Thursday, March 14, 2019

Kurang Bayar Pajak Tahunan SPT 1770S

Bulan Maret 2019 artinya bulan untuk lapor SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) bagi para wajib pajak sekalian. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada bulan ini pun aku melaporkan SPT melalui situs resmi Dirjen Pajak di https://djponline.pajak.go.id/account/login. Buat yang belum bikin eFin untuk bisa login di situs tersebut dan melaporkan hal-hal terkait pajak, silakan datang langsung saja ke kantor pajak untuk mengurus pembuatan eFin ya. Pasti kalian langsung dibantu banget kok soalnya kan pemerintah dapat uang dari para wajib pajak sekalian. Jadi pasti dipermudah deh. Hihihi.

djponline.pajak.go.id
Nah berbeda dari dua tahun sebelumnya (maklum aku jadi wajib pajak dari tahun 2016), kali ini pelaporan SPT 2018 tidak semulus pelaporan SPT 2016 dan SPT 2017. Kalau SPT 2016 dan SPT 2017 berstatus nihil. Nah saat aku melaporkan SPT 2018, statusnya jadi kurang bayar. Lah kok bisaaa???

Selidik punya selidik, hal ini karena pendapatan kena pajak (PKP)-ku tidak dibayarkan oleh perusahaan. Jadi mau tidak mau akulah yang harus bayar sendiri PKP-nya. Huhuhu. Buat yang bingung, aku jelasin sedikit nih ya...

FYI, karena aku ini adalah pegawai swasta dengan penghasilan bruto lebih dari 60 juta setahun, jadi aku lapor SPT dengan formulir SPT 1770S. Buat yang bingung harus lapor pakai formulir apa, coba cek situs ini ya. Di situ dijelasin perbedaan masing-masing formulir SPT.

Oke kembali ke masalah status SPT kurang bayar, jadi pada tahun 2018 itu aku bekerja pada dua perusahaan. Dari Januari 2018 hingga Agustus 2018 awal aku bekerja di PT. A dan dari pertengahan Agustus 2018 hingga Desember 2018 aku bekerja di PT. B. Karena kerja di dua perusahaan, aku mendapatkan formulir 1721 - A1 dari dua perusahaan. Ah, formulir 1721 - A1 ini apa sih? Formulir 1721 - A1 ini adalah bukti pemotongan pajak penghasilan pasal 21 bagi pegawai tetap atau penerima pensiun atau tunjangan hari tua/jaminan hari tua berkala.

Pada pelaporan SPT 2016 dan SPT 2017, aku cukup memindahkan isi dari formulir 1721 - A1 ke formulir SPT 1770S saja ditambah dengan pelaporan harta yang kumiliki. Untuk tahun 2018 juga sama sih. Aku cukup pindahin saja isi yang ada di formulir 1721 - A1 ini ke formulir SPT 1770S. Tapi kenapa bisa kurang bayar???

Ah berbelit-belit banget ya aku?! Ehem. Jadi gini niiih.

Misalkan pada PT. A penghasilan brutoku ini adalah Rp 50.000.000. Dikurangi dengan biaya jabatan dan iuran pensiun didapatlah penghasilan neto. Misalnya Penghasilan Netonya Rp 49.000.000 dan Penghasilan Neto ini adalah Penghasilan Neto untuk Penghitungan PPh Pasal 21 (setahun/disetahunkan). Lalu untuk statusku yang tidak kawin dan tidak punya tanggungan, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah Rp 54.000.000. Nah berarti PPh pasal 21 atas penghasilan kena pajakku itu adalah:

Rp 49.000.000 - Rp 54.000.000 = nihil --.> penghasilan kena pajak

Karena penghasilan yang kena pajaknya nihil, PT. A tidak perlu membayar pajak buatku ke pemerintah gitu kan.

Kemudian di PT. B juga sama nih. Penghasilan brutoku Rp 50.000.000 dan didapat Penghasilan Neto Rp 49.000.000. Lalu apabila dikurangin PTKP, maka hasilnya pun nihil kan? PT. B juga tidak perlu membayar pajak buatku ke pemerintah.

Sedangkan saat aku melaporkan SPT, yang terjadi adalah begini:

Penghasilan Neto dari PT. A :  Rp  49.000.000
Penghasilan Neto dari PT. B :  Rp  49.000.000
Total Penghasilan Neto :  Rp  98.000.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) :  Rp  54.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) :  Rp  44.000.000

Nah kan jadi kena PKP kan??? Dari PKP ini akan dihitung gitu PPh pasal 21 atas PKP tersebut. Besaran PPh pasal 21 ini aku sendiri kurang paham. Tapi yang jelas pas isi SPT 1770S nanti akan muncul tuh angka ajaib yang menunjukkan bahwa aku kurang bayar. Huft.

Kalau aku ga bayar, SPT 2018 tidak bisa kulaporkan. Kalau tidak dilaporkan, nanti kena denda. Kalau ga bayar denda, nanti dendanya makin numpuk dan diberikan surat cinta oleh KPP. Jadi mau tak mau aku harus menyelesaikan status kurang bayar ini. 

Untuk melakukan pembayaran kurang bayar ini, aku harus terlebih dahulu mendapatkan kode billing. Tenang saja, sekarang tidak perlu repot pergi ke kantor pajak untuk mendapatkan kode billing ini. Tidak masuk saja ke situs https://sse3.pajak.go.id/rekamSSP untuk membuat kode billing. Tidak masukin saja NPWP dan pin 6 digit untuk login ke dalamnya. Di situ sudah ada tuh profil kita dan kita tinggal masukin tahun pajak, jenis pajak dan jenis setoran. Kemudian diisikan juga jumlah setoran. Lalu submit. Muncul deh ID Billing yang kita perlukan untuk membayarkan pajak kita.

Pertanyaannya, tahu darimana jenis pajak dan jenis setoran yang harus dimasukkan dalam sistem? Saat aku mengisi SPT dan muncul status kurang bayar, di situ ada pilihan belum bayar atau sudah bayar. Jika memilih belum bayar, nanti akan muncul kode jenis pajak dan jenis setoran. Untuk kasusku sih kode jenis pajaknya adalah 411125 (kode map PPh Pasal 25/29 OP) dan kode jenis setoran 200 (setoran tahunan).

Oke, ID Billing sudah didapatkan. Langkah selanjutnya ya dibayarkan tuh. Bayarnya bisa pakai internet banking pada bank yang memang bisa digunakan untuk pembayaran pajak seperti Bank BNI, Mandiri, BRI. Berhubung aku bukan nasabah dari bank-bank tempat bayar pajak, aku pergi saja ke bank tersebut dengan membawa ID Billing yang sudah kudapatkan. Orang bank situ pasti ngerti kok harus melakukan apa.

Setelah mendapatkan bukti pembayaran pajak. Aku login kembali ke situs djponline.pajak.go.id untuk melanjutkan pengisian SPT yang kurang bayar ini. Pada bagian status kurang bayar tersebut tinggal pilih saja pilihan sudah bayar. Lalu input tanggal pembayaran dan input NTPN. Nanti sistem langsung otomatis memunculkan nominal yang sudah dibayarkan. Karena sudah bayar, SPT 2018-ku sudah bisa dilaporkan deh. Fiuh. Kelar juga urusan perpajakan ini.

Kesimpulan apa yang bisa didapatkan???

Jangan pindah kerja di pertengahan tahun karena nanti perusahaan ga bayarin pajak kita dan kita sendiri yang harus nanggung. Hahahah.

Wednesday, March 13, 2019

Series Review: Discovery of Love (2014)

Sehabis nonton Titans Season 1, aku akhirnya mulai melirik film-film drama Korea karena ingin relaks dulu dari nonton film yang serius, tegang, penuh aksi, dan darah-darah. Saat coba lihat sekilas-sekilas dari drama-drama yang ada di hard disk. Akhirnya aku menjatuhkan pilihan ke drama satu ini. Habis pemainnya ada Eric Moon a.k. Moon Jung Hyuk yang sebelumnya aku tonton dirinya di film Another Miss Oh. Di film ini, rambut Eric Moon masih cepak banget. Sepertinya habis pulang dari wajib militer deh. Hahaha. Ga cocok deh sumpeh model rambutnya. >.<

Discovery of Love (2014)

Sutradara
:
Penulis
:
TV
:
KBS2
Jenis Film
:
Romance, Komedi
Total Episode
:
16 episode
Tanggal Rilis
:
18 Agustus 2014 – 7 Oktober 2014
Cast
:

Han Yeo Reum (Jung Yu Mi) sudah memulai kehidupan percintaannya dengan Nam Ha Jin (Sung Joon) selama setahun lebih. Dia sangat mencintai Nam Ha Jin yang juga sangat mencintai dirinya setelah sebelumnya Yeo Reum putus dengan Kang Tae Ha (Eric Moon). Yeo Reum benar-benar bersyukur telah bertemu dengan Ha Jin karena sebelumnya dia berpacaran dengan Tae Ha yang tidak perhatian dengannya dan tidak mencitntai dirinya seperti Yeo Reum mencintain Tae Ha. Padahal Yeo Reum dan Tae Ha ini sudah berpacaran selama lima tahun loh. Tapi akhirnya Yeo Reum memutuskan Tae Ha sebulan setelah kematian ayahnya. Padahal di saat itu Tae Ha bemaksud untuk melamar Yeo Reum. Namun siapa sangka dirinya malah diputuskan Yeo Reum?

Selang dari kejadian pemutusan tersebut, Yeo Reum sudah berpacaran dengan Ha Jin, seorang dokter bedah kecantikan yang merupakan rekan sekerja Do Joon Ho (Yoon Hyun Min), room mates-nya sejak jaman Yeo Reum pacaran dengan Tae Ha. Sedangkan Tae Ha masih sendiri dan sibuk sebagai presiden perusahaan konstruksi.

Suatu ketika Ha Jin ini pergi kencan buta untuk ketiga kalinya karena disuruh oleh ibunda tercinta. Joon Ho mengetahui bahwa Ha Jin pergi kencan buta. Ha Jin sudah memperingatkan Joon Ho untuk tidak memberitahu Yeo Reum bahwa dirinya pergi kencan buta. Namun sebagai sahabat dari Yeo Reum juga, Joon Ho pun memberitahu Yoon Sol (Kim Seul Gi) yang merupakan sahabat karib dan juga room mates dari Yeo Reum dan Joon Ho. Ya tentulah sebagai sahabat karib, Yoon Sol pun menyampaikannya pada Yeo Reum.

Panas, Yeo Reum pun mendatangi tempat kencan buta Ha Jin untuk memata-matainya. Siapa sangka saat ingin memergoki Ha Jin, Yeo Reum satu meja dengan Kang Tae Ha, sang mantan pacar. Pertemuan tersebut ternyata berujung pada tertukarnya ponsel mereka berdua sehingga mereka pun harus bertemu kembali untuk menukar kembali ponsel mereka.

Saat pertemuan kedua tersebut, Yeo Reum dalam keadaan mabuk. Karena tak tega melihat Yeo Reum mabuk, Tae Ha membawa Yeo Reum ke rumahnya untuk menyadarkan Yeo Reum. Apalagi Tae Ha saat itu memang masih memendam rasa dengan Yeo Reum, sehingga Tae Ha masih ingin melepas rindu dengan Yeo Reum. Tanpa disangka-sangka, Yeo Reum yang mabuk jadi tidur di rumah Tae Ha. Ha Jin yang khawatir akan keberadaan Yeo Reum mendeteksi lokasi Yeo Reum (menggunakan aplikasi pelacak lokasi) di lokasi yang tak wajar baginya berada di sana. Apalagi setelah menghubungi Yeo Reum, Yeo Reum berbohong padanya berkali-kali. Muncullah kecurigaan dalam benak Ha Jin mengapa Yeo Reum pergi ke lokasi tersebut di malam hari ulang tahunnya. 

Di satu sisi Kang Tae Ha tidak menyerah untuk menjadi dekat kembali dengan Yeo Reum meski ia tahu bahwa Yeo Reum sekarang sudah memiliki kekasih. Melalui bisnisnya yang memang bisa berhubungan dengan bisnis yang Yeo Reum kerjakan, Tae Ha meminta kerja sama dengan perusahaan Yeo Reum. Tawaran Tae Ha ini akhirnya diterima oleh Yeo Reum setelah Yoon Sol mendesaknya karena mereka bisa mendapatkan keuntungan dari situ dan uang proyek tersebut bisa mereka gunakan untuk membayar studio furniture yang Yoon Sol dan Yeo Reum impikan.

Kerja bareng ini semakin membuat Tae Ha dan Yeo Reum dekat karena mereka bertemu setiap hari. Ha Jin yang tahu bahwa Tae Ha ini suka sama Yeo Reum pun mulai panas dan memperingati Tae Ha agar ia tidak menunjukkan perasaannya pada Yeo Reum. Saat itu Ha Jin tak tahu bahwa Tae Ha ini adalah mantan pacar Yeo Reum meski memang Ha Jin sudah punya kecurigaan pada mereka berdua karena mereka begitu dekat seperti orang yagn sudah kenal lama.

Gimana kelanjutan hubungan cinta segitiga tersebut?? Apakah Tae Ha berhasil merebut kembali hati Yeo Reum? Atau hati Yeo Reum tetap tidak tergoyahkan karena Ha Jin adalah pria yang sangat mencintainya?? Tonton saja guys kelanjutannya di drama Korea Discovery of Love ini.

Review
Drama Korea satu ini cukup unik buatku. Sudut pandangnya diambil seperti wawancara masing-masing pihak gitu. Jadi para tokoh utamanya curhat gitu deh ke penonton. Penonton pun jadi dibuat lebih memahami perasaan si tokoh karena mereka mengungkapkannya dengan kata-kata. Bukan cuma melihat dari gesture-nya saja gitu.

Aku cukup menikmati Discovery of Love ini. Bahkan nontonya pun ga yang sampai ditunda lamaa baru lanjut lagi seperti Another Miss Oh. Hahaha. Ya meski sekali lagi, di akhir-akhir episode aku agak bosan juga sih karena terlalu berlarut-larut gitu. Cuma meski dibuat berlarut-larut, aku tetap penasaran pada keputusan akhir Yeo Reum bakal pilih siapa. Hihihi. Habis aku suka nih cerita cinta segitiga begini. Suka gregetan gitu deh. 

Dari drama Korea ini aku belajar kalau nunjukin cemburu itu ga melulu harus bentak-bentak dan siram air ke muka pasangan. Tapi Yeo Reum dan Ha Jin tuh menunjukkannya dengan lembut. Mereka bicara pelan-pelan untuk klarifikasi kejadian-kejadian yang terlihat seperti selingkuh. Memang si ada satu titik keduanya sama-sama ego dan enggan untuk menghubungi satu sama lain. Sampai akhirnya salah satu dari mereka pun mengalah dan komunikasi pun berjalan kembali. Emang sih dalam suatu hubungan itu komunikasi penting. Makanya jangan cuma berasumsi sendiri dan menyimpulkan sendiri. Tapi kita harus ungkapkan semuanya pada pasangan kita. Jleb. Jadi inget hasil konseling kemarin...

Terus juga drama Korea ini menyampaikan pesan kalau cinta yang berat sebelah itu not gonna work. Kedua orang harus work together karena kalau cuma satu orang saja yang berusaha, hubungan itu pasti kandas. Itulah sebabnya Yeo Reum memutuskan Tae Ha setelah mereka berpacaran selama 5 tahun. Yeo Reum merasa bahwa dirinya sajalah yang mencintai Tae Ha begitu besar. Tapi Tae Ha tidak demikian pada dirinya. Ugh....

Rating dari IMDb adalah 7,4 dari 10 bintang. So so lah ya...Aku sendiri kasih bintang 7,5 deh dari 10 untuk Discovery of Love. Hehehe. Drama ini ringan dan cukup asik untuk diikuti apalagi untuk killing time saat lagi di jalan.
 (7,5/10)

Tuesday, March 12, 2019

Series Review: Titans Season 1 (2018)



Tahun kemarin, DC kembali ngeluarin series terbarunya, yaitu Titans. Sejujurnya aku ini bukan orang yang ngikutin series movie-nya DC sih. Cuma karena Q insist memberikan aku series DC satu ini, jadi aku penasaran juga buat nonton. Hmmm...jadi Titans ini tuh film tentang apa sih??

Creators
:
TV
:
TV-MA
Jenis Film
:
Action, Adventure, Drama
Total Episode
:
11 episode
Tanggal Rilis
Cast
:
:
12 Oktober 2018 - 21 Desember 2018


Rangkuman
Buat kalian yang penggemar DC Universe, pasti kenal dong sama Robin, sidekick-nya Batman. Nah di series ini menceritakan kehidupan si Robin alias Dick Grayson (Brenton Thwaites) di kota Detroit. Dick Grayson ini adalah seorang detektif polisi dan dia berusaha agar tidak menjadi Robin kembali karena dia merasa menjadi Robin akan mengubah dirinya menjadi ke arah dark side gitu deh. Makanya dia meninggalkan kota Gotham pun supaya dia bisa jauh-jauh dari Batman dan membuang Robin dari dirinya.

Suatu kasus menuntunnya bertemu dengan Rachel Roth (Teagan Croft), bocah misterius yang meminta bantuan darinya. Melihat Rachel yang sudah kehilangan ibunya dan sendirian luntang lantung di kota Detroit, Dick pun merasa bertanggung jawab untuk menjaganya. Rachel mengingatkan pada dirinya sewaktu masih kecil yang juga kehilangan kedua orang tuanya. Dick tidak ingin Rachel menjadi seperti dirinya yang penuh dengan kekelaman dan penyesalan. Selain itu, Rachel ini memiliki kekuatan misterius yang ternyata kekuatan itulah yang diincar oleh komplotan penjahat. Oleh sebab itu Dick mau membantu Rachel dan menyelamatkan Rachel dari kejaran orang-orang jahat yang menginginkan nyawa Rachel tersebut.

Untuk mengamankan diri, Dick membawa Rachel ke tempat kenalan lamanya sesama vigilante, yaitu Hawk dan Dove. Tanpa disangka-sangka, tempat mereka diserang dan mengakibatkan Dove koma dan Rachel dibawa oleh orang jahat yang menginginkan Rachel tersebut. Dalam pencarian Rachel, Dick akhirnya mengetahui bahwa Rachel ini sudah diselamatkan oleh seorang wanita. Sampai suatu titik akhirnya mereka pun bertemu dan wanita tersebut bernama Koriand'r (Anna Diop) yang ternyata kehilangan ingatan. Satu-satunya petunjuk Kori untuk mengingat kembali ingatan yang sudah hilang itu adalah Rachel. Oleh sebab itu Kori membantu Rachel dengan kekuatan api yang dimilikinya.

Suatu saat Rachel mengamuk dan meledakkan kapel gereja, tempat dirinya "disekap". Melihat dirinya yang bisa seperti itu, Rachel merasa menjadi suatu ancaman bagi orang-orang dan melarikan diri. Di hutan, ia bertemu dengan Gar Logan (Ryan Potter) yang bisa berubah wujud menjadi seeorang harimau. Gar mengajak Rachel untuk tinggal di rumahnya karena melihat Rachel yang sendirian di hutan. Di rumah tersebut, Rachel bertemu dengan seorang dokter yang sudah membuat Gar menjadi seorang beast boy, Dokter tersebut pun ingin melakukan eksperimen pada Rachel karena melihat Rachel memiliki kekuatan yang unik.

Singkat cerita, Rachel berhasil ditemukan oleh Dick dan Kori di rumah tersebut dan mereka pun meyakinkan Rachel untuk ikut kembali bersama mereka. Rachel pun mengiyakan dan mengajak Gar untuk ikut dengannya. Akhirnya Gar pun mau dan mereka berempat pun menjadi tim yang saling menjaga satu sama lain.

Gimana perjalanan Rachel dalam menemukan jati dirinya? Apakah Rachel berhasil menghindar dari ayahnya yang ternyata ingin mencelakai dirinya? Nonton saja kisahnya di Titans.

Review
Bukan DC namanya kalau film yang disuguhkan itu tidak terkesan dark, kelam, penuh guilty. Ya begitulah yang aku rasakan saat menonton film Titans ini. Buat kalian yang ga suka dengan adegan darah muncrat-muncrat, mungkin film series satu ini menjadi salah satu film yang tidak kamu sukai. Aku sih bisa-bisa saja yah nonton film dengan adegan bacok dan darah muncrat-muncrat. Tapi ya tetap sih pas adegan itu muncul, aku akan bergumam "ugh" "akh" dan beberapa kali memejamkan mata. Abisnya sadis coy!

Sebenarnya, film ini harusnya berkategori misteri juga. Soalnya kita sebagai penonton akan diajak untuk menguak misteri dari hidup Rachel Roth dengan kekuatan ajaibnya. Meski memang cerita utama itu kisah hidup Rachel, tapi kita juga diajak untuk melihat kisah-kisah hidup tokoh lainnya. Seperti kisah Dick Grayson yang kenapa ingin sekali membuang Robin dari dirinya. Kisah Koriand'r yang berusaha menemukan kembali ingatannya. Juga kisah Gar Logan sampai akhirnya bisa menjadi beast boy.

Selama aku menonton series ini sih aku dibuat penasaran terus pada setiap episodenya. Jadi kalau uda bersambung gitu, pengen rasanya memencet tombol next untuk nonton episode selanjutnya. Tapi berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, mau ga mau aku harus menyudahi nontonnya daripada aku kurang tidur, ya kan?

Tapi satu yang bikin aku kurang suka, episode terakhir dari season 1 ini tidak cukup memuaskan hasrat menontonku. Ceileh. Terlalu panjang bro alurnya! Masa satu episode cuma ngisahin Dick Grayson dalam keadaan dihipnotis. Akh! Padahal uda penasaran abis di episode 10 gimana kelanjutannya setelah Rachel malah terperangkap dalam trik yang dilakukan oleh spoiler alert ...ibunya. Tapi di episode penutup yang kupikir bakal diselesaikan dengan ciamik. Eh ternyata malah menambah misteri yang tak sabar ingin dikuak.

Ya mungkin itu strategi marketing-nya DC kali ya supaya penonton penasaran dan menantikan season selanjutnya. Oke deh oke, ditunggu deh season 2-nya. Hehehe.

Rating dari IMDb untuk Titans Season 1 ini adalah 8,1 dari 10 bintang. Wow! Tinggi juga ya... Ga heran si Q ngebet banget biar aku nonton Titans. Kalau dari aku sih Titans ini bolehlah dikasih bintang 8,5. Habis seru aja ngikutin tiap episodenya. Hehehe

 (8.5/10)

Wednesday, March 6, 2019

Jalan-Jalan ke Bali: Bali Safari and Marine Park

Senin, 19 November 2018

Hari ini rencananya kami pergi ke Bali Safari and Marine Park di  Jl. Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Km. 19,8, Serongga, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80551. Dari Hotel The Rani, tempat menginap kami, cukup jauh nih buat pergi ke Bali Safari and Marine Park ini. Maka dari itu kami memesan mobil elf untuk mengantarkan kami semua pergi ke Bali Safari and Marine Park.


Disambut Panda
Sekitar pukul 10 pagi kami sudah tiba di Bali Safari and Marine Park. Tak perlu menunggu lama, kami sudah bisa masuk untuk melihat hewan-hewan lucu di dalam. Namanya juga taman safari di Bali, dekorasinya pun bernuansa Bali.

Dekorasi di Hall


Dari pintu masuk utama, kami harus menunggu mini bus dulu untuk bisa menikmati taman safari ini. Tidak perlu menunggu lama kok karena mini busnya cukup cepat datang. Ya layaknya nunggu busway gitu deh. Ga seberapa lama, sudah datang. Hehe.

Di Bali Safari and Marine Park ini ada beberapa spot yang bisa kita datangi. Pertama-tama kami nonton dulu perkenalan satwa-satwa yang dibawakan oleh MC di panggung utama. Dari tempat turun bus, ga jauh ada tuh panggungnya. Oleh MC, kita bisa mengenal hewan-hewan lucu yang ada di Bali Safari and Marine Park. Hewannya nurut gitu saat dipanggil oleh si MC. Layaknya model, mereka masuk ke panggung untuk menunjukkan rupa dan keindahan yang dimilikinya.
Perkenalan Orang Utan
Kalau beruntung, kita bisa dipanggil maju ke depan oleh MC supaya kita bisa merasakan tangan kita dihinggapi burung. Aku lupa itu burung jenis apa. Hahaha. Tapi MC memperingati agar jangan melihat ke arah si burung. Soalnya dia suka mematuk gitu. Sayangnya di situ sih. Kita cuma bisa merasakan dihinggapi burung tapi kita ga boleh lihat ke arah si burungnya dari dekat. 
Salah Satu Pengunjung yang Beruntung, Tangannya Jadi Tempat Bertengger si Burung

Model Berjalan Masuk Ketika Dipanggil
Sebelum masuk ke area panggung, kita bisa melihat burung kakak tua bertengger dengan tenangnya di pinggir jalan. Nanti ada sesi buat foto bersama gitu. Tapi kami saat itu tidak ikutan. Hehe. Burung kakak tuanya bagus deh. Warna biru kuning. Cantik.

Di Bali Safari and Marine Park ini juga kita bisa melihat gajah mandi. Keponakan si Mr. Kibo seneng banget lihatnya. Hihihi. Tapi agak bau nih guys.


Melihat Gajah Mandi
Setelah puas lihat-lihat dengan berjalan kaki, kita juga bisa merasakan keliling taman safari naik mobil safari yang sudah disediakan. Ada MC-nya juga yang menjelaskan itu hewan-hewan apa. Cocok banget lah buat ajak anak-anak main ke Bali Safari and Marine Park ini. Jadi si anak bisa melihat langsung satwa-satwa yang biasanya cuma dilihat di buku.

Mobil safarinya juga bagus, ber-AC juga jadi bisa ngadem deh karena Bali panas bangeeettt...

Komodo
Dari Dalam Mobil Safari


Sayangnya, ketika kami ke sana, area Marine Park belum selesai dibangun. Jadi kami cuma melihat satwa-satwa darat saja...

Menurutku sih Bali Safari and Marine Park ini bagus ya. Bersih dan terawat. Tapi ada beberapa hewan seperti singa dan beruang yang agak kurus nih.

Harimau
Beruang

Ah iya, hampir lupa. Di Bali Safari and Marine Park ini juga aku menikmati pertujukan harimau dan gajah. Tapi bukan pertunjukan kaya di sirkus gitu ya guys. Lebih kepada edukasi saja. Seperti Harimau itu tingginya berapa, kalau berdiri seukuran apa, terus bisa manjat pohon, dan lain sebagainya. Kalau pertunjukan gajah, ada pesan yang diberikan gitu kalau manusia mengganggu habitat gajah, gajahnya bisa ngamuk gitu. Lalu sama seperti pertunjukan harimau, kita diberikan edukasi juga gajah itu kukunya berapa, terus apa bedanya yang bergading dan yang tidak bergading, dan lain sebagainya.

Puas keliling-keliling dan melihat satwa di Bali Safari and Marine Park, kami pergi cari makan siang ke Bebek Bengil. Tempatnya asri, karena kita bisa melihat sawah kalau pergi ke area lebih dalam. Rasa bebeknya juga enak! Mantap. Tapi harganya juga mantap guys. Hihi. Makannya pakai empat rupa sambal gitu. Hihihi. Terus terakhir, ditutup dengan makan es bebek jambul putih. Namanya unik ya? Semacam es campur gitu sih sebenarnya. Isinya ada buah-buahan, es serut, dan sirup.
Bebek Bengil
Es Bebek Jambul Putih
Perut sudah kenyang, tinggal para bu-ibu untuk pergi belanja baju di Pasar Sukawati. Pasar Sukawati terletak di Kabupaten Gianyar, Bali. Di sini kita bisa membeli berbagai macam baju khas bali, pernak-pernik, dan souvenir khas Bali. Kalau aku sendiri sih lebih tertarik untuk beli kaus-kausnya dan celana pendek. Harganya untuk tank top sekitaran Rp 35.000. Celana pendeknya juga segituan. Yah sebenarnya harus pintar menawar harga sih. Soalnya bisa juga dapat Rp 20rban saja untuk kaus dan celana pendeknya. Tapi aku terhitung orang yang tidak pandai menawar. Jadi cuma dapat segitu. Tak apalah, demi memajukan ekonomi warga setempat. Ceileh.

Hari sudah sore dan badan ini sudah letih. Akhirnya kami pun pulang ke Hotel The Rani untuk mandi dan beristirahat. Di malam terakhir ini, aku memesan nasi pedas bu Andhika sebagai makan malam terakhir di Bali. Pesannya lewat ojek daring saja. Sudah mudah sekarang, ga perlu datang ke lokasinya langsung. Heheh. Buat yang ga pernah makan nasi pedas bu Andhika, nasi ini tuh sebenarnya nasi rames gitu. Isinya rupa-rupa sayur sesuai yang kita ingini. Yang terkenal sih sebenarnya kulit gorengnya. Mantap loh. Pesannya jangan lupa sambal dipisah. Soalnya pedes banget saudara-saudara.

Selasa, 20 November 2018

Hari ini aku pun harus kembali ke Jakarta. Kembali pada realita kehidupan budak korporat dan meninggalkan indahnya Bali, serta hembusan ombak dan pasir pantai. Flight kami harusnya sekitaran jam 8 pagi. Ternyata diundur jadi jam 11 siang. Lalu efek makan nasi pedas bu Andhika semalam, perutku mulas-mulas. Wah kesalahan besar makan nasi bu Andhikanya kemarin malam. Harusnya jangan makan yang pedas-pedas karena hari ini mau perjalanan kembali ke Jakarta.

Oia, karena tidak sempat ke Larissa, akhirnya aku beli kerupuk kulit rejeki di bandara. Harganya tentu saja jadi jauuuuh lebih mahal. Harusnya sebungkus kecil kerupuk kulit rejeki itu dihargai Rp 40rb. Tapi karena belinya di bandara, jadi dikenai harga Rp 70rb. Hiks. Dompetku nangis.

Saranku sih, jangan beli oleh-oleh di bandara ya. Kalau kepepet saja belinya. Soalnya harganya mahal banget cuyyy!

Thursday, February 28, 2019

Progress Pasang Kawat Gigi di drg. Linus Boekitwetan

Kemarin ini aku dapat komen dari pembaca untuk ceritain review pemasangan kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Wah, ga nyangka posku ini ada yang baca juga ya. Senangnya.... Nah karena uda ada penyemangatnya, makanya aku mau tulis nih pengalamanku pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Mari disimak ya para pembaca yang baik hati. ^^

Tanggal 16 Februari 2019 kemarin aku datang kontrol yang ke-11. Karena tiap kontrol itu aku bayar cicilan biaya kawat gigiku sebesar Rp 500.000, berarti sejauh ini aku sudah bayar Rp 5.000.000 (DP) + Rp 5.500.000 = Rp 10.500.000. Wow tinggal Rp 1.500.000 lagi maka cicilanku lunas. Huehehehe...


Tidak seperti prediksi awal drg. Linus, ternyata progress selesainya pemasangan kawat gigiku ini tidak bisa selesai di pertengahan bulan Februari. Tapi memang aku minta drg. Linus untuk bisa menyelesaikan perawatan kawat gigi ini di pertengahan Maret sih, tepatnya sebelum tanggal 20 Maret 2019. Soalnya tanggal 20 Maret 2019 itu aku mau pergi foto pre-wedding. Terus si Q itu ga setuju kalau pada saat foto, gigiku ini masih dipagerin. Nah makanya aku kasih target deh sama pak dokter. Hahahah. Uda kaya penyelesaian proyek bangunan aja ya pake ditargetin segala. Tapi meski begitu pak dokter dengan sabarnya menyanggupi permintaanku ini loh!

Padahal kalau dipikir-pikir, pemasangan kawat gigiku ini terhitung sangat cepat. Bayangkan saja, aku baru mulai pasang kawat gigi di tanggal 30 Juli 2018 dan aku minta selesai perawatan kawat gigi ini sebelum tanggal 20 Maret 2019. Berarti aku pasang kawat gigi cuma sekita 8 bulan saja. Uwoow, paket kilat. drg. Linus sendiri berkomentar demikian saat aku kontrol tanggal 16 Februari 2019 lalu dan yak, saat kontrol gigi kesebelasku itu, kawat gigi bagian bawahku sudah dilepas. Hooray! Kawat giginya bisa aku bawa pulang loh. drg. Linus yang menawarkan mau ga aku bawa pulang kawatnya buat kenang-kenangan. Langsung saja aku anggukan kepala karena saat itu aku ga bisa ngomong, kan lagi dilepas kawatnya.

Kawat Gigi Bawahku yang Bisa Dibawa Pulang
Untuk kontrol berikutnya, aku sudah buat janji di tanggal 2 Maret 2019 nanti. Namun sepertinya aku terpaksa membatalkan janji tersebut. Habisnya papa mamaku minta aku pergi ke Bandung sih. Jadinya aku minta diatur kembali deh jadwal kontrol giginya. Nah kalau mau atur-atur jadwal ini, aku cukup WA saja ke nomor drg. Linus Boekitwetan. Responnya cukup cepat kok. Tapi kalau lama pun ya aku maklum lah, pasti pak dokter lagi nanganin pasien.

Kalau ditanya bagaimana pengalamanku selama pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan... aku sih suka-suka saja ya dengan pelayanan yang diberikan. Pak dokter selalu mengingatkanku untuk datang kontrol. Pasti di-WA deh buat nanyain jadi datang kontrol atau engga. Nah karena diingatkan ini, aku jadi ga lupa buat datang kontrol. Kalau engga mah, pasti lewat deh. Apalagi aku tuh harus lebih intens kontrolnya karena harus cepat selesai. Jadi aku dianjurkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali gitu. Bulan-bulan awal sih masih tiga minggu sekali. Tapi di pertengahan progress, kontrolnya jadi dua minggu sekali.

Setiap datang kontrol, aku memang harus menunggu dulu sih karena masih ada pasien. Tapi nunggunya ga lama kok karena kan sudah buat jadwal. Tapi pernah beberapa kali drg. Linus yang nungguin aku. Soalnya aku ini pasien terakhir sebelum kliniknya tutup. Apalagi aku kontrol tuh hari Senin/Kamis gitu sehabis aku pulang kerja. Terus aku kan ga tau ya kondisi jalanan macet apa engga. Kalau macet, terpaksa lah drg. Linus yang nungguin aku. Untungnya drg. Linus ini mau loh nungguin pasien telat macem aku ini. Huhuhu baiknya pak dokter....

Saat masuk ruangan untuk kontrol, drg. Linus pasti memutarkan lagu-lagu hits gitu. Bikin hati senang mendengar lagu yang enak didengar. Terus pak dokter langsung lihat berkas milikku untuk cek perkembangan dan langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan. Pak dokter juga suka minta aku buat ingetin di kontrol berikutnya harus dilakukan apa, supaya doi ga lupa juga gitu.

Kalau ditanya kesannya, drg. Linus itu orangnya ramah, suka ngajakin pasiennya ngobrol padahal si pasien itu ga bisa ngejawabin pertanyaan yang diajukan. Ya gimana atuh dok, aku kan lagi menganga karena lagi diperiksa, ga bisa jawab deh. Hahaha. Terus juga bukan tipe dokter yang ngelama-lamain progress pasang kawat gigi pasiennya gitu. Aku ingat drg. Linus bilang gini saat aku minta supaya bulan Maret sudah harus selesai "Iya, saya juga ga mau ngelama-lamain. Kalau emang uda bisa selesai, ya saya lepas kawatnya." Oke-oke dok. Terima kasih sudah mau menyanggupi. Terus selain itu, drg. Linus ini tuh suka bagi-bagi hadiah gitu saat hari-hari raya besar. Pas Lebaran kemarin aku dapat coklat dan kurma gitu. Lalu saat Natal, aku juga dikasi souvenir tempelan berbentuk gigi gitu. Lucu deh.

Souvenir Natal dari drg. Linus Boekitwetan
Oia, karena kawat bawahku sudah dilepas, aku sehari-hari harus pakai retainer. drg. Linus bilang aku harus rajin-rajin pakai retainer. Lepasnya cuma saat makan dan gosok gigi saja. Soalnya kan perawatan gigi kawatku ini terhitung cepat. Jadi supaya ga berubah lagi, harus rajin pakai retainer. Bentuk retainer-nya bening gitu. Terus ada tempatnya juga, jadi kalau dilepas bisa diletakan di tempatnya supaya ga hilang. Kata drg. Linus, retainer ini jangan sampai hilang. Kalau hilang, biaya bikin barunya bisa sejutaan gitu. Wah lumayan banget kan kalau harus bayar lagi. Hiks.

Retainer Bening
Tempat Retainer
Buat dapetin retainer ini ga bisa langsung saat itu juga. Gigiku dicetak lagi baru dua hari setelahnya aku bisa mendapatkan retainer ini. Jadi karena aku kontrol hari Sabtu, kudapatkan retainer ini di hari Senin pagi jam 10. Buat ngambilnya ga perlu cape-cape dateng ke kliniknya kok. drg. Linus memang menyarankan agar aku memesankan ojek daring untuk mengantarkan retainer ini. Jadi ga perlu repot datang langsung cuma buat ambil ginian kan...

Oke, segitu dulu deh yang bisa aku ceritain. Rencananya sih tanggal 16 Maret 2019 ini gigiku sudah bebas dari pagar kawat ini. Hehehe. Ditunggu kelanjutannya ya saudara-saudari... ^^