Tuesday, May 23, 2017

Freestyle Writing Menggunakan Tiga Kata

Freestyle Writing menggunakan tiga kata? Apa sih itu?
Jadi saat gw baca pos di blog teman, dia lagi bahas tentang ini. Ini merupakan salah satu teknik menulis yang idenya datang dari 3 kata. Caranya sih dengan amati sekeliling dan pilih tiga objek yang nantinya digunakan dalam sebuah cerita. Kemarin malam saat gw sedang bengong dan berusaha untuk tidur, gw teringat akan hal ini. Sambil menatap langit-langit kamar dalam kegelapan, tiga kata yang terlintas di benak gw adalah mimpi, uang, dan lapar. Jangan tanya gw kenapa tiga kata itu yang terlintas di kepala gw. Hahaha.. tapi untuk kata lapar sih karena saat itu gw agaknya merasa lapar. #gembul
Nah ini dia freestyle writing dengan tiga kata yang sudah gw pilih!

"Sehari bisa makan cukup.", sahutku dalam hati.
Itu merupakan mimpiku. Mungkin menurut orang mimpiku itu sangat sederhana. Padahal kata orang, 
"Gapailah mimpi setinggi langit." 
Tapi memang saat ini, itulah mimpiku. Selalu menahan lapar karena orang tuaku tak cukup mampu untuk memberiku makan tiga kali sehari. Dari kumembuka mata, rasa perih di perut sudah menghantuiku. Merengek pada ayah dan ibu tidak cukup membantuku menghilangkan rasa lapar ini. Hanya akan menambah beban di benak mereka saja.
Ayah dan ibuku memiliki pekerjaan sebagai pemulung. Ibuku akan membawaku serta saat bekerja. Adikku yang masih bayi digendongnya dengan kain cukin. Menjelang siang, ibuku akan beristirahat di depan sebuah toko yang mengijinkannya untuk singgah. Sedangkan aku? Aku pergi ke toko-toko untuk meminta uang. Aku punya ibu lain di salah satu toko dekat tempat ibuku beristirahat menimang-nimang adikku. Saat kudatang ke sebuah toko kosmetik itu, kuberteriak...
"Mami. Mami"
"Iya Tasya. Sebentar."
Ku terdiam duduk di lantai sembari menunggu. Di sela-sela menunggu, kuangkat tanganku untuk meminta uang dari pembeli yang ada di situ. Beberapa ada yang merasa terganggu dengan adanya hadirku di situ. Beberapa ada pula yang mengasihani dan memberiku sedikit uang receh.
"Nih.", sahut mamiku.
Setelah menerima selembar uang Rp 2.000, kuberlari keluar kembali ke ibuku. Ya aku suka meminta uang ke mami. Uang itu kuberikan kembali pada ibu agar ibu dapat membelikanku makanan. Makanan untuk menghilangkan rasa perih di perutku yang sejak pagi sudah teriak minta diisi. Senyumku pun mengembang karena hari ini setidaknya dapat kugapai mimpiku itu. Nasi bungkus dengan lauk tahu dan tempe. Nikmat yang tiada dua kudapatkan hari ini dan berharap esok pun akan kudapatkan kenikmatan ini kembali.


Cerita di atas merupakan kisah nyata. Membayangkan ketika diri ini menjadi Tasya. Memang pasti berbeda kalau dari kacamata Tasya sendiri, karena gw ga pernah merasakan hidup seperti dirinya. Terakhir, bersyukur gw masih memiliki kehidupan yang layak dan bisa bersekolah, bahkan hingga ke perguruan tinggi. So, jangan sia-siakan hidup ini dan terus mengucap syukur.

Yak, itulah  freestyle writing menggunakan tiga kata. Buat yang baca, gw tantang untuk buat juga ya! Kalau sudah, jangan lupa tag dengan komen di pos ini supaya dapat gw baca juga cerita buatanmu  ^^

4 comments:

  1. Haha justru aku baca punyamu dulu Mei sebelum aku buat post ini. Haha anyway, thanks for your idea :)

    ReplyDelete
  2. itu g juga ngambil ide dari blogger lain.. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk gpp la sama2 menginspirasi, btw gw tadi baru baca posmu yang baru. gw kira komenmu yang blg "done" itu buat pos sebelumnya yang tentang kopi, pink, kalender. hahaha gataunya ada bikin lagi yang baru :D

      Delete