Monday, October 29, 2018

Review: Lanvin Modern Princess

Sebagai reward untuk diri sendiri di akhir tahun 2017, aku iseng mampir ke toko parfum C&F yang berada di mall Central Park, Jakarta Barat, untuk membeli parfum agar aku bisa mencium wewangian at least dari parfum yang aku pakai gitu. Ulas sedikit, mba-mba di C&F sana tuh ramah dan aku suka pelayanannya. Dia membantu aku banget buat milih-milih parfum yang cocok dengan hidungku. Ya memang sudah tugasnya sih untuk melayani pelanggan. Tapi mba yang ini niat banget bantuinnya! Terus dia tuh bisa milihin wewangian yang kita mau. Misal aku mau cari wewangian yang soft, nanti dia bantu pilih deh dari sekian banyak parfum yang wanginya soft. Mba-mbanya yang rambut bob gitu tapi aku ga tau namanya. Ehh tapi aku bukan mau mengulas soal pelayanan di C&F, yang mau aku ulas di sini tuh parfum yang akhirnya aku beli di detik-detik terakhir saat mau bayar. Hehehe...

Deskripsi Singkat tentang Lanvin Modern Princess Fragrance

Sumber: https://uae.souq.com/
Modern Princess by Lanvin adalah wewangian dengan ramuan seimbang antara buah-buahan, bunga, dan woody. Wewangian yang dirancang untuk wanita muda dan ekspresif. Fruty and delightful, Lanvin mengkombinasikan wangi buah antara apel dan aspek manis dari mawar agar memberikan kesan sensual.

Christophe Raynaud, sebagai sang pembuat parfum ini, mendeskripsikan Lanvin Modern Princess sebagai wewangian bunga yang seksi dengan tekstur yang penuh, emotion, dan sensoriality, yang diinspirasi dari warna merah.

"Red is synonymous with passion, sensuality and intensity. It's the colour of love, but also of the forbidden. It is irresistibly attractive and fascinating; tempting like an addictive fruit."
Steffy Argelich, model Spayol, dipercayakan Lanvin untuk menjadi wajah dari parfum ini. Botol kacanya sendiri didesain oleh Carre Basset. Botol yang didekorasi oleh rantai emas cantik pada lehernya dan dibungkus oleh kotak merah dengan logo putih membuat Lanvin memiliki tampilan manis nan menggoda. Lanvin ini tersedia dalam 3 ukuran, yaitu 30 ml, 60, dan 90 ml.

Bacaan lengkap: https://www.fragrantica.com/perfume/Lanvin/Modern-Princess-38890.html

Review Lanvin Modern Princess Eau de Parfum 
Kalau dari wangi sih aku suka! Ya karena aku emang cenderung suka wangi yang soft dan fruity gitu..jadilah aku jatuh cinta sama wanginya Lanvin Modern Princess ini. Awalnya aku tuh ga mau beli parfum ini, aku sudah memantapkan hati untuk beli parfum Prada Candy. Eh si mba-mbanya di last minute saat aku mau gesek kartu buat bayar, dia masih sempet-sempetnya kasih aku sampel untuk cium wangi dari Lanvin Modern Princess ini. Terus sukak! Jadilah pindah ke lain hati...

Kalau buat ketahanan wanginya...menurutku sih moderate. Aku biasa semprotkan di area pergelangan tangan, belakang telinga, di belakang lutut, dan kalau lagi butuh wangi yang lebih awet, kusemprotkan juga ke baju. Kalau cuma disemprot ke tubuh sih kayanya cuma tahan beberapa jam saja deh. Nah kalau di baju bisa lebih awet sampai seharian. Ya meski cuma semilir-semilir saja.

Tips buat kalian yang mau semprotkan parfum ke baju, jarak semprotnya kira-kira 10 cm dari baju lah. Jangan dekat-dekat. Apalagi buat parfum yang warnanya mentereng (coklat gelap, kuning gelap), wah harus agak jauhan biar tidak membuat baju berubah warna.

Buat harga sih cukup lumayan. Di C&F, sebotol Lanvin Modern Princess ukuran 90 ml dibandrol dengan harga Rp 1,25jt (kalau tak salah ingat). Beruntung saat itu lagi ada diskon akhir tahun dan Lanvin sedang promo karena dia belum lama muncul di market Indonesia, jadi harganya bisa dapet Rp 1,1jt. Terus aku bisa dapat Lanvin ukuran mini dengan gratis juga! Yeah!

Kalau ditanya kemasannya sih, menurutku si botol kaca Lanvin Modern Princess ini manis. Rantai emas pada leher tutup botolnya dan warna soft pink dari parfumnya yang ditunjukkan dari botol kacanya membuat Lanvin semakin menarik untuk dibeli sebagai hadiah natal. Apalagi kemasannya sendiri warna merah dengan tulisan putih kan...Semakin menjadi hadiah yang cocok untuk Natal bukan?

Tapi...sayang sekali botolnya ini kurang ergonomis untuk dipegang. Karena bagian bawah yang lebar dan semakin mengecil ke atas, membuat botol kaca Lanvin Modern Princess ini sulit digenggam dengan mantap saat menyemprotkan isi dari botol kaca tersebut. Aku cukup kesulitan sih buat nyemprot nih parfum. Apalagi botolnya kan beling ya. Takut jatoh jadinya... Mungkin lain kali Carre Basset bisa mendesain botol yang lebih ergonomis untuk digenggam tapi juga tetap manis tampilannya. Jadi kan bisa dapet dua-duanya. *ceileh so pinter banget kau..kaya yang bisa bikinnya aja*

Finally, kalau ditanya aku akan beli lagi parfum ini atau tidak..jawabannya sih tidak. Bukan karena aku kecewa sama kualitas dan wangi dari parfum ini. Tapi aku memang tipe orang yang suka coba-coba hal yang baru.

Kemarin ini aku sempat datang ke C&F Central Park Mall lagi karena si Olen mau beli parfum. Terus yang layani kami si mba yang sama dengan yang layani aku tahun lalu. Terus aku sudah dapat parfum pengganti Lanvin ini, yaitu Lancome Miracle Secret. Tapi berhubung Lanvin-ku masih ada setengah botol lagi. Kayanya bakal masih lama aku beli Lancome Miracle Secret-nya. 

Friday, October 12, 2018

Movie Review: Venom (2018)

Venom (2018) ini aku tonton berkat treat dari Bu Giselle, Dep. Head Indirect Material Team, yang awal minggu berulang tahun. Jadi tim Packaging and Indirect Team diberikan treat movie night with snacks. Yuhuuuu. Thanks a lot Mrs. Giselle.
Aku nonton Venon ini hari Selasa, 9 Oktober 2018 jam 19.30 WIB di XXI Living World, Alam Sutera. Awalnya aku sempat ragu untuk berpartisipasi. Tapi berkat ada Adit yang mau mengantar aku pulang, aku bisa ikut deh. Ih dasar, ada tebengan baru ngikut. Huhuhu Ya gimana atuh ya, Alam Sutera kan jauh, kalau pulang malam sudah ga ada transpot umum yang murmer, kalau naik taksi online mahal sis. Dasar cipe.

For your information, XXI di Living World ini sepi guys di weekdays. Kemarin ini saja yang nonton Venom cuma aku dan tim serta beberapa orang saja. Bener-bener serasa studio di-booking kita gitu. Hihihi.

Oke back to topic.


Sumber: IMDb

VENOM (2018)

Sutradara : Ruben Fleischer
Penulis    : Jeff Pinkner, Scott Rosenberg, Kelly Marcel; Todd McFarlane, David Michelinie (Marvel's Venm Character created by)
Produksi : Sony Pictures Entertainment, Columbia Pictures, Marvel Entertainment, Tencent Pictures, Pascal Pictures
Jenis Film : Action, Sci-Fi
Censor Rating : PG-13
Durasi : 1 jam 52 menit
Sinopsis :
Seorang jurnalis, Eddie Brock (Tom Hardy) ingin melakukan sebuah investasi kasus terhadap penemuan yang dipimpin oleh Dr. Carlton Drake (Riz Ahmed). Saat karirnya hancur dan putus dengan kekasihnya, Anne Weying, Eddie Karena investigasinya, Eddie mengunjungi lab milik Dr. Calrlton Drake. Semuanya ditujukan untuk membuktikan bahwa Dr. Carlton Drake sedang melakukan tindakan jahat menggunakan Symbiote.

Namun, sial bagi Eddie, organisme hidup ini masuk ke dalam tubuhnya. Eddie menemukan kekuatan super dalam dirinya yang mampu mengendalikan semua hal yang ia lakukan.
Sumber: IMDb