Tuesday, April 3, 2018

Tingkat Satu di ITB - PROKM 2011

Lanjutan dari pos Tingkat Satu di ITB kemarin. Sesuai janjiku, aku mau berbagi cerita tentang UKM dan OSKM. Aku mau klarifikasi sedikit, pada jamanku (2011), OSKM itu disebutnya PROKM. PROKM ini singakatan dari Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa (sepertinya ini singkatannya. haha), sedangkan OSKM sendiri singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa. Nama OSKM sendiri baru muncul saat 2012. Jadi bisa keliatan deh tuh mana mahasiswa angkatan tuir dan mana yang baru dari nama ospek yang diikutinya. (≧▽≦)

Sebelum bahas tentang UKM, tentunya diawali dengan PROKM 2011 dulu yah. Gini nih ceritanya~

PROKM 2011
Sebagai orang yang berganti status dari siswa menjadi MAHAsiswa, aku termasuk ke dalam barisan anak maba (mahasiswa baru) yang harus menjalani ospek. Karena aku ini masuk ITB, jadi yang kuceritain ospek yang aku alami saat masuk ITB. Ga tahu deh kalau di kampus lain begini atau tidak. Ospek yang aku alami ini tergolong baru pertama kali aku rasakan. Kenapa? Soalnya dulu pas jaman sekolah, ospek yang kualami tuh seru. Kakak-kakak kelas ajak aku dan teman-teman jalan-jalan melihat ruang-ruang kelas, ruang guru, laboratorium, perpustakaan, dan tempat-tempat seputar sekolah. Selain itu, ada acara macam ice breaking gitu yang diisi dengan games yang membuat tawa. Aku sendiri disuru membawa barang-barang sesuai dengan clue yang diberikan. Ospeknya sendiri cuma berlangsung selama tiga hari deh. Jadi selama sekolah, aku tak pernah mengalami ospek yang kakak-kakak kelasnya itu marah-marahin aku. (。>﹏<。)

Baru di ITB ini aku ngalamin dimarah-marahin sama kakak kelas. Jujur aku terkena culture shock. Tapi ceritanya nanti akan kuceritakan di akhir ya. Untuk PROKM 2011 sendiri berlangsung selama 5 hari. Hari pertama diisi dengan gladi resik sidang terbuka. Hari kedua berlangsungnya sidang terbuka, saat aku pingsan dan ketemu dengan teman-teman pertamaku di ITB. Kisahnya bisa baca di sini. Hari ketiga dan keempat diisi sama acara kampus, yaitu training 7 habits dan ceramah dari dosen-dosen yang memberikan motivasi dalam mencari tujuan yang mau dicari di ITB ini. Yang kuingat sih ada dosen yang menekankan untuk tidak terlibat dalam game online. Soalnya banyak mahasiswa yang D.O. karena kecanduan main game online. Sebagai gamer yang emang dari bangku sekolah udah suka main game online, di situ aku merasa tertohok. Haha.

Nah balik ke cerita marah-marah, saat selesai mengikuti acara di Sabuga, aku dan maba lainnya digiring (astaga udah kayak embe ya) memasuki kampus melalui tunnel yang menghubungkan Sabuga dengan ITB. Sebelum-sebelumnya saat hari pertama PROKM, yaitu tanggal 1 Agustus 2011, aku diberitahu untuk masuk ke kelompok (taplok/tata kelompok) 4. Jadi sembari menanti anggota taplok 4 lengkap, aku bisa kenalan dan ngobrol dengan sesama anggota taplok 4. Oh ya, taplok 4 ini ada 3 mentor, dua cowo dan satu cewe. Salah satu kakak cowo, Adit namanya, dari jurusan Teknik Perminyakan. Sedangkan kak Okky dari jurusan Mesin. Lalu kakak mentor yang paling cantik (secara cewe sendiri), namanya kak Marsha, dari jurusan Farmasi. Di taplok 4 ini, berisi anggota dari berbagai fakultas dan sekolah. Ada yang dari SBM (bisnis), Farmasi (SF), STEI (eletronika dan informatika), SAPPK (arsitektur dan planologi), dan FTI sendiri. Anak FTI yang setaplok sama aku namanya Kresna dan dia ini juga ternyata masuk ke TI loh.

Doc. Pribadi

Oke kembali ke cerita, setelah semua maba terbagi ke dalam taploknya masing-masing, kami mulai deh interaksi dengan kelompok masing-masing. Para kakak taplok ini akan memberikan materi-materi agar kami menjadi mahasiswa yang baik. Materinya ya tentang potensi, posisi, dan peran mahasiswa yang biasa disebut popope, kemudian materi tentang pendidikan dan realitas bangsa.

Kami juga diberi tugas gitu untuk bikin nametag. Bentuknya seukuran kertas A4, latarnya merah putih seperti Bendera Indonesia dengan gambar garuda di tengahnya. Kemudian ada biodata kami di sana. Kelompok kami menggambar burung garudanya sendiri. Jadi hasilnya ya gitu deh...di saat kelompok lain ada yang mencetak gambar garudanya. Terus kami juga disuruh bikin buku catatan dari kertas reuse. Awalnya aku bingung kertas reuse apaan, yang kutangkap malah kertas rius. Hahah odong banget dah gw!  (▀̿̿Ĺ̯̿▀̿ ̿) Nah di buku catatan itulah aku menuliskan materi-materi yang disampaikan oleh kakak-kakak taplok. Semua tugas yang diberikan itu kami kerjakan dari sore hari hingga malam hari di kosan salah satu anggota taplok 4 yang berlokasi di Cisitu. Duh buat aku yang tak terbiasa "kerja" sampai malam, hari itu adalah hari terlelah yang aku rasakan. Udah gitu aku harus bangun pagi karena jam 6 paginya sudah harus kumpul lagi. Huh. FYI, saat PROKM 2011 ini berlangsung saat bulan puasa. Jadi sebagai orang yang ga puasa, aku kesulitan buat nyari makanan di dalam kampus. Huhuhu. Ga tahu deh kalau sekarang, yang ga puasa apa masih kesulitan ya buat cari makan siang?

Di hari terakhir PROKM 2011, kami dimobilisasi dalam dua banjar gitu menuju ke lokasi yang sudah ditentukan. Di sana kami akan bertemu dengan massa kampus. Saat itu sih kelompokku bertemu dengan massa kampus dari SBM, MTI, dan TK kalau tak salah. Kami ditanya tentang materi-materi yang sudah disampaikan oleh kakak-kakak taplok. Suasana yang dibangun itu sangat serius, bahkan kayaknya mencekam. Massa kampusnya galak dan bicara dengan nada membentak. Tapi ada juga sih yang mukanya ramah. Aku berdoa supaya aku tidak ditunjuk deh. Soalnya aku termasuk maba yang tak hapal-hapal amat dengan materi yang sudah dikasi kakak taplok. Hahah. Jangan contoh aku ya. Setelah selesai berurusan dengan massa kampus yang menegangkan itu, kami kembali digiring entah ke mana. Kakak-kakak taplok sih mengingatkan untuk saling ingat depan dan belakangnya, takut diculik katanya. Sontak aku dan teman-teman (yang cewe) jadi parno terus kami saling memegang tas gitu supaya kami tidak terpisah. Ah tapi tak bisa, soalnya tiap kami berenti dan untuk dikondisikan gitu, kami disuru "tutup mata, tutup telinga, tundukan kepala". Nah saat-saat itu, terjadilah pertukaran panitia gitu. Kakak-kakak taplok yang baik dan ramah seperti indung semang kami berganti menjadi kakak-kakak tatib yang galak dan pastinya ada si DanLap (Komandan Lapangan). Saat-saat tutup mata, telinga, tunduk kepala ini, pasti ada yang teriak "Jangan curi-curi ya! Tutup matanya!". Aaah suasananya jadi tegang deh.

Ketika memasuki Sunken Court, terpampang spanduk-spanduk dengan tulisan warna merah seolah dibuat agar seperti efek darah, yang berisi kalimat-kalimat sindiran kepada kami para maba. Isinya "Selamat Datang Putra-Putri TERBAIK Bangsa", "Masuk pakai UANG RAKYAT, kalian kasih apa buat RAKYAT?", "Bisa kasih solusi apa buat Indonesia?", dan kalimat-kalimat sindiran lainnya yang aku lihat sambil tersenyum kecut. Selain itu, sudah ada barisan "massa kampus" yang menanti di kiri dan kanan kami sambil meneriakkan kalimat-kalimat yang tidak enak didengar. Ada yang bentakan, ada yang sindiran tanjam. Waduh, suasananya sungguh tak mengenakkan deh bagiku. Aku jadi berpikir, astaga kakak-kakak kelas di ITB ini kok begini ya. Nyambut adek-adeknya dengan tatapan sinis, muka galak, dan teriakan. Seperti tidak menyambut, malah lebih ke arah membenci. (ಥ﹏ಥ)

Selain itu ada juga kakak-kakak TaTib (Tata Tertib) berkaus hitam yang membuat perimeter gitu sambil meneriakkan "Awas tangga", "Fokus mba fokus", "Tempel depannya tapi jangan lari" dengan intonasi galak dan muka yang serius. Setelah berjalan dengan penuh perjuangan karena harus cepat tapi tidak boleh lari, ternyata aku dan maba lainnya dikondisikan untuk berbaris di daerah Plaza Widya. Saat itu sih aku ga tahu nama lokasi itu. Yang kutahu cuma kami berbaris mengelilingi tugu dan di dekat tugu itu sudah berdiri satu orang (sepertinya) yang mulai berorasi. Katanya sih dia itu DanLap PROKM ini. Cara orasinya unik. "Fokus...Hanya...Padaku..." dengan cara bicara berteriak dan ada jeda tiap katanya. Kayanya cuma anak ITB yang bisa ngebayangin gimana cara ngomong si DanLap. 

Sebenarnya aku sendiri tidak "fokus" pada si DanLap. Soalnya jejeran massa kampus di sebelahku ini berisik. Untunglah aku berdiri tidak sebelahan dengan massa kampus banget, soalnya ada pohon di sebelahku, jadi ada jarak deh antara massa kampus dengan aku. Tapi tetap saja, suara si DanLap ini tidak bisa kudengarkan dengan jelas. Yang kutahu, saat maba-maba lainnya tepuk tangan, aku pun tepuk tangan. Lalu aku sendiri tidak bisa melihat bentukan si DanLap dengan jelas. Habis dia berdiri tidak tinggi-tinggi amat, jadi ketutupan deh sama maba-maba lain di bagian depan. Lalu setelah si DanLap berorasi ada satu dari perwakilan maba gitu untuk membacakan sesuatu. Aku lupa dia baca apa. Sehabis itu baru tahulah aku bahwa PROKM 2011 ini resmi ditutup. Oohh jadi tadi itu semacam acara penutupan PROKM 2011. Di situ aku baru mengerti maksud para maba dikumpulkan di Plaza Widya. 

Tak lama, terdengar lantuntan lagu Mentari pas banget karena hari sudah senja dan matahari sudah mulai turun. Ketika mendegar lagu ini, ada beberapa anak yang ikut menyanyikan lagu tersebut. Memang sih hari kemarinnya kami sudah diberikan lagu-lagu kampus gitu. Bahkan kalau tak salah kami disuruh menghafal lagu Mentari deh.

Lantunan melodi yang lembut membuat suasana jadi syahdu ditambah dengan sorotan cahaya matahari yang membuat jingga seluruh area tempat kami berdiri semakin mencairkan suasana kala itu. Ah suasananya sulit aku gambarkan...intinya mendengar lagu itu hati ini rasanya jadi adem gitu. Setelah sebelumnya panas karena mendengar bentakan-bentakan dari massa kampus.

Mentari menyala di sini

Di sini di dalam hatiku

Gemuruhnya hingga di sini

Di sini di urat syarafku
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku

Berlapis pagar duri di sekitarku

Tak satupun yang sanggup menghalangiku

Menyala di dalam hatiku
Hari ini hari milikku

Juga esok masih terbentang

Dan mentari kan tetap menyala

Di sini di dalam hatiku 

Setelah dikumandangkan lagu Mentari, diputar juga lagu Kampusku. Lagu yang cukup semangat setelah sebelumnya lagu Mentari yang mengalun pelan. Setelah acara penutupan PROKM 2011 ini selesai. Kami (anggota taplok 4) kembali kepada kakak-kakak Taplok 4. Mereka memberikan kami instruksi untuk kumpul lagi karena akan diadakan foto kelompok gitu di hari OHU besoknya. Apa itu OHU? Nanti kuceritakan ya. Terus tak lupa kakak-kakak taplok juga mengingatkan kami untuk selalu memberi kabar ketika sampai ke tempat kami masing-masing dengan selamat. Katanya sih takut kami diculik. Soalnya suka ada oknum-oknum jahat karena tahu kami ini maba (cirinya ya karena pakai seragam SMA dan mengenakan jamal alias jaket almamater).

Kesimpulannya, acara PROKM 2011 ini sejujurnya sangat bagus untuk diikuti. Soalnya para maba ini dibekali training sekelas 7 habits yang bisa membantu aku, selaku maba, dalam berkuliah. Terus kakak-kakak taploknya juga memberikan materi yang bagus banget supaya kelak kami menjalankan popope sebagai mahasiswa ini dengan baik. Lalu aku juga jadi dilatih mentalnya karena aku akhirnya merasakan berada di bawah tekanan massa kampus. Ya meski negatifnya sih celetukan-celetukan yang dilemparkan massa kampus saat aku dimobilisasi itu bikin sebal dan rasanya malah membuat kesan "kok mahasiswa begini ya". Terus aku juga jadi bisa mendapat banyak kenalan dari luar fakultas. Soalnya kan aku sekelompok dengan maba dari sekolah atau fakultas lain. Keluarga pertama yang aku rasakan di tahun pertama itu ya dari taplok 4 ini.

Ah tahu-tahu sudah panjang saja, cerita soal UKM dan apa itu OHU-nya dilanjut nanti ya. See you.

Oh ya, saat PROKM inilah aku diajarkan salam sakral ITB, yaitu salam Ganesha. Jadi sebagai penutup mari ucapkan salam Ganesha.
"Bakti kami untuk-Mu Tuhan, Bangsa, dan Almamater. Merdeka!"

No comments:

Post a Comment