Friday, October 12, 2018

Movie Review: Venom (2018)

Venom (2018) ini aku tonton berkat treat dari Bu Giselle, Dep. Head Indirect Material Team, yang awal minggu berulang tahun. Jadi tim Packaging and Indirect Team diberikan treat movie night with snacks. Yuhuuuu. Thanks a lot Mrs. Giselle.
Aku nonton Venon ini hari Selasa, 9 Oktober 2018 jam 19.30 WIB di XXI Living World, Alam Sutera. Awalnya aku sempat ragu untuk berpartisipasi. Tapi berkat ada Adit yang mau mengantar aku pulang, aku bisa ikut deh. Ih dasar, ada tebengan baru ngikut. Huhuhu Ya gimana atuh ya, Alam Sutera kan jauh, kalau pulang malam sudah ga ada transpot umum yang murmer, kalau naik taksi online mahal sis. Dasar cipe.

For your information, XXI di Living World ini sepi guys di weekdays. Kemarin ini saja yang nonton Venom cuma aku dan tim serta beberapa orang saja. Bener-bener serasa studio di-booking kita gitu. Hihihi.

Oke back to topic.


Sumber: IMDb

VENOM (2018)

Sutradara : Ruben Fleischer
Penulis    : Jeff Pinkner, Scott Rosenberg, Kelly Marcel; Todd McFarlane, David Michelinie (Marvel's Venm Character created by)
Produksi : Sony Pictures Entertainment, Columbia Pictures, Marvel Entertainment, Tencent Pictures, Pascal Pictures
Jenis Film : Action, Sci-Fi
Censor Rating : PG-13
Durasi : 1 jam 52 menit
Sinopsis :
Seorang jurnalis, Eddie Brock (Tom Hardy) ingin melakukan sebuah investasi kasus terhadap penemuan yang dipimpin oleh Dr. Carlton Drake (Riz Ahmed). Saat karirnya hancur dan putus dengan kekasihnya, Anne Weying, Eddie Karena investigasinya, Eddie mengunjungi lab milik Dr. Calrlton Drake. Semuanya ditujukan untuk membuktikan bahwa Dr. Carlton Drake sedang melakukan tindakan jahat menggunakan Symbiote.

Namun, sial bagi Eddie, organisme hidup ini masuk ke dalam tubuhnya. Eddie menemukan kekuatan super dalam dirinya yang mampu mengendalikan semua hal yang ia lakukan.
Sumber: IMDb

[REVIEW]
Aku memang tidak berekspektasi tinggi terhadap film ini sih. Apalagi aku ini bukan Marvel Addict gitu. Jadi aku sendiri pun tidak begitu paham karakter Venom itu seperti apa. Jadi kalau orang-orang (Baca: Mr. Kibo) bilang film Venom ini tidak begitu bagus, aku berpikir sebaliknya. Menurutku sih film ini bagus-bagus saja. Pemaparan cerita kenapa Venom ini bisa muncul itu juga bagus. Ga ngebosenin gitu. Malah bikin aku pengen cerita ini jangan segera berakhir. Hihihi.

Namun memang sih, untuk bagian akhir agak berasa dipercepat gitu. Terutama pas adegan bertarung dengan musuhnya gitu. Rasanya tuh mudah dan cepat selesai gitu. Adegan berantemnya tidak separah di Deadpool. Jadi masih lumayan ramah lah. Ga ada adegan kepala buntung, tangan buntung, dan anggota tubuh lainnya yang buntung. Ya tapi memang ada sih diceritakan si Venom ini makan kepala orang gitu. Tapi penonton cuma dibuat "tahu" kalo Venom lagi makan kepala orang. Detil adegannya tidak diperlihatkan. Buat yang takut atau jijik dengan adegan-adegan ekstrim itu, tenang di Venom ini masih ramah.

Terus somehow di cerita ini tuh penonton dibuat pro sama Venom gitu. Rasanya ga ikhlas gitu kalo Venom hilang. Habis si Venom ini jadi kaya "guardian" si Eddie. Selain nolongin Eddie saat sedang dikejar-kejar, Venom juga bantuin dalam hal percintaannya dengan Anne yang sudah kandas. Contohnya ya saat si Venom kasih nasihat agar si Eddie ini minta maaf ke Anne karena sudah memanfaatkan Anne untuk mendapatkan informasi dalam investigasinya terhadap Drake. Ya memang karena itulah akhirnya si Anne dipecat dan Anne memutuskan Eddie karena sudah memanfaatkannya. #oops spoiler.

Nyerempet spoiler dikit nih, aku agak bingung sih kenapa si Venom ini bisa ga mati. Padahal kan dia sudah terbakar gitu. FYI, Venom ini kelemahannya adalah frekuensi suara 4000hz - (aduh gw lupa, pokoe dia ga bisa kalo di MRI dan berada dekat dengan pesawat yang sedang lepas landas) dan api.

Intinya sih ya, film ini buatku bagus. Kalau aku kasih rating, boleh lah dikasih bintang 8 dari 10. Meski adegan berantemnya kurang seru, berasa cuma gitu doang, tapi aku asik saja ngikutin alur cerita yang disuguhkan. Kalau rating dari IMDb sih 7,1 dari 10.

(8/10)


Post Credit
Seperti film Marvel kebanyakan. Venom (2018) juga ada dua post credits. Untuk post credit yang pertama, diceritakan Eddie sedang berkunjung ke penjara untuk mewawancarai Red, seorang pembunuh berantai. Red bilang kalau siap-siap saja saat dia bebas dari penjara akan ada pembunuhan berantai kembali.

Aku bingung sih siapa Red ini. Kayanya sih psikopat gitu. Tapi entahlah. Berhubung aku ga paham banget dengan Marvel Universe, jadi aku terima-terima saja kalau Red itu ya musuhnya Venom untuk film selanjutnya.

Untuk post credit yang kedua, cukup lama nih durasinya. Ceritanya tentang Spiderman yang dalam animasi gitu. Memang sih aku sudah lihat trailer-nya tentang film Spiderman terbaru itu. Namun aku kurang tertarik nontonnya karena berupa animasi. Habis sayang aja gitu kalau nonton film animasi di bioskop. Lebih baik tunggu movie-nya beredar saja di "pip".

Kalau kalian, apakah tertarik untuk nonton film Spiderman animasi tersebut?

1 comment:

  1. Menurutku film ini di awal sedikit horror. HAHAHAHA. Tapi ini secara umum merupakan film yang menghibur kok, venom nya kayak anak SMA labil.

    ReplyDelete