Saturday, July 7, 2018

Book Review: DILAN Bagian Kedua dia adalah Dilanku Tahun 1991

Judul                         : Dilan dia adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis                     : Pidi Baiq
Jumlah Halaman    : 343 halaman
Tahun Terbit           : 2015
Penerbit                   : Pastel Books
Kategori                   : Remaja
Sinopsis:

"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap."
―Milea

"Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama."
―Dilan






Penasaran dengan kelanjutan cerita Dilan dan Milea, akhirnya aku pun lanjut baca Dilan Bagian Kedua dia adalah Dilanku Tahun 1991. Seperti novel pertamanya, Pidi Baiq masih menyematkan kalimat-kalimatnya yang lucu di awal novel. Tapi yang berbeda, sekarang kalimat dari Pidi Baiq itu disematkan pada sampul novel Dilan yang kedua ini.

"Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah."- Pidi Baiq 1972-2098

Namun masih tetap seperti novelnya yang pertama. Quote unik khas Pidi Baiq pun masih dicantumkan pada halamannya yang pertama.
"Aku tidak ingin mengekangmu. Terserah! Bebas keana engkau pergi! asal aku ikut" - Pidi Baiq 1972-2098
Kemudian dilanjutkan dengan ilustrasi dari Pidi Baiq untuk semua tokoh yang ada di novel Dilan yang kedua ini. Tak lupa juga masih ada beberapa ilustrasi di awal bab untuk membantu pembaca mendapatkan gambaran dari cerita yang ia suguhkan. Aku tetap menyukai semua ilustrasi yang ayah Pidi Baiq berikan. Namun jujur saja, aku agak bosan membaca novel Dilan yang kedua ini. Bahkan aku sempat vakum beberapa minggu sampai akhirnya aku selesaikan juga karena sudah "tanggung" dibaca.

Di novel Dilan bagian kedua ini Pidi Baiq masih menggunakan sudut pandang dari Milea. Ya ceritanya kan dari novel yang pertama itu ditulis oleh Milea dan sudah laris manis di toko-toko buku kesayangan. Nah sekarang si Milea ini lanjutin novelnya lagi dan menceritakan kisah ia akhirnya jadian juga dengan sang panglima tempur, Dilan. Guyonan-guyonan khas Dilan pun masih ada di bagian yang kedua ini. Tapi aku sudah tidak semesem-mesem saat baca novel yang pertama. Apa karena sudah biasa kali ya? Hmmm.

Konflik-konflik yang ada juga masih seputar konflik anak SMA yang "bandel" karena suka berantem. Diceritakan juga permasalahan sampai akhirnya Milea memutuskan Dilan sebagai ancaman kepada Dilan atas sikapnya yang suka berantem. Terus akhirnya Milea nyesel karena sudah mutusin Dilan dan berharap Dilan mau balik lagi sama dia. Ya sebenarnya aku agak gemes sih. Bilang putus itu bukan digunakan sebagai ancaman hei. Kalau ga suka ya nasihati saja baik-baik. Jangan gunakan kata putus supaya si cowo nurut sama kemauan kita. Tapi sekali lagi, namanya juga anak SMA ya. Jadi biasanya gampang banget bilang putus kalau pacarnya ga nurut sama kemauannya.

Terus alur cerita pada bagian akhir terkesan dibuat cepat-cepat. Tahu-tahu sudah dewasa saja nih si Milea. Untuk epilognya aku kurang begitu suka. Ya ini opiniku sih. Habis penyelesaiannya terasa...ah...kaya "kok udahan". Terasa ngambang. Apa karena nanti ada novelnya yang ketiga ya jadi pembaca akan lebih jelas saat membaca novel Dilan yang ketiga. Ya nanti aku lanjut baca lagi deh novelnya yang ketiga.

Rating dariku sih bintang 3 dari 5. Mohon maaf sekali ayah Pidi Baiq. Untuk novel Dilan Bagian Kedua ini kurang menghiburku dan membuat aku ga geregetan untuk baca lembar demi lembar sampai akhirnya selesai. Kalau kalian yang sudah baca gimana? Sependapat denganku atau malah sebaliknya?

(3/5)

2 comments:

  1. aku malah nangis baca ini novel TT *ini pertama kalinya aku nangis dalam baca novel haahahah
    sedih banget pokoknya, karna saking sukanya dengan mereka sebagai pasangan. jadi kalo aku pribadi suka banget dengan semua seri Dilan ini. ceritanya apa adanya gitu, sesuai dengan kondisi remaja yang misalnya ngga bisa mikir kayak kakak yg udah dewasa gini. dan gaya bahasanya meskipun kadang maksain, tapi tetep enak dibaca dan bisa bawa aku sebagai pembaca hanyut dalam cerita :D wkwk

    Anw, review yang bagus kaak! :) aku mau nulis ini belum keturutan wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha aku ga nangis sama sekali, padahal aku tipe orang yang suka nangis kalo baca cerita sedih di novel. Tapi ya orang-orang kan beda ya pasti dapetnya. hihihi

      wah berarti kamu udah lengkap dong ya baca seri Dilan ini. Aku tinggal yang satu lagi. Nah karena novel yang ketiga katanya dari sudut pandang Dilan. Harusnya bakal lebih gereget ya, secara yang bikinnya kan cowo. Eheheh

      makasih ya udah bilang baguus. jadi malu..eheheh.. ayooo ditulis reviewnya!! ntar aku mampir baca juga eheheh

      Delete