Tuesday, July 31, 2018

Pasang Kawat Gigi di Linus Boekitwetan Dental Care Center

Hai hai...kali ini aku mau ceritain pengalamanku perawatan gigi dengan menggunakan ortho metal braces alias kawat gigi dengan tipe metal di Linus Boekitwetan Dental Care Center. Kenapa aku pilih metal braces? Soalnya perawatan ini yang paling murah di antara semua perawatan kawat gigi guys. Daripada kantongku bolong, mending aku pilih yang bisa bikin kantong lebih adem aja deh.

Hmm sebenarnya perawatan kawat gigi atau behel sendiri ada banyak tipenya. Buat yang penasaran perbedaan-perbedaannya bisa dicek di sini. Di situs itu dijelaskan deh perbedaan dari masing-masing treatment kawat gigi beserta pro dan kontranya. Namun sayangnya situs tersebut menggunakan Bahasa Inggris. Aku harap kalian tetap bisa mengerti deh ya. Soalnya aku ga mau bahas tipe-tipe kawat gigi di sini. Nanti ceritanya jadi kepanjangan.

Baca juga: Akhirnya Pasang Kawat Gigi di Linus Boekitwetan Dental Care Center

Oke balik lagi ke pengalamanku pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan! Sejujurnya pada tahun 2008 (kalau aku tidak salah ingat), aku sudah melakukan perawatan kawat gigi. Namun saat itu aku hanya menggunakan kawat gigi untuk rahang atasku saja. Sedangkan gigi bawahku tidak dikawat. Loh kok bisa??? Ya karena saat itu yang membiayai perawatan kawat gigiku adalah mamaku, jadi mamaku sih bilangnya cuma perlu dirapikan gigi yang atas saja karena bisa lebih murah. Kalau atas bawah biaya perawatannya jadi dua kali lipat. FYI saat itu untuk pemasangan kawat gigi metal biayanya adalah Rp 8.000.000 untuk kedua rahang, sedangkan kasusku kan hanya pasang di rahang atas. Jadi biayanya Rp 4.000.000. Harga tersebut belum termasuk biaya kontrol per bulannya dan biaya retainer (penahan gigi), yaitu alat ortodontik yang digunakan untuk menjaga susunan gigi sehabis treatment kawat gigi agar posisi gigi tidak berubah atau kembali ke posisi awal. Saat itu untuk kontrol per bulannya dikenakan biaya sebesar Rp 100.000 dan harga retainer Rp 300.000.

Nah untuk harga Rp 4.000.000 itu sebenarnya harga yang cukup murah pada saat itu. Maklum kawat gigi sedang menjadi tren jadi biayanya bisa sampai Rp 10.000.000 (untuk kedua rahang). Aku melakukan perawatan kawat gigi di drg. yang bertempat di Karawang karena aku kan masih tinggal di Karawang. Jadi ke dokter gigi yang dekat rumah saja. Nama dokter giginya aku lupa. Habis sudah sepuluh tahun yang lalu dan kata mama dokter gigiku tersebut sekarang sudah pindah praktek entah ke mana. Oh ya, aku dikawat selama setahun lebih dan gigi gerahamku dicabut dua. Sebelum gigiku dicabut dua tersebut sempat terjadi drama gitu deh sama mama. Soalnya mama ga mau gigiku sampai dicabut. Tapi karena memang tak bisa kalau tak dicabut, akhirnya dicabut juga deh.

Sudah cukup kilas baliknya, sekarang aku mau cerita kejadian saat ini. Jadiiiii perawatan kawat gigiku dulu itu bisa dibilang kurang berhasil. Kenapa? Soalnya gigi seri depanku jadi renggang dan kata dokter gigi langganan Kibo saat aku kontrol per enam bulan, gigi depanku maju lagi. Oh no!!! Terus aku jadi kepikiran untuk memasang kawat gigi lagi. Apalagi teman-temanku yang sebentar lagi akan menikah melakukan perawatan kawat gigi supaya pas hari pernikahannya mereka bisa tersenyum dengan percaya diri. Eits tapi aku bukan pasang kawat karena ikut-ikutan teman saja. Tapi karena faktor lain juga, yaitu posisi geraham atas dan bawah yang tidak seimbang antara kanan dan kirinya. Ya sebenarnya tidak parah sih, cuma kalau aku mengunyah, pasti tak bisa ngunyah pakai geraham kiri dan kanan secara bersamaan. Lebih bertumpu ke geraham yang sebelah kanan gitu deh.

Sebelum aku memutuskan untuk memasang kawat gigi, aku sempat browsing-browsing tentang pasang kawat gigi yang bagus tuh di mana. Aku mendapat informasi di forum female gitu yang membahas tentang kawat gigi. Terus ada yang cerita pengalamannya pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan. Sahabatku sendiri pun sekarang sedang pasang kawat gigi dengan drg. Linus. Review-nya sih bagus. Jadi aku pun berencana untuk pasang kawat gigi di drg. Linus Boekitwetan juga. Lokasi prakteknya juga dekat banget sama tempat tinggalku sekarang. Jadi deh aku kontak drg. Linus via WA untuk membuat janji. Oh ya, tempat praktek drg. Linus itu ada dua, di Alam Sutera Tangerang dan di Jakarta Barat. Aku pilih yang di Jakarta Barat. Ini alamat lengkapnya:

Surya Sarana 2C/12, Sunrise Garden, RT.9/RW.5, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, RT.9/RW.5, Kedoya Utara, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
0815-1959-9099

Kalian juga bisa lihat-lihat situs milik drg. Linus juga loh. Situsnya bisa kalian kunjungi di sini. Di situs itu kalian bisa lihat hasil orang-orang yang sudah pasang kawat sama drg. Linus.

Biaya untuk pasang kawat metal di drg. Linus ini adalah Rp 12 juta. Wow biayanya jauh banget ya dari harga saat tahun 2008. Yaiyalah. Tapi harga tersebut sudah termasuk dengan biaya retainer transparan loh. Untuk biaya kontrol per bulannya dikenakan sebesar Rp 300.000. Oh ya, kalau kalian mau pasang kawat jenis lain, harganya tentu beda. Bisa kalian tanyakan sendiri ke nomor di atas ya. Terus drg. Linus ini sudah memiliki sertifikat untuk pemasangan kawat invisalign juga loh. Jadi kalau kalian ga mau keliatan seperti dikawat, bisa tuh pasang invisalign di drg. Linus Boekitwetan.

Tanggal 26 Juli 2018 kemarin aku buat janji dengan drg. Linus untuk dicek dulu. Bikin janjinya via WA. Komunikasi buat bikin janjinya tak sulit kok. Responnya terbilang cukup cepat. Terus ga perlu nelpon segala. Cukup chat saja. Ini nih yang aku suka, maklum aku bukan tipe orang yang suka nelpon. Kalau ke drg. langgangan di Karawang tuh aku harus buat janji via telpon dan rasanya tuh maleeessss banget. Padahal cuma nelpon ya. Hahaha.

Jam 9 aku sampai di Linus Boekietwetan Dental Care Jakarta Barat. Saat itu drg. Linus sedang menangani satu pasien. Jadi aku menunggu sebentar. Setelah giliranku dipanggil, aku dipersilakan untuk duduk di kursi periksa untuk dicek giginya. Aku pun menceritakan sejarah pemasangan kawatku dan perawatan saluran akar untuk satu gigi seriku. Setelah aku membayar DP sebesar Rp 5 juta, gigiku pun difoto untuk dokumentasi. Selain gigi, aku pun difoto close up tampak depan dan samping. Fotonya digunakan untuk analisa posisi hidung dan mulut dari tampang samping dan depan gitu. Terus aku pun melakukan cetak gigi. Setelah semuanya selesai, drg. Linus memberikan surat rujukan untuk melakukan foto gigi di Biomedika Kedoya karena hasilnya bisa dikirimkan langsung ke drg. Linus.

Foto Rontgen yang kulakukan itu ada tiga, yaitu foto panoramic, cephalometri, dan dental 1 film. Foto panoramic adalah foto keseluruhan gigi supaya bisa tahu posisi gigi bungsu. Mana tahu kan ada gigi bungsu yang belum nongol terus nanti malah ngeganggu lagi pas muncul tiba-tiba. Foto cephalometri adalah foto sinar X satu kepala dari tampak samping biar ketahuan deh struktur rahangnya seperti apa. Lalu foto dental 1 film itu foto khusus buat gigi seri depanku untuk tahu tentang perawatan saluran akar di gigi seri yang mana. Maklum aku lupa pernah perawatan saluran akar di gigi seri depan yang kiri atau yang kanan. Biaya untuk melakukan ketiga Rontgen tersebut  di Biomedika Kedoya adalah Rp 530.000. Weleh-weleh hari itu aku jajan banyak banget ya. Hmmm.

Nah setelah hasil Rontgen semua itu diterima drg. Linus, nanti drg. Linus akan menghubungi kembali via WA untuk membuat janji dipasangnya metal braces di gigiku. Cerita pemasangan kawat giginya akan kuceritakan dipos berikutnya ya. Stay tune!!

No comments:

Post a Comment