong!

Wednesday, January 3, 2018

Journal: Plan With Me 2018

Tahun Baru, Jurnal Baru~
Jadi gw pun menyiapkan layout-layout untuk memasuki tahun 2018 dalam jurnal baru gw yang gw beli di Pappan Lukis. Cerita tentang jurnal baru gw itu bisa dibaca di sini.
Oke ga usah berlama-lama, gw jabarkan satu per satu layout yang gw buat untuk membuka tahun 2018 ini~

1. Keys

"KEYS" ini merupakan kata kunci atau legenda dari simbol-simbol yang gw gunakan dalam jurnal.
Keys - Halaman 1
Gw pun menambahkan keterangan kalau-kalau jurnal gw hilang, orang yang menemukan bisa menghubungi gw melalui surel (e-mail) dan mengembalikannya pada gw. Ya semoga saja jurnal gw tidak hilang ya.  Lalu untuk mempercantik layout keys ini, gw menambahkan sticker dari FulFil_ID. Kalau kalian sudah pernah membaca pos gw berjudul "Unboxing FulFil_ID Giveaway" pasti kalian tahu kalau sticker tersebut merupakan salah satu dari hadiah giveaway FulFil_ID tersebut.

2. Index

Lanjut ke halaman selanjutnya ada Index alias daftar isi gitu~
Index - Halaman 2
Nah untuk index gw memberikan slot 4 halaman. Pada jurnal sebelumnya juga gw buat 4 halaman, tapi ternyata cuma digunakan 2 halaman. Maklum jurnal yang lama cuma untuk 6 bulan saja. Jadi index tidak begitu banyak terisi. Nah karena jurnal baru gw ini gw persiapkan untuk satu tahun gw isi, jadi gw kasih slot 4 halaman untuk index.
Layout-nya sendiri bisa dilihat pada foto di atas. Gw membuat space untuk nomor halaman terlebih dahulu baru kemudian isinya pada area di sebelah kanannya. Masih sama seperti jurnal gw yang lama. Untuk hiasanya sendiri, gw bikin doodle tentang buku dan alat tulis gitu di area judul. Inspirasi menggambar doodle buku dan pensil sendiri gw dapat dari Pinterest. Jujur gw kesulitan untuk membuat tumpukan buku. Sumpah ini susah banget  jadinya gw cuma bikin buku yang terbuka saja deh. Menyerah dengan gambar tumpukan buku. Huhuhu

3. Future Log 2018

Bagian ini merupakan sneak peak untuk melihat agenda selama setahun bakal ngapain aja.
Future Log 2018 - Halaman 6
Kalau di jurnal yang lama gw buat hanya dalam satu halaman. Kali ini gw buat dalam dua halaman. Biar bisa lebih leluasa diisi dan tidak padat. Gw membagi kalender ke dalam dua bagian. Januari hingga Juli pada bagian atas dan Juli hingga Desember pada bagian bawah. Di bawah masing-masing bulan gw beri slot untuk mengisikan keterangan. Warna merah menandakan hari libur, warna jingga berarti hari ulang tahun, warna pink yang menandakan event bahagia seperti pernikahan dan anniversary, dan terakhir warna turquoise yang berarti trip alias hari saat gw jalan-jalan.
Sebagai hiasan, gw menggunakan washi tape yang gw tempelkan pada bagian atas dan bawah. Terlihat seperti amplop surat ya.  Gw suka dengan motif dari washi tape ini. Tekstur dari washi tape-nya juga oke dan lem perekatannya juga mantap. Gw beli lewat Shopee di toko Pinkabulous. Nama barangnya Masking Tape Bentoto House / Selotip Unik / Selotip Lucu. Harganya Rp 17.200 dapat tiga washi tape. Murah kan?

4. Year in Pixels

Year in Pixels ini merupakan gambaran selama satu tahun dari hari-hari yang kita lewati.
Year in Pixels - Halaman 8
Ada dua versi sih. Ada orang yang membuatnya sebagai mood dalam satu tahun dan ada juga orang yang menggambarkan respon kita dalam menghadapi hari-hari. Gw sendiri memilih versi yang kedua. Oleh sebab itu legenda yang gw buat itu terbagi menjadi lima bagian.
  • Warna merah : great day
  • Warna jingga : good day
  • Warna hijau   : ok day
  • Warna biru    : sad day
  • Warna ungu   : angry day
Gw itu orang yang merasa hari-hari gw lewati dengan biasa-biasa saja. Ya sesekali ada yang menyenangkan dan biasa saja. Jarang rasanya gw merasa menjalani hari yang menyedihkan ataupun gw seharian marah-marah. Jadi gw pikir lima jenis itu sudah cukup buat gw. Saat gw browsing mencari ide dalam membuat year in pixels layout, tak jarang gw menemukan orang yang membuat legendanya sampai 8 atau bahkan 10 jenis. Biasanya yang banyak itu karena mereka menggambarkan mood gitu. Tapi gw ga bisa pakai legenda mood karena mood gw akan happy-happy saja. Jadi percuma menurut gw kalau pakai mood sebagai pilihannya hahaha~

5. Period Tracker

Sesuai namanya, layout ini digunakan untuk mencatat kapan si bulan datang dan berapa lama durasi kedatangan si bulan.

Period Tracker - Halaman 9
Untuk layout period tracker ini, gw menamakannya Shark Week. Gw mengikuti layout dari Pinterest. Menurut gw layout ini super cute!! Sebagai legenda, gw menggunakan dua tipe. Pertama itu tingkat banyaknya darah yang keluar. Upss kok kesannya jadi jorok dan menjijikan gini ya. Yaudah semoga aja yang baca cewe-cewe  Tapi kalau cowo, yauda buat pengetahuan aja ya. Haha

Lalu legenda yang kedua itu jenis sakit yang muncul kala masa datang bulan. Kalau gw sih yang dirasain ya cuma sakit kepala dan keram perut. Jadi gw pun cuma menggunakan dua item itu saja. Kalau terjadi, ya gw tinggal menuliskan kode dari sakitnya itu dalam kotak yang sesuai.

6. Movie to Watch

Movie to watch layout digunakan untuk mencatat judul-judul movie atau film yang kita tonton selama 2018.
Movie to Watch - Halaman 10
Ide layout dari movie to watch ini juga gw dapatkan dari Pinterest. Kreatif sekali bukan orang yang menciptakan layout seperti ini. Gw suka sekali dengan layout ini. Nonton film kan biasanya makan pop corn dan minum cola. Jadi pop corn yang berhamburan keluar itu cocok banget jadi layout untuk movie to watch menurut gw. Membuatnya pun mudah loh. Tidak sulit dan simple. Untuk pewarnaan merah pada bungkus pop corn-nya gw menggunakan Neo Color I Caran d'ache.

7. Book I've read

Terakhir, book I've read layout ini gw gunakan untuk mencatat buku-buku apa saja yang sudah gw baca selama tahun 2018 ini.
Book I've Read - Halaman 11
Dan lagi-lagi, layout ini gw tiru dari Pinterest. Beneran deh. Pinterest itu sumber ide-ide untuk menghiasin jurnal gw. Banyak banget layout cute-cute bertebaran di Pinterest. Kalau di Pinterest sih orang yang membuat layout ini menggambar ketebalan buku yang tipis-tipis. Jadi semakin banyak deh jumlah buku yang ada dalam lemari buku. Nah berhubung gw tidak begitu sering baca buku. Jadi gw sengaja menggambarnya tebal-tebal. Selain biar kelihatan pintar baca buku tebal-tebal #eh, juga supaya jumlah buku yang gw baca itu tidak banyak-banyak. Jadi nanti kan lemari buku gw ini terisi penuh oleh buku-buku yang sudah ada judulnya. Kalau belum ada judulnya kan jadi kurang chick gitu.

Oke sekian ulasan layout untuk menemani hari-hariku melewati satu tahun. Gw sengaja tidak membuat resolution atau goals layout karena gw ga pernah bikin resolusi. ahahaha AMPAS banget ya gw. Mungkin nanti tahun depan akan ada layout untuk resolusi gw? Ya siapa tahu. Hihihi