Sunday, June 25, 2017

Waterbom PIK (Pantai Indah Kapuk) Jakarta

Siapa sih yang gatau Waterbom? Eh ada sih kemungkinan ga tau tentang Waterbom. Oke, sekilas tentang Waterbom, tempat ini adalah tempat bermain air yang menjadi salah satu destinasi liburan bagi keluarga maupun liburan asik bersama teman. Waterbom sendiri ada di dua lokasi, yaitu di Bali dan di Jakarta. Waterbom Bali ini merupakan cikal bakal berdirinya Waterbom Jakarta yang berlokasi di Jalan Pantai Indah Barat No. 1, Pantai Indah Kapuk. Lengkapnya bisa baca sendiri di sini.

Thursday, June 22, 2017

Apa itu Bullet Journal?®

Apa itu bullet journal? Ya gw juga baru tahu belum lama ini sih. Awalnya gw pengen nulis diary lagi buat dikenang di kehidupan mendatang. Tapi juga pengen diary-nya ga cuma tulisan gitu loh. Tapi terlihat cantik dan terdekorasi dengan bagus. Pas liat-liat Pinterest, nemu d orang-orang bikin bullet journal. Trus jadi penasaran sama bullet journal. Butuh waktu cukup lama buat gw memulai bullet journaling. Hasil study gw tentang bullet journal adalah jurnal yang berisikan planning jangka pendek maupun panjang, curahan hati saat ini (kaya diary), dan jurnal untuk merekam kehidupan kita. Jadi isinya itu tentang waktu lampau, waktu saat ini, dan waktu yang akan datang. Interesting.
Referensi gw dari Pinterest, Instagram, dan Youtube. Untuk mengenal lebih jauh tentang bullet journal bisa dilihat di sini. Sebagian besar inspirasi gw datang dari Youtube, yaitu dari AmandaRachLee. Video-video dia bisa dilihat di sini. Gw suka sama gambar-gambar dan idenya. Selain itu, gw juga nonton videonya Boho Berry. Doi juga keren dan menginspirasi gw untuk bikin mood mandala. Video Boho Berry bisa dilihat di sini. Selain itu, Boho Berry punya tribe gitu yang isinya kumpulan para pembuat bullet journal. Gw pun ikut daftar untuk bisa membuat gw tetap semangat dan menekuni bullet journal serta untuk memberi gw inspirasi untuk bullet journal gw. Intinya Boho Berry Tribe is such a positive group for me. Gw pun join grupnya di Facebook. Emang si isinya orang-orang bule, jadi gw pun berkomunikasi pakai bahasa Inggris. Mereka keren-keren dan sangat menginpirasi.
Oia, nanti gw tunjukkin ya bullet journal gw di pos berikutnya. Jurnal yang gw pakai pertama kali jurnal gratisan dari bank BII. Cuma karena kualitasnya kurang bagus menurut gw dan uda sobek dong jilidannya, gw memutuskan untuk beli buku khusus untuk bullet journal. Hasil studi gw si menunjukkan kebanyakan orang menggunakan Leuchtturm1917 karena kualitas kertas yang bagus khususnya untuk penyimpanan lama. Cuma agak sulit mendapatkannya di Jakarta. Ada sih yang jual di Tokopedia tapi harganya...ugh mahal bo! Rp 380.000. Untuk pemula, harga segitu menurut gw terlalu mahal ya. Apalagi nanti akhirnya gw ga melanjutnya. Jadi sayang aja menurut gw. *pelit* (‿◠)✌
Untuk itu, gw mulai browsing di mana gw bisa beli buku dengan kertas titik-titik, ya titik-titik alias dotted karena sebagian besar bullet journalist menggunakan buku titik-titik bukan yang kotak-kotak, bergaris seperti buku tulis sekolah, maupun yang polos. Gw cari di Elevenia dan Tokopedia. Akhirnya gw menemukan Notokata di Tokopedia. Dia jual buku yang sesuai dengan ekspektasi gw! And I just pay for IDR 12.500 for it. Olalaa murah! Ehehehe plus ongkir jadi Rp 21.500 sih, tapi dibanding Rp 380.000 boooo! Ya emang si pasti lebih bagus yang mahal, cuma menurut gw dengan buku simple itu pun uda oke. Inti dari bullet journal kan agar kita tetap produktif namun tetap juga bisa meluapkan emosi kita dalam tulisan. Ehehe..
Sejauh ini, gw masih rajin isi bullet journal bahkan lagi mencari ide untuk tema bulan Juli nanti. Bulan di mana gw, Olen, dan Papa ulang tahun. Hehehe..Kira-kira bikin tema tentang apa ya? Hmmm..Bulan ini si gw temanya tentang skyscraper, recreation dari AmandaRachLee. Sebenernya gw agak sulit gambar gedung-gedung gitu. Entah mengapa kalo bikin gambar tentang itu hasilnya tidak memuaskan gw. Hahaha.. Tapi ya gw coba... Bullet journal inilah yang bikin gw mulai menggambar lagi. Terakhir menggambar itu SMA. Sejak itu gw uda ga pernah bikin gambar lagi...Hobi gw yang satu itu ditinggalkan begitu saja...haha...
Yak sekarang readers sekalian uda tau dong apa itu bullet journal ? Semoga tulisan ini menginspirasi kalian ya dan sama-sama jadi bullet journalist. Ehehehe...

UPDATE!!!!
Bullet Journal is a trademark. This was developed by Ryder Carroll, a digital product designer living in Brooklyn, New York. The Bullet Journal® brand name and system are owned by Lightcage, LLC, who reserves all rights, including intellectual property rights related to the Bullet Journal®.
Check here for other Frequently Asked Questions (F.A.Q.) about Bullet Journal® !

Wednesday, June 21, 2017

Nostalgia Kuliner Bandung

Ingat Bandung, pasti gw ingat kuliner bandung. So, gw pengen banget nostalgia kuliner Bandung dan gw emang uda berencana buat ke Bandung dari tanggal 28 Mei. Padahal berangkatnya tangal 17 Juni. Hahaha bener-bener lama banget ya ᕙ(˘▽ƪ). Gw berangkat naik mobil Persik, cowo dedenya Mr. Kibo. Titik kumpul di rumah Mr. Kibo jam 6 pagi. Jumat malamnya gw emang uda nginep di kos Olen biar gw ga usah bangun pagi-pagi banget. Soalnya kos gw kan jauh dari rumah Mr. Kibo, lebih deket dari kos Olen. Jam 5.40 gw dan Olen naik GrabCar ke rumah Mr. Kibo dan sampai di sana jam 6 lewat. Tapi Persik saat itu belum datang. Doi datang jam 6.30, lalu berangkatlah kami berlima, gw, Olen, Mr, Kibo, ddnya Mr, Kibo, dan Persik.
Di tol macet bro! Ternyata uda pada mulai mudik nih...ckck (; ─_─). Setelah melihat google maps, ternyata di sekitar km 21 ada kecelakaan. So, diputuskan untuk keluar di Tambun. Jadi kami lewat jalur biasa dulu, Setidaknya jalanlah dibanding di dalam tol yang tersendat-sendat. Masuk tol lagi di km 60-an. Karena pengen ke toilet, berhentilah dulu di rest area km 72. Meregangkan badan sebentar dan lanjut jalan lagi sampai Bandung. Yeay!! \ (˚▽˚) /

Tuesday, June 20, 2017

Book Review: More Than Words

Goodreads.com
Judul                       : More Than Words
Penulis                    : Stephanie Zen
Jumlah Halaman : 224
Tahun Terbit          : 2015
Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis:
Marvel Wongso punya segalanya. Muda, cerdas, anak orang kaya.
Rania Stella Handoyo kebalikan dari semua itu. Murid beasiswa, sederhana, berusaha bertahan hidup di Singapura dengan tiap lembar dolar yang dimilikinya.
Mereka menyimpan rasa untuk satu sama lain, namun tak berani mengungkapkannya. Ketika berhasil terucap pun, yang satu selalu menganggap yang lainnya tak bersungguh-sungguh.
Dikerjar keterbatasan waktu, mampukah Marvel dan Rania memaknai cinta itu lebih dari sekadar kata-kata?

Biar gw ga merasa bersalah, bakal spoiler nih sedikit! ≧ω≦

Book Review: One Last Chance

iJak
Judul                       : One Last Chance
Penulis                    : Stephanie Zen
Jumlah Halaman : 288 Halaman; 20 cm
Tahun Terbit          : 2012
Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis :
Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti.
Setiap kisah cintanya yang berantakan sealu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya.
Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true. Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama.
Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalkan Adrienne? Dan berhasilkah Adrienne membuktikan bahwa ia sunguh-sungguh mencintai Danny?

Monday, June 19, 2017

Fine On The Outside

I never had that many friends growing up
So I learned to be okay with just me
Just me, just me, just me
and I'll be fine on the outside

I like to eat in school by myself anyway
So I'll just stay right here
Right here, right here, right here
and I'll be fine on the outside

So I just sit in my room
after hours with the moon
and think of who knows my name
Would you cry if I died?
Would you remember my face?

So I left home
I packed up and I moved far away
From my past one day
and I laughed
I laughed, I laughed, I laughed
I sound fine on the outside

Oh oh oh oh ~

Sometimes I feel lost, sometimes I'm confused
Sometimes I find that I'm not alright
and I cry, and I cry, and I cry

Oh oh oh oh ~

So I just sit in my room
after hours with the moon
and think of who knows my name
Would you cry if I died?
Would you remember my face?

Fine On The Outside by Priscilla Ahn

Wednesday, June 14, 2017

Pengalaman Pertama Pakai BPJS Kesehatan

Kali ini gw mau cerita tentang pengalaman pertama pakai BPJS Kesehatan. Hari Minggu pagi gw terbangun dengan keadaan tenggorokan yang tidak enak efek makan comro setan kemarin sorenya. :( Minggu sore saat hendak berangkat ke Jakarta, gw sudah merasa tidak enak badan, seperti meriang gitu d. Seninnya gw masih masuk kerja bahkan rapat di Jatiasih. Saat itu gw masih ga enak tenggorokan, sampai sore hari gw merasa pening. Akhirnya gw memutuskan untuk berobat ke dokter karena tidak tahan dengan sakit ini :(. Dari kantor gw emang dikasih kartu BPJS Kesehatan. Gw tanya-tanyalah orang-orang kantor gimana cara berobat kalau mau pakai BPJS. Setelah tanya sana sini, kesimpulan yang gw dapat adalah gw harus berobah ke fasilitas kesehatan (faskes) yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan tersebut. Di kartu gw tertera faskes Kel. Cikoko. Gw carilah tuh di google dan memang jaraknya sekitar 1 km dari kosan gw. Oia, kalau mau cek faskes juga bisa di situs resmi BPJS Kesehatan langsung di sini. Pada bagian menu Pencarian bisa dipilih mau dicari berdasarkan Nama, Wilayah, atau Jarak Terdekat.
Selasa pagi, gw berangkat dari kosan jam 7 pagi ke Puskesmas Kel. Cikoko. Ini pertama kalinya juga gw ke puskesmas. Hahaha... Biasanya gw dateng ke tempat praktek dokter atau kalau emang parah, langsung ke rumah sakit. Saat itu di sana sudah ramai dengan pasien yang sabar menanti giliran. Padahal masih pagi loh! Ternyata setelah melihat pengumuman, jam buka puskesmas kel. Cikoko ini berubah jadi lebih cepat selama bulan puasa, yaitu dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Untuk hari Jumat, dari jam 7 pagi sampai jam 14.30.
Karena gw baru pertama kali ke sini, gw antri di bagian loket pendaftaran untuk mendapatkan antrian pasien umum. Di loket gw serahkan kartu BPJS Kesehatan gw. Trus karena gw pasien baru, gw isi form gitu dan tujuan gw ke dokter apa. Selanjutnya si petugas bilang kalau mau berobat dibawa fotokopian BPJS-nya. Setelah mendaftar, gw menunggu untuk dipanggil. Ketika gw dipanggil, ternyata hanya dilakukan pengecekan awal saja berupa pengecekan tekanan darah dan ditanya mengenai berat badan dan tinggi badan. Setelah itu gw kembali menunggu dipanggil. Ketika nama gw disebut, gw masuk lagi ke ruang periksa (yang sama saat pertama kali dipanggil). Namanya juga puskesmas ya, ruang periksanya itu kecil dan diisi oleh dua dokter. Satu dokter yang bertugas melakukan pengecekan awal dan satu lagi dokter untuk mendengarkan keluhan pasien dan memberi obat.
Setelah dokter selesai memberi obat, si dokter ga perlu nulis-nulis resep obat di kertas resep gitu. Jadi semua sudah diinputkan dalam sistem dan dikirim langsung ke bagian apoteker. Nah setelah selesai input, si apoteker tinggal mengambil obat sesuai dengan resep si dokter. Gw pun menunggu sampai dipanggil kembali untuk mengambil obat. Setelah mendapat obat, gw tanda tangan, bukti gw sudah mengambil obat. Foila! Semuanya free alias gw ga keluar uang sepeserpun. Ya emang si obat yang dikasih juga obat generik. Selain itu ini ga gratis juga si karena perusahaan yang bayarin biaya asuransi BPJS gw. Tapi memang dengan adanya BPJS Kesehatan ini, sudah cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Apalagi setau gw biaya iuran BPJS Kesehatan ini tidak semahal kalau kita pakai asuransi swasta (yaiyalah). Jadi rakyat kecil bisalah untuk ikutan iuran BPJS Kesehatan ini. Hahaha..
Nah itulah pengalaman pertama gw pakai BPJS Kesehatan. Semoga gw ga perlu pakai kartu ini lagi di kemudian hari alias gw sehat terus. Amin. 

Tuesday, June 13, 2017

Book Review: The Bride Assignment by Leigh Michaels

iJak
Judul                       : The Bride Assignment/Calon Istri Sang CEO
Penulis                    : Leigh Michaels
Jumlah Halaman   : 248 Halaman
Tahun Terbit          : 2003
Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis :
Karena status lajang dan reputasinya sebagai playboy dianggap dewan direksi tidak sesuai citra perusahaan, Derek McConnell tahu cuma ada satu cara supaya dirinya bisa menjadi CEO McConnell Enterprises : menikah. Untuk itu, ia menyiapkan daftar nama calon istri potensial. Yang perlu dilakukannya sekarang adalah menyeleksi nama-nama tersebut. Macey Phillips tidak suka rencana Derek McConnell. Dan ia lebih tidak suka lagi ketika Robert, atasannya di Peterson Temps, menugasinya membantu Derek. Apalagi ia tahu Derek tipe Mr. Perfect yang perfeksionis, kombinasi yang merepotkan sekaligus menjengkelkan. Yang tidak diketahuinya, Derek memiliki pesona tersendiri. Selain luar biasa secara fisik, Macey tahu di balik keegoisan dan sikap kekanak-kanakan Derek, pria itu berhati lembut dan romantis. Dan menghabiskan banyak waktu bersama Derek membuatnya nyaris melanggar sumpahnya untuk tidak pernah menikah lagi. Nyaris?


Monday, June 12, 2017

Curahan Hati

Pernah ga si kalian ngalamin kejadian kaya gini??
Waktu itu gw masih kecil, berhubung gw dan adik gw cuma beda 1 taun, ke mana-mana kita suka pergi bedua gitu untuk memenuhi permintaan papa mama, entah disuru beli makanan ato belanja kebutuhan di rumah. Saat itu kami pergi naik becak ke suatu tempat, gw lupa ke mana. Maklum ini kan udah lama banget ya. Nah karena naik becak, tentu kecepatan si becak ini ga cepat-cepat amat. Saat itu gerombolan anak-anak layang (kalo jaman sekarang si nyebutnya gitu ya) berpapasan dengan becak yang kami naiki. Mereka tentu melihat gw dan adik gw dong yang sipit-sipit ini. Trus setelah berpapasan, sontak salah satu anak teriak "CINAngoh" dan yang lain tertawa-tawa sambil ikut teriak itu. Ya emang si di Karawang ada jalan namanya cinangoh. Cuma kan aneh aja kenapa mereka teriak kaya gitu setelah melihat gw dan adik gw dan teriak sambil tertawa-tawa mengejek.
Pengalaman lainnya adalah saat gw belanja makanan di warung dekat kos baru gw di Jakarta. Si penjual bertanya,
"Orang baru ya?"
"Iya, saya baru di sini."
"Oh, tinggal di mana?"
"Di kos dekat warteg itu."
"Oh iya tau. Dulu saya sering anter galon air ke sana. Situ keturunan Cina ya?"
 (Deg)
"Iya."
"Yang punya kos juga orang cina. Dia tinggal di kamar bawah sama anaknya."
"Oh gitu pak? Tapi sekarang yang punya istri polisi gitu pak."
"Oh iya uda dijual itu."
Dan sejak itu, setiap gw belanja di situ pasti dipanggil "Ci", yang berarti Cici alias sebutan kaka perempuan dalam Bahasa Mandarin. Untuk pengalaman yang ini si gw merasa biasa aja. Cuma agak kaget aja tiba-tiba ditanya ras. "Kok si penjual rasis banget.", pikir gw dalam hati.
Kejadian lain yang gw alami adalah saat lagi heboh Pilkada Jakarta 2017 kemarin. Jadi saat itu gw lagi jalan kaki sama Aul, roommate gw di kos Jakarta. Kami berdua lagi jalan kaki menuju kantor. Saat lagi asik-asiknya menikmati perjalanan, ada mobil hitam buka kaca jendela dan teriak,
"Ahok!"
Mungkin karena salah satu calon merupakan keturunan Tionghoa yang mana satu keturunan sama gw, gw jadi diteriaki itu. Mobil itu diisi orang beberapa laki-laki. Setelah si pengemudi teriak begitu. Penumpang di dalamnya tertawa-tawa. Entah apa maksudnya.

Poin gw adalah apakah gw doang yang pernah ngalamin kejadian ini? Kalau misal gw berasal dari ras Jawa. Apakah akan ada orang yang meneriaki gw "Oi Jawa!"? Ya sejujurnya selama gw hidup di Indonesia ini, tidak dipungkiri masyarakatnya masih rasis. Tidak semua memang. Tapi masih ada segelintir orang-orang yang begitu. Padahal Indonesia itu memang terdiri dari beragam suku dan ras. Jadi kenapa mesti rasis. Toh kalau sebuah lukisan cuma berwarna hitam saja tentu tidak indah bukan? Lukisan yang indah itu tentu terdiri dari beragam warna. Begitu juga Indonesia. Indonesia itu terkenal karena keragamannya. Gw senang dan bersyukur tinggal di Indonesia. Kenapa? Karena di Indonesia itu makanannya macem-macem. Kalau bosan makan ayam goreng, bisa makan nasi padang. Kalau bosan makan padang, bisa makan nasi gudeg. Kulinernya rupa-rupa d pokonya. Jadi gw ga akan pernah bosan dengan makanan di sini. Selain karena makanannya, budaya dan agamanya juga beda-beda. Karena berbeda itulah gw jadi bisa belajar menghormati satu sama lain. Gw juga senang bisa mengenal budaya yang berbeda dari yang pernah gw jalani.

Terakhir, buat yang uda baca pos ga penting gw ini. Gw mau juga dong tau pengalaman kalian. Apa pernah kalian ngalamin kejadian kaya gw? Ya gw cuma pengen tau aja si dan sekalian studi kecil-kecilan. Hehehe...

Thursday, June 8, 2017

What is inside Ghibli Museum Mitaka?

Untuk bayar hutang, this is my experience as "adventurer" in Ghibli Museum Mitaka. Gw pesan tiket untuk masuk jam 10.00 waktu setempat. Tapi gw datang lebih cepat karena takut terlambat. Maklum peraturannya cukup ketat nih guys! Kalau kalian terlambat, kalian tidak diperbolehkan masuk. Ga mau kan uda cape-cape beli tiketnya (sulit loh dapet tiketnya!) dan jauh-jauh ke Mitaka, ekh malah ga dibolehin masuk karena terlambat. Tapi datang lebih cepat ga rugi kok! Kalian bisa santai-santai di taman dekat museumnya. Tamannya luaaaaaasssss banget. Apalagi saat itu sedang musim semi! Pohon sakura bermekaran di mana-mana. Keren banget d!!!! Trus ada ibu-ibu yang bawa anjing peliharaannya ke taman itu. Lucu-lucu banget d! Pengen elus tapi malu untuk minta ijinnya. hehehe...
Nah pas beberapa menit sebelum jam 10 teng, antrian sudah terlihat di depan gerbang museum. Kuikut ngantri d. Pas dekat loket, petugas akan mengecek tiket yang sudah kita bawa. INGAT! Tiketnya bukan yang kertas HVS a4 ya! Di depan gw ada 2 pasangan muda, yang jelas mereka turis asing dari Asia, yang membawa tiket berupa kerta HVS. Lalu oleh petugas tidak ijinkan masuk karena bukan itu tiketnya. Mereka seharusnya menukarnya terlebih dahulu di agen tempat mereka beli dengan tiket asli Ghibli Museum. Sayang sekali mereka tidak dapat masuk. Kalau gw jadi mereka, gw sedih banget pasti!
Tiba giliran tiket gw yang dicek. Gw dikasi tiket untuk nonton short movie di dalem museum. Tiketnya keren banget loh!!! Bisa buat dikoleksi gitu. Ada 4 strip film gitu di tiketnya. Keren! Masuk-masuk kita dikasi juga peta agar kita bisa eksplor isi museum tanpa bingung-bingung. Museumnya ada 3 lantai + rooftop.
Di lantai satu ada cinema untuk nonton short movie yang lagi tayang saat itu. Film yang tayang beda-beda gitu. Saat itu gw kedapetan nonton Mizugumo Monmon yang rilis tahun 2006. Lucu sih. Kita cukup memperhatikan aja karena tidak ada pembicaraan sama sekali di film ini. Selain cinema, ada tempat informasi kalau-kalau kita bingung dan ingin mencari informasi seputar Ghibli. Ada dua orang petugas di sana dan keduanya bisa berbahasa Inggris dengan baik. Jadi ga kesulitan kalo mau nanya-nanya.
Naik ke lantai dua itu kita bisa lihat ruang kerja Hayao Miyazaki. Ada juga kiplingan buku-buku tentang batu, hewan, binatang laut yang digunakan sebagai ide gambar di film-filmnya. Lalu ada sketsa-sketsa gambar dari film-film Studio Ghibli yang dipajang di dinding. Truuusss yang kerennya lagi, ada pesawat yang dipake sama si manusia babi di film Porco Rosso. Keren banget sumpah!!!! Yang ga kalah kerennya lagi, kita bisa masuk ke suatu ruangan untuk melihat bagaimana sih nyiptain animasi itu. Dari segulung pita film dan kita bisa putar-putar untuk menampilkan filmnya di layar. Trus ada action figure dari tokoh-tokoh di film Studio Ghibli yang disusun sedemikian rupa hingga ketika kumpulan action figure itu diputar, akan menampilkan film animasi. KEREN BANGET!!!! Akh pokoknya pol banget lah di sana! Tapi ingat, kita tidak diijinkan untuk mengambil gambarnya. Setau gw sih dibikin peraturan itu supaya kita yang masuk ke sana benar-benar menikmati apa yang ditampilkan di museum. Yah semuanya itu sudah terekam dalam memori otak gw. Hahaha...
Naik ke lantai 3, ada toko souvenir Studio Ghibli. Siap-siap ya kantongnya bolong. Hihihi...Selain itu, anak-anak bisa nyobain naik Neko Bus yang ada di film Totoro. Akh gw uda gede sih, jadi ga bisa mainan di dalam bus itu d. Tapi buat kita yang uda gede gini, bisa kok duduk-duduk di dalam Neko Bus itu. Nah di lantai 3 ini kita bisa ke area luar. Ada Cafe di sana. Ekh gw lupa tapi di lantai 2 apa 3 gitu. Ya intinya ada bisa main di area luar gitu d.
Naik ke atap, di sini kita kaya lagi di suasana Laputa. Ada si robot gede itu (lihat foto kiri bawah)!!! Trus ada taman bunganya juga. Karena lagi musim semi, jadi pada mekar d. Bagus. Udaranya pun sejuk. Waah senang d santai-santai di sini.
Gw di sini ga nyoba makan di Cafenya. Jadi gw ga bisa review tentang makanan di cafenya hahaha..Oia, kalo ke sini, jangan lupa juga ya buat foto di Totoro Reservation. Letaknya ada di area luar museum. Jadi, kalo ke sini, kita uda ga bisa main-main ke dalem museum lagi. Untuk itu, pastikan kita uda puas lihat-lihat museumnya, baru d saat pulang, mampir dulu ke Totoro Reservation ini ya! Kalau lihat di foto, Totoro Reservation itu yang ada di kanan atas ya.

Ghibli Museum
Tampilan dari Luar Museum

Souvenir yang Gw Beli

Tiket Masuk
Tiket Nonton
Nah buat kita orang Indonesia, beruntung banget nih ada The World of Ghibli Museum Jakarta yang lagi ngadain event tentang Ghibli di Jakarta. Film-film Ghibli lagi diputar di bioskop-bioskop kita. Trus nanti bakal ngadain pameran di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Ballroom. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, SCBD 12190, Jakarta Selatan. Acaranya bakal diadain sebulanan dari 10 Agustus 2017 sampai 17 September 2017. Gila!!!! Jangan lupa dateng ya!!! Gw ekspek bakal keren juga sih ini pameran. Hahaha... Buat info lebih lanjut bisa cek di sini
Kalo mao tanya-tanya gw juga bisa isi kolom komentar di bawah. Jangan lupa ya like and share! hehehe...