Wednesday, February 5, 2020

Faktor-Faktor Orang Betah Bekerja di Suatu Perusahaan

Bekerja (Sumber: Freepik)
Ngomong-ngomong soal bekerja, kira-kira aku sudah masuk ke dunia kerja itu sekitar 5 tahun. Wow! Tak disangka-sangka ya. Kalau dulu jaman kuliah disuruh jawab pertanyaan “Akan jadi apakah kamu 5 tahun ke depan?” Aku galau banget harus jawab apa dan cuma jawab seadanya kalau aku akan jadi manager di sebuah perusahaan. Terus setelah lulus dan menjalani kehidupan sebagai pekerja yang sesungguhnya, bekerja cari uang itu penuh lika-liku ya dan jawaban seadaku itu tak sepenuhnya bisa dibilang terwujud.

Orang bilang setelah lulus nanti, ilmu teoritis yang akan dipakai itu paling cuma 20%. Itu pun kalau masuk ke bidang pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya. Kalau ga sesuai dengan jurusan, ya otomatis ga kepake sama sekali ilmu di bangku kuliah itu. Paling yang bisa terpakai itu mindset yang terbentuk selama mengemban pendidikan di bangku kuliah.

Lalu, bagaimana dengaku? Puji Tuhan setelah lulus aku bisa ikut projek yang dosen sedang kerjakan di sebuah perusahaan percetakan. Otomatis ilmu-ilmuku di bangku kuliah bisa dipakai karena projek tersebut seperti projek untuk membuat Tugas Akhir (TA) alias skripsi. Cuma bedanya ngerjain projek ini bisa dapat gaji dan dikerjakan beramai-ramai.

Berhubung itu hanya sebuah projek, masa kerjaku ya hanya selama projek tersebut berjalan. Kira-kira 4 bulan saja. Sisanya aku mulai cari-cari kerjaan lagi dan beruntung temanku memberikan lowongan pekerjaan yang lagi-lagi kerjaannya project base. Masa kerjaku kali ini 9 bulan karena memang projek tersebut akan segera usai sehingga aku pun hanya dibutuhkan selama 9 bulan seperti lamanya ibu mengandung. Tapi memang tak menutup kemungkinan kalau masa kerjaku akan diperpanjang apabila ada projek lain.

Puji Tuhan aku diterima dalam perusahaan tersebut. Bekerja di sebuah perusahan konsultan menuntutku untuk selalu bisa memberikan alternatif solusi untuk berbagai permasalah sebuah perusahaan. Di awal-awal aku memang diminta untuk membantu sebuah projek. Setelah mulai terbiasa, akhirnya aku pun diterjunkan pada projek-projek lain di samping projek utamaku. Di perusahaan ini aku bisa memanfaatkan ilmuku dari jurusan Teknik Industri. Kerjaannya mirip lah sama tugas kampus dulu yang intinya mencari alternatif solusi dan menyelesaikan masalah. Aku suka bekerja di sini. Teman-temannya juga menyenangkan sehingga membuatku betah.

Ah jadi ngalor ngidul gini kan cerita soal bekerjanya. Daripada post ini berakhir menjadi sebuah post curhatan pengalaman pribadi. Aku kasih hal yang cukup bermanfaat untuk dibaca deh.

Apa sih faktor-faktor orang bisa betah bekerja di suatu perusahaan? Sebuah perusahaan tentu akan memiliki citra yang buruk apabila turn over pekerjanya terbilang tinggi. Berikut aku rangkum beberapa faktor yang menurutku penting untuk mempertahankan seorang pekerja:
  1. Gaji Tinggi
  2. Faktor-Faktor Orang Betah Bekerja - Sumber: freepik.com
    Sudah pastilah seseorang bekerja itu ingin mendapatkan gaji yang tinggi. Tapi tentu tak semua perusahaan dapat menggaji karyawannya dengan gaji yang tinggi. Apalagi kalau kemampuan si karyawan tidak memenuhi ekspektasi si pemberi kerja. Alhasil gaji yang diterima pun ga bisa tinggi. Tapi menurut artikel yang pernah aku baca (aku lupa artikelnya apa), gaji menjadi salah satu faktor penentu betahnya seorang pekerja.

  3. Rekan Kerja
  4. Faktor-Faktor Orang Betah Bekerja - Sumber: freepik.com
    Kalau bekerja di tempat dengan lingkungan pertemanan yang sikut-sikutan tentu membuat adanya seleksi alam yang berarti kalau ga betah dengan linkungan “kompetitif” seperti itu, akan berakhir mengundurkan diri dan pindah ke tempat kerja yang lain.

  5. Atasan
  6. Faktor-Faktor Orang Betah Bekerja - Sumber: freepik.com
    Anda akan merasa beruntung apabila punya atasan yang seperti kakak mentor. Mau mengajarkan dan membimbing kita apabila kita salah. Bukan cuma bisa nyuruh-nyuruh dan terima beres kerjaan apabila ngeklaim kerjaan kita sebagai kerjaan dia sehingga dia bisa naik jabatan. Ugh pasti kamu yang uda susah payah ngerjain kerjaan tersebut akan dongkol sedongkol-dongkolnya kan?

  7. Dekat rumah
  8. Faktor-Faktor Orang Betah Bekerja - Sumber: freepik.com
    Wah kalau bisa kerja di tempat kerja yang dekat dengan rumah pasti menyenangkan banget deh! Wasting time karena waktu transportasi sudah tentu akan sedikit dan work life balance akan lebih bisa terwujud karena waktu ga terbuang sia-sia di jalan.
Kira-kira itu faktor-faktor yang membuat seorang pekerja bisa betah bekerja. Ini versiku sih. Masing-masing orang pasti punya preferensinya sendiri. Kalau kamu gimana tuh?

4 comments:

  1. Kalau aku dulu pertama kali kerja dapat yang sama sekali gak sesuai dengan jurusan kuliah. Satu tahun kerja, aku resign karena ikut suami merantau. Hehehe.

    Aku setuju nih, Mbak, dengan alasan yang bisa buat karyawan betah kerja. Kalau aku dulu gak betah kerja karena 3 hal. Satu, rekan kerja yang terlalu kompetitif dan suka muka dua (kalau di depanku kelihatan baik, kalau di belakang ternyata jelek2in aku di mata bos). Dua, bos cuma suruh-suruh dan marah-marah aja (sini kerja bener aja dimarahin, apalagi kalau pas salah). Tiga, tempat kerja jauh dari kampung halaman dan jauh dari tempat rantau suami. Dan menurutku resign adalah pilihan terbaik untukku. Sekarang akhirnya aku bisa hidup lebih bahagia. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah iya kan ga enak banget kalo dapet rekan kerja muda dua ditambah bos yang cuma bisa suruh-suruh dan marah-marah. Apalagi tempatnya juga jauh. Makin empet kan yaa mau kerja bener juga. Saat aku diposisi kaya mba juga pasti akan resign juga. Daripada kerjanya cuma ngeluh dan mendem doang kan ya. Huhuhu

      Delete
  2. Kalau saya 3 dan 1 kayaknya Mba hahaha.
    Biasanya saya bukan betah, tapi nggak enak ama bosnya kalau mau keluar hahaha

    Apalagi kalau gajinya tinggi, waahh makin semangat hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya suka sungkan ya mba kalo minta resign sama atasaaan

      wah iya tentu kalo gaji tinggi tuh bikin betah. makanya aku taro di nomor 1 HAHAHA

      Delete