Tuesday, February 18, 2014

Melihat-lihat

Pas lagi mao beresin file-file yang ada di laptop gw..ekh gw jadi nostalgia pas gw lagi PPAB MTI
haha...
Jadi ceritanya gini...
Pas gw lagi interaksi...lagi cek spek gitu...maklum speknya ada banyak..ada 11 biji kayanya..Ekh tau-tau gw disuru keluar barisan gara-gara gw speknya salah...
Mau tau salah gw apa??? *salah yang menurut gw sungguh-sungguh kesalahan tak masuk akal*

Jadi kan semua peserta PPAB mesti pake nametag yang dikalungin..*kaya kambing yang siap disembelih* hahaha... :p
Nah, tu nametag tuh harus bolong di keempat sudutnya...nah jadi talinya tu mesti disambungin antara lubang atas sama lubang yang bawah..jadi ngebentuk garis horisontal gitu....dan waktu itu gw ga nyambungin tu tali sesuai yang kakanya minta...
kena de gw!
=="
trus dihukum suru bikin ginian ni~

Pentingnya Integritas dan Efeknya terhadap Kemajuan Ekonomi di Indonesia
Integritas, sering kita mendengar kata integritas dikumandangkan. Namun, bila ditilik lebih jauh, apakah kita benar-benar sudah memahami makna integritas yang sebenarnya? Banyak pemimpin-pemimpin negara ini yang bicara mengenai integritas. Tapi dalam kenyataannya kita tidak melihat integritas yang mereka koar-koarkan.
            Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Definisi integritas menurut Stephen R. Covey adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan, sedangkan menurut Arthur Gordon, dianalogikan dengan matematika. Sebuah bilangan bulat adalah bilangan yang tidak dipecah-pecah menjadi pecahan. Demikian pula orang yang penuh integritas tidak bisa dibagi-bagi menjadi beberapa sosok. Dia bukan orang munafik sehingga dia tidak pernah berbenturan dengan prinsip yang dianutnya.
            Dari definisi-definisi yang telah disebutkan di atas, kita dapat memahami makna dari integritas yang sebenarnya. Poin selanjutnya adalah pengaplikasian integritas dalam kemajuan ekonomi di Indonesia. Integritas tentu penting diterapkan oleh kita demi kemajuan ekonomi bangsa kita, Indonesia. Sebagai contoh adalah integritas seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur haruslah memiliki integritas agar mendapatkan dan mempertahankan dukungan dari investor dan anggota tim manajemen. Dukungan dari investor bukanlah hal yang mudah didapat dan dipertahankan. Bila kita sebagai entrepreneur tidak memiliki integritas, para investor yang mau menanamkan modalnya di perusahaan kita tentu akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya ke dalam perusahaan yang kita kelola. Bila kita sudah dicap negatif oleh para investor, siapa nanti yang akan percaya kepada kita. Pada akhirnya kita tidak mendapatkan dukungan modal untuk mengembangkan perusahaan kita. Bila kita tak punya modal, perusahaan yang telah kita bangun tentu akan bermasalah dan berujung pada kebangkrutan. Bila perusahaan kita bangkrut, karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan kita pun akan kehilangan pekerjaan. Akhirnya, angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.
            Selain integritas seorang entrepreneur, integritas perusahaan pun sangat penting untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan dan vendor. Bila perusahaan yang dibangun tidak mempunyai pelanggan karena pelanggannya tidak percaya pada kinerja perusahaan tersebut, tentu lambat laun perusahaan tersebut akan mati (bangkrut) juga.
Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai spesifikasi orang lain seperti investor, pelanggan, dan vendor melihat tingkat integritas seorang entrepreneur maupun perusahaannya. Spesifikasi berikut bersumber dari Forbes. Poin yang pertama adalah memenuhi komitmen. Sebagai seorang entrepreneur, bila kita terlambat dengan komitmen rencana bisnis atau pertemua dengan investor, kita kehilangan integritas. Sebagai perusahaan, jika pelanggan merasa bahwa kita tidak memenuhi komitmen kualitas produk kita, perusahaan kita kehilangan integritas. Poin yang kedua adalah jujur pada kesalahan. Jujur di sini bukan hanya terkait dengan apa yang diucapkan atau dikatakan, tetapi juga yang terlihat oleh orang lain. Bila kita tak dapat memberikan pelayanan yang baik karena kesalahan perusahaan kita, misal produksinya terhambat, kita harus menunjukkan integritas dengan menyertakan alasan yang sebenarnya dalam permintaan maaf kepada pelanggan atau investor. Janganlah kesalahan ditutup-tutupi demi perusahaan kita terlihat baik-baik saja.
Poin yang ketiga adalah konsisten moral. Konsisten moral adalah tanda untuk memenuhi target harapan moral penerima. Jika produk adalah marjinal atau lebih buruk, kita akan kehilangan pelanggan yang kecewa dengan hasil produk kita. Poin yang keempat adalah perlakukan semua orang dengan hormat. Tidak ada satu orang pun yang suka jika dirinya tidak dihormati (dari sudut pandang mereka).
Poin yang kelima adalah membangun dan menjaga kepercayaan. Kepercayaan dari investor maupun pelanggan sangatlah penting. Bila kita sudah mendapat kepercayaan dari mereka, tentu ke depannya akan baik. Kepercayaan ini berkaitan erat dengan ketergantungan yang dibangun pada karakter, kekuatan, dan kemampuan. Biasanya diperlukan beberapa sikap dan tindakan yang baik atau jujur untuk membangun kepercayaan tersebut. Untuk membangun kepercayaan kepada perusahaan kita, perlu personalisasi untuk perusahaan kita. Orang berbisnis dengan orang. Dengan demikian, perusahaan dan kualitas produk kita akan terkenal, bahkan di tingkat internasional.
Bila kelima poin tersebut di atas kita perhatikan baik-baik, tentunya kita pun akan memperoleh hasil yang baik. Bila perusahaan kita (perusahaan lokal) dapat bertahan di tengah perusahaan-perusahaan asing yang besar, tentu hal ini dapat membantu memajukan ekonomi bangsa ini. Ekonomi bangsa ini tidak hanya tergantung pada perusahaan asing yang sering kali meraup sumber daya alam negara kita.
Bila perusahaan kita dapat bergerak dalam pengelolaan sumber daya alam, itu akan lebih baik lagi. Negara kita tidak digerogoti sumber daya alamnya oleh perusahaan-perusahaan asing yang tak bertanggung jawab. Perusahaan asing yang hanya ingin untung besar dan negara kita yang menderita kerugian besar. Apalagi perusahaan asing yang melakukan suap kepada para birokrasi-birokrasi negara ini yang hanya mementingkan diri sendiri.
Jadi, integritas haruslah dimulai dari setiap diri kita. Integritas dimulai dari pikiran kemudian meresap ke jantung dan kemudian menjadi jiwa perusahaan yang kita bangun. Jika seorang wirausaha yang menjalankan perusahaan tidak memilki integritas, biasanya lama kelamaan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Perusahaan tersebut akan dibayangi oleh kebangkrutan. Bila perusahaan bangkrut, akan menimbulkan masalah baru lagi terhadap negara ini. Jadi, integritas haruslah dilakukan setiap saat. Integritas harus dimiliki oleh setiap kita insan-insan harapan bangsa ini. Integritas harus dijunjung tinggi dan diterapkan mulai dari sekarang. Tidak menunggu ketika kita sudah bekerja di perusahaan atau ketika kita mendirikan perusahaan. Tetapi ketika kita berkuliah. Integritas haruslah kita terapkan. Melalui integritas, kita akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan ekonomi bangsa ini.

Nah...itu gw bikin subuh-subuh kali..baru beres kumpul angkatan n nge-print foto buat ditempel di buku angkatan. Sumpah ngantuk abis pas gw bikin itu...belom lagi mesti bangun subuh-subuh juga..kalo ga salah..gara-gara tu tugas..gw cuma tidur 2 jam apa 3 jam gituu...weleh-weleh... =="

No comments:

Post a Comment