Wednesday, August 8, 2018

Cerita Kopi

Kemarin ini aku post di Instastory tentang ide pos apa yang mau dibaca sama netijen (Re: Follower Instagram-ku). Nah salah satu topik usulan netijen adalah tentang kopi. Bicara tentang kopi, jujur aku sendiri bukanlah pecinta kopi, lebih tepatnya aku ini tidak menyukai kopi. Bisa sih kuminum, tapi kalau disuruh pilih minuman, pasti aku tidak akan pilih kopi. Kecuali memang mampir ke warung kopi dan kopi di sana wajib dicoba, baru deh aku pesan kopi hanya untuk sekedar mencicipi kekhasan kopi dari warung tersebut. Atau kalau memang aku sedang butuh asupan cafein...aku baru bertemu dengan kopi.

Sumber: http://coffeetoffee.co.id
Nah kemarin ini saat aku sedang main ke IFRA di JCC, aku mampir ke booth Coffee Toffee untuk mencicipi kopi signature dari Coffee Toffee, yaitu Avocado Cream Joe. BTW IFRA itu adalah pameran franchise internasional yang besar gitu deh. Di sana banyak sekali bisnis-bisnis yang siap untuk diajak franchise. Kapan-kapan nanti aku ceritakan soal IFRA ini deh.

Balik lagi ke kopi khas dari Coffee Toffee...Berhubung nyobainnya tester, tentu yang disuguhkan hanya di cup kecil dan tanpa cream. Tapi rasanyaaa...beuuhhh!!! Kopi terenak yang pernah aku minum. Ini beneran bukan aku endorse loh. Tapi pas cobain Avocado Cream Joe-nya Coffee Toffee, cup kecil yang aku dapatkan itu jadi terasa kurang karena aku ketagihan!

Sejujurnya aku mengenal warung kopi Coffee Toffee ini sudah sejak di bangku kuliah. Buat anak ITB pasti tahu dong warung kopi satu ini yang terletak di labtek biru. Yak satu-satunya cafe di ITB ya si Coffee Toffee ini. Terus aku juga pernah loh menjadikan Coffee Toffee sebagai objek penelitian dari tugas perancangan sistem informasi. Jadi berasa punya hubungan khusus gitu sama Coffee Toffee. Apalagi saat aku ikut projek bersama Kementerian Perdagangan, aku bisa ketemu langsung sama Direktur Ekspansi dari Coffee Toffee. Semakin bikin aku punya hubungan khusus sama si Coffee Toffee ini deh. Kalau kalian penasaran sama menu Coffee Toffee, bisa langsung klik ke situs miliknya di sini. Selain Avocado Cream Joe, signature lain milik Coffee Toffee yang harus dicoba adalah Java Jimmie Joe. Kalau kalian berkesempatan untuk mencicipi kopi khas Coffee Toffee, jangan lupa ya pesan dua varian itu!

Pengalaman terkait kopi lainnya adalah saat aku pergi ke Pontianak. Di sana aku dibawa untuk mencicipi kopi khas Pontianak di Warung Kopi Asiang, warung kopi yang wajib dijambangi kalau pergi ke Pontianak. Aku pesan kopi susu, namun reaksinya tak bagus buat perutku. Langsung mulas ingin ke toilet. Untuk rasa sih aku kurang begitu suka karena cafeinnya begitu kuat. Dan tentu rasanya pahit, padahal sudah pakai susu ==" Itulah yang membuatku tak menyukai kopi. Rasa pahit yang tak enak buatku.

Bentukan Kopi Susu di Warung Kopi Asiang

Baca juga: Achievement Unlock: Berada di Dua Belahan Dunia dalam Satu Waktu

Selain di Pontianak, aku juga pernah ke warung kopi Kongdjie di Belitung. Ini juga salah satu warung kopi yang wajib didatangi kalau sedang liburan ke Belitung. Di sana aku memesan kopi susu juga. Maklum sebagai orang yang tidak suka kopi, aku tak akan berani minum kopi hitam. Bisa-bisa ga habis kuminum kali.



Baca juga: Jalan-Jalan ke Belitung : City Tour Belitung Timur

Untuk rasa sih menurutku masih lebih enak kopi susu di Warung Kopi Kongdjie. Cenderung tidak begitu pahit. Perutku pun aman setelah menghabiskan satu gelas kopi susu di sini. Berbeda sekali saat aku selesai menghabiskan secangkir kopi susu di Warung Kopi Asiang. Perutku langsung mulaas!!!

Kalau kopi yang kucoba di cafe mall selain Starbucks adalah kopi dari Caribou Coffee. Di sana aku memesan Honey Vanilla Budino seharga Rp 60.000 untuk ukuran Regular. Cukup besar sih menurutku. Aku sampai kembung meminumnya. Tapi kopi di sini cukup aman buat perutku karena perutku tidak mulas seusai menyelesaikan segelas besar kopi vanilla itu. Untuk rasa sih menurutku mirip seperti kopi Good Day dalam kemasan botol. Agak ga rela juga sih mengeluarkan kocek Rp 60.000 untuk kopi yang rasanya mirip kopi instant. Hmmm.


Selain kopi di warung kopi, aku juga pernah mengkonsumsi kopi instant seperti Torabika Cappuccino, Top Coffee rasa Kopi Susu, Luwak White Coffee, dan Good Day baik yang dalam sachet maupun dalam kemasan botol (semua rasa sudah kucoba dan aku paling suka rasa Funtastic Mocacinno).  Untuk Good Day sachet aku suka varian Coffee Freeze dan bikinnya di-shake dalam botol khusus yang dikeluarkan oleh Good Day. Hal ini kulakukan saat aku kelas 4 SD. Tapi semenjak tren minum kopi shake sudah hilang, kebiasaan minum kopi ini pun sudah tidak kulakukan lagi. Apalagi botol shake-nya sudah pecah jadi tak dapat kugunakan lagi. Hmmm.

Selain merk kopi instant di atas, aku juga suka kopi Nescafe French Vanilla. Kopi jenis ini kukonsumsi saat aku di bangku kuliah. Sempat beberapa kali aku membeli Nescafe French Vanilla dikala aku butuh asupan cafein untuk menjagaku tetap terjaga saat mengerjakan tugas kuliah. Selain itu aku juga pernah coba Kopiko 78゜saat sedang booming baru diluncurkan dan aku sempat beberapa kali mengkonsumsi kopi tersebut saat aku masih di bangku kuliah juga. Selepas lulus kuliah, rasa-rasanya aku sudah jaraaaaangg sekali minum kopi. Beberapa kalinya ya saat kejadian yang kuceritakan di atas.

Itu saja sih pengalamanku bersama kopi selama seperempat abad hidupku di Bumi ini. Kalau kalian gimana? Ada yang sampai addict dan ga bisa lepas dari kopi??

4 comments:

  1. Sekarang ada kopi botolan Godiva yang murah. Cobain. Haha.

    ReplyDelete
  2. mudah didapatkan di indomaret atau alfamart gan?

    ReplyDelete
  3. kalau caribou cobain creme brulee nya pik. itu pesen by request sih krn seasonal juga minumannya. tapi buat ukuran g yg demen kopi, itu jatohnya enak. gk terlalu strong juga dan manisnya pas gitu. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hooo gituu
      wah ntr kapan2 kalo ada kesempatan ke Caribou bakal pesen yang itu de
      gw pesen Honey Vanilla Budino juga karena itu lagi seasonalnya gitu hehehe

      Delete