Sunday, June 25, 2017

Waterbom PIK (Pantai Indah Kapuk) Jakarta

Siapa sih yang gatau Waterbom? Eh ada sih kemungkinan ga tau tentang Waterbom. Oke, sekilas tentang Waterbom, tempat ini adalah tempat bermain air yang menjadi salah satu destinasi liburan bagi keluarga maupun liburan asik bersama teman. Waterbom sendiri ada di dua lokasi, yaitu di Bali dan di Jakarta. Waterbom Bali ini merupakan cikal bakal berdirinya Waterbom Jakarta yang berlokasi di Jalan Pantai Indah Barat No. 1, Pantai Indah Kapuk. Lengkapnya bisa baca sendiri di sini.

Waterbom PIK Jakarta mulai beroperasi sejak 27 Oktober 2007. Tapi gw baru pertama kali ke Waterbom kemarin, 23 Juni 2017. Sejak 10 tahun berdirinya Waterbom PIK di Indonesia, gw baru pergi ke sana kemarin. Ya kemarin. Ke mana aja ya gw selama ini? ¯\_(ツ)_/¯ Ya gw punya alasan sendiri sih dibalik itu. Gw memang penakut untuk mencoba wahana-wahana bermain yang memacu adrenalin. Terus gw juga ga bisa berenang. Jadilah gw takut untuk main air di sana. Bahkan adik gw aja udah cukup sering main ke sana padahal dia juga ga bisa berenang, sedangkan gw....leyeh-leyeh di kasur, selimutan sambil baca komik lalu merana di bawah shower karena liburan gw cuma dihabiskan di rumah. Sampai akhirnya gw berada di suatu titik di mana gw mau main air di Waterbom!
Titik balik itu muncul ketika gw akhirnya berani untuk naik roller coaster. Selama ini gw juga ga pernah main roller coaster, padahal ada beberapa kesempatan untuk gw mencoba menaikinya. Tapi rasa takut yang membuat gw memilih untuk tidak mencobanya dan melewatkan kesempatan-kesempatan itu. Naik roller coaster pertama gw itu saat gw bermain di Universal Studio Jepang. Ya gw berani karena tiketnya mahal menurut gw. Gw merasa sayang aja kalau gw ga menaiki wahana-wahana yang ada di sana karena belum tentu gw bisa ke sana lagi kan. Jadilah gw akhirnya mencobanya. Ya memang ada sedikit paksaan juga sih. Adik gw dan mama uda masuk untuk antri naik roller coaster duluan dan gw akhirnya dengan terpaksa ikut antri. Masa gw bengong-bengong nunggu mereka di saat mereka asik bermain. Kan sedih ya! Setelah selesai naik roller coaster, gw akhirnya mengerti sensasinya naik roller coaster. Hahahaha.... ( ▀ ͜͞ʖ▀) Akh cuma begitu doang toh. Sombong. Padahal gw di atas menitikkan sedikit (beneran sedikit kok) air mata dan merasa sedikit menyesal menaikinya ketika gw diombang-ambing oleh kereta cepat itu.
Oke kembali ke Waterbom PIK. Tiketnya dibeli melalui online karena bisa mendapat promo yang cukup lumayan dibanding kalau beli langsung di sana. Mantap! ( ▀ ͜͞ʖ▀) Jam bukanya sih menurut google dari jam 10.00 - 21.00 WIB. Jadi gw berencana sampai di sana jam 10 pagi. Oia, gw (akhirnya) ke sana sama Kibo, Lili, Persik, Tante Tin, plus janjian ketemu ama Ko Ta, Ci Shel, and Ta Junior. Gw dijemput sama rombongan Kibo jam 9an. Sesampai di PIK, kami mau sarapan dulu di Bakmi Lamlo. Buset ni Bakmi si rame banget. Uda dapet tempat duduk dan memesan makanan pun masih harus menunggu cukup lama sampai bakmi tersaji di meja kami. Lamanya sebelas duabelas sama Nasi Campur 88 Cibadak. Padahal cuma bakmi loh. Bakmi. Selama ini gw makan bakmi, ga pernah gw nunggu sampai selama itu. Hahaha...
Yak, akhirnya jam 11an gw sampai di Waterbom Pik. Karena beli tiket online, kami tetap harus menukar tiket di bagian ticketing. Lokasinya persis ada di sebelah kanan pintu masuk.
Ticketing
Setelah menukar tiket dengan semacam kartu, kami pun menuju pintu masuk. Oia, di dekat pintu masuknya, ada dua petugas yang siap untuk menggeledah isi tas kita. Makanan dan minuman tidak boleh dibawa loh. Mereka benar-benar ketat untuk hal itu.
Area Pintu Masuk
Setelah memasukkan kartu (tiket) ke mesin, masuklah kami dan menuju tempat ganti baju. Setelah berganti pakaian menjadi pakaian renang, mulai d kami bermain wahana yang ada di sana. Oia, kita harus menggunakan pakaian renang loh. Kalau ga punya, kata dd gw si bisa menyewa baju renang di sana.
Wahana pertama yang kami naiki adalah The Hairpin. Wahana ini dimainkan menggunakan ban khusus untuk wahana ini (bannya dinaikan menggunakan konveyor jadi tidak usah cape-cape naik tangga bawa ban). Wahana ini ga boleh dimainkan sendiri, minimal harus berdua. Jadi buat jones, harus ajak teman nih buat naik wahana ini. Konsep wahana ini kayak main arung jeram di udara. Sialnya gw menghadap belakang dong. Gila sih. Turun dari ban gw oleng dan berusaha menyeimbangkan diri. Hahaha...Cukup membuat perut gw geli-geli gitu naik wahana ini. Mungkin karena gw menghadap belakang kali ya.
Lanjut, wahana kedua yang kami naiki adalah Twizter. Naik ini harus menggunakan ban yang disediakan dan kita harus membawa ban ini bersama kita ke atas. Wahana ini bisa dimainkan sendiri maupun berdua. Menurut gw, Twizter tidak seseram The Hairpin. Gw juga cukup sebal karena ketika berputar-putar di area "cawan raksasa", muka gw kecipratan air dan membuat gw refleks menutup mata. Padahal kan lebih asik buka mata ya. Lalu gw berusaha agar masuk ke lubang kedua dalam keadaan menghadap depan, karena ada kemungkinan kalau kita pasrah, kita akan masuk ke lubang kedua dalam keadaan backward. Oh no! Gw ga mau sampai menghadap belakang...
Oia selain Twizter, ada 3 wahana lain yang naiknya juga melalui tangga yang sama seperti ke wahana Twizter. Jadi kami naik kembali untuk mencoba 3 wahana yang lain. Ketiga wahana itu namanya Aquatube. Jadi beda dari ketiga wahana itu adalah ada yang tertutup sampai ujung (siap-siap terkejut karena tiba-tiba berbelok), ada yang setengah terbuka, dan ada yang terbuka. Sensasi ketiganya tentu berbeda.
Dari sana kami rehat sebentar di kolam arus karena lelah untuk menaiki tangga. Di kolam arus kan bisa santai-santai ngambang di atas ban. Usai hanyut dalam arus, yang sebenarnya arusnya ga cukup membuat gw dan Kibo hanyut si, butuh salah seorang berjalan di air agar kami bisa melaju, kami lanjut main wahana lain.
The Whizzard merupakan wahana selanjutnya yang kami coba. Untuk menaiki wahana ini, kami harus membawa mat (matras) berwarna biru sebagai alat untuk meluncur. Gw ga bawa mat itu karena gw ga mau meluncur dengan kepala duluan. Abis kan nanti airnya masuk ke hidung. Sampai di atas, ternyata The Whizzard harus dimainkan menggunakan mat. Seperti takdir, di sana ada sebuah mat yang tidak jadi digunakan. Mungkin ada seseorang yang membawanya tapi mengurungkan niat memainkan The Whizzard ketika sampai di atas. Jadilah gw akhirnya memberanikan diri meluncur di wahana ini. Oia, seluncurannya warna kuning berdampingan. Jadi bisa balapan gitu siapa yang sampai di ujung duluan.
Setelah akhirnya gw mencoba, ternyata airnya ga masuk hidung. Cuma cukup membuat muka gw kecipratan banyak air ketika sampai di ujung lintasan. Tidak seburuk pikiran gw ternyata. Ya memang sih, pikiran yang membuat kita tidak mau mencoba dan berakhir diam di tempat. Pikiran pulalah yang membuat kita berprasangka negatif padahal kenyataannya tidak seburuk itu.
Lanjut, kita naik tangga itu lagi karena masih ada dua wahana di sana, yaitu Black Hole dan Speed Slide. Gw coba Black Hole karena menurut gw Speed Slide cukup mengerikan karena terjun bebas pasrahkan diri pada lintasan lurus itu. Kalo Black Hole kan setidaknya belak belok jadi ga serem-serem banget. Setelah itu, kami berenang di kolam air yang paling tinggi cuma 110 cm. Tidak cukup tinggi buat gw bisa asik berenang. Ya lumayan lah tapi.
Kibo sudah lelah (akh lemah!) dan kami pun kembali ke gazebo untuk beristirahat. Setelah cukup istirahat, lanjut main wahana lagi. Yeay. Kami coba The Hairpin kembali. Naik berempat, gw, Kibo, Lili, dan Persik. Naik berempat efeknya berbeda ternyata. Apalagi Kibo dan Persik membuat supaya kecepatan luncurnya makin cepat. Gile sih. Efeknya pada ujung landasan sama seperti hard landing. Wah luar biasa. Karena sepi, kami naik sekali lagi dengan Persik dan Kibo masih berusaha supaya di ujung lintasan bannya terbalik. Beruntung, hal itu tidak terjadi.
Next, kami kembali ke area Aquatube dan Twizter. Karena Aquatube tidak antri, kami pilih saja naik itu. Kemudian naik kembali untuk mencoba Twizter dan naik kembali untuk mencoba Aquatube yang lain. Sampai kami sudah puas dengan wahana itu, kami pergi ke arena Speed Slide. Gw sejujurnya ga mau meluncur di Speed Slide. Tapi Kibo memaksa gw untuk mencobanya kalau tidak gw tidak diijinkan turun. Huhuhu.. Jadilah gw mencoba Speed Slide. Mantap banget luncurannya. Ketika sampai di ujung lintasan, efek menghantam airnya luar biasa. >.< Ya gw pasrah saja lah, sudah sampai ujung juga, tinggal berusaha bangun dan menyeimbangkan diri untuk berjalan.
Hari sudah semakin sore, karena Kibo sudah lelah naik tangga (alias untuk naik wahana), jadi kami berpindah ke kolam arus. Leyeh-leyeh di sana dan menikmati ombak yang tidak begitu kencang. Sayang sekali efek ombaknya kurang kencang, jadi kami tidak begitu hanyut diombang-ambing air. Huhu..Karena udara semakin dingin, akhirnya kami kembali ke gazebo dan bersiap untuk mandi.
Di toilet wanita sudah banyak yang antri untuk mandi. Karena lama, jadilah gw keramas dan cuci muka di area shower untuk selanjutnya tinggal mandi di kamar mandi. Toilet wanita di sini sudah dirancang menjadi 3 area. Area mandi yang tertutup, area shower yang terbuka, dan area toilet dengan closet.
Selesai mandi, kami pun akhirnya keluar untuk selanjutnya makan malam di Food Plaza.
Tempat Keluar
Untuk keluar, kita tidak bisa lewat tempat masuk. Jadi kami harus melewati pertokoan yang berada di sebelah kiri area masuk. Sudah sengaja dibuat seperti ini agar pengunjung bisa melihat-lihat dan berbelanja di toko terlebih dahulu usai bermain air di dalam.

Overall gw senang bisa pergi ke sana. Salah satu buck list  gw tahun ini bisa diceklis. Tapi wahana di Waterbom PIK ini kurang banyak >.< katanya si yang di Bali lebih seru dibanding di Jakarta. Ya mungkin kalau ada kesempatan, gw bisa mencoba bermain di Waterbom Bali. Hehe..

No comments:

Post a Comment