Pergantian Tahun - Kilas Balik 2020

January 06, 2021

Pos pertama di tahun 2021 ini, pengen juga rasanya nulis kilas balik 2020. Tahun lalu pun aku sudah pernah buat kilas balik 2019 yang kebanyakan diisi oleh persiapan nikah serta dimulainya kehidupan rumah tangga. Kalau 2020, sudah ngapain sajakah diriku??

Sumber: freepik

Belajar Bahasa Jepang

Bulan Juni 2020, aku memutuskan untuk les Bahasa Jepang dari N5. Ceritanya diseriusin gitu belajarnya, biar ga cuma belajar di Duolingo yang gratisan saja. Lagipula, kalau bayar, biasanya akan lebih rajin toh buat belajarnya?? Course yang aku ambil itu grammar dan speaking. Terkhusus speaking, tempat lesku ini bikin semacam tantangan selama 30 hari untuk bicara Bahasa Jepang. Tentunya kalau mau ikutan tantangan ini, harus ambil course grammar dulu. Jadi sepaket gitu ceritanya.

Setelah menyelesaikan tantangan 30 hari di bulan Agustus 2020, eh aku dapat beasiswa berupa diskon untuk lanjut ke course N4! Tentu saja aku lanjut dong. N5 itu belum ada apa-apanya guys. Jadi memang harus ditambah ke N4. Tapi karena aku cukup mumet juga ya kalau harus lanjut ke N4 langsung, barulah aku join course di awal bulan September 2020. Tapi join tantangan 30 hari N4 di bulan Desember 2020 πŸ˜† 

Thank to PONGO, hampir setengah tahun hari-hariku diisi dengan ζ—₯本θͺžγ‚’勉強します (learn Japanese). Hasilnya gimana? Oke, aku stop dulu sampai N4 deh! Mau review kembali materi dari N5 hingga N4. Jujur saja, diriku terseok-seok saat mengikuti N4! πŸ˜… Semua misi kelar sih (kecuali misi paling akhir karena benar-benar ga mood bikin), tapi berasa belum menguasai dengan mantap saja materinya. Terutama kotoba alias vocab-nya belum banyak yang aku hafal. πŸ˜‚ Oleh sebab itu, tahun 2021 ini, aku ingin memantapkan kembali materi N5-N4! Semoga resolusi ini bisa tercentang di akhir tahun 2021. Amin.

Mengalami Duka (Lagi)

Memang hidup itu ga melulu ada suka, tentu sebagai penyeimbangnya ada juga duka yang dirasakan. Tahun ini kembali lagi aku harus melepas orang terkasih pulang ke rumah Bapa setelah di tahun 2019 aku mengalami hal yang sama. Kenapa dua kali beruntun yawla.. πŸ˜­ Kepergian keduanya tuh sama-sama ga disangka-sangka. Iyalah! Siapa yang sangka kalo papa yang selalu sehat, paling sakit ringan macam batuk, pilek, meriang, eh tahu-tahu divonis menderita kanker pankreas stadium empat?! Syok, speechless, tapi mau apa lagi. Hati ini harus rela melepas. Tentu sekarang papa lebih bahagia daripada harus tetap dalam raga yang sudah hancur...hancur di dalamnya.

Sistemisasi

Sisi positif dari kepergian papa, akhirnya usaha keluarga mulai disistemisasi. Hal yang sudah sedari kuliah ingin aku terapkan tapi ga pernah kesampaian karena selain kurang support dari top management, juga karena malas aja harus ngerjain sendirian. Kepergian papa membuat mau ga mau usaha keluarga harus bisa dilanjutin. Karena sayang saja usaha itu harus kandas karena kepergian papa. Padahal usaha itu dirintis dari nol oleh papa dan mama. Jadi kalau tumbang karena papa sudah tiada, seperti membunuh salah satu anak yang juga dibesarkan oleh papa. So, dengan bantuan dari beberapa orang, kami beramai-ramai memulai dari nol pencatatan database serta pengaturan tempat barang. Hal ini juga memudahkan adikku untuk bisa melanjuti usaha papa dan mama ini.

Work from Home

Pandemi yang mulai di Indonesia pada Maret 2020, memaksa berbagai pihak untuk menyesuaikan dengan pola hidup yang baru. Salah satunya kerja dari rumah. Penerapan work from home ini sudah diberlakukan oleh perusahaan tempatku bekerja dari pertengahan Maret sampai sekarang. Sebetulnya dari tahun 2019 pun aku sudah sempat mengalami work from home. Eh di 2020 juga mengalami kembali. Aku sih senang-senang saja ya dengan kebijakan ini karena selain aku ini tipe anak rumahan, aku ga harus berjibaku dengan kerasnya rush hour Jakarta yang yaaah tau sendiri lah. πŸ˜« Saat kerja dulu, aku harus menghabiskan waktu 3 jam (pulang-pergi) selama di jalan?! Bayangkan, betapa sia-sia waktuku terbuang di jalanan Jakarta! Nah sejak Work from Home, aku jadi bisa bangun lebih siang #ops juga bisa rutin berolahraga.

Driving Skill

Awal tahun lalu aku kembali les nyetir, tahun ini aku lumayan kemajuan nerapin skill mengemudiku. Aku selama ini ga pernah dilepas untuk nyetir sendiri, baru tahun ini akhirnya aku bisa pratik langsung sendiri di jalanan. Kondisi jalanan yang sepi selama pandemi membuatku lebih diijinkan untuk nyetir sendiri. Eh ga sendirian tentunya, ditemani suami di kursi sebelah sebagai supervisor kalau-kalau aku ada salah. Achievement dalam mengemudi tahun ini adalah aku bisa nyetir dari Karawang ke Jakarta. Ga cuma sekali, tapi beberapa kali karena aku cukup sering bulak balik Jakarta-Karawang. Terus aku bisa parkir di Mall Central Park, meski butuh waktu lama sampai akhirnya aku bisa parkir. Jujur saja aku masih payah dalam hal parkir mobil!! Aku sukses bikin lecet sisi kanan blakang mobil saat parkir mundur. Untung bukan kena mobil orang lain, tapi kena tiang garasi rumah.πŸ˜… Memang masih harus sering latihan guys. Semoga di tahun 2021, aku lebih mahir dalam mengemudi mobil! Amin.

Adopt a Plant

Portulaca Hana Misteria 27 Des 2020

Sejak nikah, aku jadi mengurus beberapa tanaman yang dipercayakan oleh mama mertua untukku mengurusnya. Satu pohon palem, dua tanaman bunga entah apa itu namanya, tapi tiap kali berbunga, bunganya warna putih dan sungguh harum, serta satu wijaya kusuma. Seiring berjalannya waktu, tanaman yang aku urus jadi tinggal pohon palem dan wijaya kusuma. Tanaman bunganya diambil kembali sama mama dan entah dibawa ke mana soalnya ga ada kulihat di rumah πŸ˜… Terus pada bulan November 2020, aku membeli Hana Misteria dan mulai mengurusnya dengan seksama. Bahkan sampai melakukan percobaan stek batang untuk membiakan Hana Misteria supaya lebih banyak. Harapannya, beranda kamarku akan semakin banyak tanaman. Amin. πŸ˜‡

Kira-kira itulah kilas balik tahun 2020. Tahun yang menuntut untuk lebih fleksibel dan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Bahkan harus hidup dengan pola hidup yang baru. Puji syukur kepada Tuhan di tahun 2020 aku diberikan kesehatan. Ga pernah aku mengalami batuk pilek di tahun 2020. Ya paling bersin ringan, tapi ga sampai pilek berhari-hari. Padahal tiap tahun aku selalu ada aja terserang batuk dan pilek. Sejak menerapkan pola hidup di rumah saja, aku sudah ga pernah batuk pilek lagi. Memang ya sedikit banyak polusi Jakarta mempengaruhi. Harapan untuk tahun 2021, semoga mimpi-mimpiku di atas bisa tercapai di tahun ini. Harapan kecil yang sebenarnya hati ini masih sedikit bimbang adalah untuk menambah anggota keluarga di keluarga kecilku. Siapa tahu di tahun 2021 ini akan jadi bertiga? Mari aminkan saja πŸ˜

20 comments:

  1. happy new year!! May 2021 be good to you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy new year 2021 Atie!! Hope the we will get best experience in 2021 ^^

      Delete
  2. AMIIIIIIIN ~ turut mengaminkan doa-doa mba Frisca, especially doa agar bisa bertiga hehehehehe 😍 By the way, tahun 2020 lalu, meski kita dituntut untuk adaptasi pada hal-hal (kehidupan baru), ternyata kita bisa yaaaa. Manusia itu pada dasarnya mudah beradaptasi jika ada keinginan dari dalam dirinya, dan mau berubah πŸ˜†

    Eniho, semangat untuk 2021 mba Frisca, semoga tahun ini lebih baik, lebih fun, lebih lebih segalanya dari tahun sebelumnya dan semoga mba selalu sehat dan bahagia πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak Eno!! πŸ₯° Iya adaptasinya sungguh cepat kan. Kalau didesak memang pasti bisa untuk memiliki pola hidup yang lebih bersih (rajin cuci tangan dan pakai masker misalnya).

      Amiiiinn kak Eno!! Yup semoga tahun 2021, kita bisa lebih baik, lebih menyenangkan, bisa traveling lagi yaak, dan terutama bisa sehat selalu jugaa

      Delete
  3. Alhamdulillah banyak juga hal positif di tahun 2020 ini ya mbak, mulai dari belajar bahasa Jepang, meneruskan usaha keluarga, merawat bunga, bisa menyetir sendiri dan tentunya work from home, jadinya tidak terlalu capek waktunya habis di jalan saja.

    Turut sedih juga atas kepergian bapaknya. Kadang memang tidak menyangka, orang yang dikira sehat sehat saja ternyata pulang lebih dulu.

    Jadi ingat, dulu nenekku kelihatan nya sehat-sehat saja, kakek malah yang sakit-sakitan, eh malah nenek yang pulang lebih dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas Agus. Ternyata kalau ditilik-tilik ada juga hal-hal positif di tahun 2020, ga melulu hal yang sedih

      Makasih mas Agus. Betul kata orang, umur itu ga ada yang tau, hanya Tuhan saja yang tahu...

      Delete
  4. Mantapp mbak, banyak belajar skill baru yaak macam bahasa jepang dan menyetir..

    Kemudian, turut berduka atas meninggalnya papa nya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya niiih hehe Lumayan juga di tahun 2020 nambah 2 skill hehe 😁

      Makasih ya ^^

      Delete
  5. Happy new yeaaar Frisca! Semoga tahun 2021 bisa membawa lebih banyak sukacita dan kesehatan buat kamu dan keluarga yaa (:

    Baca pengalaman teman-teman sepanjang 2020 kemarin bikin aku amaze sendiri. Dan yang pasti bersyukur banget yaaa bisa mengakhirinya dengan baik. Turut bersyukur rasanya baca setiap cerita kamu di atas. Dan mohon maap, aku iri banget dong kamu udah lancar nyetir dari Karawang-Jakarta! Busettt hahahaha semoga tahun ini bisa keliling kota yaa, Fris 😝

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy new year ci Jane!!! Amiiin doa yang sama untuk cici Jane jugaaa! ^^

      Makasih cici! Ah sejujurnya di balik nyetir Karang Jakarta itu, aku hampir kecelakaan terus ciii πŸ˜… Untung Tuhan masih kasih aku keselamatan di jalan hehe

      Amiiin semoga bisa jalan-jalan lagi yaaak

      Delete
  6. Ci Frisca, I'm so sorry for your lost :( Papa Cici pasti udah lebih bahagia di sana, apalagi melihat Cici dan keluarga yang saling peduli satu sama lain. Papa Cici pasti hepi :D

    Anyway, selamat karena driving skill Cici di tahun 2020 sudah naik tingkat πŸ₯³
    Semoga semakin lancar menyetirnya ya supaya mobilnya juga nggak perlu keluar masuk bengkel karena lecet πŸ€ͺ

    Dan semoga pembelajaran bahasa Jepang, hidup tanaman Cici dan hidup Cici sekeluarga bisa menjadi lebih baik lagi di tahun 2021 ini. Semoga keinginan untuk menambah 1 anggota keluarga di tahun ini bisa tercapai πŸ™ˆ

    All the best for you, Ci Frisca 😘 Happy New Year! *Meskipun udah telat banget ucapinnya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Lia makasih banyak πŸ₯° Betul-betul-betul Aku juga percaya papa sudah lebih bahagia di surga sana ^^

      Aduh Lia, tau aja nih kalo aku uda bikin mobil lecet hahahaha Jadi malu πŸ˜…

      Amiiiiiinn Liaaa.. Aku juga berdoa semoga Lia selalu jadi peri kecil nan cantik yang memberikan berkat bagi sekelilingnya, sehat teruss, dan tercapai harapan-harapannya di taun ini ^^

      Happy new year juga Lia! Ga papa telat, masih bulan Januari kok hihihi

      Delete
  7. turut berduka atas berpulangnya orang terkasih di tahun sebelumnya kak, semoga diberikan tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran😊☺

    oiya mengenai hecticnya jakarta memang bener tuh..akupun ngerasa pas masi gawe pp tangerang jakarta berasa kayak tua di jalan saking apa apa kayak keburu buri macet trus huhu..tapi pas uda resign kadang kangen jakarta lagi

    btw keren sekali kak terniat belajar bahasa jepun dan juga les nyetir..aku pingin bisa nyetir juga sebenernya tapiiii naik motor aja aku ga bisa lo gimana ceritanya mau nyetir juga hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin makasih ya kak Nita ^^

      Iyaaa hectic bener jakartaaa! Aku selalu lelaah dan berasa tua di jalan kalo kerja di office huhu makanya bersyukur juga sih bisa WFH seperti sekarang hehe

      Eiiitts jangan salah kak! Aku juga ga bisa naik motor! Justru lebih mending nyetir mobil buatku ketimbang nyetir motor. Soalnya kalau belajar motor itu, salah-salah jatuh dan luka-luka (aku pernah latian motor beberapa kali dan di hari pertama belajar motor, aku hampir nambrak orang dan berakhir aku jatuh dari motor). Kalo latihan mobil, at least yang kena duluan mobilnya hahahaha Eh tentunya saja perlu hati-hati juga sihhh tapi aku lebih suka nyetir mobil ketimbang motor πŸ˜…

      Delete
  8. Turut berduka Frisca untuk berpulangnya Papa. πŸ™πŸ™πŸ™ Semoga beliau diberikan tempat yang layak di sisi-NYA. I know how it feels 😭😭

    Soal driving skill.. kalo ga berani ga akan pernah lancar atuh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Hayooo semangattttt...Nanti juga lancar kok πŸ’ͺπŸ’ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak ya mas Anton πŸ™πŸ™πŸ™ Iya, berat ya kehilangan orang tua...

      hihihihi betul! Harus beraniiii dan sering latihaan. Aku paling sebel untuk parkir mas Anton wkwkwk susah bener ngepasinnya huhuhu padahal kalo di simulator mengemudi tuh gampaang. Pas praktek di mobil benerannya tuh susah bener daah haha 🀣🀣🀣

      Delete
    2. Hahaha kalau di simulator tidak ada "tekanan" kalau di jalanan, apalagi di Jakarta mah yah, tekanan luar biasa.. wakakakaka

      Kalau parkir, pertama pelan saja. Jangan terburu-buru. Fokus ke spion..hahaha..eniwe, saya mah percaya Friska pasti bisa

      Delete
    3. iya tekanannya luar biasa, salah dikit bisa langsung diklakson panjaang πŸ™ˆ

      Aku malah kalo parkir saking pelannya, sampe bisa kelamaan mas hahaha
      soalnya jadi sering maju mundur gitu biar dapet posisi pas yang baik... πŸ˜… Eh ini kalo parkir di mall gitu ya yang penuh tiang2 dan biasanya sempit
      kalo di pinggir jalan kan ga gitu sulit karena tinggal syuuut masup

      Delete
  9. Ikut berduka cita karena kehilangan papa ya mba :(. Semoga juga usaha yg ditinggalkan papa bisa berjalan makin baik yaaa ;)

    Duuuh kalo belajar bahasa, kayaknya aku udh susah masuk wkwkwkwkk. Pdhl Jepang negara favoritku, tp mempelajari bahasanya udh nyaris nyerah. Aku give up Ama bahasa yg tulisannya ga pake abjad biasa hahahah. Eh sepupuku ikutan tuh les bahasa Jepang, pas mau ujian dia cerita di Ig story' nya :D.

    Kalo driving yaa, aku udh trauma sejak kecelakaan berat pas SMU hahahhhaha. Sejak itu aku ga prnh lagi bawa mobil. Udh beruntung selamat, padahal kondisi mobilku hancur total waktu itu. Parkir mundur aja sampe trakhir aku bawa blm lulus juga mba :D.

    Semoga yaa 2021 ini makin membaik, walopun aku blm yakin bisa normal kayak dulu. :) Pelan2, optimis bisaa ^o^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya kak Fanny! 😊 Amiiinnn

      Memang kadang minat orang lain-lain kak hihii aku memang minat aja belajar bahasanyaa...Coba kalo belajar bahasa Arab, aku juga uda nyerah duluan πŸ˜†πŸ˜†
      Wiiih sampai ikutan tesnya juga ya? Apakah mau kerja di sana kak? atau studi di sana?

      Waaah itu sih ngeri banget kak! Kok bisa sampai hancur total?? Puji Tuhan ya kakak selamat, kalau tidak, kita ga akan ketemu di sini huhuhu
      Kalau sudah trauma gitu memang berat ya kak untuk cobanya lagiii... Tapi kalau memang ga perlu nyetir sendiri sih lebih baik disetirin aja kak hihihi
      Aku belajar nyetir pun biar bisa ke mana2 pergi sendiri! Terutama saat nanti nganter anak pergi sekolah (amiiin suatu saat punya anak)

      Amiiinn. Iya kak aku juga belum yakin bisa kaya dulu. Pasti tetep harus ada batas-batas...

      Delete

Powered by Blogger.