Friday, March 23, 2018

Main AoV Mental Tempe

Pos kali ini aku mau curhat ah...Curhatannya ga penting sih..soal pengalamanku saat bermain Arena of Valor (AOV), MOBA yang lagi happening gitu deh, yang suka dikatain "MOBA kok Batman".  Lah itu icon laba-laba oi bukan kelelawar! Iiiihhh suka-suka aku dong, kan yang nulis aku, bukan kamu. hihihi.
Oh ya, game ini sudah sempat aku bahas di posku yang ini. Buat yang penasaran, boleh dicek langsung. hihii.
Jadi curhat ga nih?
Eh jadi-jadi! (゜o゜)
Gini nih ceritanya...

Aku sudah cukup lama ya main AoV ini. Emm kira-kira sudah 7 bulan nih aku mainin ini game. Kalau ibu-ibu hamil, udah bikin selamatan 7 bulanan kali ya aku. Hehe. Saat ini sih aku sudah level 30 dan berada di rank Platinum V. Hero dan skin yang aku punya juga sudah cukup lumayan lah. Lebih dari 20 ada.
Ih sombong!
Bukan maksud nyombong, aku cuma pengen ngedeskripsiin kondisi aku saat ini saja. Nah yang aku permasalahin sih gini...Aku itu tipe orang yang saat battle ga akan mau menyerah sampai titik darah penghabisan. Jadi kalau base masih utuh dan belum hancur alias loss, aku pantang nyerah dan percaya akan adanya comeback. Namun karena ini game online dan bermain dengan pemain manusia lain yang entah siapa itu aku tak kenal...sering kali dalam match aku menemukan orang-orang yang main dengan mental tempe. Mental tempe tuh maksudnya lembek gitu. Dikit-dikit inisiasi menyerah. Bahkan saat keadaan lagi memimpin, sempat-sempatnya ada orang yang pencet tombol menyerah. Bingung deh aku.


Ini bukan maksudnya aku nyalahin orang yang mencet tombol menyerah itu ya. Soalnya meski ada yang mencet tombol menyerah, kan masih ada empat orang sisanya yang bisa memilih untuk menyerah atau tetap bertarung. Nah jadi yang mau aku bahas tuh karena aku ini cuma punya teman main yang sedikit, mentok-mentok juga 2 orang teman main bareng, si Keket dan Kak Aji saja, jadi seringnya aku tuh main sendirian. Untuk MOBA game ini tuh berat loh main solo. Untung-untungan gitu. Kadang ketemu pemain yang suka marah-marah tapi skill-nya nol. Ada yang mainnya ga jelas dan kerjanya mati terus. Malah yang paling parah tuh ketemu orang yang AFK gitu. Sumpah ini sampah banget orang yang AFK apalagi AFK-nya di ranked match. Ugh ngeselin banget deh! Kayanya selain dikasih hukuman pengurangan skor gamer, tim Garena perlu juga kasih hadiah buat anggota-anggota yang setim sama si orang AFK itu. Soalnya berat banget pertarungan kalau ada satu anggota yang AFK. Sudah kalah, habis waktu, bikin bete doang malah. Ugh.
Ah jadi ngelantur ke mana-mana kan aku. Hmm. Sebenarnya, dari bermain AoV ini aku bisa mendapatkan pelajaran hidup loh. Aku dilatih untuk mengambil keputusan dalam hitungan detik. Misalnya saja saat di jalur tengah teman-teman sedang war dan aku sendirian di jalur bawah. Saat itu aku harus milih, pergi ke tengah untuk bantu teman-teman war atau tetap lanjut dan push tower. Seringnya sih aku push tower karena kalau tidak di push, gimana bisa maju sampai ke base kan. Tapi kadang kala pilihan untuk push tower itu merupakan pilihan yang salah. Misalnya saja saat teman-teman aku semuanya mati dan tinggal aku seorang diri yang hidup. Kalau sudah begitu, aku harus kembali ke markas dan melindungi tower-tower yang ada. Ini nih yang bikin susah main kalau main solo. Ga bisa koordinasi. Kalau bisa komunikasi gitu kan aku bisa nanya, apakah teman-teman yang sedang war tersebut sanggup untuk menahannya atau aku harus pergi ke sana. Yah sekali lagi, di sini aku jadi belajar betapa petingnya suatu komunikasi itu.
Selain itu, aku juga dilatih untuk penguasaan diri. Saat sedang fight one on one dan musuh sudah hampir mati namun selamat dengan masuk ke tower, kadang aku terpancing juga untuk mengejarnya hingga ke tower musuh yang berakhir dengan matinya aku karena ditembak tower. Aku jadi tersadarkan untuk menahan nafsu membunuh. Apalagi saat menginjak rank platinum. Permainan sudah berbeda deh dari permainan saat aku masih di rank silver apalagi bronze. Musuh-musuh tuh lebih jago-jago gitu. Jadi mainnya pun pakai strategi juga. Item-item kubeli bukan pakai rekomendasi lagi. Tapi jadi memilih sendiri mau pakai item apa, tergantung dari musuh-musuh yang dihadapi.
Ah jadi so so ngasih makna kehidupan begini. Intinya sih buat kalian yang baca posku dan kebetulan main AoV juga, jangan lupa add aku ya dengan ID furisukabo. Aku suka main di sore hari ataupun malam hari. Lah jadi promosi. Ehehehe. 
Oia, satu lagi nih yang ga aku suka kalau lagi main AoV, yaitu saat ketemu orang yang ngomong kasar. Sadar ga sih kadang dengan ngomong kasar di chat itu bikin suasana permainan jadi ga enak? Malah yang ada bikin mental tim jadi turun dan berakhir dengan kekalahan. Emangnya dengan ngomong kasar begitu akan membalikan keadaan dan pasti menang? Kan enggak. Kualitas seorang pemain itu bisa terlihat dari skill saat bermain. Bukan dari kata-kata yang diucapkan. Malahan aku tuh ga respect sama orang yang ngomong kasar, meskipun dia yang jadi MVP sekalipun. Tapi attitude-nya tuh nol besar di mataku. Ckck. Terus ya, dengan ngomong kasar gitu malah bikin ngeracunin pemain lain buat ikutan ngomong kasar. Ya contohnya saja kalau yang main bocah-bocah gitu. Dia malah jadi ikutan marah-marah dan ngomong kasar pula kan. Namanya juga bocah ya, emosinya masih labil. Huft. Ah mungkin orang yang ngomong kasar itu emang masih bocah kali ya. Jadi so so jago dan so marah-marah. Ckck.

Udah deh curhatan tak berfaedah dari aku ini. Mohon maaf ya apabila ada yang tersinggung, aku tidak maksud membicarakan seseorang kok, cuma pengen meluapkan uneg-uneg di hati saja. Hehe.

No comments:

Post a Comment