Skip to main content

Baterai iPad Kembung Tapi Bukan Ikan Kembung


Baterai iPad Kembung - Fix atau Kanibal Saja? Desember 2018 aku dikejutkan dengan kembungnya baterai iPad 3 milikku yang sudah kugunakan sejak aku masih di bangku kuliah (kurleb 5 tahun pakai). Memang ya penyakit dari gawai yang lama teronggok itu ya baterai kembung. Salahku juga sih kelupaan mengisi baterai iPad 3 ini. Jadinya setelah dicuekin beberapa lama, dia pun mulai speak up dengan rewelnya sampai-sampai bikin aku shock ga tau harus berkata apa.

Setelah menemukan "insiden" tersebut, aku pun langsung putar akal dan tanya sana-sini perihal harus diapain gawaiku satu ini. Mau dibuang ya kok sayang karena iPad ini pemberian papa untuk membantuku selama kuliah. Mau dibenerin, harga servisnya mahal bisa jutaan karena kemungkinan harus ganti LCD juga. Habis LCD-nya melengkung gitu saudara-saudara. 

Awalnya temanku memberikan ide untuk pergi ke tukang servis gawai di pinggir jalan dan bilang mau beli baterai baru. Lalu setelah itu baru deh keluarin si iPad 3 nyelangap ini untuk minta dipasangkan baterai baru yang baru saja dibeli tersebut. Tapi aku terlalu malas untuk pergi ke tukang servis gawai sambil bawa-bawa iPad yang sudah rentan ini. Jadi opsi tersebut kuabaikan.

Temanku satunya malah bilang supaya aku kanibal saja. Terus dia pun mau membeli iPad rusakku tersebut dengan harga murah supaya dia bisa kanibal spare part yang masih bagus. Opsi ini membuatku tertarik. Tapi harga yang dia tawarkan sangatlah rendah. Tak rela aku melepaskan iPadku satu ini. Apalagi kan data-data di dalamnya tidak bisa aku hapus. Bisa-bisa disalahgunakan kan?!

Opsi lainnya, aku browsing tempat servis iPad terdekat dan tanya-tanya biaya perbaikannya. Harga yang mereka tawarkan jutaan. Gila aja! Masa ganti baterai sampai jutaan?! Padahal aku cari harga baterai iPad 3 itu sekitar Rp 300.000. Masa perbaikannya memakan biaya jutaan?! Opsi ini bikin tambah aku malas untuk mereparasinya.

Akhirnya aku biarkan saja tergeletak tanpa nyawa selama setahun lebih. Ya beneran ga diapa-apain. Cuma digeletakin di bawah meja kosan. Tentunya kubungkus plastik dulu supaya ga kotor. Nanti debu-debu tebal malah masuk ke dalam akan lebih membahayakan nyawa si iPad kan?!

Nah setelah setahun silam itu, suamiku cerita kalau dia sudah servis iPhone milik almarhum kakak ipar yang kondisinya pun sama seperti iPadku. Baterainya kembung sehingga membuat nyelangap. Servis yang diberikan baik sehingga iPhone tersebut terselamatkan dan bisa digunakan seperti sedia kala.  Saat itu sih aku masih "Ooooh mantep juga ya servisnya. Bisa bener lagi." Tanpa melakukan misi penyelamatan si iPad.

Terus akhir bulan lalu aku kan membereskan barang-barang kosan adikku karena dia akan mengakhiri masa ngekosnya dan kembali ke rumah di Karawang. Aku menemukan si iPad yang masih teronggok tak bernyawa dan mengingatkanku kembali akan jasa-jasa dan waktuku bersamanya. *ceileh* Hatiku pun tergerak untuk memperbaiki si iPad. Akhirnya aku pun tanya ke tempat servis yang direkomendasikan suami tersebut dan tanya apakah dia bisa benerin si iPad. Dia pun mengiyakan dan menawarkan biaya perbaikan yang puji Tuhan masih masuk di akal. Harga perbaikannya ratusan ribu. Tidak seperti waktu aku tanya tempat servis yang dulu. Harganya bisa jutaan. Jadilah aku berniat untuk memperbaiki si iPad.

Berhubung saat ini sedang wabah Corona, si tukang servis memintaku untuk mengirimkan si iPad via ojek daring. Untung juga lokasi si tukang servis tidak begitu jauh dari rumah sehingga biaya antarnya ga begitu mahal. Hari Waisak kemarin aku mengirimkan si iPad dan kemarin si iPad sudah kembali ke pelukanku. Berarti misi penyelamatan si iPad memakan waktu 4 hari. WOW.

Terima kasih ya Fynd Indonesia sudah menyelamatkan si iPad. Kini ia berfungsi seperti sedia kala meski yang kurasa sih agak lemot. Tapi aku maklum karena si iPad sudah umur juga. Ingat ya buat kalian yang punya gawai tak terpakai. Mending kalian jual saja saat kondisinya masih bagus. Kalau ga dipakai dan dibiarkan saja tak disentuh. Dia akan marah dan malah membuatmu merogoh kocek untuk benerinnya. Makanya deh sekarang aku mau rawat si iPad supaya baterai iPad kembung tidak terjadi lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Wedding: Membuat Surat N1, N2, N4, dan P1 di Kantor Kelurahan Nagasari

Sebagai calon pengantin, aku diberitahu untuk segera membuat surat N1, N2, N4, dan P1 di kantor kelurahanku jauh-jauh hari karena kalau dekat-dekat akan membuat aku repot dan malah bikin stress sendiri. Oke sebelumnya apa sih surat N1, N2, N4, dan P1 ini??
Sebagai warga yang awam akan hal ini, aku pun langsung saja browsing terkait surat-surat tersebut dan kutemukan pos bagus yang mengulas akan hal ini. Bisa kalian cek ke sini.
Buat yang males, aku tulis ulang deh penjelasan soal surat N1, N2, N4, dan P1 ini.
Surat N1 adalah Surat Pengantar Perkawinan. Bentuk Surat N1 sih seperti ini ya untuk Kelurahan Nagasari, Karawang:
Surat N2 adalah Surat Permohonan Kehendak Perkawinan. Surat ini ditujukan untuk KUA/Penghulu setempat. Namun berhubung aku ini tidak nikah secara Islam, jadi kata petugas lurah tempatku tinggal, surat ini ditujukan ke gereja tempat aku melakukan pemberkatan pernikahan. Tapi orang wedding organizer-ku sih bilangnya Surat N2 ini tidak diperlukan untuk melakukan pencatat…

Pengalaman Pulang ke Karawang dari Jakarta

Gimana sih cara dari Jakarta ke Karawang? Sebelumnya, gw pernah pos tentang cara ke Jakarta dari Karawang. Nah kali ini gw mau ceritain pengalaman gw pergi ke Karawang dari Jakarta naik kereta api.

Sebenarnya sih, ini pertama kalinya buat gw pulang ke Karawang dari Jakarta naik kereta api. Biasanya gw menggunakan jasa elf dari WB Trans gitu. Poolnya ada di deket Komplek Kemhan daerah Cawang. Tidak seperti kereta, WB Trans ini setiap jam pasti ada. Mau gw datang di sana jam 17.10 atau jam 18.05 juga pasti sudah ada mobil elf berwarna silver sedang ngetem menunggu penumpang yang hendak ke Karawang. Tapi ini kalau kondisi jalan tol sedang baik ya. Soalnya pernah gw ke sana sekitar jam 20.00 WIB tidak ada mobil WB Trans sama sekali karena jalanan macet parah di kedua arah. Jadi si elf itu tertahan di jalan dan tidak ada deh mobil yang bisa mengangkut para penumpang untuk pulang ke Karawang. Yang ada hanyalah jejeran penumpang yang duduk-duduk di trotoar menunggu WB Trans tanpa kepastian.

Kursus Mengemudi di Karawang

Aku rasa tempat kursus mengemudi di Karawang yang cukup tersohor itu adalah Cepat Tepat. Kenapa aku bisa bilang begini? Habis apabila aku cerita ke orang-orang di sekitarku bahwa aku sedang ikut kursus mengemudi di Karawang, pasti mereka langsung nyaut begini: Les di Cepat Tepat ya? Padahal kan ada banyak ya tempat kursus mengemudi alias les nyetir di Karawang. Tapi entah mengapa, nama Cepat Tepat lah yang langsung terlintas di benak mereka. Hihi. Hal ini menunjukkan juga bahwa Cepat Tepat memang tempat les nyetir terkenal di Karawang, ya khususnya untuk orang-orang sekitarku sih. Tapi, waktu aku ketikan kata kunci "Kursus Mengemudi Karawang", yang muncul di pencarian Google pertama kali bukan Cepat Tepat loh! Malahan hasil nomor satunya adalah Tasya Kursus Stir Mobil. Kukira si Cepat Tepat ini yang nomor satu, ternyata bukan saudara-saudara.
Kalau mau les mengemudi di Karawang, enaknya pilih tempat kurus mengemudi yang mana?
Kalau ditanya begitu, mungkin aku bagi sedikit pengal…