Tuesday, March 6, 2018

Movie Review: Red Sparrow (2018)


Awalnya sih aku ga berniat buat nonton film. Namun adikku ini semangat banget buat ngajak nonton Red Sparrow. Tanggal 2 Maret 2018 kemaren film ini rilis di bioskop kesayangan kita. Nah tanggal 3 Maretnya langsunglah aku, Olen, dan Ray pergi nonton film ini. Kami memutuskan untuk pergi ke Mall Taman Anggrek. Sesampainya kami di sana, kami langsung cus ke XXI untuk membeli tiket. Kami sampai di sana sekitar pukul 12.00 kurang. Jadi kami memutuskan untuk nonton jam 12.45 WIB. Wah studio sudah hampir penuh setengahnya. Beruntung masih dapat di area tengah-tengah which is benar-benar di tengah. Tapi agak pinggir dikit sih. Hehe. Harga tiket hari Sabtu Rp 60.000 per orang. Mahal sih...maklum nontonnya di Mall Taman Anggrek sih. Tapi kalau mau ke bioskop yang murah, ongkos ke sananya mahal juga. Jadi yasudahlah~

Red Sparrow
Sutradara : Francis Lawrence
Produser : Jenno Topping, Peter Chernin, David Ready, Steven Zaillian
Penulis : Justin Haythe
Produksi : 20th Century Fox
Jenis Film : Misteri, Thriller
Censor Rating : 21+
Durasi : 138 menit

Sinopsis:
Dominika Egorova (Jennifer Lawrence), seorang mantan ballerina dimanipulasi menjadi Red Sparrow. Ia dilatih untuk menggunakan tubuh dan pikirannya sebagai senjata. Hal itu dilakukan Dominika demi menebus pengobatan ibunya yang sedang sakit.

Ia harus menjalani berbagai misi berbahaya yang terpaksa dilakukannya. Termasuk bertemu dengan seorang agen CIA (Joel Edgerton) dan menjalankan misi tersebut bersama dengannya.

[Review]
Aku mau kasih standing applause dulu deh buat Jennifer Lawrence. GILAK! GILAAAK! Acting-nya mantap banget! Aku acungin empat jempol deh buat dia! Suka banget sama acting dia menjadi Dominika Egorova ini. Hunger Games sih lewat deeeh! Ini aku bukannya lebay ya. Tapi beneran deh aku terpukau sama dia. Kenapa? Let me explain this.

Film diawali dengan kisah keseharian Dominika. Mengantar ibu check up ke dokter, menemani ibu hingga suster pengasuhnya datang, pergi bekerja sebagai penari ballerina di suatu theater, dan kembali pulang. Namun baru permulaan saja aku sudah dibuat terpukau. Dominika ini diceritakan sebagai penari ballerina utama gitu. Jadi penampilan Jennifer sebagai penari ballerina ini sungguh memakau guys. Wah ga kebayang saya dia menghabiskan berapa lama untuk latihan jadi ballerina. Padahal scene-nya cuma beberapa menit saja. Sempat sih terbesit di bayanganku, ah ini pasti digantiin. Tapi entahlah aku sendiri tak tahu dia digantikan atau tidak. Tapi penampilannya keren. Trus pas adegan muter-muternya gitu terlihat jelas mukanya Jennifer. Jadi kalau sampai bener digantiin, yang edit filmnya kukasih jempol juga deh! Haha.
Sumber: 20th Century Fox
Sampai suatu ketika, pasangan Dominika dalam menari salah menginjakkan kakinya dan menyebabkan kaki Dominika harus dioperasi. Naas, dia pun tak bisa melanjutkan karirnya sebagai penari ballerina lagi. Padahal dia ini sudah seperti ratunya di pertunjukkan tersebut. Sumpah ya pas adegan kecelakaannya itu tuh bikin ngilu banget! Ga heran sih dikasih rating 21+. Adegan yang akan ditampilkan akan hard core guys!

Awalnya Dominika ini beranggapan dia sedang bernasib buruk saja hingga bisa mengalami kecelakaan tersebut. Sampai suatu hari pamannya membuka mata Dominika bahwa kejadian itu sudah direncanakan. Karena di dunia ini tidak ada yang kebetulan, pasti ada sebab dan akibatnya. Kesal dong pasti ya! Sudah terluka, karirnya pun hacur. Lalu Dominika pun akhirnya harus menerima tawaran pamannya untuk bekerja sebagai Red Sparrow atau hidupnya dan ibunya akan hancur.

Red Sparrow itu semacam agen rahasia Rusia gitu untuk mencari informasi Amerika. Tau sendiri kan Rusia dan Amerika ini suka bertengkar. Karena latar belakangnya di Rusia dan Dominika ini orang Rusia. Lantas logatnya juga logat Rusia dong. Nah!! Si mba Jennifer ini punya logat Rusia yang cucok badai gitu. Sampai aku dibuat yakin dia orang Rusia. Haha. Tapi di tengah-tengah film logatnya agak menghilang sih. Buat aku masih oke kok mba. Aku padamu. Hehe.

Oh ya, aku sempat agak tak mengenali wajah Jennifer saat bare face gitu. Menurut kalian beda banget ga sih saat pakai make up dan engga. Tapi tetep cantik kok. Cuma cantikan saat pakai make up. Haha.
Sumber: 20th Century Fox

Buat kalian yang ga tahan nonton adegan pukul-pukulan berdarah-darah. Siap-siap saja ya guys! Aku pun termasuk orang yang agak-agak ga kuat menontonnya. Jadi kerjaannya nutupin mata sambil komat kamit "Oh My Oh My" di saat penonton yang lain masih tenang-tenang saja menyaksikan adegan tersebut. Kok sanggup ya? Hahaha.

Sumber: 20th Century Fox
Nah aku tuh paling ga tahan pas adegan nyekek leher pakai kawat gitu. Yaampun aku takut banget kalau orang yang dicekeknya itu sampai putus kepalanya. Hahaha. Ngeri banget sampe merah-merah keluar darah gitu soalnya. Uda gitu adegan penyiksaan untuk mendapatkan informasinya sadis beud. Dikuliti hidup-hidup! Astaga kagak kebanyang itu sakitnya kaya apa. Terus belum lagi adegan sayat-sayatan pakai pisau. Hhhh. Jadi pokoknya kalau yang bukan umurnya sebaiknya jangan nonton ini deh. Salah-salah malah ditiru lagi. Kan repot.

Berhubung Red Sparrow ini dalam melancarkan aksinya tidak segan-segan menggunakan tubuhnya alias have sex gitu. Jadi pasti di dalam film ada adegan yang nyerempet-nyerempet ke sana. Wah pokoknya jangan sampai deh anak kecil nonton film macam ini. Lembaga sensor sih sempat melakukan pemotongan adegan film saat lagi gituan sih. Tapi ada beberapa yang cukup senonoh juga ya kalau ditonton sama yang bukan umurnya. Bahkan kalau melihat dari cencor rating film ini, anak SMA aja belum boleh nonton loh! Hahaha. Jangan coba-coba ya!

Secara keseluruhan, cerita film ini benar-benar bagus ya. Bahkan penonton sendiri dibuat mikir gitu buat mencerna arti dari setiap adegan. Haha. Aku pun sampai harus mengadakan konferensi meja persegi panjang sehabis nonton untuk membahas persepsi dari masing-masing. Kesimpulannya si Dominika ini cewe cerdik dan pintar sekali menganalisis. Tindak-tindakan yang diambilnya tuh tepat gitu. Keren deh pokoknya.

Sebelum dia pergi ke akademi untuk dilatih menjadi Red Sparrow, ibunya sudah menasihatinya untuk tidak menyerahkan diri sepenuhnya pada pamannya yang bekerja di SVR (semacam pemerintahan Rusia gitu). Dan Dominika pun menuruti nasihat dari ibunya tersebut. Dia mencari cara agar bisa meninggalkan pekerjaan Red Sparrow ini namun tetap bisa menjamin keberlangsungan hidup ibu dan dirinya. Bahkan saat menjalankan misinya Dominika ini sampai mencoba mengkhianati Rusia dengan bekerjasama dengan agen Amerika demi mendapatkan uang. Namun akankah Dominika bisa lolos dan meninggalkan kehidupan Red Sparrownya? Atau dia malah kehilangan nyawanya karena sudah berani berkhianat terhadap Rusia? Nonton saja kisahnya ya di Red Sparrow ini.

Rating dari IMDb 6.7 dari 10. Wah ini entah kenapa dikasih rating segitu. Menurut aku sih ini 8.5 deh!! Habis keren banget siiih hahaa. Aku sendiri bingung kurangnnya film ini di mana. Uda dibuat kagum soalnya.

Selingan sedikit, ini film pertama Jennifer Lawrence tampil telanjang loh. Sebelum-sebelumnya dia tak pernah mau untuk beradegan telanjang gitu. Baru kali ini nih dia mau. Katanya sih karena kru-kru filmnya itu sudah dia kenal sebelumnya. Soalnya kru filmnya sama kaya di Hunger Games. Jadi dia tidak canggung lagi saat harus memperlihatkan keseluruhan tubuhnya di kamera. Dia juga sampai melakukan diet untuk menampilkan badan yang aduhai itu. Beneran deh. Kalau pakai gaun kan aku pikir dia ini gemuk ya, em bukan gemuk sih, berisilah. Pas pakai baju renang atau daleman doang, buset deh! Itu perutnya ya Tuhan bikin ngiri. ٩(♡ε♡ )۶

 (8.5/10)

2 comments:

  1. badannya body goals ya kak ternyata :D ih aku baca ini kok jadi beruntung ga nonton filmnya, ga tahan lihat yang darah-darahan sadis gitu -_- di review lain nggak nyinggung soal kesadisan film ini soalnya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya paraahhh perutnya ituu ommo >.<

      waaah iya pas nonton tuh ommo aku cm bisa bilang oh my oh my doang hahahaa sambil liat ke bawah :p

      Delete