Monday, December 4, 2017

Movie Review: Murder on the Orient Express (2017)

IMDb
Wah ini kali pertama gw mengulas soal film yang gw tonton. Sejujurnya gw tuh ga berencana nonton ini sama sekali. Namun Sabtu kemarin gw diajak nonton dan gw pun mengiyakan saja toh gw ga ngapa-ngapain juga di Sabtu kemarin. Awalnya sih mau movie marathon Murder on the Orient Express dan Justice League. Kami pilih Murder on the Orient Express duluan karena Justice League itu sudah tayang dari kapan tahu, jadi perkiraan kami pasti Murder on the Orient Express akan lebih ramai pengunjung. Kami nonton di XXI Gading jam 16.55 WIB. Membeli tiketnya tentu saja menggunakan M-TIX supaya tidak perlu capai mengantri. Maklum nontonnya kan di Jakarta dan di akhir pekan. Wah pasti ramai sekali bioskop kota metropolitan ini. Oke kembali ke intinya. 
Jenis film : crime, drama, misteri.
So pasti lah seputar itu karena kan diangkat dari novel Agatha Christie yang terkenal dengan novel misterinya dan si tokoh utama si Hercule Poirot sang detektif terkenal.
Sutradara : Kenneth Branagh
Selain menjadi sutradara, doi juga main loh di film ini sebagai Hercule Poirot. Uwow. To be honest, I made a mistake. Masa selama menonton itu gw mengira Hercule Poirot itu adalah Johnny Depp. OMG. Gw langsung dikata-katain Kibo karena ini. Huhuhu...
Penulis : Michael Green
Produksi : 20th Century Fox
Durasi : 113 menit
Diperuntukan untuk remaja usia 13 tahun ke atas. Jadi buat bapak dan ibu muda yang bawa anak kecil, tolong jangan nonton film ini yah. Soalnya pasti si adek akan boring dan malah mengganggu penonton lain yang benar-benar serius menonton.
Sinopsis : 
Sebuah perjalanan kereta mewah melintasi benua Eropa akhirnya menjadi kisah misteri yang paling menegangkan dan mendebarkan yang pernah diceritakan. Berdasarkan novel laris karya Agatha Christie, “Murder on the Orient Express” menceritakan kisah 13 orang penumpang dalam kereta yang menjadi tersangka pembunuhan. 
Seorang detektif harus berlomba dengan waktu untuk memecahkan kasus ini sebelum terjadi pembunuhan berikutnya. Kenneth Branagh menjadi sutradara dan memimpin para pemeran bintang seperti Penelope Cruz, Willem Dafoe, Judi Dench, Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Daisy Ridley dan Josh Gad.

[Review] 
*gw tak menjamin ini tidak ada spoiler ya. Hahaa~
Sesuai dengan sinopsisnya, keretanya benar-benar mewah loh. Ada dining room, ada kitchen dan kita bisa menyaksikan sang koki dengan piawainya membuat flambe. Gw jadi pengen coba naik kereta mewah tersebut deh. Namun kata Kibo, sekarang kereta dengan compartment seperti itu sudah tidak ada lagi. Maklum sudah ada pesawat, jadi untuk berpegian jauh kan lebih memilih menggunakan pesawat daripada kereta.
Awal cerita itu langsung disuguhkan pada Hercule Poirot yang menyelesaikan satu kasus. Wah meski kasusnya terlihat simple, tapi kalau gw yang jadi detektifnya, gw bakalan kesulitan memecahkan kasus itu deh. (´-﹏-`;) Di film tersebut juga disuguhkan cara menangkap pelaku yang sudah ketahuan dan berusaha kabur dengan menarik. Gw cukup terkesan dengan pembukaan dari film ini.
Nah kasus utama dari film ini ya pasti pembunuhan di dalam kereta Orient Express. Hercule Poirot yang sebenarnya berniat untuk liburan malah harus terlibat dengan kasus baru dan harus memecahkannya. Satu per satu tersangka kasus pun diinterogasi untuk mendapatkan bukti-bukti dan mencari celah sang pelaku melakukan kesalahan. Adegan ini cukup menarik juga disajikan. Penonton dibuat untuk berpikir dan mengira-ngira juga siapa pelaku dari pembunuhan tersebut. Namun menurut gw sih clue-clue yang didapat itu tiba-tiba saja didapat Poirot. Entah darimana si Poirot mengetahui latar belakang dari seluruh tersangka yang mengarahkan pada diketahuinya siapa pelaku sesungguhnya. Pokoknya, si Poirot itu langsung saja menceritakan latar belakang dari semua tersangka. Ya mungkin kalau diceritakan detil dia tahu darimana, akan sangat lama durasinya.
Lalu menurut gw klimaks yang disajikan juga terlalu terburu-buru dan ya itu tadi, tiba-tiba si Poirot itu tahu informasi yang mengarahkan pada pelaku. Padahal di film tuh ga ada sama sekali scene tentang dia dapat informasi tersebut. Kan penonton jadi merasa tiba-tiba si Poirot ini dapat ilham dari langit gitu.
Rating dari IMDb itu 6,8 dari 10. Menurut gw sih 7,5 dari 10 lah ya. Karena masih oke menurut gw dan ga seburuk itu. Suka sama film detektif begini dan masih ringan dibanding kalau nonton Sherlock Holmes. Heheh..

6 comments:

  1. Antara penasaran dan ngga penasaran sama film ini wkwkw soalnya ada yang bilang bagus banget, ada juga yang nggak seleranya #seleraorangbeda2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kalo suka film detektif sih yang ini masih seru buat ditonton..cuma kalo seneng yang berat gitu ya jadi ga bagus hahaha...mending nunggu downloadannya keluar aja. Hihihi~

      Delete
    2. hihihih
      gratisan itu is the best! :p

      Delete
  2. G juga nonton, pik. Tp masih lebih bagus bukunyaa~ Filmnya kurang waw klo kata g.. X'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah lo punya novelnya?? Apa baca online?
      Filmnya terlalu cepet ga sih? Hahaha tapi emang kalo dari novel gitu sih jadinya. Diringkas gituu~ Jadi klimaksnya kurang dapet ga kaya di novel.

      Delete