Tuesday, June 5, 2018

Jalan-Jalan ke Bali: See You Again Bali

13 Mei 2018

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir liburanku di Bali bersama teman-teman Kembar5. (ಥ﹏ಥ) Berhubung di Bali kami masih punya beberapa waktu untuk beli oleh-oleh dan kuliner sesaat, kami memutuskan untuk menghubungi mamang Grab kemarin yang menawarkan jasa mengantar kami selama setengah hari. Kami janjian untuk berangkat pukul 09.00 WIT. Namun si bapak agak terlambat nih. Tapi tak apa deh, yang penting kami bisa keliling Bali sebentar.

Tujuan pertama kami ya ke Warung Sate Babi Bawah Pohon. Kalau ke Bali jangan sampai kelewatan tempat yang satu ini ya. Sate babinya wuiiih uenak tenan!!! Kata Devi sih dulu tempatnya benar-benar di bawah pohon. Makanya dinamakan Sate Babi Bawah Pohon. Nah pas kami ke sana, tempatnya sudah ada lapak sendiri. Cukup besar loh dan lahan parkirnya lumayan lah. Namun sudah tidak di bawah pohon lagi. Hihi. Oh ya, yang menarik logo babi koki di sini. Wajahnya bukan ngegemesin, malah nyeremin. Kalau anak kecil yang lihat sepertinya akan bikin doi nangis. Saat di sana sih memang tidak ada anak kecil yang berseliweran sih.

Sate Babi Bawah Pohon
Setelah puas makan sate babi pakai lontong dengan harga Rp 30.000 saja, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat beli oleh-oleh. Devi menyarankan ke Larissa. Katanya di sana beli oleh-olehnya lebih murah dibanding kalau beli di Krisna. Lokasinya sebrang Joger guys. Jadi mudah banget kan menemukannya?! Dan memang, di sana harganya lebih bersahabat dan tentunya di sana juga menjual kerupuk samcan Rejeki. Buat kalian yang ke Bali dan memakan babi, jangan sampai juga deh ga beli kerupuk samcan Rejeki ini. Harganya untuk ukuran besar sekitar Rp 80.000, sedangkan untuk ukuran kecil Rp 40.000. Di Larissa juga menjual Pia Legong yang terkenal itu loh. Namun sayangnya saat kami ke sana, stok Pia Legongnya sedang habis. Huhuhu. Padahal Devi dan Elis ingin membawa buah tangan tersebut. Jadi seusai dari sana kami mampir ke toko oleh-oleh lain untuk mencari Pia Legong. Sayangnya di sana juga tak ada. Berhubung kami harus pergi ke bandara, jadinya diurungkan deh niat pergi ke tempat pusat Pia Legongnya.

Kami sampai bandara sekitar pukul 12.00 WIT, sedangkan pesawat kami berangkat kira-kira pukul 15.20 WIT. Masih ada waktu sejenak untuk keliling-keliling di bandara dan mengisi perut. Untuk itu kami nongkrong di Starbuck sebelum masuk ke dalam. Devi dan Iren tak lama pergi ke warung sebelah untuk makan siang ayam betutu. Berhubung perutku masih kenyang dengan sate babi, jadi aku tak makan siang. Aku hanya membeli Bread Papa yang Cream Puff Vanilla seharga Rp 22.000 di dalam sembari menunggu pesawat. Hehe.

Oh ya, di dalam bandaranya juga ada yang menjual Pia Legong loh. Namun harganya dua kali lipat dari beli di pusat. Waw waw. Aku sendiri si tak mau membelinya karena memang waktu kadaluarsanya yang cepat dan aku tak begitu suka pia. Hehehe. Selain karena harganya mahal sih. Hihihi. Yak begitulah perjalanan kami selama di Bali. Ini ringkasan itinerary selama di Bali:

#Kembar5Trip

4 comments:

  1. Emang kenapa kak kalo habis makan babi disaranin makan kerupuk samcan rejeki? Btw koki babinya bener, serem wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kalo habis makan babi del...tapi kalo pemakan babi hehehe
      soalnya itu kerupuk enak bangeeett!!! hehehe

      Delete
    2. Oalah salah paham ^^" berarti itu kerupuknya babi ya kak?

      Delete
    3. yup yup! itu semacam kerupuk kulit! cuma dari kulit babi hehehehe

      Delete