Thursday, January 17, 2019

Kursus Mengemudi di Karawang

Aku rasa tempat kursus mengemudi di Karawang yang cukup tersohor itu adalah Cepat Tepat. Kenapa aku bisa bilang begini? Karena apabila aku cerita ke orang-orang di sekitarku bahwa aku sedang ikut kursus mengemudi di Karawang, pasti mereka langsung nyaut begini:
"Les di Cepat Tepat ya?"
Padahal kan ada banyak ya tempat kursus mengemudi alias les nyetir di Karawang. Tapi entah mengapa, nama Cepat Tepat lah yang langsung terlintas di benak orang-orang Karawang. Hihi. Hal ini menunjukkan juga bahwa Cepat Tepat memang tempat les nyetir terkenal di Karawang. Waktu aku ketikan kata kunci "Kursus Mengemudi", yang muncul di pencarian Google pertama kali adalah Cepat Tepat, diikuti LKP Ely Stir, dan Privat Atma Stir. Wah wah wah. Mantap tenan ini Cepat Tepat.

Kalau aku sendiri les mengemudi di mana?

Jawabannya ada dua, yaitu di Cepat Tepat dan di LKP Ely Stir. Kok bisa? Baik aku ceritakan ya pengalaman les mengemudi di Karawang yang pernah aku alami. Sekalian aku review dan bandingkan juga kualitas les nyetir di dua tempat kursus mengemudi itu ya. ^^

Cepat Tepat

Aku kursus mengemudi di Cepat Tepat tahun 2011, saat aku belum lama selesai Ujian Nasional SMA. Kan sudah cukup umur dan kupikir sudah saatnya nih aku les mengemudi supaya aku bisa menyetir mobil sendiri. Aku lupa biaya kursus mengemudi di Cepat Tepat itu berapa. Kalau tidak salah ingat sih sekitar Rp 600.000 deh kalau mau dibarengi dengan pembuatan SIM. Ah atau berapa ya. Aku benar-benar lupa biayanya. Namun kalau bikin SIM lewat Cepat Tepat, harganya mahal saudara-saudara. Jadi saat aku konsultasi dengan papa, papa bilang tidak usahlah bikin SIM lewat Cepat Tepat. Nanti saja urus SIM sendiri. Oke baik.

Belajar di Cepat Tepat ini tidak private ya. Karena akan dibarengi dengan murid lain. Maksimal 3 murid lah sekali jalan. Hitungannya bukan per jam, tapi per KM. Jadi rutenya tuh murid 1 nyetir mobil dari Cepat Tepat sampe pos A (daerah Klari gitu kalau aku ga salah ingat), dari situ gantian dengan murid 2. Dia nyetir sampe pos B (daerah mepet-mepet Rengas Dengklok deh), nah terakhir si murid 3 dari pos B kembali lagi ke Cepat Tepat. Jujur ya karena ganti-gantian gini, rugi waktuku karena nunggu 2 orang pengemudi lain. Pernah beberapa kali aku kebelet pipis karena lama di jalan. Makanya aku harus selalu pipis dulu sebelum kursus mengemudi biar ga kebelet pipis di jalan. Ah tapi karena dingin, tetap saja aku jadi pengen pipis. Huft.

Oh ya, di Cepat Tepat ini bisa pilih mau kursus dengan mobil manual atau matic. Lalu pilih juga mau ber-AC atau tidak. Tapi kalau kursus mengemudi mobil matic sih otomatis ber-AC karena saat itu mobil matic di Cepat Tepat hanya ada yang ber-AC. Aku sendiri sih pilihnya mobil manual dan ber-AC. Mobil manualnya sendiri adalah mobil Xenia. Pengajarku saat itu ada dua orang. Maksudku bukan dalam satu mobil ada dua orang ya. Tapi di hari A pengajarnya adalah X. Di hari berikutnya pengajarnya si Y. Ganti-ganti aja antara dua orang itu. Kalau mobil sih selalu Xenia.

Saat itu aku ikut kursus tidak sendirian. Temanku si M dan si A juga ikutan kursus mengemudi. Lalu adikku si O juga ikut les. Jadi kalau pergi kursus tuh kami janjian. Supaya nanti di dalam mobil tidak ada stranger. Hehehe. Kan agak gimana juga gitu ya kalau ada stranger di dalam mobil dan melihat cara mengemudi kita yang buruk.

Satu kali kursus itu terdiri dari 20 kali pertemuan. Untuk jadwalnya harus diatur terlebih dahulu supaya tidak nunggu lama di Cepat Tepat. Dari 20 kali pertemuan itu, 4 kali pertemuan khusus latihan parkir.Latihan parkir ini sekitar 1 jam. Lokasi latihan parkir ini di tanah kosong dekat RS Dewi Sri. Saat itu aku cuma 2 kali latihan parkir d. Tidak selesai karena apa ya. Entah karena tidak ada jadwal yang pas atau aku sudah keburu harus pergi meninggalkan Karawang ya...Hmm...

Pengajar di sana sih cukup baik ya mengajarkan. Cuma yang aku rasakan kalau kita ga kasih uang rokok, perlakuan dia tuh jadi kurang baik ke kita. Dia akan baikin murid yang suka kasih uang rokok. Jadi pilih-pilih gitu. Hahaha. Tapi gatau deh pengajar sekarang gimana.

Buat mobilnya sendiri, kopling dari Xenia itu sangat ringan. Diinjak dikit juga uda masuk tuh koplingnya. Beda banget sama mobil Honda Stream si papa. Pas aku coba mengemudi mobil Stream papa, buset koplingnya keras banget bro! Pasti deh aku mati mesin saat starter. Padahal selama mengemudi tuh engga mati mesin pas starter. Papa bilang sih mungkin karena kopling di sana sudah di modifikasi, makanya jadi lebih ringan. Hmm ga tau deh.

Hasil dari kursus mengemudi ini belum sanggup membuat aku dipercaya papa untuk mengemudikan mobilnya. Papa bilang aku masih harus les mengemudi lagi. Huft sedih.

Beberapa tahun pun berlalu, aku harus meninggalkan Karawang karena harus kuliah di kota Bandung. Selama di Bandung aku benar-benar tidak pernah mengemudi. Pernah beberapa kali di simulator mobil karena Tugas Akhir alias skripsiku berkaitan dengan pengemudi mobil. Hihihi. Jadi saat nunggu respondenku datang ke simulator, aku mainin aja simulator-nya sekalian latihan mengemudi. Soalnya memang ada mode untuk beginner gitu dan memang buat latihan mengemudi. Lumayan kan.

Lulus dari kuliah, aku pun mulai memasuki dunia kerja. Karena kerja ini, waktuku tersita dan aku sama sekali tidak sempat untuk membuat SIM. Alhasil aku pun tetap tidak bisa mengemudikan mobil karena belum resmi punya SIM. Weleh-weleh...

Sampai akhirnya aku bisa kembali ke kota asalku di Karawang dan aku memutuskan untuk kursus mengemudi kembali sembari membuat SIM. Ya, tahun 2019 ini aku ikut kursus mengemudi kembali.

LKP Ely Stir

Les mengemudiku kali ini di LKP Ely Stir. Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin les di sini. Dari Mei 2018 deh. Tapi baru kesampaian sekarang. Aku tahu LKP Ely Stir ini dari temanku si DC yang memang belum lama selesai kursus mengemudi di sana. Selain itu waktunya sesuai janjian kita gitu, jadi kan enak ya ga tergantung jadwal yang diberikan si tempat les. Lesnya pun bisa di hari Sabtu dan Minggu. Hal inilah yang membuatku tergiur buat les mengemudi di sana. Aku pikir tiap akhir pekan aku mau balik ke Karawang supaya di Sabtu Minggu ini bisa les mengemudi. Eh tapi kenyataan berkata lain. Aku ga bisa! Jadilah baru Januari 2019 ini aku bisa les mengemudi kembali dan membuat SIM. Yeay!

Kalau mau les di LKP Ely Stir, cukup kontak via WA ke nomor +62 857-7666-0888. Nanti kita tinggal bilang saja mau paket yang mana dan transfer uang lesnya. Setelah itu mulai deh atur jadwal mau les kapan. Untuk informasi lengkapnya, bisa lihat di gambar ya.


Aku sendiri memilih paket lancar dengan 8 jam pengajaran alias 8 kali pertemuan karena satu jam untuk satu pertemuan. Awalnya aku mau paket pemula, tapi setelah dipikir-pikir, aku pilih yang lancar saja deh soalnya dulu kan perla les mengemudi di Cepat Tepat. Lalu kalau ingin bikin SIM via LKP Ely Stir, dikenakan biaya Rp 550.000. Hmm mahal cuy. Soalnya kan kalau bikin SIM A sendiri cukup bayar Rp 120.000 untuk cetak kartu SIM dan Rp 30.000 untuk dicek dokter. Jadi aku memilih untuk bikin SIM sendiri saja.

Tanggal 2 Januari 2019 kemarin aku mulai kursus mengemudi. Langsung saja datang ke lokasi LKP Ely Stir ini yang berada di Jl. Arief Rahman Hakim No.47, Nagasari, Karawang. Lokasinya dekat dengan RS Dewi Sri. Dari rumah aku berjalan kaki saja ke sana. Maklum tidak begitu jauh dan hitung-hitung bakar lemak. Hehe.

Di hari pertama ini aku diajarkan oleh pak Yusup yang ternyata adalah pemilik dari tempat kursus mengemudi LKP Ely Stir ini. Karena baru pertama, pak Yusup ini menjelaskan teori dulu sebelum memulai praktek. Mobilnya pakai Ertiga. Setelah satu jam pertemuan, kita tinggal paraf dan kita bisa tahu selama praktek tadi berapa nilai yang kita dapatkan. Terus aku dapat D dong. Doh! Jelek bener ye...

Selama les mengemudi di sini, aku diajar oleh 5 pengajar. Wow banyak juga ya. Tapi ada 2 pengajar sih yang cuma pernah ketemu sekali. Misalnya pak Yusup di hari pertama dan pak R (aku lupa siapa yaowoh), di hari terakhir. Pengajar lainnya adalah pak X yang aku gatau siapa karena aku lupa, padahal sudah ada 2 kali diajar olehnya, lalu pak Toto dan pak Nurul yang juga ngajarin aku 2 kali.

Masing-masing pengajar pegang mobil sendiri-sendiri. Makanya kadang aku harus penyesuaian gitu sama mobilnya karena kan beda-beda. Ada yang injek sedikit gas, sudah melaju kencang. Ada juga yang butuh diinjak agak dalam supaya bisa melaju kencang. Terus ada juga mobil yang kacanya retak. Ini cukup mengganggu penglihatan nih! Soalnya di tengah-tengah kaca gitu.

Karena diajar sama pengajar yang beda-beda, sebenarnya progress kita jadi ga begitu bisa dievaluasi betul sama si pengajar. Tapi it's ok karena aku merasa aku ada peningkatan. Terutama saat belok, tanjakan, dan parkir. Oia, materi parkirnya sendiri diajarkan 3 kali saja kalau kalian ambil paket lancar ya. Itu pun benar-benar sebentar buat parkir. Yang diajarkan ya parkir kepala dan parkir buntut. Total sih aku belajar dua kali parkir kepala dan tiga kali parkir buntut. Untuk tanjakan juga total 3 kali dan hasilnya belum bisa membuat aku mahir di tanjakan. Aku masih mati mesin saudara-saudara. Kata pak pelatih sih kuncinya di kopling. Injak sedikit, buka sedikit, lalu injak lagi. Jangan direm. Hmm baik pak. Aku masih harus latihan lagi nih materi ini. Tapi apadaya si papa ga mau nemenin. Hiks.

Yak begitulah pengalamanku kursus mengemudi di dua tempat les mengemudi berbeda. Kalau ada yang mau tanya-tanya, langsung saja komen ya! Doakan aku ya supaya lancar mengemudi mobil biar bisa gantiin papa nyetir. Hehe.

4 comments:

  1. Kalau bikin SIM sendiri dites ngemudiin mobilnya gak pik? Apa langsung dtg bawa dokumen2 aja kayak bikin paspor?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mei dites. Dokumen yang dibawa paling fotokopi KTP 4 lembar.

      Delete
  2. kalo pemula itu belajar nya apa aja ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemula itu kan 12 kali pertemuan. Sebenarnya sama aja kaya paket lancar. Cuma bedanya ada 4 kali evaluasi tambahan untuk lebih bikin mahir soal materi-materi yang kita kurang.
      Intinya sih ada 7 materi wajib (berarti 7 kali pertemuan nih) yang isinya soal pengenalan panel dan etika berkendara, belajar di track lurus dan pengenalan rambu lalu lintas, track belokan, track tanjakan, track macet, parkir. Itu aja sih. Terus hari terakhirnya evaluasi soal materi yang kita kurang. Kalo aku kan kurang di tanjakan sama parkir, jadi pas hari terakhir praktekin soal itu lagi. Kalo pemula karena ada evaluasi 5x, jadi bisa praktekin di 5 pertemuan gitu terkait materi yang kurangnya.

      Delete