Friday, January 19, 2018

Jalan-Jalan ke Belitung : Day 3 and 4

29 Desember 2017
Hari ketiga di Belitung ini kami akan di ajak ke kota dan ke pantai (again). Ya ga boleh bosen dong, karena memang kalau ke Belitung ya akan mengunjungi kota dan pantai. Hihihi. Tapi yang dikunjungi tentunya berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ke mana aja sih? Oke lanjut terus baca ya. Hehe.

Sebelum memulai hari, tentunya kami harus sarapan dulu dong. Inget sarapan itu penting guys! Awalnya pak Mi'at mengajak kami untuk mencicipi nasi campur sapi bantet alias nasi campur babi #eh. Namun kami berangkat agak terlambat jadi tempat makannya sudah mau tutup karena sudah habis tandes. Huhuhu. Jadi Pak Mi'at mengajak kami ke tempat makan nasi campur lain tapi yang halal. Sesampainya di sana, ternyata seperti warteg pada umumnya gitu. Kita pilih-pilih saja sayur yang ingin kita makan dan tinggal dihitung oleh si penjual. Pagi itu saya sarapan nasi, mi goreng, telur dadar, dan bakwan udang. Rasanya? B aja alias biasa saja. Untuk biaya sarapan ini biaya dari sendiri ya. Tidak termasuk ke dalam paket tour yang kami pesan.
Selesai sarapan, kami dibawa mengunjungi rumah adat Belitung. Rumat adat Belitung berbentuk rumah panggung. Jadi untuk memasuki rumahnya kami harus menaiki tangga terlebih dahulu. Untuk informasi lengkap terkait rumah adat kebanggaan negeri Laskar Pelangi ini dapat dibaca di sini. Di sana kami berfoto-foto dan melihat-lihat isi rumah adat tersebut. Sayangnya kurang banyak informasi yang diberikan terkait rumah adat tersebut di sana. Lalu saat itu juga sebagian dari rumahnya sedang direnovasi gitu. Jadi saya sendiri kurang begitu menikmati ketika berkunjung ke sana ya. Kurang mendapat ilmu pengetahuan juga. Biasanya kan kalau ke tempat yang memiliki sejarah dibaliknya tuh akan ada informasi yang memberikan ilmu tambahan gitu kan. Tapi ini engga. Hmm... Jadi inget pas saya berkunjung ke Istana Osaka. Wah di sana super sekali deh. Ilmu yang diberikan pun rinci gitu loh. Namun sayang sebagian besar diberikan dalam bahasa Jepang. Jadi bagi saya yang ga bisa bahasa Jepang, informasi tersebut tak begitu dapat saya mengerti. Tertolong karena ada hologram yang menceritakan kisahnya gitu. Haha

Uda Kaya Warga Lokal Belum?
After LDR?
Destinasi selanjutnya adalah Danau Kaolin. Danau bekas tambang timah ini warnanya biru terang indah gitu. Namun karena sering terjadi kecelakaan yang bahkan bisa menewaskan turis, danau ini akhirnya diberi pagar. Kata pak Mi'at sih dulu sering ada turis yang terpeleset saat hendak mendekati tepi danau, alhasil kecelakaan deh. Serem juga ya. Hmm.
Saat itu cuaca begitu terik. Panas sekali saat kami berada di sana untuk berfoto. Benar-benar dijemur deh. Jadi kami tidak begitu lama-lama di sana. Oh ya, sekedar informasi, Danau Kaolin ini suka dijadikan sebagai tempat foto pre-wedding loh. Biasanya difotonya di tepi danaunya banget. Berhubung sekarang diberi pagar, jadi mungkin kalau yang mau foto pre-wedding di sana tidak bisa diambil dari tepi danaunya sama sekali. Haha. Paling jadi seperti ini kali ya fotonya. #eh
Selanjutnya kami dibawa ke tempat belanja oleh-oleh khas Belitung. Kami dibawa ke dua tempat gitu. Pertama ke toko oleh-oleh yang berupa pernak-pernik gitu. Kata pak Mi'at jangan beli oleh-oleh makanan di toko ini karena harganya lebih tinggi daripada di toko oleh-oleh Klapa. Jadi di toko pertama saya hanya membeli kalung untuk mama, gantungan kunci berbentuk kapal dan berbentuk kuda laut, serta magnet kulkas bergambar bintang laut. Saya menghabiskan sekitar Rp 50.000 untuk oleh-oleh pernak-pernik khas Belitung ini. Ya semoga dengan ini saya cukup membantu menaikkan ekonomi warga lokal Belitung ya. #apasih
Nah selanjutnya di toko oleh-oleh Klapa kami memborong makanan-makanan khas Belitung. Ada berbagai macam jenis kerupuk. Ada kerupuk ikan, kerupuk cumi, dan kerupuk udang. Selain itu ada juga yang berupa getas. Lalu jangan lupa untuk membeli sirup jeruk kunci khas Belitung ya! Di tempat ini packing-nya menggunakan kardus dan benar-benar rapi gitu. Jadi siap masuk ke bagasi pesawat banget deh.
Habis beli oleh-oleh kami pergi makan siang. Kami memilih untuk ke Rumah Makan Songshui Air Raya. Di sini pertama kalinya saya mencoba makan songshui dan ini tidak halal ya saudara-saudara. Selain ada songshui, di sini juga ada capcay, mie, kwetiau, dan bihun. Kami cukup lama menghabiskan waktu di sini karena kami sambil bermain werewolf. Biaya makan siang ini sebesar Rp 729.000.
Dari sana kami dibawa ke Pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini nih yang menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi. Sebenarnya jauh juga ya lokasinya dari Belitung Timur tempat replika sekolah Laskar Pelangi ini. Untuk masuk ke pantai ini dikenakan biaya Rp 5.000/orang. Nah di hari terakhir bisa bermain-main pantai ini, saya memutuskan untuk bermain air. Jadi saya memang sudah bersiap dengan membawa baju renang. Namun sesampainya di sana, ternyata yang basah-basahan hanya saya, Kibo, Septian, dan Citta. Yang lainnya habis berfoto-foto tepi pantai, langsung bermain werewolf kembali deh sembari menunggu sunset.

Keren ya?
Saya beserta ketiga yang mau basah-basahan sempat main pasir pantai dengan membuat putra duyung pada kaki Kibo. Hihihi. Ternyata bikinnya tidak semudah yang dikira loh. Harus lelah menggali-gali pasar gitu. Butuh waktu yang cukup lama sampai jadi seperti di foto ini.
Foto sama Putra Duyung
Menjelang sunset, ternyata cuaca mendung berawan gitu. Jadinya kami tidak dapat berfoto sunset gitu deh. Sayang sekali saudara-saudara. (ಥ﹏ಥ)
Sehabis lelah main pantai, kami pergi makan malam ke Dapoer Belitong. Di tempat makan ini Septian dan Steven janjian untuk bertemu dengan Jeffry, teman SMA mereka berdua. Di Dapoer Belitung ini kami mencicipi hidangan seafood. Untuk rasa enak sih tapi porsinya sedikit dan harganya terbilang mahal sih. Ya sekali-kali tak apalah. Untuk biaya makan malam kami sebesar Rp 720.000.

30 Desember 2017
Huhuhu hari terakhir di Belitung yang berarti kami akan segera kembali ke tempat masing-masing. Berhubung flight kami malah digeser jadi jam 11.40 WIB, jadi kami tidak bisa ke mana-mana lagi selain ke bandara. Bahkan untuk sarapan saja kami membeli roti di jalan dan memakannya di mobil. Padahal awalnya pesawat kami itu berangkat sore-sore agar kami bisa jalan-jalan sebentar lagi di Belitung. Namun secara pihak Lion Air secara sepihak menganti jadwal penerbangan. Kami sudah melakukan komplain, namun solusi yang ditawarkan adalah menggantinya ke penerbangan selanjutnya. Padahal hari itu Lion Air hanya ada satu penerbangan saja, sehingga mau tidak mau kami harus mau. Huft~

Kesimpulan: Jalan-jalan ke Belitung bersama teman-teman itu seru banget!!!! Video drone-nya juga keren abis!!!

Lalu buat kalian yang mau jalan-jalan ke Belitung, ini rincian pengeluaran saya untuk liburan di negeri Laskar Pelangi tersebut:
BTW, itu belum termasuk makan, oleh-oleh, dan tips untuk pak Mi'at ya. Untuk makan, saya menghabiskan Rp 380.000 selama di Belitung. Kalau budget untuk oleh-oleh ya pastinya tergantung kalian dong ya...hihihi

2 comments:

  1. mantep nih ada keterangan biayanya, jadi bisa nyiapin kalo mau ke Belitong :) makasih mbak!
    btw video dronenya dimana mbak penasaran pengen lihat :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada di ig aku @furisukabo ^^
      monggo2 disiapkan...hihihi

      Delete