Skip to main content

Posts

Wanita Racun Dunia

Wanita racun dunia Karena dia butakan semua Wanita racun dunia Apa daya itu adanya... Penggalan lirik lagu "Racun Dunia" karya The Changcuters sempat booming beberapa tahun yang lalu. Bahkan aku pun pernah mendengar anak kecil menyanyikan penggalan lagu tersebut. Agak miris batinku. Soalnya lirik lagu tersebut kan menyindir kaum hawa sebagai racun dunia. Aku yang termasuk ke dalam golongan tersebut pun ga mau dong ya disebut sebagai racun dunia. "Enak saja!", balasku dalam hati. πŸ˜†
Meski diri ini tak ingin disebut sebagai racun dunia, sebenarnya lirik lagu tersebut pun ada benarnya juga. Coba saja tengok kisah penciptaan saat di dunia ini hanya ada Adam dan Hawa. Siapa coba yang memberikan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat kepada Adam? Eh tapi cerita ini pun sebenarnya butuh eksposisi lebih ya biar ga salah nangkep. #buatyangpahamaja
Kisah lainnya yang lebih jelas kelihatan "wanita racun dunia" tuh kisahnya Simson dan Delila. Karena Simson…
Recent posts

100 Tahun ITB

100 tahun ITB. Oh sudah 100 tahun ya?? Sebagai salah satu pelajar yang pernah mengemban ilmu di kampus gajah itu, jujur saja aku ga tahu kalau sudah genap 100 tahun umurnya kampus ini. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…Namun semenjak feeds Instagram dan story di IG banyak berseliweran foto-foto teman kampusku mengenang kembali masa-masanya di kampus. Aku pun tersadar kalau hari ini telah genap ITB 100 tahun.
Kebanyakan mereka nge-post foto saat ayahnya atau ibunya lulus dari ITB, kemudian ketika mereka lulus, dan juga ketika adik atau kakak mereka lulus dari sini. Sebagai penanda kalau dalam keluarga mereka, ada "darah" ITB gitu.
Kalau aku sih tim yang adem ayem aja. Ga ikutan post tentang 100 tahun ITB di Instagram. Posnya di blog saja deh karena aku si anak blog ketimbang si anak Instagram. Hehehe.
ITB itu merupakan kampus yang penuh kenangan dan berkesan buatku. Rasa syukur yang sangat dalam kepada Tuhan karena aku bisa masuk kampus ini. Kenangan nangis karena dapet nilai jelek di saat temen-temen main…

30 Days Mission

30 Days MissionAku ga tau aku kesambet apaan. Tapi aku membulatkan tekad untuk seriusin belajar Bahasa Jepang. Memang sih sejak dari SMA, aku udah jatuh cinta sama negara satu ini. Mimpiku kala itu ingin pergi ke Jepang dan berkunjung ke Osaka Castle. And yes mimpiku itu sudah terwujud di 2017 silam. Thanks to Mr. Kibo. Karena dorongan doi, aku bisa membuat papa setuju untuk liburan ke Jepang. Hehehe. πŸ˜†
Mimpi lainku juga ingin sekolah di Jepang. Untuk mimpi yang satu ini aku nyaris saja menggapainya saat SMA. Namun sayang sekali kandas karena aku tidak lolos. FYI, aku ikutan AFS untuk pertukaran pelajar selama 2 minggu ke Jepang. Saat itu aku sudah di tahap final sebelum ku dinyatakan lolos dan berangkat ke Jepang. Tapi mamaku ga ingin melepasku pergi ke Jepang. Mama slalu tanya padaku, "Yakin kamu pergi ke Jepang? Ga usah aja lah." Doa ibu memang doa yang luar biasa. Then it happen. Aku ga lulus. πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­Bukan maksudku menyalahkan mama karena aku batal berangkat sekolah di Je…

Selamat Hari Ayah

Rasanya masih seperti mimpi kalau papa telah tiada. Padahal aku masih membayangkan di bulan Juli nanti aku mau kasih kejutan apa untuk papa. Lalu di bulan Juni ini akan liburan bareng. Yang meski memang sih karena wabah Corona, jadinya ga bisa liburan juga. πŸ™‚
Mungkin karena kangen, papa pun mampir dalam mimpiku kemarin malam. Papa datang jemput aku yang baru selesai berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar swalayan. Tak lupa papa selalu mengingatkanku untuk selalu hati-hati dengan barang bawaanku. "Jaga yang benar tasnya. Suka banyak copet." Itu nasihat papa yang masih terngiang di benakku. Juga nasihat-nasihat lainnya. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6:4) Kata-kata Paulus untuk jemaat di Efesus untuk memberi nasihat pada para ayah menurutku sudah dilakukan papa dalam hidupnya. Ga pernah papa membuat aku benci padanya. Marah padaku oh tentu pernah. Tapi bukan marah…

Dakuon - Handakuon - Number

Some of Hiragana and Katakana can change if written with dakuten (tanda petik dua/") and handakuten (seperti simbol derajat/ΰ₯¦). DakuonDakuon literally means turbid or murky sound. Dakuon is indicated with two small dots ("). This only apply to か [ka], さ [sa], た [ta] and は [ha]-row syllables. Below the table about dakuon:


FYI, JI and DJI have same sound: Ji. Literally pronounce like JIka. DJI is for write with keyboard. This rule also apply to ZU and DZU. You pronouce it ZU. DZU is for write with keyboard.
It's so easy right? Just put " and it changes! Remember, just for ka, sa, ta, and ha-row syllables.
HandakuonHandakuon literally means half-turbid or half-murky sound. Handakuon is indicated with a small circle (ΰ₯¦). This only apply to ha-row syllables.
Below the table about handakuon:


Actually there's another lesson about Youon and Sokuon. But maybe I write about it in another post because right now I want to write about Number in Japanese as request by my reader πŸ˜˜?…

Hiragana - Katakana - Kanji

こんにけわ!私はフγƒͺスカです。γ©γ†γžγ†γ‚ˆγ‚γ—γγŠι‘˜γ„γ—γΎγ™。 I try to learn Japanese here. So here are some words that I learn in N5 module. Hope to help you learn Japanese too.
In Japanese, there are γ²γ‚‰γŒγͺ (hiragana)γ‚«γ‚Ώγ‚«γƒŠ (katakana)kanjiHiraganaHiragana is a Japanese syllabify, one component of the Japanese writing system, along with katakana, kanji and in some cases rōmaji (Latin script). The word hiragana literally means "ordinary" or "simple" kana ("simple" originally as contrasted with kanji).
Here is Japanese alphabet in Hiragana...

KatakanaThe word katakana means "fragmentary kana", as the katakana characters are derived from components or fragments of more complex kanji. Katakana usually use for absorption words (kata serapan kalau dalam bahasa Indonesia). If you want to write foreign name, country name, you need to use katakana. For example if I want to write my name (Frisca), I need to write it with katakana = フγƒͺγ‚Ήγ‚« (furisuka and it sounds like Frisca).
Here is Japanese alp…

Lupa Diri

"Maaaa, lihat kaus kakiku ga?", tanyaku sembari mencari-cari di rak baju. "Ada di laci paling bawah sayang.", jawab mama santai. "Ah iya ketemu!", timpalku dan langsung bergegas pakai kaus kaki lalu sepatu dan beranjak ke pintu keluar. "Hei! Kamu lupa sesuatu!!", ujar mama mengingatkan. Aku pun berhenti dan menoleh pada mama yang sudah berkacak pinggang. "Apa Ma?" "Makasihnya mana?" "Ehehehe. Iya Ma, makasih ya mama cantiiiikkkk. Aku pergi dulu!", kucium pipi mama yang gempal dan mulai berlari keluar. Mama memang selalu mengajarkanku untuk ga boleh lupa mengucapkan kata 'tolong', 'terima kasih', dan 'maaf'. Namun sayangnya, aku masih sering lupa akan hal itu! Ugh.
"Hei, kamu lupa lagi satu hal!", panggil mama kembali. "Apalagi Ma? Aku sudah telat nih!" "Jangan lupa pakai maskermu! Jangan lupa juga ya rajin cuci tangan, apalagi sebelum makan.", ucap mama dengan menyodorkan …