Thursday, September 27, 2018

Arcadia Quest: Siapa Bilang Main Game RPG Cuma Bisa di Gadget Doang?!

Sumber: https://boardgamegeek.com/image/3297428/arcadia-quest-inferno
Kali ini aku mau ceritain pengalamanku main Arcadia Quest Inferno. Board game ini muncul tahun 2017 dan sepertinya cukup banyak nih expansion-nya! Permainan yang bisa dimainkan oleh 2-4 orang ini memiliki durasi bermain sekitar 60-120 menit untuk menyelesaikan satu skenarionya. Padahal total skenario yang diberikan itu ada 7 loh. Makanya pembuat papan permainan ini memberikan kertas catatan untuk mencatat status permainan kita. Mana tahu di kemudian hari kita akan memainkannya kembali, jadi tidak perlu mengulang dari skenario satu lagi gitu.

Yah karena ini permainan RPG, so pasti setiap hero-hero yang kita miliki itu akan naik level gitu setiap kita menyelesaikan satu skenario. Nah jadi makin naik level pasti hero kita juga jadi makin kuat dong. Equipment yang kita punya juga makin bagus-bagus. Ga heran untuk memainkan permainan ini buth waktu seharian nih! Kemarin ini saja aku cuma selesai dua skenario dan aku memainkannya dari sore sekitar jam 4an sampai malam jam 9! Hahaha.

Thursday, September 20, 2018

Board Game: Rising Sun, Berasa Jadi Yakuza Jepang!!

Halo halo!!
Kali ini aku mau ceritain tentang permainan papan alias board game yang bernama Rising Sun! Rising Sun ini adalah sebuah permainan tentang menjaga kehormatan, negosiasi, dan peperangan di Jepang saat ancient gods (kami) telah datang untuk membangun kerajaan. Permainan ini dibuat oleh Eric M. Lang dengan artist Adrian Smith. Rising Sun bisa dimainkan oleh 3-5 orang berumur lebih dari 14 tahun dengan durasi waktu 90-120 menit. Lama juga ya. Hihi. Tapi bisa lebih lama dari itu loh guys! Tergatung seberapa lama si pemain-pemainnya mikirin taktik. Apalagi saat terjadi perang. Wah suka lama banget tuh nentuin strategi perangnya! Untuk lengkapnya bisa kalian cek langsung saja di boardgamegeek.

Box of Rising Sun

Kalau aku disuruh kasih rating buat permainan ini, aku bakal kasih bintang 8.5 dari 10!! Selain karena seru pol, karakter-karakter dan desing dari permainan ini tuh bagus banget!! Ya meski mainnya musuh-musuhan alias tidak menang dalam tim, tapi permainan ini tidak segitunya bikin aku sakit kepala. Ya meski memang sih kalau mikir aku pasti paling lama dibanding teman-teman yang lain. Hahaha. Habis lawan-lawanku biasanya orang yang punya strategi bagus dan memperhitungkan segala kemungkinan dengan baik. Lah aku mah apa?! Mainnya cuma pasrah. Kemungkinan yang terjadi kaya apa aja aku kadang bolot mikirnya. Jadi cuma asal saja mutusin, kira-kira lawan bakal melakukan apa dan aku cuma main feeling. Hahaha. Odong banget ya.

Oh ya, meskipun musuhan, tapi selama permainan kita bisa membuat aliansi gitu. Kalau punya aliansi, keuntungan yang didapat selama permainan biasanya lebih banyak. Ya meski terkadang malah aliansi kita yang diuntungkan lebih banyak. Makanya kita juga musti pintar-pintar menentukan move gitu saat beraliansi. Jangan malah kita paling rugi saat mendapatkan keuntungan aliansi itu. Selama dua kali mainin board game ini, biasanya sih aliansinya tuh terjadi antara tim yang tertinggal poinnya. Berhubung aku main ini selalu bertiga, jadi biasanya yang juara satu selama permainan bakalan ga punya aliansi. Hihihi.

Ah aku lupa kasih tahu, tujuan dari permainan ini adalah mengumpulkan victory point sebanyak-banyaknya. Victory point ini bisa dikumpulkan selama permainan dan di akhir permainan. Nah biasanya gara-gara perhitungan poin di akhir permainan ini nih yang bikin si juara satu selama permainan malah jadi kalah. Hal in terbukti saat aku bermain Rising Sun terakhir kali. Saat itu tanggal 11 September 2018, tanggal merah. Jadi hari itu aku, Kibo, dan K bermain Rising Sun. Selama permaianan si K selalu memimpin. Poin dia bahkan jauh banget! Sulit untuk aku dan Kibo kejar deh. Tapi berhubung si K ini sepertinya sudah berasa di atas angin dan yakin poinnya tak akan terkejar, jadilah dia lengah dan salah langkah. Alhasil di akhir permainan, aku memenangkan permainan ini meski beda satu poin dengan Kibo dan si K malah jadi yang paling akhir. Huhuhu.

Ya pelajaran dari permainan ini, jangan pernah lengah meski sudah jadi yang paling depan. Pintar-pintar mengatur strategi, terutama strategi perang supaya nanti bisa memenangkan peperangan. Terus juga harus bisa memanfaatkan aliansi yang dimiliki dengan baik dan jangan lupa untuk bernegosiasi. Selama aku bermain ini, Kibo sudah berbaik hati sih sama aku. Hahaha. Soalnya dia suka ngasih tahu move dia apa, jadi aku bisa kira-kira gitu sebaiknya ngapain. Terus di akhir permainan, dia menyerahkan dua wilayah agar aku bisa memenangkan kedua daerah itu. Padahal aku sudah takut berhadapan dengan dia. Secara honor aku tuh paling bontot biasanya. Jadi kalau aku beraliansi dengan dia, saat perang itu tidak perlu mengatur strategi perang lagi. Jadi langsung dimenangkan oleh pemain yang memiliki honor tertinggi. Tentunya dihitung dulu jumlah force yang paling tinggi siapa sih. Jadi kalaupun aku berhadapan dengannya, aku sudah ancang-ancang untuk menambah force di daerah perang itu agar aku bisa tetap memenangkan perang. Ah tapi akhirnya dia malah meninggalkan daerah itu dan membuat aku bisa memenangkan dua wilayah. Hal ini nih yang bikin aku bisa menang banyak poin. Hehehe. Makasih ya Kibo :*

Aku Menang!
UPDATE 29 Oktober 2018
Kemarin, aku memainkan Rising Sun ini kembali tapi kali ini dengan jumlah pemain 5 orang. Dalam permainan kemarin, lagi-lagi aku menjadi klan Bonsai, klan dengan kemampuan beli barang dengan harga 1 koin atau kurang. Gara-gara kemampuan ini nih koinku bisa disimpan baik-baik untuk dipakai saat perang nanti.
Sumber: http://www.eyres.me.uk/games/rising-sun-kickstarter-content/
Berhubung honor dari klan bonsai ini paling bontot, buat berdoa untuk menyembah dewa itu lebih sulit karena pasti kalah apabila berhadapan dengan klan lain yang juga menyembah dewa yang sama dengan klan Bonsai. Jadi dari permainan kemarin itu, strategi berdoa itu sangat tidak cocok buat klan Bonsaiku ini. Kalau mau menang buat berdoa itu, musti banyakin Shinto di satu dewa yang dituju dan itu sangat tidak worth it menurutku karena hadiah yang didapat tak sebegitu menguntungkan daripada aku letakan Shinto-ku sebagai force dalam berperang di suatu provinsi. Alhasil, cuma satu musim saja aku pergikan Shinto-ku untuk berdoa yang membuat kerugian karena aku ga mendapatkan hasil dari berdoa itu. Jadi aku sama sekali tidak pergi berdoa di musim gugur daripada aku menderita kerugian kembali.

Strategiku kemarin itu dengan memaksimalkan stronghold yang kupunya. Sebisa mungkin aku selalu bikin stronghold agar ketika masuk ke mode recruit, aku bisa memasukkan banyak tentaraku di masing-masing stronghold yang ada. Pada musim semi, victory point-ku terpuruk. Tapi lumayan bisa menang dua wilayah, tak seburuk itu lah. Di musim panas, aku agak kesulitan karena aku rugi dari pergi berdoa itu, apalagi aliansiku betray dan aku ga mendapatkan keuntungan yang banyak dari beraliansi itu. Di musim ketiga, aku tidak aliansi dengan siapapun dan victory point-ku berada diurutan kedua. Saat itu cukup jauh sih untuk mengejar poin klan Turtle. Dia dapat banyak victory point karena menyembah dewa Ryu'jin, yang berarti mendapatkan victory point sebanyak jumlah stronghold yang dimiliki tiap kali berdoa, which is dalam satu musim ada 3 kali fase berdoa. Jadi yang menyembah Ryu'Jin ini bisa mendapatkan victory point dengan mudah sebanyak 12 victory point maksimal kalau ia memaksimalkan jumlah stronghold-nya.

Alhasil aku maksimalkan saja jumlah tentaraku yang ada di map, jadi aku bisa berpartisipasi perang dalam beberapa wilayah. Beruntung strategi perangku tak buruk-buruk amat, sehingga aku bisa memenangkan dua wilayah di musim gugur ini. Berkat itu, aku bisa mengumpulkan lima provinsi berbeda yang berarti dapat 20 victory points tambahan di end game. Terus aku juga punya kartu Form of the Kitsune, yang membuat aku bisa mendapatkan tiga victory points untuk masing-masing stronghold yang ada di peta dan aku punya empat (kondisi maksimal), sehingga aku dapat tambahan 12 poin lagi. Hihi. Jadilah aku berhasil nyusul klan turtle di musim gugur ini. Tapi menangnya juga karena melawan pemain baru sih. Jadi mereka kurang bisa memaksimalkan strategi perang yang ada...

Wednesday, September 19, 2018

Forgive and Forget

Pos ini kubuat khusus untuk Kak C yang sudah memberi ide penulisan pos ini. Maafin ya Kak C baru sempat nulis sekarang. Maklum nih sibuk banget sekarang. Waktu luangnya supeeerrrrr sedikit. Jadi waktu yang singkat itu kupakai untuk hal lain deh. Alhasil blog ini jadi diacuhkan. Huhuhu. Sekali lagi maaf untuk pembaca sekalian...
Padahal ga ada juga yang nungguin pos aku. Ya kalau ada aku kan sudah minta maaf gitu. Hehehe.

Nah bicara soal mengampuni, tentu aku pernah dong maafin orang yang sudah membuat salah sama aku. Tapi kalau pengampunan itu ada tingkatannya. Sejauh ini sih "kasus pengampunan" yang sudah aku lakukan ada di level easy lah menurutku. Paling ada orang yang nyenggol terus minta maaf, ya tentu saja aku maafin dan kuanggap angin lalu. Tapi pasti definisi pengampunan yang kak C bilang itu bukan di level easy. At least level middle lah. Hmmm. Kalau dipikir dan diingat-ingat lebih lagi sih, tentu ada beberapa kejadian yang membuat aku "sakit hati". Bahkan kejadiannya saja masih aku ingat sampai sekarang. Namun, bukan karena aku menyimpan dendam ya saudara-saudara sekalian. Tapi karena ingatan akan masa laluku ini bisa dibilang cukup lumayan. Kalau kalian tanya waktu kecil atau saat aku TK aku pernah ngapain saja, aku masih punya ingatan itu loh. Jadi untuk kasus yang menyakitkan hati tentu saja aku pun masih ingat. Meski begitu, apakah aku sudah mengampuni orang yang menyakitkan hatiku itu? Tentu saja sudah guys. Sejak aku lahir baru, aku sudah tidak lagi menyimpan dendam dan mengampuni semua orang yang sudah membuatku terluka batin. Puji Tuhan aku ga pernah terluka fisik sih, karena tidak pernah ada yang melakukan kekerasan fisik sama aku. Paling ada satu, itupun kalau cubitan berkali-kali disebut sebagai kekerasan fisik. Itu satu pengecualian.

Kembali lagi ke topik, kok kayanya aku semudah itu ya mengampuni? Kalau disakiti dengan level hard pasti akan sulit deh tentunya. Bayangkan saja kamu pernah di-abuse habis-habisan misal sama ayah kamu. Pasti kamu dendam banget deh sama ayahmu dan fatalnya bisa anti sama pria karena melihat sosok pria pertama yang berada paling dekat dengan kamu memperlakukanmu sebegitunya. Jujur saja rasanya aku tak pernah punya pengalaman yang sebegitunya sampai aku sulit mengampuni. Ya semoga saja aku tidak akan pernah punya pengalaman yang begitu sih. Amin. Tapi buat kalian yang punya pengalaman pahit seperti itu, menurutku sih kamu tentu saja harus mengampuni. Toh Tuhan Allah juga sudah mengampuni dosamu. Masa kamu yang manusia biasa tidak mengampuni.

Ya perkataan memang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Aku setuju. Tapi buat kalian yang sudah pernah merasakan kasih Tuhan, percaya deh kamu pasti bisa mengampuni orang yang sudah menyakiti hatimu. Karena bukan kamu yang punya kekuatan untuk mengampuni, tapi karena Tuhan Allah yang memampukan kamu mengampuni orang itu.

Aku suka dengan analogi begini:
Pengampunan itu ibarat kamu mempunyai luka yang sudah mulai mengering dan kamu biarkan saja terus sampai akhirnya luka itu menjadi kulit baru seutuhnya. Nah kalau kamu tak mengampuni, ya seperti tanganmu "gatal" dan mengorek kembali luka itu. Tentu luka yang sudah mulai mengering itu akan terasa sakit kembali.

Pengampunan itu ya forgive and forget, seutuhnya melupakan sakit di masa lalu. Tidak mengingat-ingat kembali kesalahan yang sudah diperbuat orang lain kepadamu. Apalagi kamu membahasnya kembali saat kamu bertemu muka dengan orang yang sudah menyakiti hatimu. Wah bisa kembali terjadi perpecahan tuh!

Buatku sendiri, meski aku masih mengingat kejadian itu, tapi aku tidak lagi benci sama orang yang menyakitiku, apalagi membahas-bahas kembali kejadian yang sudah berlalu itu. Bahkan sekarang aku berteman baik kok dengan orang yang sudah bikin aku sakit. Jadi bukan kalian yang masih susah mengampuni, aku berdoa agar kalian mendapat penyertaan tangan Tuhan sehingga akhirnya kalian pun bisa mengampuni.

Tuhan memberkati kalian semua. ^^

Wednesday, September 12, 2018

Series Review: Another Miss Oh atau Oh Hae Young Again (2016)

Mood untuk nonton drama Korea lagi kembali muncul nih. Berhubung di hard disk masih ada banyak jejeran drama Korea (lama) yang belum kutonton. Akhirnya aku mulai dari nama yang paling atas. Jadi deh aku nonton drama Korea Another Miss Oh ini.

Sumber: Pantip.com

Sutradara: Song Hyun-Wook
Penulis: Park Hae-Young
TV: tvN
Genre: Komedi, Romance
Episode: 18
Tanggal Rilis: 2 Mei-28 Juni 2016
Cast
Sumber: asianwiki.com