Thursday, August 2, 2012

Review Interaksi ke-2 tanggal 2 Agustus 2012

Untuk interaksi kali ini, jarkom baru sampai kepada seluruh massa ca-MTI 2011 sekitar jam 4 subuh. Namun saya    memang sudah mempersiapkan diri untuk bangun subuh-subuh. Sekitar pukul enam pagi saya sudah sampai di gedung PLN. Massa ca-MTI 2011 diberitahu untuk berkumpul terlebih dahulu di sana untuk mencek spec dan absen. Bagi yang sudah dicek spec dan absen, diperbolehkan untuk pergi ke gedung TI. Maklum, kami diberitahu untuk tidak pergi bergerombol sehingga kami pun tidak pergi ke gedung TI secara bersamaan.


Sesampai di gedung TI, kami langsung dimobilisasi ke ruang PTI. Karena kami datang terlambat, kami pun mendapat omelan dari panitia. Keterlambatan kami membuat jadwal acara menjadi molor. Selain itu, jumlah kehadiran pun berkurang dibanding hari sebelumnya. Keterangan orang-orang yang hadir pun masih ada yang tidak jelas. Teguran dari para panitia membuat kami sadar untuk peduli satu sama lain. Sesudah itu, kami mulai dicek spec. Ternyata masih terdapat enam belas anak yang tidak membawa spec lengkap. Oleh sebab itu PJ Spec harus menanggung konsekuensi push up satu seri atas satu anak yang tidak membawa spec lengkap. Setelah perdebatan panjang, akhirnya konsekuensi dapat diringankan dengan mencicilnya.

Acara selanjutnya adalah materi dari dua senior dari TI dan MRI angkatan 2009. Mereka memberikan materi tentang seven tools. Seven tools ini merupakan tools atau prinsip yang paling sering, paling umum, dan paling mudah untuk dikerjakan. Seven tools terdiri dari flowchart, fishbone, check sheet, pareto chart, histogram, scatter plot, dan control chart. Sebagai seorang mahasiswa teknik industri, kami harus terbiasa dalam menggunakan seven tools tersebut.

Setelah pemberian materi dan studi kasus dari dua senior TI-MRI tersebut, kami dimobilisasi ke dalam kelompok kami masing-masing. Dalam kelompok tersebut, kami lebih dijelaskan mengenai seven tools tersebut. Setelah tanya jawab mengenai seven tools, kami diinstruksikan untuk membuat studi kasus mengenai masalah yang ada di ITB atau di sekitar ITB. Kelompok saya memilih untuk menerapkan fishbone. Setelah selesai mengerjakan studi kasus tersebut, kami dimobilisasi untuk mempresentasikan hasil yang kami buat.

Setelah sesi mentoring dan presentasi, kami dimobilisasi kembali ke ruang PTI. Kami ditegur kembali oleh LitBang karena masih ada teman kami yang belum menyelesaikan buku angkatan. Setelah itu, diadakan forum yang membahas masalah mengapa tugas angkatan kami tidak selesai dengan baik. Satu persatu masalah didiskusikan bersama untuk mencari solusinya. Berakhirnya forum merupakan berakhirnya rangkaian acara interaksi kali ini.

No comments:

Post a Comment