Tuesday, May 21, 2019

Movie Review: Avatar (2009)


Gila sudah 10 tahun yang lalu film Avatar ini tayang. Tapi aku sama sekali belum pernah nonton film dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah ini. FYI, film Avatar ini mengantongi USD 2,788 milyar dari penayangannya. Mantap bukan?! Dari sejak tayang, posisi Avatar ini belum pernah digeser oleh film mana pun. Avengers: Endgame saat ini sudah mengantongi USD 2,616 miyar. Apakah bisa menggeser posisi film Avatar ini?? Let's see.

Oke, akhirnya setelah 10 tahun, aku kesampean juga nonton Avatar. Ya soalnya kan bentar lagi mau tayang Avatar 2 ya katanya. Jadi si Kibo mewajibkanku buat nonton Avatar yang pertama ini sebelum Avatar 2 tayang. Biar bisa ngikutin gituuu....

Avatar (2009)

Sutradara
:
Penulis
:
Produksi
:
Jenis Film
:
Action, Adventure, Fantasy
Censor Rating
:
PG-13
Tanggal Rilis
:
10 Desember 2009
Durasi
:
2 jam 42 menit
Sinopsis
:

A paraplegic Marine dispatched to the moon Pandora on a unique mission becomes torn between following his orders and protecting the world he feels is his home.
Sumber: IMDb
Review: Avatar (2009)

Untuk prolognya, wah apaan nih. Kayanya njlimet banget gitu. Boring. Tapi pas sudah masuk di Pandora dan sudah menjadi Avatar, keseruan pun dimulai. Standing applause lah aku sama grafiknya. Buset deh. Ga heran kalo bisa meraup pendapatan begitu besar. Filmnya memang ajib banget!!! Buat yang belom nonton, HARUS. BANGET. NONTON. Ya ini film benar-benar kece!!!!

Buat kalian yang akan menonton film ini, sebaiknya siapkan slot waktu yang enak. Jangan kaya aku, aku baru nonton film ini jam 11 malam. Hampir setengah 12 malam malah. Jadi ketika waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Aku akhirnya pause film ini dan aku pergi tidur. Maklum besoknya harus bangun pagi. Jadi aku lanjut nontonnya besok malam saja deh. Tapi meski sempat kestop, tidak membuat film ini tidak mengasikan untuk ditonton loh ya. Cuma waktunya saja yang kurang pas.

Kalau tidak salah juga, Avatar ini adalah film yang mengusung format 3D gitu deh. Sayangnya aku nonton di TV saja, jadi ga bisa menikmati efek 3D dari film Avatar ini. Namun meski begitu, tetap saja aku terpukau oleh grafik dari Avatar. Mantap banget gile! Ga nyangka banget kalau ini film tahun 2009. Kalau disandingkan dengan grafik film 2019, masih ga kalah deh! Malah bisa jadi lebih bagus.

Untuk alur cerita, mengasikkan. Konflik antara The Sky dan suku Avatar merupakan kisah yang seru untuk diikuti. Apalagi saat kubu the sky sendiri terbagi dua, yaitu kubu scientist yang menginginkan perdamaian antara suku sky dengan avatar dan kubu army yang menggunakan kekerasan untuk mengusir para avatar. Aku dibuat penasaran banget akan siapa nih kubu yang akan menang...

Rating dari IMDb adalah 7.8 dari 10. What?! Kecil banget! Padahal Avatar bisa dikasih bintang 9 dari 10. Aku sangat acungkan jempol buat grafik yang disuguhkan deh!!!
(9/10)

Monday, May 20, 2019

Butuh Motifasi Menulis

Berbeda sekali dengan bulan April, di bulan Mei ini mood menulisku lagi terjun bebas. Tiap buka blog, rasanya berat gitu buat pencet new post dan mulai mengetikkan jariku pada keyboard dan menulis apapun yang ada di kepalaku. Bisa kalian lihat sendiri kan...Di bulan April aku sanggup post 15 tulisan. Sedangkan di bulan Mei ini..mendekati akhir bulan, aku baru post 3 tulisan saja...Huft...

Apa sih yang bikin kalian punya motifasi untuk nulis lagi?? Yuk yuk share sama aku...

Lalu, ada ide ga buat bikin tulisan apa??

Monday, May 13, 2019

Wedding: Vendor Invitation Card

Untuk mengurus cetak undangan pernikahanku, tentu aku mencari beberapa vendor yang berkutat di bidang cetak mencetak kartu undangan. Bermodalkan kartu undangan milik anak teman papa mama yang kurasa desainnya oke, aku pun "mampir" ke dua vendor yang berada tidak jauh dari rumah Kibo. Kedua vendor ini merupakan rekomendasi dari Ci Shel karena doi bilang ada vendor undangan bagus deket rumah Kibo. Oke mari kita cek saja ya.

Saat itu hari Sabtu siang, vendor pertama yang kujambangi adalah CC Card. Saat itu kami dilayani oleh cici yang sepertinya adalah anak pemilik CC Card ini. Aku tunjukkan saja contoh undangan yang kubawa dan kutanya saja berapa harga untuk mencetak undangan dengan model seperti itu. Dia hitung-hitung, dan keluarlah harganya sekitar Rp 16.000 per satu undangan. Itupun kalau aku cetak sekitar 400 pc undangan. Wah, harga satu undangan lumayan juga ya. Padahal nanti akan berakhir di tempat sampah karena tidak digunakan oleh sang penerima undangan. Kalau aku yang terima sih bakal kuubah jadi container gitu. Hihihi. Ini contoh salah satu kreasiku dengan memanfaatkan kartu undangan bekas. Hehehe.
Salah Satu Kreasiku

Oke, gambarannya sih kartu undangan yang kuinginkan itu adalah model satu papan. Ukurannya pun tidak begitu besar, sekitar 16 cm x 22 cm lah. Tapi ternyata yang bikin mahal itu adalah amplopnya. Satu amplopnya bisa Rp 4.000 - Rp 6.000 sendiri. Wah gile...
Oia, ini contoh undangan yang kubawa:



Oke, setelah dari CC Card, aku dan Kibo pun cek harga di vendor sebelahnya, yaitu Happy Card. Di sini, harga undangan seperti sampel yang kubawa itu sekitar Rp 16.000 juga. Tapi bisa dibilang lebih murah di sini. Cuma beda 500 perak sih. Intinya sih tergantung nanti model undangannya mau yang seperti apa.

Seusai dari sana, aku pun langsung tanya saja vendor pembuat undangan dari sampel yang kubawa itu. Nama vendornya adalah Memento Card. Kutanya langsung saja berapa harga satu undangan tersebut lewat WA. Harga dari vendor aslinya adalah Rp 13.000 untuk cetak 400 undangan dan Rp 11.500 untuk cetak 500 undangan. Wah sebeda itu harganya dari cetak 400 ke 500 undangan. Kalau di Memento bedanya bisa Rp 1.500, kalau di CC Card atau di Happy Card bedanya sekitar Rp 500-1.000. Intinya sih lebih murah cetak di Memento Card ini. Eh tapi ternyata vendor ini berlokasi di Surabaya. Mau ga mau ya tambah ongkos pengiriman dong. Jadi langsung saja Memento Card ini dicoret.

Satu vendor lagi adalah vendor percetakan undangan milik sepupuku. Kutanya-tanya via WA juga. Tapi sepupuku ini tidak begitu paham harganya karena yang in charge soal marketing itu adalah karyawannya. Namun respon dari karyawannya ini lambat. Terus kalau tak salah harga yang ditawarkan adalah Rp 19.000 per pc. Jadi lupa deh sama vendor satu ini.

Alhasil, kemarin Sabtu, aku dan Kibo memutuskan untuk deal dengan CC Card. Entah mengapa hati ini cocoknya sama CC Card karena pelayanan yang diberikan tuh paling oke aja gitu. Meski kalau dari harga agak sedikit lebih mahal. Cuma gapapa deh. Ini kan bisa dibilang karya seni ya. Jadi memang bisa beda-beda gitu harganya tergantung desainnya.

FYI, vendor cetak undangan ini bisa bantu kita dalam hal desain undangannya loh. Jadi ga perlu repot-repot sewa jasa desain undangan gitu. Namun pada akhirnya sih aku contek saja desain undangan yang ada di Pinterest, lalu ku ubah-ubah dikit sesuai keinginan hati, dan kutunjukkan ke CC Card supaya dia bisa dapat gambaran desain yang kumau seperti apa.

Oia, dalam hal cetak undangan, yang perlu diperhatikan adalah warna. Kalau cetak satu warna (gradasi dari warna ini pun terhitung 1 warna) akan lebih murah ketimbang cetak dengan dua warna atau lebih (biasa disebut full color). Berhubung aku sama Kibo ingin hemat, kami pun minta dibuat satu warna saja. Meski cetaknya blok setengah halaman juga terhitung satu warna gitu loh. Jadi ga berubah harganya. Terus standarnya untuk nama pengantin akan dicetak poli emas atau silver dan di-emboss. Aku dan Kibo minta dibuat sampelnya dua, pakai poli emas dan silver supaya kebayang bagusan mana. Terus amplopnya pun kami pakai yang model standar bawaan dari si vendor. Standarnya adalah kuping si amplop itu bentuknya lurus persegi seperti amplop surat putih itu loh. Tapi bahan si amplop akan mengikuti bahan dari si kartu undangan. Kalau kupingnya segitiga apalagi bergelombang gitu gitu akan dikenakan tambahan biaya sekitar Rp 500.000 dari total harga. Intinya sih semakin banyak proses yang harus dikerjakan, maka akan ada tambahan biaya cetak.

Untuk menghindari hal itu, aku dan Kibo jadinya pilih yang simple saja, yaitu model satu papan, cetak satu warna, emboss nama pengantin baik di amplop maupun di kartu undangan, dan model amplop standar. Harga yang dikenakan untuk cetak 400 undangan adalah Rp 14.000 per pc. Nice. Terus harga ini sudah termasuk kartu ucapan terima kasih, kartu souvenir, dan kartu nomor meja. Ukurannya sih kecil. Tapi okelah daripada harus cetak sendiri kan. Lalu PR untuk aku dan Kibo saat ini adalah menentukan jenis font untuk nama kami berdua.

So, nanti aku akan buat pos lagi soal vendor CC Card ini ya ketika hasil tes print-nya sudah keluar. Jadi kalian bisa kebayang tuh seberapa worth it-nya cetak kartu undangan lewat CC Card ini.

Wednesday, May 8, 2019

Series Review: Fall for Innocent/Beating Again (2015)


Drama Korea satu ini pengen kutonton karena menarik aja gitu saat aku skimming liat episode 1. Terlihat menarik saja gitu alur ceritanya. Pemerannya juga aku sudah sedikit familiar. Walau sebenarnya yang kutahu itu pemeran cewe utama dan pemeran cowo kedua sih. Hahaha. Oke mari kuulas drama Korea satu ini. FYI nama drama Korea ini Fall for Innocent sih di folder file-ku. Tapi saat aku googling, namanya Beating Again. Malah ada juga yang sebut Fall in Love with Soon Jung. Ya terserah deh mau disebut apa. Pokoknya begitulah.

Fall for Innocent - Beating Again (2015)

Sutradara
:
Ji Yeong Su
Penulis
:
Yoo Hee Gyeong
TV
:
JTBC
Jenis Film
:
Drama
Total Episode
:
16 episode
Tanggal Rilis
:
3 April – 23 Mei 2015


Cast:
Sumber: Asianwiki























Review Fall for Innocent (2015)
Ah aku memang tipe yang demen kalau lihat bad boy yang jatuh hati sama cewe baik-baik. Makanya aku suka nonton drama Korea satu ini! Dari cowo jahat...karena cinta sama cewe baik-baik, dia pun berubah sikap. Ya meski sebenarnya ada faktor lain sih kenapa cowo itu bisa jadi baik. Hahaha. Tapi tetap saja, acting dari Jung Kyoung Ho ini tuh pas banget deh meranin karakter Kang Min Ho yang jahat karena sakit hati dan ingin balas dendam. Bahkan saat aku menuliskan review ini, aku masih terbayang wajah dan suaranya saat dia sedang marah dan saat sedang "manja". Lucu deh lihatnya..Gemeesss. #eh

Oke, oke, balik ke review yang objektif. Untuk alur cerita, menurutku sih sudah oke ya. Cukup bikin penasaran karena cerita di sini tuh saling adu strategi untuk saling menghancurkan gitu. Wah gile gile, pas mereka desperate, aku jadi ikutan desperate gitu. Abis gimanaa ya kasihan gitu lihatnya. Ditekan habis-habisan. Cuma aku agak kecewa sih sama karakter Lee Joon Hee. Di awal tuh aku pro sama dia. Eh akhir-akhir tuh karakternya jadi berubah banget gitu loh. Menurutku peralihannya terlalu cepat aja. Cuma gatau deh ya buat kalian yang nonton ini juga. Menurutku sih terlalu cepat. Apa memang kalau orang sudah gila kuasa tuh bakal berubah sifat secepat itu?? Dari yang awalnya care jadi yang ga pandang bulu gitu loh. Oia, ini juga aku kali pertama melihat Yoon Hyun Min memerankan karakter yang jahat. Sebelumnya di drama Korea Discovery of Love yang kutonton sebelumnya, Hyun Min memerankan karakter yang baik. Jadi aku agak kaget juga Hyun Min acting-nya begitu. Haha. Dalam arti kata, acting jahatnya Hyun Min ini boleh juga. Mata tajamnya juga mendukung karakternya sebagai antagonis. Good job!

Fall for Innocent juga menjadi salah satu drama Korea yang membuatku ingin cepat-cepat selesai menontonnya. Jadi ga heran deh aku bisa nonton Fall for Innocent sampai jam 1 pagi! Gila kan?! Habis gimana ya..penasaran dan gregetan gitu pengen lanjut nonton. Jadilah Fall for Innocent ini membuat diriku kurang tidur. Huft.

Sedikit aku gambarkan, Fall for Innocent ini menceritakan cerita cinta, persahabatan, penyelesaian kasus pembunuhan, perebutan kekuasaan, dan medis. Jadi menarik gitu buatku karena ga melulu cerita soal cinta dan perebutan tahta gitu. Oia, cuma satu nih yang disayangkan, di akhir tuh ga diceritakan kenapa si tokoh utama bisa ga "piiiippp" (spoiler allert). Cukup ganjal buatku karena jadi agak loncat sedikit ceritanya. Mungkin biar penonton saja yang mengambil kesimpulan sendiri kali ya kalau dia tuh bisa begitu. Atau mungkin karena terbatas budget dan durasi jadi adegan "penyelamatan"-nya ga perlu ditayangkan. Hahaha.

Rating dari IMDb buat Fall for Innocent adalah 7.8 dari 10. Buatku sih Fall for Innocent boleh lah dikasih bintang 8.5 dari 10. Ceritanya menarik, acting masing-masing pemerannya bagus, juga pesan-pesan moral dari film ini juga bagus-bagus loh. Jadi cukup pantas mendapatkan bintang 8.5 dariku.
(8.5/10)


Tuesday, May 7, 2019

Movie Review: Avengers: Endgame (2019)


Avengers: Endgame ini pasti merupakan film Marvel yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pecintanya. Apalagi setelah sekuel sebelumnya yang memperlihatkan bahwa Thanos sudah berhasil mewujudkan mimpinya untuk menghapus setengah makhluk hidup di alam semesta. Waaaah pasti ga sabar banget deh sama kelanjutan aksi para super hero dalam menghadapi Thanos. Tiket filmnya pun sudah dijual seminggu sebelum penayangan perdana dari Avengers: Endgame ini. So pasti tiket pada hari penayangan pertama sangat laku keras. Bahkan bioskop-bioskop sampai menayangkan Avengers: Endgame ini 24 jam sehari. Gila kan?!

Aku sendiri baru bisa nonton film ini di hari kelima film ini tayang di bioskop-bioskop tanah air. Aku menggunakan aplikasi Tix ID untuk booking tiket film Avengers: Endgame ini. Apalagi Tix ID kasih promo diskon 50% untuk satu tiket. Lumayan banget kan?! Psst kalau kalian baru mau unduh, bisa pake kode CJLJZI atau klik ini untuk unduh applikasi TIX ID dan masukin kode CJLJZI supaya kalian bisa dapet poin. Poinnya nanti bisa dipakai buat beli vocer nonton. Lumayan nanti bisa gratis nonton di bioskop. Hehehe.

Oke balik lagi, aku nonton Avengers: Endgame ini di Planet Hollywood XXI yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, Jakarta. Pas banget tuh habis pulang gereja terus ke Hollywood XXI deh karena lokasinya cukup dekat dari lokasi gerejaku. Mantap jiwa. Oia, aku pergi nonton sama Kibo dan kursi yang kami dapatkan lumayan lah, masih di deretan atas, tapi di pojok. Ya daripada di paling depan kan, ga enak nontonnya menengadahkan kepala. Jamnya jam 17.45 WIB. Padahal film ini berdurasi 3 jam 1 menit. Huaaa alamat makan malam telat. Hahaha.

Avengers: Endgame (2019)
Sutradara
:
Penulis
:
Produksi
:
Jenis Film
:
Action, Adventure, Fantasy
Censor Rating
:
PG-13
Tanggal Rilis
:
24 April 2019
Durasi
:
3 jam 1 menit
Sinopsis
:


Setelah peristiwa yang memusnahkan setengah dari populasi di Avengers: Infinity War (2018) kisah akan berlanjut saat Avengers yang tersisa berkumpul sekali lagi untuk melawan Thanos dan memulihkan tatanan alam semesta.

After the devastating events of Avengers: Infinity War (2018), the universe is in ruins. With the help of remaining allies, the Avengers assemble once more in order to undo Thanos' actions and restore order to the universe.
Sumber: IMDb
REVIEW AVENGERS: ENDGAME (2019)
Awal-awal film, jujur agak bosan ya. Hahaha. Kebanyakan cerita menye-menye-nya. Cuma part itu yang menggambarkan betapa desperate-nya para pahlawan kita karena teman-teman mereka hilang dihapus sama Thanos. Namun justru sikap ga bisa move on inilah yang membuat mereka tetap semangat mencari cara (bagaimanapun caranya) supaya bisa mengembalikan teman-teman mereka. Hal ini terlihat sekali saat melihat acting dari Scarlett Johansson yang memerankan Natasha Romanoff. Nat ga bisa move on dan ingin sekali bisa mengalahkan Thanos dan mengembalikan teman-temannya. Di saat Captain America berusaha untuk move on dan menjalani kehidupan yang ada. Untunglah ada satu harapan muncul, saat Captain Marvel datang dan membantu para super hero lain yang tersisa untuk mengalahkan Thanos dan merebut kembali batu-batu super itu.

Adegan saat mengalahkan Thanos ini nih yang aku sudah ekspektasi bakal sangat mudah. Tidak epic, se-epic di film Avengers: Infinity War. Tapi yah mau gimana lagi, terkait durasi cik. Soalnya masih ada adegan yang lebih epic lagi ketimbang pertarungan dengan Thanos untuk merebut kembali infinity stones. Adegan apakah itu?? Eh eh ntar spoiler. Hahaha.

Oke buat aku sendiri sih film Avengers: Endgame ini sudah mantap meski sebenarnya masih menimbulkan pertanyaan dalam benakku. Misalnya saja soal teori multiverse yang ada di Avengers: Endgame ini. Tapi kalau aku ceritakan detilnya, bakal jadi spoiler. Haha. Terus satu lagi, kenapa si Captain America bisa menggunakan kekuatan petirnya Thor??? Ah apa karena dia bisa pakai senjatanya Thor ya? Jadi kekuatan petirnya juga bisa Captain America gunakan. *Ops spoiler. My bad.

Terus dari nonton film ini, aku jadi diajak untuk mengingat-ingat kembali film-film Marvel terdahulu. Ya gimana ya, soalnya kan filmnya ceritain sedikit masa lalu. Jadi bikin aku ingat-ingat lagi adegan di masa lalu tersebut. Pokoknya aku suka dan ga kecewa deh sama film ini. Adegan sedihnya juga dapet. Aku menahan tangis saat bagian sedihnya itu. Huhuhu. Bagian sedih buatku ini tuh saat menceritakan tentang Natasha. Ah, dapet banget lah momennya. Kalau bagian sedih Iron Man sih aku masih ga terbawa emosi ya. Saat Natasha ini nih yang ugh banget deh! Hahaha.

Rating dari IMDb adalah 8.9 dari 10. Kalau buatku sih film Avengers: Endgame ini bisa dikasih bintang 9 dari 10. Soalnya ga disangka-sangka banget deh bakal begini kejadiannya!!!

(9/10)

Oia, tidak seperti biasanya, untuk Avengers: Endgame ini ga punya post credit ya. Jadi jangan nungguin sampai akhir kredit karena ga akan ada tayangan apapun. Kasian juga kan petugas bioskop yang mau bersih-bersih jadi terhambat. Sebaiknya sih kalian bawa kembali sampah-sampah kalian dan buat ke trash bag yang disediakan petugas di dekat pintu keluar bioskop. Lumayan membantu meringankan pekerjaan mereka. 

Terus, buat kalian yang merasa Avengers: Endgame ini adalah akhir dari seri film Marvel. Itu salah guys. Marvel ga mungkin menghentikan pembuatan film-filmnya karena itu kan sumber penghasilan buat mereka ya. Apalagi Disney juga baru beli Fox, which is lisensi X-men dan Spiderman sudah di bawah naungan Disney. Pastilah Disney akan membuat film-film terkait itu. Karena buat apa dibeli kalo ga bisa dibuat filmnya kan? Hehehe. Dan ingat itu Walt Disney. Perusahaan produksi film yang besar. Uangnya pasti banyak buat produksi film super hero kesayangan kita. Hehehe.