Movie Review: Toko Barang Mantan (2020)

June 29, 2024

Gw nonton movie Toko Barang Mantan ini tanggal 9 April 2024 lalu. Pas banget nih buat ngisi waktu libur lebaran yang baru mulai ye kan... Penasaran juga pengen lihat Reza Rahadian saat berambut gondrong dan berlaga bak preman, Hehehe.

Toko Barang Mantan - The Ex-Lover Shop

Sutradara

:

Viva Westi

Cerita    

:

Priesnanda Dwisatria, Titien Wattimena

Produser

:

Ferry Ardiyan, Tia Hendani

Jenis Film

:

Drama

Censor Rating

:

PG-13

Tanggal Rilis

:

20 Februari 2020


Cast Toko Barang Mantan

Ini kira-kira pemeran utama dari Toko Barang Mantan. Sebetulnya masih ada lagi beberapa cast seperti para penjual dan pembeli dari Toko Barang Mantan. Tapi di sini gw kasih pemeran utamanya saja yak. Cape edit-nya. #eh

Sinopsis Toko Barang Mantan

Toko Barang Mantan adalah toko jual-beli barang-barang mantan bagi orang-orang yang ingin move-on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliah hukumnya demi bisa fokus mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel  (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah-kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari.

Review Toko Barang Mantan

By the way, tanggal rilisnya tanggal cantik ya.. 20-02-2020. Maap ga penting. Hehehe. Menurut gw, Toko Barang Mantan ini cerita yang cukup santai dan lovely. Nyeritain love language banget deh. Tristan punya love language bukan di kata-kata (afirmasi). Dia ga bisa bilang cinta ke pasangannya. Sedangkan Laras (Marsha Timothy), butuh banget afirmasi dari Tristan kalau Tristan cinta sama Laras. Akhirnya Laras pun ninggalin Tristan deh dan Tristan menjoblo terus. Sampai akhirnya Laras datang ke Toko Barang Mantan untuk menemui Tristan... Akankah mereka balikan seperti dulu lagi? Hmm. Mari ditonton saja.

Dari poin ini gw akan sedikit spoiler yaaak. Kalau gamau kena spoiler, jangan lihat yang bertulisan warna biru di bawah ini. ๐Ÿ˜Ž

Sayangnya, Laras datang menemui Tristan untuk kasih undangan pernikahannya. Wow, mengundang mantan ke nikahan? Jarang-jarang nih yang begini. ๐Ÿคฃ Kecuali putusnya baik-baik dan malah jadi teman. Tapi kayanya ini satu di antara sekian banyak cerita putus deh. Di kasus gw sendiri sih ga mengundang mantan ke nikaha. ๐Ÿ˜› Walau sebetulnya bisa dibilang putusnya baik-baik dan masih sapa kalau bertemu, tapi kan sudah ga begitu dekat, jadi tak diundang. Lah gw kenapa jadi curcol? Maap yak! Balik lagi ke cerita Toko Barang Mantan. Awalnya Tristan denial dan mengira itu adalah undangan dari teman sekolah mereka dulu. Tapi Laras pun menegaskan kalau itu adalah undangan Laras dan calon suaminya. Jeng jeng... Hancurlah hati Tristan mendengar fakta itu karena sampai detik itu, Tristan masih belum move-on dari Laras ternyata.

๐Ÿช End of Spoiler ๐Ÿช

Sejujurnya kalau kita bisa baca script-nya, gw rasa akan lebih deep deh ceritanya. Apalagi ditambah imajinasi pembaca yang biasanya bisa beda-beda. Tapi so far, dari acting para pemain di sini, bisa juga kok tergambarkan betapa dalamnya cerita yang mau dibawa. Walau sebetulnya buat gw sih agak ga begitu ketara ya seberapa deep perasaan Laras maupun Tristan.

Awalnya gw ga merasa Laras tuh cinta banget sama Tristan, sampai akhirnya gw sadar karena sikap Laras yang selalu datang menemui Tristan. Aneh aja gitu dia masih sering datang ke Toko Barang Mantan. Tapi kalau nonton lebih lanjut, jadi kegambar deh kalau Laras tuh masih menyimpan rasa terhadap Tristan.

Ada dikit komedinya, ada gemes-gemesnya. Ada harunya, ada rekonsiliasi hubungan antara orang tua dan anak. Wah film slice of life banget sih buat gw. Komedinya sih kebanyakan didapat dari para penjual barang mantan dan pembelinya. Kisah di dalamnya lucu dan unik-unik. Terus sikap Tristan ke Laras yang gombal-gombal gitu juga bikin gemes deh!

Seperti yang gw bilang di awal, film ini tuh ngegambarin soal love language. Kalau punya perbedaan bahasa kasih tapi ga dikomunikasikan, ya jadinya bubar jalan. Kalau kalian belum familiar soal bahasa kasih, jadi biasanya sih bahasa kasih itu terbagi jadi lima, yaitu sentuhan fisik (physical touch), kata-kata afirmasi (words of affirmation), tindakan pelayanan (acts of service), senang mendapatkan hadiah (receiving gifts), dan waktu yang berkualitas (quality time). Gw sendiri sih bahasa kasihnya adalah sentuhan fisik. Makanya gw ga begitu bisa LDR-an deh. Habis rasanya ingin selalu bersama. Gandengan tangan, cuddle, gituu deh. Pasangan gw pun punya bahasa kasih yang sama dengan gw. Jadi cocok deh kami berdua. Kalau kalian apa?

"Gw cinta sama bokap asal bokap setia sama janjinya dengan alm. Nyokap."

Sepenggal kalimat Tristan saat berantem dengan Laras. Jadi dari sini kegambar deh kalau Tristan tuh kecewa berat dengan ayahnya yang nikah lagi setelah ibunya meninggal. Konsesp cinta menurut Tristan tuh bull shit karena dia melihat contoh dari ayahnya yang malah nikah lagi. Dibalaslah oleh Laras bahwa cinta itu ga bersyarat. Dari adegan ini aja tuh berasa deep loh pembahasannya. Terlebih dari cara Laras yang seperti kebanyakan wanita, cuma kasih kode ke pasangan. Laras cinta ke Tristan dan ga bisa bilang putus. Akhirnya Laras cuma pergi tinggalin Tristan. Tapi sayangnya Tristan yang punya riwayat kecewa dengan cinta ayahnya yang cuma sementara ke alm. ibunya, ga ngerti apa itu cinta. Jadi miss deh mereka berdua. Asli gengs, komunikasi itu penting dalam menjaga hubungan.

Side story tentang Amel dan Rio juga cukup seru diikuti. Jadi ga melulu cerita berfokus ke Tristan dan Laras. Ada juga nih kisah Amel dan Rio. 

Reza Rahadian tuh totalitas loh sampai panjangin rambutnya untuk main jadi Tristan. Kan tokoh Tristan ini semacam anak rebel gitu ya. Gaya slegean, suka-suka gw gitu lah. Gw awalnya kira itu rambutnya cuma rambut palsu, tapi ternyata oh ternyata, Reza panjangin rambut beneran. Hahaha. Selain itu Dea Panendra ternyata betulan nyanyiin lagu dari film Toko Barang Mantan ini loh. Judulnya dari Kata Turun ke Hati. Memang ada cuplikan dalam film saat Amel sedang nyanyi di kafe dengan menyanyikan lagu Kata Turun ke Hati. Gw kira itu dubbing. Wkwkwkw, taunya betulan dia yang nyanyi. ๐Ÿคฃ

Secara keseluruhan sih movie Toko Barang Mantan cukup seru untuk ditonton. Apalagi nontonnya sama pasangan, biar bisa buka deep talk bareng gitu membahas sikap masing-masing tokoh.

Rating dari IMDb untuk movie Toko Barang Mantan adalah 5,9/10. Waduh kecil juga yaak. Buat gw sih bisa dikasih bintang 7 dari 10. Hehehe. Kalian ada yang sudah nonton Toko Barang Mantan juga? Gimana menurut kalian?

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐(7/10)


4 comments:

  1. Film ini udah lama banget ya ternyata tapi aku tau sih dengan film ini cuma sampe sekarang belum nonton sih aku kalo film romance emang gak terlalu tertarik hehehe tapi aku sekarang malah jadi penasaran deh apakah ada ending untuk Tristan dan Laras

    ReplyDelete
  2. Pernah nonton film ini sama keluarga, lumayan cocok dijadikan tontonan bersama. Ada beberapa scenenya yang lucu. Entah kenapa saya suka sekali dengan acting Dea Panendra di film ini, tanpa menafikan peran Reza Rahardian yang memang selalu totalitas ya. Nice review as usual, Furi

    ReplyDelete
  3. malah baru tau sih tentang film ini

    ReplyDelete
  4. aku belum nonton mbak, cuman sekedar baca reviewny aja
    tapi ide ceritanya diluar nalar aku ini, toko barang mantan, di kenyataannya aku belum nemuin di kotaku ada toko yang menjual barang mantan. Mungkin kalau ada event preloved, ada beberapa barang yang sengaja ciwik ciwik titipkan disana karena pemberian mantan, tapi ga diinfo kalau itu barang mantan :D

    kalau reza rahardian yang main ga perlu diragukan lagi ya, bener bener totalitas poll
    aku sendiri malah pernah dapet undanngan nikahan dari mantan dan aku dateng wkwkwkwk

    ReplyDelete

Powered by Blogger.