Thursday, March 29, 2018

Movie Review: Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Sumber: Google

Aku baru banget nonton Jumanji: Welcome to the Jungle ini. Tentunya bukan di bioskop kesayangan kita semua, melainkan di laptop. Kok bisa? Hihihi belum lama ini aku dapat unduhan film ini dari temenku. Jadi deh aku bisa nonton di laptopku sendiri. Psst jangan ditiru ya, kalau mau berkontribusi untuk film, kalian harus nonton di bioskop, bukan unduh filmnya atau beli bajakannya. ༼ ºلº ༽

Jumanji: Welcome to the Jungle
Sutradara : Jake Kasdan
Based on : Jumanji by Chris Van Allsburg
Produksi : Columbia Pictures, Matt Tolmach Productions, Radar Pictures, Seven Bucks Productions
Jenis Film : Action, Adventure, Comedy
Censor Rating : PG-13
Durasi : 119 menit

Sinopsis:
Empat anak sekolah menemukan sebuah konsol permainan video game tua dengan permainan yang belum pernah mereka dengar bernama "Jumanji". Mereka secara tidak sengaja "masuk" dan menjadi avatar yang mereka pilih.
Untuk mengalahkan permainan dan kembali ke dunia nyata, mereka harus menalani petualangan paling berbahaya dalam hidup mereka dan menemukan apa yang Alan Parrish tinggalkan 20 tahun yang lalu.

[Review]
Berbeda dengan film Jumanji tahun 1995, Jumanji: Welcome to the Jungle ini mengikuti jaman sekarang. Kalau jaman dulu itu permainannya masih board game, jaman sekarang kan anak-anak sudah beralih ke konsol permainan. Begitu pula si Jumanji ini. Karena anak jaman now sudah tak mau memainkan board game, Jumanji pun berubah menjadi video game supaya anak jaman now penasaran untuk memainkannya. Haha.
Sebenarnya alur cerita dari keempat anak ini menemukan konsol permainan video game tua ini agak dipaksa cepat sih menurutku. Dalam hari yang sama, empat anak mengalami detention dan dihukum untuk membereskan gudang sekolah tua. Lalu satu anak, Fridge (Ser'Darius Blain) namanya, menemukan Jumanji ini di salah satu kotak yang terdapat di rak gudang itu. Lalu Fridge dan Spencer (Alex Wolff) penasaran dan ingin mencoba untuk memainkannya. Lalu mulailah Bethany (Madison Iseman) ikut untuk mencoba dan diakhiri dengan Martha (Morgan Jeannette Turner) yang "dipaksa" untuk ikut main. Setelah selesai memilih avatar, mereka pun terhisap ke dalam permainan Jumanji dan menjadi avatar yang sudah mereka pilih sebelumnya. Pasti kalau di novel, alur ini akan dibuat lebih detil. Namun karena tuntutan durasi film, bisa kumaklumi sih dengan alur yang seperti dipaksa cepat ini. Tapi sebenarnya masih terbilang smooth lah.
Lalu yang aku suka itu, dengan pemilihan avatar yang jauh berbeda dengan kehidupan aslinya, karakter si pemain pelan-pelan jadi ikut berubah seperti avatar yang mereka pilih. Fridge yang berbadan tinggi dan sombong tak mau berteman dengan si culun Spencer di Jumanji berubah jadi Moose Finbar (Kevin Hart), seorang zoologist yang merupakan sidekick dari Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), avatar yang dipilih Spencer. Awalnya Fridge itu kesal karena dia malah jadi sidekick dan bukannya si pahlawan utama, yaitu Dr. Bravestone. Tapi seiring berjalanannya permainan, si Fridge ini jadi "tidak belagu" lagi ke Spencer dan mau temenan sama Spencer. Kemudian Spencer, si culun dan pemalu ini berubaha jadi Dr. Bravestone sang pahlawan utama. Dia belajar untuk menjadi sosok yang pemberani dengan menghilangkan rasa takut yang ia rasakan. Lalu Bethany, si cewe populer yang tidak bisa lepas dari ponselnya ini berubah jadi Professor Shelly Oberon (Jack Black) yang awalnya dia kira merupakan avatar wanita, ternyata malah avatar pria dengan postur tubuh gemuk. Dengan begitu si Bethany ini jadi bersyukur dengan tubuh aslinya yang sudah langsing itu dan belajar bahwa hidup itu bukan cuma dari ponsel saja untuk pamer-pamer kehidupan. Kemudian si Martha malah menjadi sosok wanita kece di Jumanji bernama Ruby Roundhouse (Karen Gillan). Karakter yang jauh berbeda sekali dengan karakter Martha di dunia asli. Dengan pakaiannya yang seksi, si Martha ini malah merasa malu. Tapi lama kelamaan Martha pun berubah dan terbiasa. Dengan skill yang dimilikinya, Martha sanggup membantu teman-temannya untuk menyelesaikan Jumanji. 

Sumber: Hollywoodlife.com

Ah ya, setiap avatar itu punya skill dan kelemahan tersendiri. Dengan menggabungkan skill dari masing-masing avatar ini, mereka akan mampu menyelesaikan permainan Jumanji ini. Selain itu, mereka pun saling bantu untuk menutupi kekurangan dari masing-masing. Misalnya saja Moose yang memiliki kekurangan dalam hal speed. Saat berlari dikejar-kejar musuh, Dr. Bravestone pun akhirnya menggendong Moose agar Moose bisa selamat dari kejaran musuh. Dari sini aku jadi belajar betapa pentingnya sebuah kerjasama satu tim itu. Ya film ini memang banyak diselipkan pesan-pesan moral untuk kehidupan gitu sih menurutku. Bagus!
Selain pesan moral yang  terselip dalam adegan demi adegan film, penonton juga dibuat tertawa saat menonton film ini. Kalau aku sepertinya hampir sepanjang film ini deh aku tertawa dibuatnya. Malahan aku tertawa sampai mengeluarkan air mata karena saking lucunya. Haha. Kalau ingin nonton film ringan dan membuat tawa, cocok banget nih nonton film ini!
Untuk ending-nya menurutku kurang bagus ya. Akhir saat semua pemainnya kembali ke kehidupan nyata dan bertemu dengan Alex (Colin Hanks), si pemain pertama yang terjebak dalam Jumanji. Tapi kalau aku ceritain malah jadi spoiler nih ya. Jadi kusimpan di otakku saja deh. Hehehe.
Secara keseluruhan, film ini seru untuk ditonton, apalagi bersama keluarga atau teman-teman. Selain menghibur, kita juga bisa mendapatkan pesan moral gitu dari film ini.
Rating dari IMDb adalah 7.0 dari 10, kalau menurutku sih film ini layak mendapat rating 8 dari 10.

(8/10)


Tambahan, Karen Gillan yang memerankan Ruby Roundhouse ini ternyata mengenakan kostum dengan ukuran anak-anak loh. Tak heran bajunya kekecilan hingga menampilkan perutnya nan body goals itu. Hihihi. Tapi dia sangat senang untuk mengenakan outfit-nya tersebut. Selain itu, acting dari Jack Black yang memerankan Professor Shelly Oberon ini juga oke banget! Dia pria tapi sukses memerankan karakter Bethany yang wanita kece dan populer itu. Dari cara jalan dan cara flirt-nya juga dapet banget. Apalagi saat dia mengajari Martha untuk flirting gitu. Wah dapet banget deh kalau dia itu wanita tulen. Hihih. Oh ya, selain Karen Gillan yang memiliki belly goals, dia termasuk jajaran aktris yang beruntung banget bisa beradu akting dengan Dwayne Johnson dan Nick Jonas loh. Bikin envy ga siih??? 

2 comments: