Thursday, May 17, 2018

Jalan-Jalan ke Bali: Insiden Milo

Tanggal 10 Mei kemarin aku bersama best friends forever (BFF) aku jalan-jalan ke Pulau Dewata. Jalan-jalan ini diadakan sebelum pada nikah gitu deh. Jadi masih bisa bebas ke sana-ke sini gitu. Hahaha. *kaya yang bakal cepet nikah aja ya*
Kami liburan selama 4 hari 3 malam dengan memilih menginap di Sense Hotel Seminyak karena lokasinya yang dekat dengan pertokoan Seminyak. Kami memang sudah merencanakan liburan ini dari jauh-jauh hari dengan membeli tiket AirAsia mumpung harga tiketnya tidak mahal-mahal banget, tapi tidak bisa dibilang murah juga sih. So, ini cerita liburanku kemarin, mari disimak ya. Hehe. Kubuat biar nanti saat sudah beberapa tahun ke depan, aku dan teman-teman bisa mengingat perjalanan liburan kami ini kembali. Hihihi.

10 Mei 2018
Hari ini merupakan tanggal merah, yaitu hari Kenaikan Tuhan Yesus. Beberapa hari sebelumnya aku harus tidur larut karena harus mengerjakan tugas pelayanan dahulu. Jadilah aku baru sempat packing kemarin malam. Berhubung badan sangat lelah, jadi aku memutuskan untuk bangun lebih siang di hari ini. *ketauan banget malah ga pergi ke gereja* Huhuhu. Maafkan hamba ya Tuhan. (ಥ﹏ಥ)
Oke back to topic, flight kami ke Bali itu jam 15.20 WIB. Tapi Devi memutuskan untuk berangkat jam 9 pagi dari Karawang naik DAMRI karena jadwal tersebut yang paling pas untuknya tiba di bandara tepat waktu. Tentulah dia akan sampai paling pertama di bandara. Jadi, aku memutuskan berangkat pagian juga supaya bisa menemani Devi di bandara.
Untuk pergi ke bandara, aku menggunakan jasa Grab Hitch alias nebeng dengan pengguna Grab yang hendak pergi ke bandara juga. Dengan menggunakan jasa tersebut, aku cukup mengeluarkan kocek Rp 85.000 instead of Rp 101.000. Nice kan?
Dalam menggunakan fitur Grab Hitch tersebut, aku mengatur jadwal penjemputan jam 11.30. Aku sebenarnya agak gambling juga sih bakal ada yang mau ambil atau tidak. Namun karena aku juga memang tidak buru-buru berangkat, aku sabar saja menunggu sambil aku menghabiskan Pocky. Tak beberapa lama, akhirnya ada juga pengguna Grab yang mau mengangkutku. Sekitar jam 11.30 aku dijemput dan aku tiba di bandara sekitar jam 12.00 WIB. Di bandara aku bertemu Devi di Imperial Kitchen karena doi sedang makan siang di sana. Aku pun memutuskan untuk makan siang juga di sana karena nanti kami tiba di Bali sore hari, yaitu jam 18.00 WIT. Tentulah aku akan kelaparan kalau aku tidak makan siang terlebih dahulu. Di Imperial Kitchen aku memesan nasi goreng beef.

Nasi Goreng Sapi
Dari penampilan si nasi goreng ini terlihat si mas kokinya buru-buru gitu kali ya. Habis masih berantakan gitu plating-nya. Tapi yasudahlah, toh rasanya tetap enak. Hehe. Untuk nasi goreng sapi dan satu gelas es teh tawar aku harus mengeluarkan uang Rp 75.000. Hhhh. Maklumlah di bandara, makanannya langsung jadi mahal-mahal. Tapi daripada aku kelaparan kan?

Semakin mendakati jam 13.00 WIB, Elis dan Iren pun akhirnya tiba di bandara. Kami pun menghabiskan waktu menunggu flight di Imperial Kitchen ini. Hahaha. Setelah dekat-dekat waktu boarding, kami bergegas ke check-in counter untuk memasukkan bagasi dan menuggu di ruang tunggu pesawat. Sekitar jam 15.20 WIB akhirnya petugas pesawat sudah mulai memperbolehkan kami untuk masuk pesawat. Ternyata kami harus naik bus dulu nih buat masuk ke pesawatnya. Habis si pesawat parkirnya cukup jauh dari tempat kami menunggu.

Singkat cerita, sekitar jam 18.00 WIT kami tiba juga di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sehabis mengambil bagasi yang ternyata cukup cepat, kami pun keluar untuk memesan taksi. Awalnya kami memesan taksi online, namun si supir taksi online-nya meminta harganya tidak sesuai dengan applikasi dan kami harus membayar Rp 100.000. Jadilah kami membatalkan pesanan tersebut dan memesan taksi bandara. Namun jatuhnya jadi lebih mahal sih. Hahaha.

Berhubung kami sudah kelaparan, kami meminta pak supir taksi untuk mengantarkan kami ke Kilo Bali. Di sana kami terpaksa membawa-bawa koper kami ke dalam resto dan oleh pelayan, koper kami disimpan di tempat yang aman supaya tidak mengganggu lalu lintas di dalam (uda kaya mobil saja). Di Kilo aku memesan Homemade Ricotta Gnocchi seharga Rp 150.000 dan Grass Thought untuk minumannya. Harganya aku lupa berapa, tapi untuk membayar taksi dan makan di Kilo, aku harus merogoh kocek sebesar Rp 275.000. Wah wah hari pertama sudah keluar lebih dari Rp 300.000. Ya namanya juga liburan. (・∀・) Untuk foto-foto makanannya bisa kalian lihat di IG akuh ya @furisukabofood ^^

Setelah perut kenyang, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju hotel tempat kami menginap. Luar biasa ga kami wanita-wanita kuat ini?! Untuk menuju hotel, kami harus berjalan sekitar 1,4 km loh guys. Bodo amat deh dilihatin orang-orang karena kami berempat jalan berbaris dengan menarik koper-koper kami. Hihih. ヽ༼ຈل͜ຈ༽ノ Sesampainya di Hotel Sense Seminyak, kami disambut dengan pelayan resepsionis yang memberikan kami welcome drink berupa es jeruk segar. Waah gila ini sih enak banget! Pas sekali habis keringetan jalan kaki dan haus, kami disuguhkan minuman segar. Mantap! Sesudah check-in kami pun bergegas ke kamar kami masing-masing. Sebelumnya di Kilo, kami hom pim pa dulu untuh menentukan sekamar dengan siapa (bocah banget ga?). Hasilnya aku sekamar dengan Elis dan Iren dengan Devi. Wah pas banget seperti live in di Yogyakarta dulu formasinya.

Kamar kami sebrang-sebrangan. Aku dan Elis di 5211, Devi dan Iren di 5208. Sebelumnya kami meminta kepada petugas resepsionis agar esok malam kami dipindahkan ke kamar yang memiliki connecting door. Jadi kami bisa bolak balik antar kamar kami gitu deh. Hihhi. Permintaan kami pun disetujui dan esok malam dan lusa, kami serasa punya dua kamar gitu. Yeay! (/◕ヮ◕)/.

Setelah kami bersih-bersih (mandi) dan sudah siap bobo cantik, Devi dan Iren memesan Go-Mart untuk membeli air mineral 1500ml 4 botol dan satu kaleng Milo untuk Iren. Kejadian kocaknya, setelah Devi dan Iren turun ke lobby untuk mengambil pesanan, mamang Gojeknya malah membawakan satu botol air mineral 1500 ml dan 1 kaleng Milo. Sontak Devi dan Iren komplain karena pesanannya salah. Karena merasa bersalah, si mamang Gojek pun pergi kembali untuk membelikan sisa pesanan kami.

Sudah menunggu lumayan lama, akhirnya si mamang Gojek sampai dan kalian tahu apa yang dia bawa? Kali ini dengan terengah-engah si mamang Gojek menyerahkan satu plastik pesanan kami yang berisi tiga kaleng Milo. HAHAHA. Sontak Devi dan Iren kembali protes karena mamang Gojeknya salah lagi. Namun kali ini si mamang Gojeknya curhat. Untuk membeli tiga kaleng Milo tersebut, si mamang Gojeknya harus berpindah dari satu Minimart ke Minimart berikutnya karena Milo tersebut hanya ada satu di masing-masing Minimart yang ia datangi. Dengan rasa kasihan, akhirnya Iren pun menerima belajaan yang sudah dibelikan dengan susah payah oleh si mamang Gojek.

Sekembalinya mereka ke kamar, mereka pun menceritakan kejadian tersebut. Kami berempat tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut karena kejadian tersebut. Pantas saja si Devi dan Iren lama sekali mengambil pesanannya. Awalnya aku pikir mereka jalan-jalan ke sebelah. Maklum sebelah hotel kami itu Motel Mexicola, semacam bar gitu deh kalau malam hari. Hihihi. Begitu hari pertama liburan kami!

#milo #kembar5trip

No comments:

Post a Comment