Berhenti Sejenak

December 03, 2019
Berhenti sejenak dari kerjaan penat di kantor (baca: cuti) adalah suatu hal yang biasanya diinginkan para budak korporat. Salah satunya saya. ๐Ÿ˜ƒ Dua minggu lalu ini saya memanfaatkan cuti kerja dalam rangka bulan madu. Uhuk. Mohon maaf saya absen 2 minggu ga nulis blog. #plak 
Sebenarnya sih saya nikah sudah dari bulan Oktober. Tapi saya sengaja tidak mengambil cuti saat hari H pernikahan. Kenapa? Selain karena tiket liburannya dibeli untuk bulan November, juga karena sengaja dikumpulkan cutinya supaya bisa disatukan di bulan November kemarin itu. Ehehehe...


Ngomong-ngomong soal cuti, terkadang hal ini menjadi hal yang segan untuk diajukan kepada atasan. Aku sendiri pun demikian. Untuk ngomongnya saja tuh kadang suka susah dan harus tunggu momen yang pas. Syukur-syukur kalau atasan peka, jadi aku lebih enak lagi deh ngomongnya! HAHAHA. Berhubung momenku ini habis nikah, makanya atasanku menanyakan "kapan cuti?" Itu tuh pertanyaan yang kutunggu ditanyakan oleh bos. Jadi kan aku ga perlu segan-segan untuk mengangkat topik "Pak saya mau cuti". Hahaha.

Aku juga sempat mendengar cerita dari temanku yang memiliki atasan yang workaholic. Jadi atasannya itu ga pernah mengajukan cuti sekalipun. Cuti sakit pun tidak ada karena beliau tidak pernah sakit. Alhasil, temanku ini sebagai bawahan kesulitan untuk mengajukan cuti. Sekalinya dia mengajukan cuti, bosnya pun merasa ga senang dan meskipun mengijinkan cuti, dia akan nyindir-nyindir temanku ini karena mengajukan cuti. Hmm...berat juga ya kalau begitu. Padahal kan cuti itu adalah hak untuk para pekerja juga ya. Jadi adakalanya pekerja juga butuh untuk berhenti sejenak dari penatnya kerjaan kantor dan me-recharge kembali energi sehingga ketika kembali kerja pun bisa fresh kembali. (Ah apa bener gitu jadi fresh lagi?  ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)

Ya makanya aku bersyukur deh bisa kerja di tempat kerja yang atasannya tidak seperti cerita temanku itu. Jadi ga enak juga kan nanti saat sudah masuk kerja, eh malah disindir-sindir atasan karena kita mengajukan cuti. Yang ada malah jadi bete kan sebelum mulai kerja lagi...

BTW prinsipku sih cuti itu harus loh. Maksudku jangan sampai kita over kerja tapi tidak menikmati hasil dari kerjaan (gaji). Hidup harus seimbang lah. Ada kalanya untuk bekerja, ada kalanya untuk berhenti sejenak dan istirahat.

6 comments:

  1. Sependapat saya. Adakalanya kerja keras adakalanya juga memanjakan diri, karena kata temanku "kewarasan is the first"
    Wkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes! Makanya harus seimbang yak hehehe

      Delete
  2. Dalam sejarah karirku sbg pegawaiku, cutiku selalu habis, bahkan kadang ngutang di tahun depan hahaha karena moto hidupku adalah work harder, play even harder ๐Ÿ˜Ž

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya aku juga pernah minus hahaha
      moto yang bagus kak! Hehehe

      Delete
  3. Kadang iri sih baca cerita orang yang tempat kerjanya taat peraturan dan menyediakan jatah cuti perbulannya. Soalnya gak pernah aku dapet jatah cuti, paling banter ya bolos aja kalo emang lagi sakit atau ada acara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah? kok bisa ga ada jatah cuti? Bisa dituntut loh perusahaan kalo ga ngasih jatah cuti

      Delete

Powered by Blogger.